Indonesia
NovelToon NovelToon
Teman Kakakku

Teman Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Patahhati
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: alfarahmawati

Aku menyukaimu, melebihi rasa suka pada Kakakku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfarahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan sakit lagi

Aku menatap Ayah Syafa dengan tatapan yang penuh dengan kebingungan, begitu juga dengan istrinya. Mencoba mencari kejelasan tentang apa yang baru saja ia katakan.

"Maksud Papa?" tanya sang istri

"Iya, maksud Om apa?" timpalku kemudian

"Apa kalian tidak melihat, jika dari gerak-gerik keduanya, mereka saling menyukai satu sama lain!" Jelas Ayah Syafa sambil menatap mereka berdua, aku pun kemudian mengikuti ke mana arah tatapan itu.

Dan benar saja, Bang Reza memang tampak bahagia dengan kehadiran Syafa. Entah sejak kapan Bang Reza merasakan hal itu, tapi di sisi Syafa, ini bukan hal yang baru baginya, karena sudah sejak lama ia menyukai Bang Reza dan hanya menyimpannya di hati.

Mungkin sekarang adalah saat yang paling ia tunggu, saat di mana Bang Reza mampu menerima semua perasaannya dan mungkin Bang Reza memang membalasnya.

Karena setahu diriku, Bang Reza selama ini tidak pernah memberitahu diriku apakah dia sudah punya kekasih atau belum. Dan mungkin selama ini ia juga menyimpan rasa untuk Syafa, karena sorot matanya terlihat berbeda saat bersama Syafa.

"Aku tidak keberatan jika memang mereka memiliki hubungan, toh kalian bukan orang lain, kan. Keluarga kira sudah saling mengenal sejak lama" lanjut Ayah Syafa dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"Jika di lihat-lihat, mereka sepertinya saling menyukai. Mama juga setuju jika Papa juga menyetujuinya!" Ucap sang istri kemudian

"Bagaimana menurutmu, Aulia?" tanya Mama Syafa kemudian

"Saya menyetujuinya, Om, Tante. Tapi bukankah kita masih SMA dan belum waktunya untuk memikirkan hal itu?" aku menatap sepasang suami istri itu

"Iya, benar. Tapi Om tidak pernah keberatan jika Syafa berpacaran dengan Kakakmu, Reza itu laki-laki yang baik dia tidak mungkin akan merusak Syafa yang masih di bawah umur!" Ucap Ayah Syafa penuh keyakinan. Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh Ayah Syafa.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, mereka semua berpamitan. Setelah aku mengantar mereka ke luar ruang perawatan Bang Reza aku pun segera masuk dan menghampiri Bang Reza.

"Apa Bang Reza ingin mengatakan sesuatu?" tanyaku sesaat setelah sampai di sampingnya, melihat wajahnya yang terlihat bahagia dan juga tengah tersenyum tipis

Bang Reza menoleh, "Aku, mengatakan sesuatu?" lanjutnya sambil menunjuk dirinya sendiri.

Aku pun mengangguk sambil dan kemudian duduk di sampingnya.

"Cepat katakan, Bang!" aku merengek

"Apa yang harus aku katakan?" lanjutnya masih tidak mau mengaku

"Baiklah, jika Bang Reza tidak mau bercerita, maka aku yang akan menanyakannya" lanjutku dan Bang Reza pun mengangguk

Aku kemudian bertanya, apakah Bang Reza memiliki hubungan yang serius dengan Syafa, dan aku Bang Reza pun menjawab dengan jawaban yang sangat mengejutkan.

Aku tidak pernah mengira jika selama ini bukan hanya Syafa yang menyimpan perasaannya, tapi juga Bang Reza. Ternyata dua orang ini memang sudah saling menyukai sejak lama, hanya saja mereka tidak berani mengatakan semuanya dengan jujur.

Setelah pengakuan dari Bang Reza, aku kemudian menceritakan obrolan antara diriku dan kedua orang tua Syafa, Bang Reza tampak terkejut dan juga bahagia.

Bang Reza tidak pernah mengira jika orang tua Syafa akan merestui hubungan mereka.

.

.

.

.

Pagi ini Kak Jo bangun pagi-pagi sekali, hari ini ia tidak pergi mengajar karena rencananya ia akan pergi berkunjung ke rumah sakit.

Setelah siap, ia kemudian segera mengendarai mobilnya dan melaju ke tempat tersebut.

Satu jam berlalu, Kak Jo sudah sampai di rumah sakit dan segera memarkirkan mobilnya, setalahn6a ia pun berjalan menuju ke sebuah tempat yang tidak lain adalah ruang perawatan Bang Reza.

Aku yang kala itu tengah berkemas tiba-tiba menghentikan aktivitasku ketika melihat seorang laki-laki yang memakai kemeja warna biru dan bercelana hitam, kemeja yang ia kenakan ia gulung sebatas siku membuatnya terlihat gagah dan juga menawan.

Sungguh, aku sudah merasa kenyang bahkan sebelum aku sarapan. Senyuman laki-laki itu membuat jantungku kenali berdetak kencang dan membuat badanku serasa dialiri aliran listrik.

