Indonesia
NovelToon NovelToon
DEALOVA (Bukan Bidadari)

DEALOVA (Bukan Bidadari)

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pengganti / Teen Angst / Identitas Tersembunyi / Angst / Chicklit / Tamat
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Terpaksa berjanji kepada gadis penolongnya, membuat Dealova harus tinggal di pondok pesantren milik kedua orang tuanya. Padahal sejatinya ia memang saudara kembarnya, tetapi terpisah sewaktu kecil. Jika Dealova tinggal di jalanan, Aisyah hidup di pondok pesantren.

"Berjanjilah untuk tinggal di ponpes sebagai aku."

"Kenapa?"

"Anggaplah sebagai wujud balas budimu terhadapku."

Setelah memberikan kalung miliknya, rupanya Aisyah menutup mata. Sementara itu Dealova justru harus segera pergi karena ia masih dikejar oleh komplotan penjahat.

Hingga akhirnya, sesuai takdir Allah ia bisa kembali lagi ke pondok pesantren milik kedua orang tuanya. Dengan bantuan Noe, ia kembali ke pesantren dalam wujud yang berbeda.

Mampukah Dealova tinggal di pondok pesantren untuk menggantikan saudara kembarnya? Ataukah dia putus asa dan kembali pada kehidupan aslinya di jalanan? Bisakah Dealova menerima takdir barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. SOLUSI

Seolah-olah tidak ada beban yang dirasakan olehnya, dengan santai Noe membawa semua paper bag miliknya.

"Assalamu'alaikum," ucap Noe sesampainya di rumah.

"Wa'alaikumsalam."

Rupanya Arumi yang menyambut kedatangan kakaknya tersebut. Akan etapi ia heran karena saat itu Noe hanya datang sendirian tanpa bersama dengan uminya.

"Loh, dimana Umi?" tanya Arumi keheranan.

Ia sampai celingukan ke kanan dan kiri untuk memastikannya kembali. Namun, sebanyak apapun ia mencari hasilnya sama saja. Tidak bisa menemukan keberadaan Umi Aletta.

"Loh emangnya Umi kemana?" tanya Noe seolah lupa jika tadi berangkat bersama Aletta ke pasar.

Bukannya menjawab, Arumi justru melotot ke arahnya. Seketika Noe baru sadar akan sesuatu hal.

"Lupa atau udah tua? Masa tadi pergi sama Umi aja bisa sampai lupa?"

Noe menepuk jidatnya karena merasa lupa sekaligus merasa bersalah.

"Astaghfirullah, maaf aku lupa, Dek!"

"Pantesan aja, dah sana balik! Kasihan Umi sendirian di sana!" ucap Arumi sambil berkacak pinggang.

"Bisa-bisanya punya Abang yang nggak peka kayak Bang Noe gitu. Kebanyakan kerja sampai lupa umur dan bagaimana cara mencintai wanita!"

Noe merutuki sikapnya barusan. Bisa-bisanya ia sampai melupakan kehadiran Aletta hanya karena melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Aisyah. Masalahnya ada beberapa hal yang membuat Noe semakin percaya jika itu adalah Aisyah.

Hanya karena memikirkan seorang wanita yang sudah mengobrak-abrik hidupnya, ia melupakan uminya sendiri. Noe benar-benar merutuki sikapnya.

Siapa lagi kalau bukan Aisyah, yang saat ini sebenarnya digantikan oleh kehadiran Dealova. Hanya saja Noe tidak mengetahui akan kebenaran hal itu.

Hingga ia tetap saja mempermasalahkan jika Aisyah adalah wanita bermasalah. Di sisi lain, arwah Aisyah masih mengikuti kemanapun Dealova pergi.

"Dealova, kapan kamu sadar jika seharusnya kamu datang ke Pondok Pesantren Al-Hikmah. Mungkin saja kehidupanmu akan jauh baik-baik saja dan lebih beruntung dari saat ini!" ucap Aisyah sambil mengiringi langkah Dealova kemana pun ia pergi.

Bahkan ia tidak melepaskannya begitu saja, karena Dealova masih berjanji sesuatu hal kepadanya. Selama hal itu belum terpenuhi maka arwahnya tidak bisa pergi dengan tenang

"Loh bukannya itu Uminya Noe? Kenapa dia ada di sini?" ucap Dealova sambil menajamkan penglihatannya.

Saat ia hendak melangkah rupanya salah satu tangan Michael berhasil menggapainya. "Mau ke mana, Dek? Bukankah kamu ingin segera pulang? Kenapa masih ingin masuk lagi ke pasar?"

Michael begitu takut jika Dealova kembali hilang. Maka dari itu sikapnya cenderung lebih over protektif dari biasanya. Ditambah lagi saat ini Geng Halilintar masih memburu mereka. Sehingga cukup sebagai alasan kenapa Michael harus lebih waspada.

Dealova menatap kakaknya dengan lembut, "Tunggu sebentar, ya Abang, Sayang. Sepertinya aku mengenali seseorang yang berada di sana!"

Dealova tampak menunjuk ke arah Aletta duduk sendirian. Sosoknya yang terlihat muslimah membuat Noe seolah enggan membiarkan Dealova pergi.

Michael pun menajamkan penglihatannya sama seperti ke arah pandangan Dealova dan ia melihat sosok wanita yang memakai pakaian hijab lengkap dengan cadarnya.

"Siapa dia?" tanya Michael di dalam hati.

"Boleh ya, Bang," ucap Dealova setengah mengiba.

"Yang kamu maksud wanita itu, 'kah?"

