Syakila Queenela, wanita yang menderita dalam status sebagai seorang istri tak berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theresia Shilla R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
...Cinta Yang Salah...
Masih Syakila POV:
➡️ "baby kok kamu sarapan di rumah sama dia sih??" tanya Selin kepada Fariq
Aku menghembuskan nafas perlahan, kembali duduk di tempat ku tadi dan melanjutkan sarapan ku.
Mencoba mengabaikan dua sejoli yang seperti nya sedang berargumen dengan mesra.
" Biasanya kan kita emang jarang sarapan bareng baby... kamu mau sandwich??masih sisa satu nih!!" Kata Fariq
Aku menunduk gak mau melihat ekspresi apa yang di tunjukkan Selin.
“Aku gak mau main masakan dia.." jawab Selin dengan nada ketus.
Seperti nya dia sekarang sedang melayang pandangan kesal ke arah ku, tapi aku gak peduli.
"kamu masih marah yang semalam??kan aku udah minta maaf sama kamu baby..." Kata Fariq
Suara suami ku terdengar begitu lembut ketika ngomong dengan Selin. Jantung ku seperti di remas. Sadar bahwa aku gak akan kuat berlama-lama berada di antara mereka, aku buru-buru menghabiskan sarapan ku dan secepatnya pergi berangkat kerja.
"Fariq, aku udah selesai sarapan, ntar bawa aja kunci nya ,aku ada bawa duplikat nya..." ucap ku
Aku berdiri dan mengambil tas kerja ku di kamar.
"ntar kamu pulang jam berapa??" tanya Fariq pada ku
Mau gak mau aku menoleh ke arah Fariq memastikan dia bertanya kepada ku.
"kaya jam kantor biasa, kalo ada lembur ntar aku kasih tau..." jawab ku
Dia mengangguk sambil tersenyum. Sementara Selin cemberut sambil memandang ku gak suka.
➡️ Dimas udah menunggu ku di depan unit nya, ketika aku membuka pintu. Senyuman cerah seperti biasa.
"kok gak di kunci pintu nya?" tanya Dimas pelan ketika aku melangkah ke arah nya tanpa mengunci pintu.
"suami ku belum berangkat.." jawab ku.
Dia mengangguk kemudian kami berjalan menuju parkiran bersama.
Di dalam perjalanan kami bicara topik seadanya, aku gak banyak bicara soalnya terasa begitu gugup. Tak terasa kami sampai di depan kantor.
"gugup yah hari pertama masuk kerja??" tanya Dimas tersenyum sambil memandang ku geli.
Wajah ku pasti memerah malu "kelihatan banget ya??" ucap ku
Dia terkekeh "Santai aja Syakila, orang-orang di sana baik kok, aku yakin kamu pasti cepat memiliki banyak teman. Jangan jutek-jutek kayak kemarin, jutek nya cukup ama aku aja!!!" kata Dimas sambil tertawa
Aku mencubit lengan nya perlahan "stop!! jangan godain aku" ucap ku pura-pura kesal.
Dia semakin tertawa. Kami berpisah di lift, aku berhenti di lantai 9, sementara Dimas ruangan nya di lantai 12. Suasana di lantai 9 udah mulai ramai, aku menghampiri salah satu kubikel untuk bertanya.
"permisi!! maaf mbak.. ruangan Bu Dian di sebelah mana yah??" tanya ku
Dia tersenyum sangat ramah, mengurangi separuh dari rasa gugup ku.
"kamu anak baru yah??" tanya nya pada ku
Aku mengangguk, kemudian dia mengulurkan tangannya "kenalin aku Suci!!.."
Aku menjabat tangan nya dengan senyum mengembang yang sama.
Beberapa orang di dekat Suci ikut berdiri an antusias untuk berkenalan dengan ku.
Dimas benar, mereka emang baik.
"Ayo aku antar ke ruangan Bu Dian, kubikel kamu ntar di sebelah aku.. jadi kita bisa ngobrol akrab" yang ini Wina.
Gayanya yang berkelas dan terkesan glamor ternyata gak membawanya bersikap sombong. Dia sangat ramah dan baik pada ku. Dia sangat ramah dan baik pada ku.
