Indonesia
NovelToon NovelToon
CLARGA

CLARGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Clarrisa di paksa setuju untuk menikah dengan Galih oleh Ibu dan kakeknya yaitu Satya, demi harta warisan yang di tinggalkan Pras-kakak kandung Satya. Menikah muda bukanlah impian bagi Clarrisa apalagi Galih jauh lebih tua hampir sepuluh tahun darinya, tapi pada akhirnya Clarrisa setuju.
Mendapatkan harta warisan tidaklah semudah itu, Galih tahu tujuan dari perjodohan itu dan ia mengikuti permainan yang di mainkan mereka.
Bagaimanakah pernikahan Clarrisa dan Galih?
Apakah harta warisan akan dengan mudah di dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk lagi?

Clarrisa sudah bersiap untuk pergi. Ada meeting yang harus ia datangi dan akan pergi bersama Zaki.

Pergi ke garasi dan memilih mobil yang akan di gunakan. Ia berhenti pada mobil sport berwarna merah, itu merupakan mobil kesukaannya.

“Akan sangat keren jika aku pakai mobil ini berjalan-jalan keliling kota setelah meeting nanti,” gumamnya.

“Pak Agus ... pak Agus ...” Clarrisa memanggil sopir.

“Iya, Nona ....”

“Berikan kunci mobil ini padaku. Aku akan pergi,” pinta Clarrisa.

“Oh mobil ini ya. Saya tidak memegang kunci mobil ini,” jawab Pak Agus.

“Bukannya dulu kalau kunci-kunci mobil pasti pak Agus yang pegang, ya?” tanya Clarrisa penasaran.

“Iya itu dulu. Saat Tuan Pras masih ada mobil ini sesekali di gunakan untuk Tuan jalan-jalan, beliau sudah tidak ada mas Galih yang menyimpan kunci-kunci mobil,” jelas pak Agus.

Clarrisa mendelik. “Sok berkuasa sekali si Galih!”

“Kalau Nona mau keluar, saya bisa mengantar. Dua mobil lain kuncinya saya pegang,” ujar pak Agus.

Clarrisa menekuk wajahnya kesal pada Galih, tetapi ia harus tetap pergi dan terpaksa pergi dengan di antar pak Agus menggunakan mobil yang biasa di gunakan sehari-hari oleh pelayan.

Clarrisa sampai di tempat meeting dan bertemu degan Zaki. Ia menceritakan semuanya pada Zaki.

“Jangan terlalu benci! Nanti kalau jadi cinta gimana?” goda Zaki.

“Heh jangan ngomong sembarangan. Lelaki seperti Galih tidak layak mendapatkan cinta dariku!” cetus Clarrisa.

“Iya ... iya ... tahu. Seleramu itu sangat tinggi dan berkelas ...” ujar Zaki.

“Nanti setelah meeting ikut aku belanja ya. Aku hanya bawa baju sedikit soalnya, terus nanti pergi ke rumahku. Kita nikmati kemewahan yang ada disana!” ujar Clarrisa.

“Oke ...” angguk Zaki.

Setelah selesai, Clarrisa dan Zaki pergi ke mall memborong banyak pakaian dan barang-barang branded lainnya dengan menggunakan kartu yang Galih berikan padanya.

“Terima kasih sudah belanjain aku juga ...” ujar Zaki seraya menenteng paperbag-nya.

“Kita nikmatin apa yang seharusnya kita nikmatin!” ujar Clarrisa seraya tersenyum tipis.

Otomatis pemberitahuan penggunaan kartu itu sampai pada Galih. Berada di kantor dan beberapa pesan masuk ke ponselnya.

“Clarrisa sedang berbelanja dan menghabiskan begitu banyak uang dari kartu yang aku berikan. Hmmmm ...” gumam Galih seraya menggelengkan kepala saat tahu total habisnya seratus jutaan.

“Aku harus bicara dengannya untuk tidak menghambur-hamburkan uang seperti itu.” Ia menutup kembali ponselnya dan fokus melanjutkan pekerjaannya.

Setelah pekerjaan selesai, Galih kembali ke rumah pukul tujuh malam. Saat memasuki rumah, ia melihat ruang tv sangat berantakan. Bekas makanan dimana-mana berceceran dengan layar tv menyala sedang memutar sebuah film. Lagi-lagi ia hanya menggelengkan kepala lalu melihat ke sofa, di sana Clarrisa terbaring dengan mata terpejam.

“Kenapa Nona Clarrisa tidur di sini?” gumam Galih.

Mendekat pada Clarrisa dan mencoba membangunkannya. Menggoyahkan lengannya, tapi tidak bangun-bangun. Mata Galih tertuju pada botol beer yang ada di atas meja, ia tahu kalau Clarrisa mabuk.

“Ada dua gelas. Clarrisa membawa siapa ke rumah?” gumam Galih.

“Mbak Yan ...” panggil Galih pada pelayan.

Mbak Yan datang ke hadapan Galih. “Iya, mas ....”

“Nona Clarrisa membawa siapa ke rumah?” tanyanya seraya menunjuk gelas yang ada di meja.

