Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Sekte Puncak Terang
Bab 6 : Sekte Puncak Terang
_______
"Karena nona Bai sudah bicara maka silahkan maju , Nak!"
Shen Yan maju dengan pakaian penuh tambalan , ikat penutup matanya berwarna coklat dekil menjadi ciri khas penampilannya. Ia menempelkan telapak tangannya dan Monumen Batu Spritual itu berfluktuasi hebat , semua orang di buat bingung saat melihat kejadian ini. Jika sebelumnya jenius dari keluarga Wen memiliki kultivasi di tahap Pemurnian Qi lapisan 4 , itu tak sampai menyebabkan fluktuasi seperti itu.
"Fluktuasi yang hebat untuk tahap pemurnian Qi! Anak ini memang sangat berbakat!" Batin Bai xuewei.
Monumen batu spritual mulai bereaksi , lapisan demi lapisan menyala terang. Hingga melewati jenius keluarga Wen di lapisan ke empat , lalu berhenti di lapisan kelima. Saat Mu zan ingin menyampaikan hasilnya , monumen batu spiritual itu kembali berfluktuasi dan melangkah melewati lapisan kelima lalu berhenti di lapisan keenam dengan tenang.
"Pemurnian Qi lapisan ke 6! Lolos!" teriak Mu zan.
Bai Xuewei tersenyum bangga dengan hasil Shen Yan. Bahkan Mu zan mengangguk puas saat menatap tubuh Shen Yan yang sangat berbakat. Sedangkan orang orang yang sebelumnya menghina Shen Yan , kini terlihat malu karena kesalahan mereka sendiri.
"Sangat berbakat! Sayang sekali! Mata cacatnya mungkin akan menghambat kultivasi nya!!" batin Mu zan.
Sebelum perwakilan Sekte Puncak Terang membawa seluruh calon murid baru meninggalkan kota , Bai Xuewei menemui Shen Yan lalu mengajaknya pergi. Ia membawa Shen Yan ke kediamannya yang sangat besar dan mewah.
"Ini untukmu! Pakailah!"
Bai Xuewei menyodorkan sebuah pakaian berwarna merah dengan motif corak dari benang keemasan untuk Shen Yan. Selain itu ia memberi penutup mata baru dan sebuah kantong penyimpanan berisi batu spritual dan beberapa keping emas untuk keperluan sehari hari di rumah barunya.
"Kakak , kau sangat baik! Aku berjanji mengembalikan kebaikan kakak setelah aku berhasil!"
Shen Yan memakai pakaian itu dan perubahan terlihat jelas saat ini. Penampilannya bukan lagi seperti orang biasa , saat ini Shen Yan seperti jenius dari keluarga bangsawan. Bai xuewei tersenyum kecil lalu mengusap kepala Shen Yan pelan. Shen Yan lalu melepas penutup mata lamanya yang membuat jantung Bai xuewei terkejut setengah mati.
"Matanya!!!"
Bai Xuewei langsung memegang kedua bahu Shen Yan dengan tangannya yang gemetaran , ia mengamati kedua mata Shen Yan yang belum pernah ia lihat sepanjang hidupnya.
"Mata itu! Mata yang ada di dalam legenda dewa! Kebangkitannya akan mengundang banyak kekuatan datang! Keberuntungan bagiku mendapat kesempatan melihat mata itu dalam hidup ini!" batin Bai Xuewei.
"Kakak , sebenarnya aku tidak buta! Kakek yang setiap hari menyuruhku memakai ikat penutup mata ini!" tegas Shen Yan.
Ternyata Shen Yan memberikan kepercayaan yang penuh kepada Bai Xuewei untuk melihat matanya yang unik. Ia ingin melakukan perpisahan tanpa menyembunyikan rahasianya kepada wanita baik di depannya.
"Yan'er , kamu harus berhati hati! jangan pernah menunjukan mata ini kepada siapapun! Ingat kata kata kakak!"
Shen Yan mengangguk mengerti , ia juga berjanji akan kembali menemuinya jika sudah lebih kuat nanti. Mereka berdua pun akhirnya berpisah setelah Mu zan selesai melakukan pekerjaannya. Mereka membawa kendaraan terbang berupa kapal besar dengan bendera Sekte Puncak Terang.
_________
[Sekte Puncak Terang]
Letaknya di Pegunungan Cahaya Abadi. Tepat di tengah daratan selatan , sekte ini di bangun di atas 9 puncak yang mengelilingi satu puncak besar di tengah , bentuknya seperti matahari. Di tengah 9 puncaknya ada lautan awan cahaya yang tidak pernah turun , itu menjadikan Sekte ini kerap di sebut Matahari Daratan Selatan.