"Pokoknya nanti masukin Syakila ke grup chat kita biar kita bisa ngegosip bareng..." nah yang ini Reni, dia Reni, dia yang paling imut di antara semua tapi terlihat paling berisik juga.
"iya dong!! pasti nya Syakila harus masuk ke grup chat. Oke ati-ati ya Syakila Bu Dian galak.." Kata Suci tersenyum geli ke arah ku.
"Jangan percaya Ama Suci!! dia paling suka nakutin anak baru.." kata Wina sambil menggandeng tangan ku menuju sebuah ruangan.
Masih terdengar oleh ku protes keras Suci atas pernyataan Wina barusan.
"aku antar sampai sini ya..?! ini ruangan Bu Dian.." Ucap Wina menunjukkan sebuah pintu sambil mengepalkan kedua tangannya memberi ku semangat 💪.
"Makasih Win.."ucap ku tersenyum tulus.
"Santai!!! aku nunggu di singgasana kita ya.." ucap Wina berbalik meninggalkan ku.
Ku ketuk perlahan pintu kayu yang tampak kokoh itu.
"Masuk!!" Terdengar suara seorang wanita yang sangat tegas namun juga anggun.
"Maaf Bu saya Syakila Queen -"
" Saya tahu silahkan duduk!!" Kata beliau
Dia tampak tidak suka mendengarkan berbicara. Atau mungkin memang dia tipe orang yang gak suka membuang waktu untuk hal yang gak penting.
"ini lembaran kontrak kerja nya, yang map hijau adalah segala bentuk peraturan perusahaan yang harus kamu patuhi. Silahkan dibaca dan pahami!! Jika sudah selesai kamu boleh tanda tangan di sini..." beliau menunjukkan pojok kanan lembar terakhir dari kontrak kerja dan melanjutkan kembali kesibukan di komputer.
"Sudah selesai Bu!!" ucap ku
Bu Dian tampak membenarkan letak kacamatanya kemudian melihat lembar kontrak yang sudah aku tandatangani. Dia tersenyum dan berdiri.
"Selamat bergabung di perusahaan SSJ Syakila! Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik. Mari saya antar ke meja kamu!!" ucap beliau.
Aku berdiri dan mengikuti langkah anggun Bu Dian. Dari kejauhan tampak Wina tersenyum senang di ikuti senyum lebar Suci dan Reni.
"Saya yakin kalian sudah saling kenal?!" Ucap Bu Dian.
Beliau menatap kami bergantian. Aku mengangguk sambil tersenyum.
"Ya sudah!! Wina akan menjelaskan pekerjaan kamu!! saya tinggal dulu ya Syakila!! Ucap Bu Dian, aku tersenyum sambil mengangguk.
"Wina!! ajari Syakila sampai lancar, jangan galak-galak!!" kata bu Dian.
Wina mengacungkan kedua jempol nya sambil tersenyum lebar.
Jam istirahat sudah berlalu. Pekerjaan ku gak terlalu susah, malah menurut ku menyenangkan. Tinggal tersisa satu jam lagi sebelum jam pulang. Beberapa menit lalu ponsel ku bergetar, aku memutuskan untuk memeriksa pesan siapa tahu ada yang penting.
💌 Fariq : Gimana hari pertama kerja??
Aku tersenyum melihat barisan kata yang di kirim Fariq melalui pesan teks
💌 aku : Lumayan menyenangkan!!
Menunggu balasan nya terasa lama sekali. Aku merasa seperti anak SMA yang sedang berkirim pesan dengan pacar pertama nya. Ada sensasi berdebar yang menyenangkan di dalam dada.
💌 Fariq : Mau pulang bareng??
Jika gak ingat sedang bekerja, aku sudah bersorak kegirangan.
💌 aku : Kamu gak jemput Selin??
Entah kenapa malah kalimat itu yang aku kirim. Ku gigit bibir bawah ku gugup, kira-kira apa balasan nya
🍓🍓🍓
Fariq POV:
➡️ Berpura-pura baik-baik saja setelah kita tahu sebuah kebenaran yang menyakitkan gak mudah. Bohong kalo aku bilang baik-baik aja setelah tahu Selin berkhianat. Beberapa hari aku bahkan gak bisa tidur nyenyak.
Bersambung 🤭
😘 Sampai ketemu di bab selanjutnya 😘