“Itu mas, tadi Nona datang bersama asisten pribadinya. Akan tetapi, sudah pulang dari sejam yang lalu,” jawab Mbak Yan.

“Baiklah ...” angguk Galih.

“Saya tidak berani membangunkan Nona Clarrisa, takut marah!” ujar Mbak Yan.

“Lagi pula dia tidak akan bangun, dia mabuk!”

“Iya, Nona hampir menghabiskan satu botol,” timpal Mbak Yan.

“Ya udah Mbak, bereskan saja ini semua. Aku akan memindahkan Nona ke kamarnya,” suruh Galih.

Galih mendekat pada Clarrisa dan hendak menggendongnya. Ia menatapnya sejenak, merasa ragu-ragu untuk menyentuhnya. Akan tetapi, ini bukan kali pertama Clarrisa mabuk seperti ini dan waktu itu Galih juga menggendongnya.

“Aku rasa ini tidak apa-apa,” gumam Galih seraya menggendong Clarrisa.

“Eh Mbak ... aku minta tolong singkirkan semua minuman beralkohol yang ada di rumah ini,” ucap Galih.

“Tapi nanti harus di kemanakan?” tanya Mbak Yan.

“Emmmh ... bereskan saja dulu, nanti biar aku yang urus.” Galih berlalu pergi menaiki anak tangga menuju kamar Clarrisa.

Menidurkannya dengan perlahan dan menyelimutinya dengan lembut seraya tidak melepaskan pandangannya dari Clarrisa.

“Mabuk-mabukan seperti ini tidak baik untuk tubuhmu. Mulai sekarang aku akan menjagamu,” gumam Galih.

Saat hendak pergi, Galih mendengar Clarrisa mengigau sehingga menghentikan langkahnya.

“Pa ... apa kau tidak merindukanku? Aku rindu Papa ...” gumam Clarrisa.

Galih mundur dan berjongkok memandangi wajah Clarrisa.

“Kau merindukan Papamu?” ucap Galih pelan.

“Papa ...” lirih Clarrisa.

Galih menyibakkan rambut yang menutupi wajah Clarrisa. “Hmmm aku tahu kau kehilangan kasih sayang seorang ayah. Pasti kau sangat merindukan ayahmu, bukan?”

Ia tahu cerita keluarga Clarrisa seperti apa. Saat Clarrisa masih kecil orang tuanya bercerai lebih tepatnya karena ayah Clarrisa berselingkuh.

“Semoga hidupmu kedepannya akan lebih baik!” gumam Galih.

Saat hendak pergi, Clarrisa terlihat mual lalu ia muntah. Seperti sebelumnya, ia muntah pada kemeja Galih karena Galih terlambat menjauh.

“Ya Tuhan ... kau memuntahiku lagi untuk kedua kalinya!” gumam Galih.

Ia berlalu pergi dari kamar Clarrisa dan memanggil mbak Yan untuk membersihkan muntahannya dan Galih pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri, Galih pergi ke meja makan untuk makan malam. Meja makan yang begitu besar dengan berbagai makanan tersaji, tetapi dirinya hanya sendiri sangat sepi. Hanya suara sendok yang menyentuh piring teman sepinya itu.

Ada empat orang pelayan, dua orang tukang kebun dan seorang sopir yang tinggal di rumah ini. Hanya saja mereka tinggal di belakang sehingga rumah utama sangat sunyi. Apalagi setelah sepeninggal Tuan Pras.

Setelah selesai makan, Galih pergi ke taman pinggir kolam berenang. Itu selalu menjadi tempat favoritnya untuk menyendiri sembari menikmati angin malam.

“Hmmm ... aku tahu tujuan Tuan Satya adalah untuk mengambil harta warisan, tapi Nona Clarrisa tidak berpura-pura baik padaku. Dia bersikap seperti sebelumnya selalu ketus dan menunjukkan dirinya sendiri. Atau apa mungkin kalau tidak ada tujuan untuk mengambil harta warisan, hanya untuk menikmatinya saja?” gumam Galih.

Ia marasa kalau apa yang paak Rendy katakan tidaklah benar. Keraguan pada akhirnya datang pada dirinya. Akan tetapi, ia ingat perkataan pak Rendy untuk mengikuti alurnya saja.

Malam semakin larut, Galih memutuskan untuk tidur pergi ke kamarnya.

Keesokan harinya ....

Galih siap untuk pergi ke kantor, ia sengaja pergi ke lantai dua lalu berjalan melewati kamar Clarrisa dan langkahnya terhenti. Ia hendak mengetuk pintu kamarnya untuk mengajaknya sarapan bersama, tapi mengurungkan niat itu karena pasti Clarrisa akan marah.

Saat turun tangga, Galih di kejutkan dengan kehadiran Tria ibunya Clarrisa yang sibuk menyiapkan sarapan.

“Nyonya Tria?” gumamnya.

1
Rose Yura🌹
Bingang lima pokoknya .
Rose Yura🌹
aaaaa....senengnya author bikin novel lagi. 🥰🥰🥰🥰
Intan Diamond: Terima kasih sudah mampir dan membaca 😍😍
total 1 replies
Intan Diamond
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!