Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Bukan Sonia
Tomi menghela nafas setelah mendengar ocehan Suzan yang menganggapnya tidak memberikan informasi yang jelas padanya. Karena kemarin dia memberikan bukti berupa foto dan video bahwa Bagas ada hubungan special dengan Sonia, tapi kini dia bilang bahwa di antara mereka tidak ada hubungan special kecuali hanya teman biasa saja. Tentu saja Suzan dibuat bingung jadinya.
"Maaf bu Suzan... Saya akan coba jelaskan..." ucap Tomi.
"Ya sudah jelaskan saja ..." sahut Suzan dengan jutek sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Tomi lalu memberitahu Suzan bahwa Bagas memang tidak selingkuh dengan Sonia. Tapi bukan berarti dia tidak selingkuh dengan wanita lain.
"Ya udah, sekarang kasih tahu saya, kalau suami saya tidak selingkuh dengan Sonia, lalu suami saya selingkuh dengan siapa...?'' Suzan semakin kesal karena menurutnya Tomi terlalu berbelit- belit.
"Itulah bu Suzan yang belum bisa saya temukan jawabannya..." jawab Tomi.
Suzan menghela nafas. Suzan merasa Tomi semakin tidak profesional
"Tapi saya curiga dengan seseorang..." sambung Tomi.
"Siapa...?'' tanya Suzan.
Tomi mengambil kameranya dan memperlihatkan foto Bagas yang sedang makan siang bersama tuan Ferdinan bersama beberapa orang.
"Apa bu Suzan kenal perempuan ini....?'' tanya Suzan sambil menunjuk seorang perempuan yang duduk di sebelah Bagas.
Suzan menatap foto tersebut beberapa saat. Iya,di sebelah Bagas memang ada seorang perempuan cantik yang tentu saja Suzan sangat mengenalnya.
"Iya, saya tahu, dia Casandra, anak sulung tuan Ferdianan..." jawab Suzan lalu menoleh ke arah Tomi.
"Saya curiga kalau suami bu Suzan dengan perempuan itu ada sesuatu..." ucap Tomi.
"Ya ampun Tomi...jadi kamu mencurigai Casandra..." sahut Suzan.
Lalu Suzan menjelaskan pada Tomi kalau suaminya tidak mengenal Casandra. Justru dia lah yang mengenalkan sang suami dengan Casandra dan itu pun karena dia pernah memesan baju pesta pada Casandra. Dan Bagas hanya bertemu dua kali dengan Casandra, yaitu saat mereka mengukur jas, dan saat acara pesta ulang tahun pernikahan. Dan itu pun mereka tidak saling sapa, karena mereka tidak dekat dan hanya sebatas kenal saja.
"Tapi bu Suzan harus melihat ini..." ucap Tomi sambil memperlihatkan foto lain di kameranya.
Di sana terlihat Bagas dan Casandra duduk berdampingan dan saling menatap satu sama lain serta senyuman yang menghias di bibir masing- masing.
"Oh ya ampun Tomi... Apa yang ada di pikiran kamu...? Hanya dengan foto seperti ini kamu menyimpulkan kalau suamiku selingkuh dengan Casandra...?'' sahut Suzan sambil terkekeh.
Iya, karena menurutnya apa yang dipikirkan oleh Tomi itu sangat lucu. Tentu saja Suzan tidak percaya. Dan Suzan lebih percaya pada foto dan video yang Tomi kirim sebelumnya. Yaitu foto dan video kedekatan antara Bagas dengan Sonia.
"Tunggu dulu bu Suzan... Anda harus melihat ini juga..." kali ini Tomi memperlihatkan sebuah video berdurasi sekitar empat puluh detik.
Dalam video tersebut terlihat Bagas masih duduk bersebelahan dengan Casandra. Mereka terlihat berbincang santai. Namun mata mereka terus saling menatap satu sama lain. Senyum pun terus mengembang di bibir keduanya. Dan ada satu adegan di mana Casandra mengambilkan lauk dan meletakkannya di piring Bagas. Dan Bagas pun kembali tersenyum manis dan matanya menatap mata Casandra dengan tatapan lembut penuh makna.
Suzana menghela nafas.Apa yang sudah diperlihatkan dalam video tersebut sama sekali tidak ada artinya buat Suzan. Karena menurutnya itu hal yang biasa dan itu tidak ada yang mencurigakan sama sekali.
Apa lagi di samping Bagas ada Tuan Ferdinan ayah kandung Casandra. Jadi menurut Suzan , itu hanya sebuah kebetulan. Bagas dan Casandra bertemu karena mereka diajak makan siang oleh tuan Ferdinan.
Dan di acara makan bersama, berbincang, ataupun mengambilkan makanan itu adalah hal yang biasa.
"Tomi, Casandra itu anak kandungnya tuan Ferdinan. Dan saat itu suamiku makan siang bersama tuan Ferdianan dan tim setelah mereka selesai meeting. Dan mungkin saat itu kebetulan Casandra ikut gabung. Dan kebetulan mereka duduk berdampingan. Wajar saja kalau mereka berdua berbincang untuk mencairkan suasana..." ucap Suzan.