"Iya, Kak ... dia adalah salah satu orang yang aku temui di pondok pesantren kemarin. Aku ingin menyapanya sebentar, kakak tunggu di sini dulu, ya. Nggak lama, kok."

Terlihat jika Dealova begitu antusias dengan kehadiran Aletta. Maka dari itu Michael justru semakin enggan melepasnya.

"Bukannya kamu tidak ingin kembali ke pondok, kenapa kamu harus berhubungan dengan orang-orang yang berada di sana lagi?"

Tampak sekali jika Michael tidak rela Dealova meninggalkannya kembali. Dealova paham dengan kekhawatiran yang dirasakan oleh kakaknya. Dengan memegang kedua tangannya lalu menatapnya lembut, seolah Dealova sedang menyakinkan kakaknya tersebut.

"Dia bukan pemilik pondok, Kak. Dia hanya seorang tamu yang pernah berkunjung di pondok pesantren. Dia adalah orang yang baik, maka aku harus menolongnya juga."

"Siapa tahu dia sedang kebingungan di sini. Sudahlah, Kakak nggak usah khawatir, aku cuman sebentar aja, kok."

Akhirnya Michael membiarkan adiknya berlari ke arah wanita berhijab tersebut. Akan tetapi, entah mengapa di dalam hatinya terasa nyeri ketika melepaskan adiknya itu. Bagaimana ia bisa melihat antusiasnya Dealova untuk mendatangi perempuan tersebut.

"Sebenarnya siapa wanita itu, kenapa Dealova sangat menyayanginya?"

Seketika ingatan Michael berputar. Mengingat jika Dealova pernah bercerita tentang acara perjodohan yang dilakukan anak pemilik pondok dengan seorang lelaki kaya raya.

"Ataukah Dealova menginginkan acara perjodohan itu tetap terjadi? Bisa jadi wanita itu berhubungan dengan seorang lelaki yang dijodohkan dengan Dealova," tanyanya dalam hati.

Entah mengapa rasanya perasaan Dealova sangat bahagia ketika bertemu dengan Aletta, maka dari itu ia pun berlari dengan kencang ke arah sana. Namun, seketika langkah kakinya terhenti ketika ia ingat jika dirinya tidak memakai hijab saat ini.

"Astaghfirullah, aku kan nggak pake hijab!" pekiknya kesal.

"Sepertinya nggak apa-apa, karena aku tidak perlu menjadi Aisyah saat ini."

"Biarkan Umi mengenaliku sebagai diriku sendiri, yaitu sebagai Dealova," ucapnya dengan mengulas senyuman manis miliknya.

Dari kejauhan Aisyah hanya bisa tersenyum ketika menyadari jika sosok lelaki yang sebenarnya akan menjadi suaminya justru menjadi milik kakaknya, Dealova.

Tidak terasa kini Dealova sudah sampai di depan Aletta. Dengan berperilaku sopan, kini Dealova menyapa Aletta.

"Assalamu'alaikum, Bu. Sepertinya Ibu kebingungan saat ini. Apakah ada yang bisa dibantu?"

"Wa'alaikumsalam, iya Nak. Tadi ibu pergi ke sini dengan anak ibu, tetapi sepertinya dia melupakan Ibu. Buktinya ketika aku menyuruhnya untuk kembali membeli daging ayam di dalam, sudah lama aku menunggunya tetapi ia tidak juga kembali."

"Astagfirullah, kalau begitu biarkan saya menemani Ibu di sini, ya. Setidaknya biar Ibu tidak sendirian di sini. Lagi pula pasar ini tidak terlalu aman jika kita terlihat sendirian."

"Terima kasih banyak untuk niat baiknya, Nak. Akan tetapi biarlah Ibu sendirian di sini."

Seketika raut wajah Dealova murung, tidak mau membuat Dealova marah ia pun segera merapat ucapannya.

"Namun, jika kamu memaksa kamu boleh menemani Ibu duduk di sini. Sambil ngobrol boleh juga."

"Setidaknya kehadiranku tidak mengganggu dan bisa digunakan untuk mengurangi rasa kantuk yang telah Ibu rasakan saat ini."

"Bisa saja kamu."

Dealova tersenyum, setidaknya kehadirannya tidak diusir oleh Uminya Noe. Terlihat mereka akrab sekali sambil mengobrol satu sama lain meskipun baru saja saling mengenal.

Dealova memang ingin mengorek informasi lebih dalam tentang Noe tersebut. Akan tetapi sepertinya hal itu akan sulit rasanya. Di tambah lagi saat itu ia melihat kedatangan Noe.

"Astaghfirullah, dia datang ...."

1
t
next kak
t
😍😍😍
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
piye to Iki kok uminya ditinggal...lupa ya 🤭
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
hayo Dea kok melupakan janji mu pada Aisyah gmn sih
☃Rebecca ☃
karya yang bagus, rajin up yuk
Zancuk
semangat berkarya othor, up yuk
Andara
alhamdulilah akhirnya menemukan bacaan semi religi versi remaja
MR CHRISTMAS
lanjutkan kak, ditunggu
Itadori Yuuji
semangat up thor
Velicia
bagus ceritanya, lanjut
Khoirunnisa ~
lanjut dong semangat
Husain Al Fachri
karya yang bagus Semangat kak
༺𝑺𝒀𝑨𝑯𝒁༻
suka banget dengan karya ini
Julis
akhirnya nemu karya remaja lagi
Arsyan
Yeay, karya yang bagus
❄Anita NaIma❄
karya yang bagus thor
luci
lanjut kak, sukses selalu ya
Anonim
karya yang bagus, remaja banget
Anonim
karya yang bagus, semangat up buat othor
andres
sukses selalu ya tor, semangat buat up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!