Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Perang Kalimat
Hades menghentikan langkahnya, wajahnya sedikit menegang menatap dua orang yang sangat tidak ingin dia lihat wajahnya. Vony mengerti pasti saat ini Hades perlu dukungan.
Baiklah Hades, aku akan menemani mu bersandiwara menghadapi mereka....
Hades sedikit terkejut saat Vony menelusup-kan jemari tangannya ke tangan Hades. Ia memasang senyum cerah dan wajah bahagia menghadapi Kasandra.
"Oh ada pengantin baru, tidak di sangka kita bertemu di sini" Kasandra tersenyum menatap Hades lalu beralih memandang Vony dengan tatapan mencemooh.
Hades diam menutup rapat bibirnya.
"Hai bu Kasandra, anda disini juga? maaf kemarin saat bertemu di kampus kita tidak sempat mengobrol lama" kata Vony.
Kasandra terlihat terkejut dengan keberanian dan sikap tenang gadis muda di hadapannya.
"Oh tidak apa, lain kali kita bisa berbincang di cafe dekat kampus" balas Kasandra.
"Tentu saja dengan senang hati, boleh kan sayang aku bertemu bu Kasandra?" Vony menengadah menatap wajah Hades. pria itu menunduk sembari tersenyum tipis.
Teruskan nona Vony, kau memang gadis yang cerdas.
Aldo yang berdiri di belakang Hades dan Vony merasa senang dan terkesima dengan sikap Vony. tanpa canggung ia memerankan sebagai seorang istri yang terlihat bahagia.
"Kenapa kalian kemari?" Kasandra menyudahi basa basi yang membuatnya kesal sendiri.
"Mau bertemu dokter, tangan ku sedikit terluka" jawab Vony.
"Kalau aku dan Victor kemari karena sedang dalam program untuk kehamilan ku" Kasandra tersenyum mengejek ke arah Hades.
Vony mengeratkan genggaman tangannya di tangan suaminya seolah sedang menenangkan dan memberi kekuatan pada Hades.
"Oh ya selamat kalau begitu, semoga sukses! kami permisi dulu ya dokter sudah menunggu. ayo sayang" Vony memilih melangkah pergi agar Kasandra tidak melukai Hades dengan kalimat sindirannya.
Victor menatap Hades dan istri barunya yang masih muda, cantik dan terlihat cerdas. sementara Kasandra ia kesal dan muak melihat Vony.
"Gadis itu! awas kau!" gerutu Kasandra.
Hades menatap tangan Vony yang masih menggenggam tangannya. Vony refleks langsung melepas genggamannya.
"Maaf" kata Vony.
"Tunggu, kau pernah bertemu Kasandra?" tanya Hades sebelum memasuki ruangan dokter.
"Iya di kampus, Kasandra dosen di kampus tempat ku belajar. kau tidak tahu itu pak?"
Hades melirik Aldo, sebelumnya Kasandra tidak mengajar di kampus itu. ada yang janggal, Mungkin Kasandra sengaja pindah universitas karena tahu Vony kuliah disana jadi ia leluasa menemui Vony dan menghasut gadis itu.
"Tenang saja, kenapa kau tegang begitu tuan Hades Perwira? percayalah padaku" Vony tersenyum cerah ia menatap Hades dengan yakin.
"Masuklah, dokter sudah menunggu" Hades mempersilahkan Vony untuk memeriksakan lukanya.
Hades berbicara dengan Aldo di luar. ia ingin tahu kenapa Kasandra pindah mengajar dan apa tujuannya mendekati Vony.
"Cari tahu kenapa Kasandra pindah mengajar dan pastikan tidak ada kesempatan dia mendekati Vony"
"Baik tuan"
***
Selesai memeriksakan lukanya Vony mengikuti langkah Hades dan Aldo menuju mobil.
"Biar aku naik taksi saja, silahkan anda berdua pergi ke kantor" Vony tahu Hades pasti menunda pekerjaannya karena harus mengantar Vony ke dokter. karena itu Vony memilih pulang dengan taksi saja.
"Jangan nona, bagaimana kalau ikut saja ke perusahaan?" Aldo menawari Vony tanpa meminta persetujuan Hades.
"Apa kau bilang? kita mau ke kantor bekerja bukan mau bersenang-senang ke taman wisata! kenapa kau ajak dia?!"
"Iya aku ikut saja, aku tidak akan mengganggu mu pak. biar aku tunggu di lobi saja, bagaimana?"
Hades hanya diam tidak peduli. ia memasuki mobil dan duduk dengan tenang di kursi belakang. Aldo tersenyum pada Vony sembari mengacungkan ibu jarinya. jika Hades diam itu tandanya boleh.
"Awas jika kau membuat ulah" kata Hades melirik Vony yang duduk di sampingnya.
"Jangan khawatir pak!"
"Sudah kubilang berhenti memanggil-ku dengan sebutan pak!" kata Hades sambil membuka botol air mineral dan meminum isinya.
"Lalu apa aku harus memanggil-mu dengan sebutan Sayang?" tanya Vony polos.
Hades tersedak air mineral yang ia minum untung tidak menyembur ke depan. Aldo terkekeh melirik ke spion, sepertinya di kursi belakang sangat seru dan menarik.
"Nah kan tersedak, kalau begitu aku panggil pak saja"
"Terserah!" Hades memalingkan pandangannya menatap jalan raya.