"Jadi menurut bu Suzan, di antara mereka tidak ada hubungan yang special...?'' tanya Tomi.
"Saya yakin, tidak ada..." jawab Suzan begitu yakin.
"Saya justru lebih percaya kalau suamiku ada hubungan special dengan Sonia. Dan tugas kamu adalah menyelidiki mereka berdua..." sambung Suzan.
Tomi menatap wajah Suzan beberapa saat lalu dia menghela nafas.
"Tapi Sonia memang bukan selingkuhan suami anda, bu Suzan..."ucap Tomi.
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu, sedangkan beberapa hari yang lalu kamu sendiri yang mengirimkan foto serta video kebersamaan mereka yang begitu intim..." sahut Suzan.
"Iya bu Suzan. Tapi setelah saya selidiki lebih lanjut, di antara mereka memang tidak ada hubungan special. Mereka hanya teman biasa saja..." jawab Tomi dengan begitu yakin.
"Apa yang membuatmu yakin...?'' tanya Suzan sambil menatal wajah Tomi.
Ya, dengan melihat keyakinan di mata Tomi tentu saja Suzan cukup penasaran apa yang membuat Tomi seyakin itu bahwa di antara Bagas dan Sonia tidak ada hubungan khusus.
"Karena Sonia punya kekasih, dan kekasihnya itu bukan suami anda. Dan saya tahu siapa kekasihnya Sonia..."jawab Tomi.
"Siapa...?'' tanya Suzan makin penasaran.
Tomi kembali meraih kameranya. Kemudian Tomi memperlihatkan sebuah video rekaman cctv berdurasi tiga puluh detik kepada Suzan.
"Ini bu Suzan... Anda harus melihat ini..." ucap Tomi sambil memperlihatkan rekaman cctv kepada Suzan.
"Hah...?'' Suzan membungkam mulutnya sendiri setelah dia melihat video rekaman cctv yang ada di kamera Tomi.
"Ka...kamu...dapat ini dari mana...?'' tanya Suzan yang masih syok melihat rekaman cctv tersebut di mana Sonia sedang berciuman dengan seseorang di depan kamar hotel.
Lalu Tomi menceritakan pada Suzan bahwa dia mendapatkan rekaman cctv tersebut dari salah satu pegawai hotel.
"Waktu itu bu Suzan pernah mengatakan pada saya kalau bu Suzan melihat pak Bagas keluar dari lift di hotel Dahlia kan..? Dan bersamaan dengan itu bu Suzan juga bertemu dengan Sonia..." jawab Tomi.
Suzan mengangguk. Lalu Tomi melanjutkan ucapannya kalau dia melakukan pengecekan cctv di hotel tersebut. Namun yang dia temukan dalam sebuah rekaman cctv bukanlah kebersamaan Sonia dengan Bagas, melainkan Sonia bersama laki- laki lain.
Suzan memang merasa lega karena orang yang selingkuh dengan Sonia bukanlah Bagas. Namun di sisi lain Suzan cukup dibuat syok saat dia tahu siapa selingkuhan Sonia.
"Dan satu lagi bu Suzan..." ucap Tomi.
"Apa....?'' tanya Suzan yang masih syok mengetahui siapa kekasihnya Sonia.
Tomi kembali memberitahu Suzan bahwa kemarin sore saat dia membuntuti Bagas, ternyata Bagas tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan dia mampir ke sebuah apartemen mewah di tengah kota.
"Apartemen...? Apartemen siapa ...?'' Suzan lagi- lagi dibuat syok.
"Saya belum tahu bu Suzan..." jawab Tomi.
Tomi bilang pada Suzan kalau kemarin dia ingin mengikuti Bagas untuk mengetahui siapa pemilik apartemen yang ditemui oleh Bagas. Namun petugas keamanan di sana tidak memperbolehkan Tomi masuk karena di tidak punya kepentingan.
"Peraturan di apartemen itu sangat ketat... Tapi besok saya akan kembali mencari tahu..." ucap Tomi.
Jantung Suzan terasa berdetak lebih kencang mendengar berita dari Tomi bahwa sang suami mampir ke apartemen. Tentu saja di pikiran Suzan sang suami telah melakukan sesuatu di apartemen tersebut bersama seseorang.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Suzan pamit pada Tomi untuk kembali ke kantor. Namun tentu saja Suzan masih meminta Tomi untuk memata- mati Bagas sampai dia bisa mengetahui siapa sebenarnya perempuan yang ditemui Bagas di apartemen.
Namun sepertinya Susan tidak menyadari bahwa di meja yang tak jauh dari mejanya, ada dua orang yang sedang memperhatikan mereka. Iya, mereka berdua adalah nyonya Hartanto dan Darma.
"Apa yang dibicarakan oleh Suzan dengan laki- laki itu...?'' tanya nyonya Hartanto sambil menoleh ke arah Darma .
Iya, beberapa saat lalu nyonya Hartanto datang ke cafe bersama Darma dan tidak sengaja melihat Suzan yang sedang duduk bersama seorang laki- laki. Tentu saja nyonya Hartanto merasa curiga.
