Ia dijodohkan dengan anak orang kaya di kampungnya. Pria lumpuh dengan latar belakang yang tak enak di dengar. Anak tunggal dari orang terkaya di kampung itu. Cap play boy yang suka mempermainkan wanita melekat sangat kuat di nama si cowok.
Namun, Aulia tetap menerima pernikahan itu karena hutang ayahnya yang besar. Iya. Singkatnya, pernikahan itu karena hutang keluarga yang besar, yang tidak bisa ayahnya kembalikan.
Namun, siapa sangka kalau hidup akan berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green_Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode *11
Kini, mereka lebih banyak menghabiskan waktu sendiri-sendiri. Zihan yang terus menyibukkan diri di kamar dengan laptop dan ponsel. Sedangkan Lia yang terus ada di taman setelah melakukan tugasnya membantu Mang Mamat menyiapkan apa yang Zihan butuhkan. Begitulah selama beberapa minggu berlalu.
Sementara di sisi lain, Diani sedang memikirkan sebuah rencana untuk merebut Zihan dari Lia. Pria yang sudah ia incar sejak lama. Dan tidak berubah meski kondisi dari pria itu tidak lagi sempurna seperti sebelumnya. Namun, ambisi untuk memiliki pria tersebut tidak luntur sedikitpun.
"Sialan! Sudah susah payah aku menyingkirkan satu orang penghalang. Eh, sekarang ada lagi penghalang yang lainnya. Dasar, benar-benar sial." Diani menggerutu di dalam kamarnya.
"Kenapa sih? Tidak bisa biarkan aku itu bersama Kak Zihan dengan tenang tanpa ada halangan sedikitpun? Aku itu suka dia sejak lama. Kenapa tidak dia diberikan saja untuk aku. Padahal sudah cacat juga. Tapi masih saja aku tidak bisa memilikinya."
Diani pun menatap lurus ke depan. Ambisi untuk memiliki Zihan semakin membara sekarang. "Ya ... kakak angkatku saja bisa aku singkirkan. Kenapa tidak dengan dia yang bukan siapa-siapa ini? Jadi, tinggal melakukan hal yang sama seperti sebelumnya saja. Maka aku dan Kak Zihan pasti bisa bersama."
Diani menyeringai lebar dengan tatapan jauh ke depan. Ya, dia adalah perempuan yang penuh dengan ambisi untuk memiliki Zihan. Sampai, dia rela melenyapkan Diana yang tak lain adalah kakak angkatnya sendiri.
Bahkan, dia rela membuat Zihan lumpuh hanya karena dia menginginkan Zihan tanpa ada orang lain yang bisa mendekat selain dia. Sebenarnya, tidak hanya ingin membuat Zihan lumpuh. Melainkan, ingin melenyapkan Zihan karena jika ia tidak bisa memiliki Zihan, maka tidak ada satu orang pun yang boleh memiliki Zihan.
Begitulah sadisnya Diani sebagai manusia. Sejak kecil, dia merasa kalau dirinya adalah orang yang paling beruntung. Bisa mendapatkan semua yang ia inginkan. Meskipun tak jarang, dia harus menunjukkan rasa iri pada Diana yang telah menjadi anak angkat dalam keluarga mereka.
Tapi, yang namanya anak angkat, tentu akan kalah dengan anak kandung. Karena itu, Diani merasa bangga akan hal tersebut. Sampai pada akhirnya, dia bertemu dengan Zihan yang tak lain adalah pacar baru dari kakak angkatnya.
Rumor tentang Zihan yang adalah seorang playboy tak membuat Diana menjauh dari Zihan. Entah karena terlalu cinta, semua keburukan Zihan tidak ada artinya di mata Diana. Hal itu membuat Diani kesal. Karena sudah susah payah menghasut, tapi masih saja tidak ada hasilnya.
Semakin hari, Diana dan Zihan pun semakin terlihat bahagia. Bahkan, hubungan mereka kini semakin terlihat sangat serius. Zihan yang biasanya menjadi seorang playboy, setelah bertemu Diana, dia malah jadi pria yang setia.
Hal itu sangat mengesalkan buat Diani. Dia yang sudah tertarik pada Zihan sejak pandangan pertama, semakin merasa jatuh cinta saat Zihan yang badboy dan playboy itu berhasil berubah karena Diana. Karena itu, niat untuk memiliki Zihan pun semakin besar.
Diani pun mendatangkan pria dari masa lalu si kakak angkatnya ini untuk menjadi penghalang. Tapi, sayangnya bukan hancur, eh malah semakin kuat dan erat lagi hubungan keduanya.
