Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suasana Lelang
Di dalam salah satu ruangan khusus di lantai atas, seorang perempuan muda duduk dengan tenang di dekat jendela.
Wajahnya sangat cantik. Rambut hitam panjangnya tergerai rapi hingga melewati bahu, sementara sepasang mata jernihnya sedang memperhatikan area lelang di bawah. Dialah orang yang sejak tadi memperhatikan Boqin Changing.
Di sampingnya berdiri seorang pria paruh baya dengan pakaian sederhana. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, tubuhnya masih terlihat kokoh. Aura seorang pendekar kuat samar-samar terpancar dari tubuhnya.
Mendengar gumaman perempuan muda itu, pria tersebut segera bertanya,
“Maaf, Nona. Apa yang barusan kau katakan?”
Perempuan muda itu tersadar. Ia kemudian mengalihkan pandangannya dari Boqin Changing.
“Tidak apa-apa, Paman.”
Perempuan muda tersebut bernama Hang Xue. Ia adalah nona muda dari Keluarga Hang, salah satu keluarga bangsawan yang memiliki pengaruh cukup besar di Kota Chiyou.
Di kota ini, nama Hang Xue cukup terkenal. Selain memiliki kecantikan yang luar biasa, ia juga dikenal sebagai seorang gadis yang cerdas.
Pengetahuannya sangat luas. Ia memahami berbagai macam benda berharga, mengetahui banyak informasi mengenai sekte-sekte besar, bahkan memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai sejarah berbagai wilayah di kekaisaran ini.
Namun bukan hanya kecerdasan yang membuat namanya terkenal. Hang Xue juga merupakan seorang pendekar muda yang sangat berbakat. Meskipun usianya masih muda, kekuatannya sudah jauh melampaui kebanyakan pendekar seusianya. Karena itulah, Keluarga Hang sangat menghargainya.
Hari ini, Hang Xue datang ke Rumah Lelang Awan Senja untuk mewakili keluarganya. Tentu saja, Keluarga Hang tidak mungkin membiarkan nona muda mereka datang sendirian.
Pria paruh baya yang berdiri di sampingnya adalah salah seorang ahli terkuat Keluarga Hang yang ditugaskan untuk mengawalnya. Namanya adalah Kang Wei.
Kekuatan Kang Wei cukup tinggi. Meskipun ia jarang menunjukkan kekuatannya di depan umum, keberadaannya sudah cukup untuk membuat banyak orang tidak berani bertindak gegabah terhadap Hang Xue.
Kang Wei kembali menatap ke arah area lelang.
“Apakah Nona mengenal pemuda itu?”
Hang Xue menggeleng.
“Tidak.”
Kang Wei kembali bertanya.
“Lalu mengapa Nona memperhatikannya?”
Hang Xue terdiam sesaat.
“Aku hanya merasa sedikit aneh.”
“Entah mengapa, ketika melihat pemuda itu, aku merasa seperti pernah melihat wajahnya.”
Kang Wei mengerutkan kening.
“Apakah Nona mengetahui siapa dia?”
Hang Xue kembali melirik Boqin Changing.
“Tidak. Aku benar-benar lupa dimana aku melihatnya.”
Pemuda itu masih duduk dengan santai di tempatnya. Tidak menunjukkan sikap terburu-buru. Tidak berbicara dengan siapa pun. Bahkan ketika beberapa peserta di sekitarnya sedang berdiskusi mengenai barang-barang yang akan dilelang, pemuda itu hanya duduk diam.
Hang Xue memperhatikan beberapa saat sebelum akhirnya menggeleng.
“Mungkin hanya perasaanku saja.”
Ia tidak lagi memikirkan hal tersebut. Bagaimanapun, tujuan utamanya datang ke tempat ini adalah mewakili Keluarga Hang untuk mendapatkan beberapa barang yang dibutuhkan keluarganya.
Tidak lama kemudian, suara lonceng terdengar dari panggung.
Ting!
Suara tersebut membuat seluruh ruangan perlahan menjadi tenang. Orang-orang yang sebelumnya berbicara segera menghentikan percakapan mereka. Semua tatapan beralih ke panggung.
Beberapa saat kemudian, seorang perempuan cantik dengan pakaian mewah berjalan keluar. Ia tersenyum kepada seluruh peserta lelang.
“Selamat datang di Rumah Lelang Awan Senja.”
Suaranya terdengar jelas ke seluruh ruangan.
“Terima kasih kepada semua tamu yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri lelang kami hari ini.”
Perempuan tersebut adalah pembawa acara lelang. Ia kemudian melanjutkan,
“Seperti yang telah kalian ketahui, hari ini Rumah Lelang Awan Senja akan melelang sejumlah barang berharga yang diperoleh dari berbagai sumber.”
