Indonesia
NovelToon NovelToon
Married With Stepbrother

Married With Stepbrother

Status: tamat
Genre:Mafia / Kriminal / Romansa-Tata susila / Romansa / Cinta Terlarang / Teen / Tamat
Popularitas:407.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rinnaya

Bagaimana rasanya mencintai seorang pembunuh?

Bermula dari cerita masa kecil (1-7 bab) kedatangan Ray dengan ibu nya menjadi keluarga tiri Yara di mana Yara sangat akrab dengan mereka

Kerna suatu masalah Ray kabur dari rumah meninggalkan Yara yang selalu menantinya

10 tahun kemudian Yara bertemu dengan seorang pembunuh yang ternyata senior di sekolah nya, Yara mengancam nya lalu berakhir di sekap di tengah hutan yang berbahaya di mana Yara tidak bisa lari dan hidup berdua dengan pembunuh yang ternyata adalah Ray sang kaka tiri yang selama ini Yara cari


#Kriminal
#Romantis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinnaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pukul 06.12 pagi, seorang gadis masih enggan membuka matanya, menarik selimut lalu menimbun tubuhnya kembali.

“Emm” Lenguhnya meregangkan tubuh, mengerjapkan mata untuk mengumpulkan nyawa. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu...

“Hah?! Apa yang terjadi?” bingungnya terperanjat kaget setelah mendapatkan ingatan tentang tadi malam.

“Bukannya aku bertemu pembunuh ya? Kenapa sekarang aku berada di kamar ku? Apa aku sedang bermimpi?” tanya Yara pada dirinya sendiri.

“Hmm mungkin memang mimpi kalau tidak mana mungkin aku berada di sini sekarang. Yara ada apa dengan diri mu? Sepertinya berita yang ku tonton kemarin terbawa sampai ke alam mimpi. Syukurlah itu hanya mimpi” gumam Yara.

Setelah selesai dengan gumamannya yang masih bingung, Yara pun memutuskan untuk mandi agar pikirannya lebih jernih.

Bel sekolah berbunyi, dengan tergesa-gesa Yara masuk ke perkarangan sekolah sebelum gerbang di tutup.

Yara membuka pintu kelasnya dan bersyukur guru mata pelajaran belum masuk.

“Masih anak baru udah berani telat,” sindir Retno cewek yang mempersalahkan kacamata Yara semalam.

Yara tidak memperdulikan sindiran Retno, ia berjalan ke kursi nya dengan percaya diri.

“Apa kau kesiangan Yara?” tanya Linda menghampiri Yara.

“Tidak juga, aku hanya salah naik bus tadi. Lagian guru juga belum masuk kelas, jadi apa masalah nya? Hanya kerna aku anak baru hal kecil seperti ini saja di permasalahkan, dasar sipaling senior,” sindir Yara balik dengan suara lantang.

“Apa kau bilang!?” marah Retno langsung berdiri dari duduknya.

“Maaf senior tapi aku tidak berbicara dengan mu,” tutur Yara sambil tersenyum, Yara begitu tenang tidak seperti Retno yang sepertinya panas.

Retno berjalan cepat ke arah Yara bermaksud untuk memberinya pelajaran, sigap Linda langsung menghadang langkah Retno sedangkan siswa lain hanya menonton menantikan pertunjukan baku hantam.

“Sudah lah Ret, lagian kamu duluan yang mencampuri urusan Yara,” ujar Linda membela.

“Lin jangan sok jadi pelawan deh, lagian anak baru itu sok banget mentang mentang cantik,” sangkal Putri teman nya Retno.

“Ada apa ini? Kenapa ribut ribut? Semuanya duduk!” titah guru dengan tegas, semua orang pun kembali duduk di tempatnya masing-masing.

Keadaan kelas kembali tenang, Yara melamun saat Guru menjelaskan pelajaran, hingga gumpalan kertas mendarat di mejanya.

Yara celingak celinguk mencari siapa orang melempar sampah ke arahnya, Linda? Benar ternyata memang dia pelaku nya. Linda menganggukkan kepalanya sebagai syarat untuk membaca kertas yang ia lempar.

Yara yang paham langsung membukanya. \[Yara sebaiknya lain kali kau diam saja ketika menghadapi omongan pedas siswi di sekolah ini dengan begitu kau aman.\] Isi dari surat itu.

Yara menghadap ke Linda lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju, Linda pun tersenyum kerna Yara mau menerima saran darinya.

“*Sepertinya yang di katakan Linda benar, kalau aku terus keras kepala yang ada makin banyak orang yang berdatangan mencari masalah dengan ku*,” ucap Yara dalam hati.

Setelah usai pelajaran, Yara ikut bersama Linda serta teman temannya. Sebenarnya Yara hanya sedikit akrab dengan Linda di bandingkan teman temannya, itu karena hanya Linda yang banyak mengajak Yara mengobrol.

Lagi lagi Yara melihat Ray, kali ini dia duduk bersama teman sesama cowok.

Yara memperhatikan mata Ray “*Matanya sama seperti pembunuh di dalam mimpi ku*,” ujar Yara dalam hati. Di ingatannya pembunuh itu memakai hoodie hitam dan masker serta poni yang menutup sedikit matanya, Yara tidak bisa melihat jelas kemarin tetapi bukan berarti Yara tidak melihat.

**Tbc**

1
Sudarto Juwana14
pernyataan yg sweet walau keadaan kurang memadai✌️🙏
Sudarto Juwana14
mama papa ayyara emang perlu direfresh dulu itu pikirannya
Sudarto Juwana14
anak-anak yg tak tahu apa-apa harus pergi dan mengalami perbuatan yg tidak dilupakan dalam kehidupan mereka hingga dewasa
Sudarto Juwana14
serba BTS terutama Jungkook,and suga 🙇
taya
emg udh benar GK ad ikatan udh kyh jalang sih
taya
cek MLS BCA lgi cwe ny lebay bnget deh udh di skit msih aj perduli
taya
bodoh bnget udh ni cwe msih mikir untk ksih serapan lgi SMA org Jahan dan pembunuh kyh itu
taya
kyh cwe murahan bnget sih Yara ini
taya
/Sleep/
taya
bikin mti aj Thor bodoh bnget sih gara"cinta mu tu dia dh bunuh ank mu msih aj kasihan
Yetty Sondakh
Biasa
Happy Kids
ga banget visual nya ray ini wkwkw kaya kurang garang dan greget /Sleep/
Happy Kids
yah cari masalah. bisa dibunuh yara dikau kl sendiri dstu/Grin/
Happy Kids
ttp sumber masalah disini calvinw wkwk
Happy Kids
patah hati kali bapaknya. kasian reva. dia ga bsa ngontrol sakit hatinya
Happy Kids
wajar kalk reva marah
Happy Kids
nah inilah dia ga adil. sbnernya emang niag aja si calvin mah
Adelia
Rose Subono
so sweeeeet
Rose Subono
uuuuhh, yara kamu top markotop maknyusss, 😍😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!