Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Satu malam, Syafiya (21) salah masuk ke kamar Zeffan (32)—kakak angkatnya sendiri. Malam terlarang itu mengubah segalanya.

​Zeffan yang terbiasa dingin kini terobsesi menjadikan Syafiya wanita simpanannya. Padahal, Zeffan sudah memiliki istri anggun, Valerie (28), dan bayi berusia satu tahun.

​Syafiya terjepit di antara utang budi pada Mommy Marlina dan cengkeraman obsesi Zeffan. Bisakah ia kabur, atau justru makin tenggelam dalam dosa terlarang ini?

​"Kamu yang masuk ke kamarku malam itu, Syafiya. Jadi jangan mimpi bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekas Luka dan Api Cemburu

​"Di mana wajahmu yang ditampar oleh Valerie?!" tanya Zeffan saat dia sudah tiba di rumah, langkah kakinya berderap lebar dan tergesa-gesa membelah koridor lantai dua menuju kamar Syafiya.

​Syafiya spontan memalingkan wajahnya ke samping, tangannya meremas erat pinggiran selimut.

"Kak, aku tidak apa-apa. Mungkin Kak Valerie lagi emosi berat..."

​"Tunjukkan wajahmu, Syafiya!" potong Zeffan tajam, tak mau menerima penolakan.

​Pria itu mendekati ranjang, lalu mencengkeram rahang

Syafiya secara terukur dan memaksa kepala gadis itu menoleh ke arahnya.

Tatapan mata Zeffan menggelap seketika begitu melihat bekas telapak tangan yang memerah kontras di kulit mulus pipi kiri Syafiya.

​"Berani-beraninya dia menyentuhmu..." desis Zeffan dingin, suaranya mengandung ancaman pekat yang membuat Syafiya merinding.

​"Kak Zeffan, tolong lepas..." bisik Syafiya serak, matanya berkaca-kaca menatap mata pria di depannya. "Ini cuma salah paham. Kak Valerie cuma terbawa emosi karena masalah kalian tadi pagi."

​"Salah paham kamu bilang?" Zeffan terkekeh sinis, ibu jarinya terulur mengelus pelan ruam merah di pipi Syafiya—sentuhan yang terasa hangat namun menyiksa batin Syafiya. "Dia tidak berhak melayangkan tangan ke wajahmu, Syafiya. Apa pun alasannya."

​"Tapi semua ini gara-gara Kak Zeffan!" seru Syafiya setengah berbisik, memukul pelan pergelangan tangan Zeffan agar melepaskan rahangnya. "Kalau Kakak tidak meneror aku, kalau Kakak tidak bersikap dingin ke Kak Valerie, dia tidak akan sefrustrasi ini!"

​"Jangan salahkan aku atas ketidakmampuan Valerie mengontrol emosinya," balas Zeffan datar, seolah tanpa beban. "Dia yang memilih pergi, dan dia yang memilih bertindak kasar."

​"Dia pergi membawa Elvano, Kak! Anak Kakak sendiri!" tangis Syafiya akhirnya pecah. "Kenapa Kakak bisa se tenang ini? Pergi susul Kak Valerie, Kak! Minta maaf sama dia!"

​"Untuk apa aku meminta maaf?" tanya Zeffan dingin, menatap Syafiya lurus-lurus. "Perbuatannya menamparmu hari ini makin membuktikan kalau dia memang sudah tidak pantas ada di rumah ini."

​Syafiya membeku, matanya membelalak tak percaya mendengar ucapan dingin Zeffan. Rasa takut yang luar biasa kembali merayapi dadanya ketika menyadari Zeffan justru memanfaatkan insiden tamparan ini sebagai alasan untuk makin mendepak Valerie dari hidupnya.

"Zeffan, orang tua Valerie datang. Sekarang temui mereka di bawah," ucap Marlina yang tiba-tiba kembali datang, berdiri di ambang pintu kamar Syafiya dengan wajah tegang dan napas yang terengah-engah.

Zeffan melepaskan tangannya dari rahang Syafiya perlahan, lalu berbalik menatap ibunya dengan raut wajah yang tetap tenang dan mengintimidasi.

"Bagus, aku akan berbicara kepada mereka. Apa mereka lupa jika kekuasaan mereka ada di tanganku?" sahut Zeffan dingin, menyunggingkan senyum tipis yang penuh percaya diri.

"Zeffan, kamu harus bicara tegas sama mereka!" seru Marlina dengan nada emosi yang masih meluap-luap.

