siapapun akan merasa tidak nyaman jika kehidupannya harus diatur dengan orang lain yang tidak ia sukai.
entahlah tapi kini kehidupanya tekekang walaupun dilimpahi oleh harta berlimpah.
Tapi benar kata orang jangan terlalu membenci nanti bisa jadi jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herfika Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk Rumah Sakit
Pagi ini di mansion Arya sedikit berbeda karena kehadiran Viona jadi sarapan yang biasanya diwarnai bumbu hangat romantis Arya dan Siska akan terganggu oleh kehadiran Viona.
"Maaf aku telat ke meja makan kak" ujar Viona yang baru datang untuk sarapan.
Arya dan Siska hanya saling melemparkan pandangan.
"Hidangkan sekarang" ucap Arya pada pelayannya.
Makanan untuk sarapan pun terhidang di depan meja makan. Siska dengan sigap langsung menghidangkan sarapan untuk suaminya. Akan tetapi Viona melihat itu hatinya sakit dan mendidih
"Sayang kamu mau sarapan apa, nasi goreng atau sandwich" Ucap Siska
"Nasi goreng aja sayang" Jawabnya sambil tersenyum.
'Dasar Wanita kampungan sengaja dia menggoda Arya lihat aja nanti akan ku buat Arya jadi milikku' dalam hati Viona
"Kak aku ikut ke kantor ya sama kak Arya" Viona mengeluarkan suaranya dengan sengaja terlihat manja
"Kau mau apa kekantor ku" jawab Arya ketus dengan tatapan dingin
"Ya mau temani kakak lah kekantor, kamu mungkin malu kak kalau di rumah jadi kita bisa bermesraan di kantor saja kak" Ucap Viona tak tahu malu.
"Jaga Ucapan mu Viona"
"Kenapa kak sih dulu aku juga suka ngikutin kak Arya ke kantor"
Arya langsung menggenggam tangan istrinya ia tahu Siska pasti akan terbawa emosi dengan sikap Viona itu untungnya Arya sudah banyak bercerita tentang Viona dan berharap Siska bisa bijak menghadapi Viona.
"Aku sudah beristri jadi jaga sikap dan ucapan mu di hadapan istriku" dengan wajah datarnya
"Oh baiklah kak terserah padamu saja, perlu kau tahu aku masih mencintaimu sampai detik ini"
"Simpan omong kosong mu itu Viona"
"Stop, ini meja makan tidak baik berbicara di meja makan" Ucap Siska menengahi perdebatan suami dan sepupunya itu.
"Udah jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh wanita kampung" Ucap Viona
"Ayo sayang antar aku ke depan selera makanku hilang" ucap Arya langsung menarik istrinya untuk berjalan bersamanya.
Merekapun meninggalkan meja makan meninggalkan Viona.
'Aish apa bagusnya wanita kampungan itu awas saja akan ku buat perhitungan' dalam batin Viona.
...****************...
"Karin... tetap awasi nona laporkan segalanya selama aku berada di luar" Titah Arya pada Bodyguard istrinya itu melalui panggilan telepon.
"Baik Tuan Muda"
Dan pembicaraan itu pun terputus, Arya kembali fokus dengan jalanan yang akan membawanya ke kantor meski berat meninggalkan istrinya bersama Viona.
"Gio bagaimana dengan kedatangan kakek tua itu" Ucap Arya
"Tuan Besar akan sampai dengan pesawat pribadinya tuan, sesuai jadwal yang telah di sepakati"
"Baiklah persiapkan semuanya"
Mobil melaju menuju kantor dengan kecepatan sedang hari ini Arya akan sangat sibuk karena rapat besar akan segera di laksanakan karena sang kakek akan datang.
Di Mansion Arya
"Nona Viona mau kemana" tanya Bu Dewi ketika melihat Viona sudah beranjak dari ruang makan
"Bukan Urusanmu, dimana wanita kampungan itu" Ucap Viona
"Maksud nona apakah nona Siska!"
"Ya siapa lagi wanita kampungan disini selain dia"
"Hmm... Nona Siska di ruang tengah nona"
"Oh baiklah, pergilah dari hadapanku"
'Cih....Dasar wanita tak punya sopan santun, pantas saja tuan muda selalu emosi mengahadapi wanita ini tak ada yang bisa di contoh dari sikapnya yang sok berkuasa itu tak pernah berubah' Dalam batin Bu Dewi.
Lain halnya dengan Siska yang sama sekali tidak menanggapi keberadaan Viona, karena sebelumnya Arya juga sudah mewanti-wanti dirinya agar tak mengakrabkan diri pada sepupunya itu.
"Kangennya dengan anak-anak di panti kapan ya bakalan di izinin ke panti sama Arya" Dalam pikiran Siska sambil menikmati udara pagi di sekitar taman.