Setelah tiga jam perjalanan , dari jauh sudah kelihatan 9 puncak menusuk awan. Semakin dekat tubuh semua orang menjadi lebih hangat dan energi spiritual sangat melimpah cukup untuk merawat luka luka. Gerbang besar tertulis "Di bawah cahaya puncak , tidak ada iblis yang bisa masuk".
Setelah masuk melewati gerbang utama , sebuah batu besar persegi dengan lantai giok nampak menunggu mereka. Itu adalah area berlabuh kapal perang sekte.
"Berbaris! Lakukan pendaftaran dengan tertib!"
Ucap salah satu pemuda yang menunggu di depan meja pendaftaran. Di belakangnya wanita muda membawa beberapa seragam sekte dan sebuah kotak berisi plakat sekte untuk di bagikan kepada para murid baru. Shen Yan berbaris diantara para anak laki laki dari keluarga kaya. Ia berdiri paling belakang diantara mereka.
Setelah melakukan pendaftaran , semua murid yang terdaftar memasuki sebuah rumah besar. Di dalamnya berisi ratusan ranjang kecil terpisah untuk laki laki dan perempuan. Bangunan ini di tujukan sebagai tempat menunggu seleksi anggota puncak yang akan di adakan pada esok harinya.
"Siapa namamu?"
Suara gadis terdengar di telinga Shen Yan saat ia selesai merapikan ranjang tempat tidurnya. Shen Yan berbalik , ia mendapati gadis cantik dengan hiasan manik dan tusuk rambut mutiara di kepalanya.
"Shen Yan! Kau?" jawab Shen Yan.
"Gu xiyao! Dari keluarga Gu!"
Gu xiyao merupakan jenius berbakat langit dari keluarga kaya raya Gu. Selain cantik jelita dan pintar , ia juga memiliki kepribadian yang ceria dan selalu ingin tahu. Namun ia sedikit narsis dengan nama besar keluarganya.
"Keluarga Gu?" tanya Shen Yan penasaran.
"Apa kau tak tahu keluarga Gu? Semua orang tahu keluarga Gu! Apa kau baru keluar dari dalam goa?" terang Gu xiyao.
Gu xiyao tak menyangka jika ada orang yang tidak pernah mendengar keluarga kaya raya miliknya. Biasanya saat orang lain tahu jika ia berasal dari keluarga Gu , orang tersebut pasti akan terkejut dan langsung memujanya. Tapi kali ini berbeda , anak laki laki di hadapannya ini justru mempertanyakan nama keluarganya dan mengaku tak pernah mendengarnya.
"Kau ini! Menyebalkan!" ketus Gu xiyao.
"Kenapa manusia ini! Memaksa aku untuk mengenal keluarganya!" batin Shen Yan heran.
Mereka berdua duduk bersama karena anak anak yang lain telah membentuk kelompoknya masing masing. Meskipun dari keluarga terpandang , Gu xiyao tak mendapatkan kelompoknya karena kebanyakan anak lain akan takut dengan keluarganya jika nanti membuat kesalahan.
"Jadi aku bersama kamu? Sungguh menyebalkan!" gumam Gu xiyao.
Gu xiyao menatap satu satunya orang yang tersisa yaitu Shen Yan. Anak laki laki yang tidak menghormati status keluarga besarnya.
"Yaaah siapa lagi kalau bukan aku! Hanya aku yang tersisa!" jawab Shen Yan.
Keduanya memutuskan berjalan bersama ke halaman bangunan , mengikuti anak anak lainnya yang berjalan jalan mengagumi keindahan Sekte Puncak Terang. Setelah waktu mulai gelap , mereka kembali ke tempatnya masing masing. Anak laki laki berada di barisan kanan , sedangkan anak perempuan berada di barisan kiri.
"Tempat ini tidak buruk , meskipun kalah jauh dengan Dunia Dewa tapi yaaah sudahlah.." batin Shen Yan.
"Teng Teng Teng"
Lonceng berdentang 3 kali , seorang senior dari Puncak Pedang datang mengunjungi asrama transit murid murid baru di bawah gunung. Ia di tugaskan untuk menjelaskan berbagai peraturan yang harus diingat ketika datang ke setiap puncak. Setelah melakukan pekerjaannya ia memeriksa satu persatu murid baru dengan kesadarannya. Ia lalu mendekati barisan ranjang anak laki laki paling ujung dan menyapanya.
"Adik Haoran , kamu akhirnya berhasil!" ucapnya.
Ternyata senior itu berasal dari keluarga Sun , bernama Sun Zicheng sedangkan adiknya bernama Sun Haoran yang merupakan jenius keluarganya. Setelah berbicara beberapa saat , Sun Zicheng melangkah keluar berniat pergi.
"Baiklah , sampai jumpa besok pagi! Kalian istirahatlah dengan tenang!"
_________