“Sebagian besar barang tersebut berasal dari peninggalan kuno dan hasil penjelajahan wilayah berbahaya.”
“Selain itu, beberapa barang yang sangat istimewa juga berasal dari penjelajahan makam kuno yang dilakukan oleh Keluarga Fei.”
Mendengar kalimat terakhir, suasana kembali sedikit ramai. Jelas, sebagian besar orang datang karena berita mengenai harta karun dari makam kuno tersebut.
Pembawa acara tersenyum.
“Namun sebelum kita memasuki barang-barang utama, kami akan terlebih dahulu melelang beberapa benda lainnya.”
“Seperti biasa, setiap barang akan memiliki harga awal.”
“Peserta yang memberikan penawaran tertinggi ketika tidak ada penawaran lain yang lebih tinggi akan menjadi pemilik barang tersebut.”
“Seluruh transaksi menggunakan koin emas.”
Setelah menjelaskan mekanisme lelang, pembawa acara mengangkat tangannya.
“Kalau begitu, mari kita mulai lelang hari ini!”
Seorang pelayan segera membawa sebuah nampan ke atas panggung. Di atas nampan tersebut terdapat sebuah pedang. Pembawa acara mengangkat pedang itu dan menjelaskan kualitasnya.
“Barang pertama adalah Pedang Baja Hitam. Senjata tingkat tinggi yang ditempa menggunakan bijih baja hitam. Harga awal...”
Ia berhenti sejenak.
“Lima ratus koin emas!”
“Lima ratus!”
“Aku menawar enam ratus!”
“Tujuh ratus!”
“Delapan ratus!”
Penawaran segera meningkat.
Tidak lama kemudian, pedang tersebut berhasil terjual dengan harga seribu dua ratus koin emas.
Pembawa acara kemudian melanjutkan dengan barang berikutnya. Sebuah pil, lalu sebuah teknik bela diri, kemudian beberapa bahan herbal.
Satu demi satu barang dilelang.
“Seribu koin emas!”
“Dua ribu!”
“Tiga ribu!”
“Terjual!”
Suasana di dalam rumah lelang semakin meriah. Beberapa orang tampak sangat bersemangat ketika berhasil mendapatkan barang yang mereka inginkan. Para perwakilan keluarga dan rumah dagang juga mulai melakukan penawaran dengan serius.
Namun di tengah keramaian tersebut, Boqin Changing justru duduk dengan ekspresi datar. Tatapannya terlihat semakin kecewa.
“Tidak ada yang menarik.”
Sejak awal lelang, tidak ada satu pun barang yang benar-benar mampu menarik perhatiannya. Pedang yang dilelang tadi? Di dalam cincin ruang miliknya, terdapat banyak pedang yang kualitasnya jauh lebih baik.
Pil? Boqin Changing bahkan memiliki pil yang jauh lebih berharga.
Teknik bela diri? Ia memiliki teknik yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan barang-barang yang sedang dilelang.
Herbal langka? Jumlah yang dimilikinya bahkan cukup untuk membuat banyak keluarga besar iri.
Boqin Changing menopang dagunya dengan satu tangan.
“Sepertinya aku salah datang ke sini.”
Ia awalnya berharap harta yang ditemukan Keluarga Fei dari makam kuno akan menjadi sesuatu yang menarik. Namun sebelum barang-barang utama itu ditampilkan, ia harus terlebih dahulu melewati semua barang biasa ini.
Boqin Changing menghela napas kecil.
“Semoga barang dari makam kuno itu tidak mengecewakan.”
Ia kembali menatap panggung.
Sementara itu, lelang semakin mendekati bagian yang paling ditunggu oleh semua orang. Barang-barang yang ditemukan Keluarga Fei.
Di antara seluruh peserta yang menunggu dengan penuh antisipasi, ada beberapa orang yang datang bukan hanya untuk membeli harta karun. Mereka datang karena penasaran dengan benda dari makam kuno yang mungkin saja menyimpan rahasia besar.
...*****...
Pembawa acara kemudian tersenyum lebih lebar.
“Baiklah, para tamu sekalian.”
“Setelah melelang berbagai barang berharga sebelumnya, sekarang kita akan memasuki bagian yang paling ditunggu-tunggu.”
Seketika suasana di dalam ruangan berubah. Para peserta yang sebelumnya terlihat santai mulai duduk dengan lebih tegak. Beberapa perwakilan keluarga bahkan langsung memberi isyarat kepada bawahannya agar bersiap melakukan penawaran.
Pembawa acara mengangkat tangannya.
“Mulai dari barang berikutnya, seluruh benda yang akan dilelang merupakan hasil penjelajahan makam kuno yang dilakukan oleh Keluarga Fei.”