"Berani sekali Suzan berduaan dengan laki- laki. Pasti Bagas tidak tahu soal ini..." sambung nyonya Hartanto sambil menggeleng- gelengkan kepala.
"Apa kamu kenal dengan laki- laki itu...?'' tanya nyonya Hartanto sambil menatap ke arah Suzan yang baru saja pergi meninggalkan Tomi.
Darma menggelengkan kepalanya.
"Saya tidak tahu, tapi kalau dilihat dari penampilan dan gelagatnya, dia terlihat seperti seorang mata- mata..." jawab Darma sambil menatap ke arah Tomi yang mulai bangun dan tempat duduknya.
"Maksud kamu...?'' tanya nyonya Hartanto yang terus memperhatikan Tomi yang sudah meninggalkan mejanya dan melangkah keluar cafe.
"Semacam detektif ..." jawab Darma.
Dan bersamaan dengan itu, Tomi yang sudah sampai di pintu keluar cafe, melirik sekilas ke arah meja yang di duduki oleh nyonya Hartanto dan Darma. Kemudian Tomi kembali melanjutkan langkahnya keluar cafe sambil mengambil ponselnya di saku celana kemudian mengetik sesuatu di sana.
Sementara itu nyonya Hartanto menjadi tidak tenang setelah mendengar Darma mengatakan bahwa laki- laki yang bersama Suzan mirip dengan seorang mata- mata. Nyonya Hartanto khawatir jika Suzan mulai mencurigai Bagas selingkuh ,kemudian dia menyewa mata- mata untuk membuntuti Bagas.
"Oh ya ampun, ini bisa gawat..." ucap nyonya Hartanto terlihat gelisah.
Lalu nyonya Hartanto mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Sementara itu Suzan yang sudah berada di parkiran perusahaan Hartanto Group segera keluar turun dari mobil. Iya, dia meminjam mobil Alma untuk menemui Tomi. Bersamaan dengan itu ponsel Suzan berdering menandakan pesan masuk. Suzan segera membuka pesan tersebut yang tak lain berasal dari Tomi.
Dalam pesan tersebut Tomi memberitahu Suzan bahwa ada dua orang yang melihat mereka berdua di cafe. Tomi menghimbau agar Suzan tetap waspada dan hati- hati serta tetap tenang dalam bertindak dan bersikap agar tidak membuat orang lain curiga.
"Oh ya ampun, siapa mereka..." gumam Suzan.
Suzan segera naik ke lantai lima menggunakan lift. Dan ketika dia hendak masuk ke ruang kerja seseorang memanggilnya.
"Sayang ..."
Suzan menghentikan langkahnya. Dan ternyata Bagas yang memanggilnya.
"Mas..." ucap Suzan.
Bagas melangkah menghampiri Suzan dengan tatapan penuh selidik.
"Kamu dari mana....?'' tanya Bagas sambil menatap lekat wajah Suzan.
Suzan diam beberapa saat sambil menatap sang suami. Iya, seperti apa yang dikatakan Tomi lewat pesan tadi, Suzan harus tetap tenang dan tidak boleh gugup. Perlahan Suzan tersenyum, ya tentu saja untuk menghilangkan rasa gugupnya. Jujur saja, setelah apa yang disampaikan oleh Tomi bahwa ada dua orang yang melihat mereka berdua berada di cafe, Suzan merasa khawatir ada yang mengetahui jika dia sedang menyewa detektif untuk memata- matai Bagas. Dan Suzan tidak mau hal itu terjadi karena hal itu bisa menyebabkan rencananya gagal.
"Ini mas, aku abis beli krayon, Alvaro yang pesan. Dia ingin krayon baru ..." jawab Suzan sambil memperlihatkan paper bag warna coklat berisi krayon.
Iya, untung saja tadi Alma mengirim pesan kepada Suzan, soal Bagas yang menanyakan keberadaannya. Dan Alma menjawab bahwa Suzan sedang membeli krayon. Maka dari itu setelah dari cafe, Suzan langsung ke toko alat tulis untuk membeli krayon agar jika Bagas bertanya dia dari mana, jawaban Suzan sama dengan jawaban Alma yaitu membeli krayon, sehingga Bagas tidak akan curiga.
"Siapa laki- laki yang bersamamu di cafe...?'' tanya Bagas yang masih saja menatap lekat wajah Suzan seolah dia sedang mencurigainya jika sang istri sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
Suzan lagi- lagi tidak langsung menjawab pertanyaan Bagas, namun dia berusaha untuk tetap tenang.
"Kamu tahu dari siapa kalau aku bertemu seorang laki- laki di cafe...?'' sahut Suzan.
Lalu Bagas memberitahu Suzan bahwa sang mama lah yang melihatnya berduaan dengan seorang laki- laki di cafe tidak jauh dari perusahaan Hartanto Group.
"Oh ya ampun... Jadi mama yang melihatku bersama Tomi... pasti mama berpikir macam- macam tentang aku dan Tomi, sampai- sampai dia langsung memberitahu mas Bagas..." ucap Suzan dalam hati.
Bersambung....