"Ini masih pagi, jangan melamun!" ucapnya lirih sambil meletakkan sebuah kantong berwarna cokelat di meja yang berada tepat di depanku.

Mata kami bertemu dan itu membuatku merasa gugup dan sedikit berkeringat, nafasnya yang hangat, aku bisa merasakannya.

"Ehm!" Bang Reza menyadarkan kita berdua, dengan segera ia pun mendekat ke arah Bang Reza dan aku pun kembali ke aktivitasku semula.

"Bagaimana keadaanmu, apa lebih baik?" sapa Kak Jo pada Bang Reza yang kini sudah mampu bangun dan duduk tanpa bantuan dariku maupun dari para perawat.

Bang Reza kini sudah tidak lagi mengenakan selang infus lagi dan kini ia pun sudah berganti pakaian dari yang awalnya memakai pakaian pasien kini sudah berganti pakaian dengan yang biasa ia pakai di setiap harinya.

"Aku sudah lebih baik, bahkan bisa dibilang sekarang adalah hari terbaik selama beberapa tahun ini" jawab Bang Reza sambil tertawa,

"Syukurlah, aku lega mendengarnya"

"Terima kasih, untuk saat ini aku hanya bisa mengucapkan kata-kata itu. Tapi aku berjanji suatu saat nanti aku akan membalas semua kebaikanmu kepadaku dan juga adikku" lanjut Bang Reza lagi

"Jangan terlalu memikirkannya, bukankah kamu juga sudah membantuku selama ini, jika bukan karena dirimu, aku tidak akan punya waktu untuk membangun bisnis kembali"

Mereka pun akhirnya berbincang cukup lama, mengabaikan aku yang kini sudah selesai berkemas dan bersiap untuk pulang.

"Apa kalian pikir dunia ini milik kalian, aku masih di sini!" ucapku sambil menggeser posisi dudukku berada tepat di depan Kak Jo

Mereka berdua menoleh dan kemudian tertawa,

"Kemarilah," Bang Reza melambaikan tangannya dan kemudian menepuk ranjangnya,

Aku berdiri dan mendekat ke arahnya dan kemudian memeluknya, memeluk seorang laki-laki yang kini tidak hanya sebagai seorang Kakak tapi juga merangkap sebagai orang tua dan juga tulang punggung keluarga.

Rasa bahagia yang dulu sempat hilang kini kembali aku rasakan, kesehatan Bang Reza menjadi salah satu alasannya.

Tidak hanya itu, kini Bang Reza pun sudah mulai memberikan kepercayaan pada diriku, aku sudah boleh berinteraksi dan juga berteman dengan orang yang berada di sekelilingku.

"Bang Reza jangan sakit lagi, ya" ucapku saat melepaskan pelukan itu

"Tenang, aku akan menjadi lebih sehat sekarang. Karena aku harus bekerja keras untuk mewujudkan semua hal yang kamu inginkan!" Bang Reza mengusap kepalaku lembut,

"Apa aku juga boleh memeluk kalian?" seloroh Kak Jo sambil merentangkan kedua tangannya ke arahku dan juga Bang Reza sambil memasang wajah yang ia buat selucu mungkin.

Aku dan Bang Reza hanya tertawa menanggapi tingkah konyol dari seorang laki-laki yang sudah berumur itu.

"Sudah-sudah, bukankah hari ini kita akan pulang, aku sudah tidak tahan di tempat ini lebih lama lagi" kata Bang Reza mengakhiri semuanya,

Kami bertiga pun kemudian segera beranjak dari tempat itu dan bergegas pulang.

1
Nendah Wenda
cinta tak memandang status tak ma tau jika jalan maut yang di tempuh maka harus di hadapi
Nendah Wenda
bagus menarik semangat Thor 💪💪💪
Nendah Wenda
ya ampun ulet keket masih ada aja sebel di buatnya
Nendah Wenda
ya ampuiin Aulia kamu salah pilih teman baru
Nendah Wenda
apa yang membuat Jo gelisah
Nendah Wenda
lanjut thor 👍
Nendah Wenda
sebenarnya apa sih rencana pak Sanjaya jadi bingung 😕😕😕 bukan kah Burhan jahat
Nendah Wenda
ko pak Sanjaya terlambat apa ada rencana baru
Nendah Wenda
oh itu rahasianya
Nendah Wenda
aduh yang di omongin ada kepergok nih
Nendah Wenda
Pepet terus Jo sampe dapet
Nendah Wenda
pak Burhan benar benar serakah karena harta
Nendah Wenda
semangat Jo buat Aulia yakin akan cinta mu
Nendah Wenda
gimana ya keputusan Jo tentang hatinya
Nendah Wenda
bener tuh Jo kata reza
Nendah Wenda
ya ampun ternyata Jo beneran dah jatuh cinta sama aulia
Nendah Wenda
next
Nendah Wenda
makin seru
Nendah Wenda
kamu jatuh cinta Jo sama aulia
Nendah Wenda
benar juga Aulia jadi anak kecil memang lebih baik tak perlu menangis memikirkan tentang hidup yg di hadapi polos tanpabeban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!