Diani yang merasa gagal, semakin terobsesi pulalah untuk menghancurkan Zihan dan Diana. Hingga akhirnya, sebuah ide jahat ia utarakan pada si pria yang berasal dari masa lalu si kakak angkat.
Yaitu, bertaruh Diana dengan cara balapan mobil. Diani yang tahu kalau Zihan itu pantang ditantang, maka tidak akan melepaskan kesempatan emas ini untuk menghancurkan Diana sekaligus Zihan.
Entah bagaimana caranya, balap mobil di jalan bebas itupun terjadi. Diana yang sebelumnya melarang Zihan untuk ikut, tapi tidak Zihan dengarkan. Kini terpaksa ikut dengan Zihan di dalam mobil yang akan Zihan gunakan untuk balapan.
Ikutnya Diana juga karena saran dari Diani. Diani yang sudah membuat rencana, mana mungkin akan melepaskan mangsanya begitu saja. Akhirnya, Zihan dan Diana pun balapan dengan satu mobil yang sama.
Balapan liar itupun akhirnya terjadi. Jalanan yang sudah dipastikan sepi, tiba-tiba saja bisa ada truk sampah yang meluncur dengan kecepatan tinggi. Dan, yang paling tidak bisa Zihan percaya, mobil yang ia gunakan ternyata remnya rusak.
Dan, kecelakaan fatal itupun terjadi. Nyawa Diana melayang karena kecelakaan itu. Sedangkan Zihan, dia divonis lumpuh total dengan berbagai kerusakan berat pada bagian pinggang dan kaki yang membuat ia tidak akan bisa berjalan lagi. Meskipun tidak lumpuh secara permanen, tapi kemungkinan untuk Zihan bisa berjalan itu sangat amat kecil.
Meskipun Zihan melakukan berbagai macam operasi, kemungkinan untuk sembuh itu masih tidak lebih dari dua atau tiga persen saja. Karena itu, Zihan patah semangat. Dia memilih untuk tidak mengambil harapan yang terbilang sangat amat kecil dengan dana yang besar. Dia pun pasrah dengan kondisi lumpuhnya itu.
Begitulah selama beberapa tahun, Zihan menutup diri dari dunia luar. Diani saja sulit untuk bertemu dengannya. Karena Zihan selalu menolak kehadiran Diani.
Tapi sepertinya, perempuan yang punya ambisi besar itu tidak kenal dengan yang namanya kata menyerah. Hingga saat ini, dia masih berusaha mengejar Zihan.
Hanya berhenti selama kurang lebih enam bulan saja. Itupun karena dia pulang ke luar negeri untuk tinggal bersama Papanya yang sedang sakit-sakitan. Tapi, setelah Papanya lumayan baikan, maka ia kembali ke tanah air untuk melanjutkan kegilaannya atas obsesi terhadap Zihan.
Sementara kejahatan yang sudah ia lakukan masih tertutup rapat. Karena si Papa yang penyakitan tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan kekayaan yang mereka punya, sepenuhnya bisa Diani kuasai karena hanya dia satu-satunya pewaris dalam keluarga tersebut.
....
Diani yang punya pikiran jahat kini memulai rencananya untuk menghancurkan rumah tangga Zihan. Ia pun mengajak seseorang buat bertemu di sebuah kafe untuk membahas sesuatu.
"Kamu yang bernama Diani?" Perempuan yang baru saja tiba itu langsung bicara dengan Diani yang kini duduk manis di salah satu meja bundar di pojokan kafe tersebut.
Diani tersenyum menyeringai. "Ya, aku Diani. Silahkan duduk!"
Perempuan itupun duduk tanpa berniat membalas senyum Diani sama sekali.
"Singkat saja. Ada perlu apa kamu ajak aku bertemu sekarang? Aku tidak punya banyak waktu soalnya. Apalagi untuk membahas hal yang tidak penting."
Diani kembali tersenyum. "Baiklah. Jika kamu sukanya begitu, maka aku tidak akan berbasa-basi lagi denganmu. Aku ingin mengajak kamu untuk balas dendam."
"Maksud kamu?" Perempuan tersebut langsung menunjukkan wajah bingung dengan apa yang Diani katakan barusan.
"Kau adalah perempuan yang pernah Zihan sakiti, bukan?"
"Zihan?"
"Ya, Zihan Mulyadi yang pernah kuliah di kampus kalian. Yang dulunya adalah raja kampus karena wajahnya yang tampan juga dia anak orang kaya meskipun katanya, dia anak desa yang besar di kota."