"Pagi Nona Siska"
"Hai kau Rin, sudah seminggu tak bertemu ku kira Arya sudah memecat mu"
"Tidak Nona, Saya selalu berada di dekat nona kan sudah menjadi tugas saya"
"Bunga kemana Rin"
"Ada di depan lagi tugas"
"Sejak aku tidak kekampus aku sudah jarang bertemu dengan kalian, dan sekarang kau tiba-tiba muncul kembali Rin"
"Atas perintah Tuan muda Nona hanya ingin diawasi dari jauh makanya tidak pernah menampakkan diri nona" Bisiknya pada Siska
"Baiklah Rin,, Sekarang apalagi yang tengah diselidiki" Rengek Syifa
"Sudah nona tenang saja saya ada untuk nona"
Siska pun beranjak pergi ingin masuk kedalam mansion tujuannya ya tidak lain menuju kamarnya di lantai tiga.
Saat ingin masuk lift seseorang memanggilnya sehingga ia urungkan niatnya untuk naik lift
"Siska,," Panggil Viona
"Iya, ada apa Viona!"
"Apa kau sedang sibuk sekarang"
"Tidak aku tidak sibuk ada apa!"
"Bukan hal yang serius, aku hanya ingin mengajak mu mengobrol sebentar apakah bisa"
'Cih... terlihat baik-baik saja dia, tapi tunggu dulu kenapa dia begitu baik hari ini tanpa menghinaku biasanya tak begini apa lagi dia memanggil namaku. Entahlah mungkin dia ingin berteman dengan ku' Dalam batin Siska
"Bisa, mau ngobrol apa"
"Bukankah Arya sangat mencintai mu aku akan membantu mu untuk mengubah penampilan mu ini agar terlihat berkelas"
"Maaf sepertinya tidak perlu" ucap Siska pada Viona tanpa curiga sedikitpun.
"Ayolah jangan tolak kebaikan ku ini kapan lagi kita bisa berteman"
"Baiklah"
Viona mengajaknya kekamar yang di tempati oleh Viona dan ketika sampai di dalam kamar.
"Bukalah lemari pakaian itu ada Midi Dress berwarna Navy yang cocok untukmu cobalah kau kenakan aku ingin lihat"
"Baiklah akan aku coba" Siska melenggang kekamar mandi untuk mencobanya
'Bodoh sekali wanita kampungan ini mudah sekali masuk dalam jebakan ku Hahahaha selamat gatal-gatal sekujur tubuhmu wanita kampung' Dalam batin Viona
"Viona bagaimana!"
"Cantik, kau ambillah sekarang aku ingin istirahat"
"Baiklah aku juga akan kekamar ku"
"Tinggal tunggu obat itu bereaksi pada tubuhmu selamat gatal-gatal wanita kampungan, Siapa suruh main-main dengan Viona" gumamnya yang hanya dia sendiri yang mendengarkannya.
Siska melangkah pergi menuju kamarnya di lantai tiga. Setelah sampai di kamarnya iapun merasakan sedikit panas pada tubuhnya.
Tok...Tok...Tok
"Nona"
"Nona... Ini aku Karin nona baik-baik saja"
Tok...Tok ..Tok..
'Kenapa tidak ada jawaban ini bagaimana ini aku harus izin kepada tuan mendobrak pintu kalau tidak aku kena semprot lagi' gumam Karin.
"Halo tuan, izin mendobrak pintu nona di kamar tidak memberikan jawaban sama sekali aku khawatir tuan"
"Cari Bu Dewi dia bisa membuka pintu kamar sekarang lakukan"
"Baiklah tuan" dan Sambungan telepon pun terputus.
Kreeek [Suara pintu terbuka]
"Astaga Nona" pekik Karin
"Bawa kerumah sakit sekarang,pelayan bantu Karin angkat nona" Bu Dewi panik saat melihat nonanya lemah dan dipenuhi ruam merah seluruh tubuhnya.
"Bunga siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang" ucap Karin
"Bu telpon tuan muda kami yang antar nona ke rumah sakit"
"Baiklah"
Bu Dewi segera menghubungi Tuan mudanya panggil pertama tak kunjung di angkat. mencoba kembali panggil kedua lalu terhubung dengan tuan mudanya.
"Hallo tuan muda maaf mengganggu"
"Iya Bu ada apa!"
"Nona Siska,, Nona Siska masuk rumah sakit Karin membawanya kerumah sakit"
"Baik Bu, Saya menuju rumah sakit"
Masuknya Nona Siska kerumah sakit menjadi huru hara di dalam mansion Arya. semua orang di dalam mansion panik dan cemas dengan keadaan nonanya.
Sementara di dalam kamar Viona sedang merayakan keberhasilannya dengan bersorak gembira ia berhasil menyingkirkan wanita yang paling ia benci.