"Anak mereka sudah berani menampar Syafiya di rumah ini, lalu pergi begitu saja membawa cucu Mommy! Jangan biarkan orang tuanya membela tindakan kasar Valerie!"

"Mommy tenang saja," balas Zeffan datar seraya merapikan kembali kerah kemejanya. "Aku tahu persis cara menghadapi mereka."

Syafiya yang masih terduduk di ranjang makin panik mendengar ucapan Zeffan. Ia tahu betul perusahaan keluarga Valerie sangat bergantung pada investasi dan kerja sama bisnis dengan keluarga Arkananta. Ancaman

Zeffan bukan sekadar gertakan kosong.

"Kak Zeffan, aku mohon jangan gegabah..." panggil Syafiya lirih, berupaya menahan langkah pria itu. "Jangan bawa-bawa bisnis atau menekan orang tua Kak Valerie. Ini masalah rumah tangga kalian..."

Zeffan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, lalu menoleh sekilas ke arah Syafiya. Tatapannya menajam, mengirimkan pesan terselubung yang mengunci mulut gadis itu.

"Ini bukan cuma soal rumah tangga lagi, Syafiya," bisik Zeffan tajam, cukup keras untuk didengar Marlina. "Siapa pun yang berani menyentuh milikku dan bikin kekacauan di rumah ini, harus tahu konsekuensinya."

"Zeffan, ayo turun! Daddy-mu sudah menunggu di bawah bersama mereka!" potong Marlina, tak menyadari arti ganda di balik kata-kata putranya.

"Iya, Mom," jawab Zeffan singkat. Sebelum melangkah keluar, ia melempar pandangan dingin terakhir pada Syafiya. "Diam di kamar dan jangan turun sampai aku menyuruhmu."

1
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍👍👍
Lilik Juhariah
coba Fiya sekali kali bilang , kenapa sih kak gak bisa nahan emosi , Fiya kl kakak gitu malah takut 🤣🤣jangan diem menyerah , perasaan itu hrs diubgkapin Fiya , Kak Zeffan itu cinta kamu dari dulu
Aditya hp/ bunda Lia: bener tuh
total 1 replies
Lilik Juhariah
banyakin dong kak , jangan sehari satu🤣
Lilik Juhariah
Fiya yg bodoh , kan bawa hp kenapa GK langsung Tlp Zeffan
Dinda Putri
lanjuut
Aditya hp/ bunda Lia
waah, ... sekretaris gila kamu lagi gali kubur buat dirimu habis kamu Maya ...
Lilik Juhariah
crazy up kakak
Lilik Juhariah
ini sangat berlebihan , sekretaris serasa yg punya perusahaan, Fiya kamu lemah banget TLP Zeffan kan bisa , kamu punya kekuasaan , gak masuk akal sampai ditampar
Lilik Juhariah
katakan apa yg kamu inginkan Fiya , jangan cuma menangis gak baik buat kesehatan 🤣, katakan dgn nada lembut pada kak Zeffan , aku yakin SE arogan arogannya laki laki kalau dapet pawangnya pasti luluh , pawang Zeffan itu kamu. bicara baik baik , bermain cantiklah Fiya , jgn cuma menangis
Aditya hp/ bunda Lia
jangan dirusak dengan dijadiin simpanan sejelek-jeleknya nikah siri biar gak zina
Anisa Dwi riona
jelasin status syafiyah dong zeffan
Lilik Juhariah
kak Zeffan kenapa harus sprt ini kak, Fiya bermain cantik , jangan berontak coba terus beri nasehat , kl model begitu sprt kak Zeffan harus pelan dan halus , kasar dg kasar gak akan ketemu, Zeffan cinta Fiya, itu kuncinya
Lilik Juhariah
zeffan apa kamu mencintai Fiya kah
Lilik Juhariah
zeffan jahat banget , kenapa Fiya kau jadikan alat balas dendam ke Valery , apa gak bisa pergi Fiya kak , kasihan😭
Lilik Juhariah
sampe bersumpah apa zeffan salah ya,
Lilik Juhariah
zeffan kl marah sadis,
Aditya hp/ bunda Lia
iya mom tolong syafiya semoga othor memberi jalan buat mommy biar bisa nolong syafiya 🫰
Lilik Juhariah
waktu zefran minta haknya dua bulan lalu tp kamu GK mau bertindak alasan capek , anak siapa itu
Lilik Juhariah
kak zefran
Lilik Juhariah
lanjut kak , seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!