Karena kesalahan kakakku yang kabur dari rumah tepat di hari pernikahannya, aku terpaksa menikahi kekasih kakakku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D351, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
Beberapa saat kemudian, saat Y/N dan Kiara akan pergi ke toko buku, mereka tidak sengaja melewati kelas, Jayden. Dari dalam kelas, Jay melihat Y/N, Kiara, Tio dan juga Juki yang berjalan beriringan sembari bercanda dengan senangnya.
"Apa-apaan senyumnya itu." Batin Jayden yang mulai panas.
Karena dosen yang mengajar di kelasnya belum masuk, ia pun berjalan dengan cepat keluar dari dalam kelas, dan menyusul istrinya itu.
"Sayang..." Panggilnya yang membuat langkah kaki Y/N terhenti.
"Ada apa ?" Tanya Y/N kepada Jay yang kini sudah berdiri di depannya.
"Kalian akan pergi ke toko buku bersama ?" Tanya Jayden yang mulai kesal.
"Iya, aku dan yang lainnya satu kelompok untuk membuat tugas dari bu dosen." Jawab Y/N menjelaskan.
"Kenapa tidak berdua saja dengan, Kiara ?"
"Kenapa mereka berdua juga harus ikut ?" Tanya Jay lagi, sembari menatap tajam ke arah Tio dan juga Juki.
"Dosen yang membagikan kelompok kami."
"Memangnya kau punya hak apa melarang kami tidak boleh satu kelompok dengan, Y/N ?" Ucap Tio dan juga Juki yang tidak kalah tajamnya menatap, Jayden.
"Haiiisss bocah ini." Guman Jay dengan kesal.
"Yakk, siapa yang kau sebut dengan bocah, hah ?"
"Jangan mentang mentang kau senior di kampus ini, kau jadi menganggap kami seperti anak kecil ya !" Ucap Juki yang tidak terima.
"Kau..." Guman Jay yang masih kesal.
"Sudah jangan bertengkar lagi !!" Titah Y/N dengan tegas.
"Kalian bertiga duluan dulu saja ya ke mobilnya, nanti aku akan menyusul, aku mau bicara dengan suamiku dulu." Ucap Y/N dengan sopan.
"A ternyata suaminya, pantas saja."
"Ya sudah, kami duluan ya, Y/N."
"Ingat jangan lama-lama." Ucap Tio sembari mengajak yang lainnya ke mobil.
"Iya." Jawab Y/N sembari tersenyum.
"Aku iri dan aku bilang." Guman Jay dengan nada kesalnya.
"Kau iri tentang apa ?" Tanya Y/N yang bingung.
"Kau bisa tersenyum bahagia saat bersama mereka, tetapi tidak saat bersamaku." Gumannya dengan suara pelan tetapi masih bisa di dengar oleh istrinya itu.
"Astaga, aku pikir apa." Ucap Y/N sembari tertawa.
"Sudahlah, aku pergi dulu ya, sana kembali ke kelasmu, nanti setelah selesai dari toko buku, aku akan meneleponmu." Ucapnya lagi sembari m*nci*m salah satu pipi suaminya itu.
"Yaakkk sayang, kenapa hanya di situ, di sini tidak ?" Guman Jay sembari menunjuk ke arah b*birnya.
"Dasar mes*m, apa kau ingin kita di hukum di kampus ini ?"
"Sudahlah, aku pergi dulu, mereka sudah lama menungguku." Ucap Y/N sembari berlalu pergi.
"Jangan macam-macam, atau aku akan menghukummu !" Ucap Jay setengah teriak.
"Iya iya, astaga kau ini bawel sekali."
"Dasar bayi besar." Gerutu Y/N sembari terus berjalan.
Setelah Y/N menghilang dari pandangan matanya, Jay pun kembali ke dalam kelasnya dengan senyum sembari terus memegangi pipinya yang tadi di ci*m oleh istrinya itu.
"Enak ya yang punya pasangan satu kampus, bucin terus." Ucap Jaka membuyarkan lamunan, Jayden.
"Kau tahu, Jaka ?" Guman Aldo sembari menatap ke arah, Jay.
"Apa ?" Tanya Jaka yang penasaran.
"Sebelumnya, ada seseorang yang ingin memberikan istrinya kepadaku secara cuma-cuma."
"Tetapi saat itu aku menolaknya."
"Saat ini, sepertinya aku akan menerima tawaran dari pria itu." Ucap Aldo dengan nada bercandanya.
"Lakukanlah jika kau sudah siap aku habisi !!" Guman Jayden dengan nada dinginnya.
"Ha ha ha ha ha astaga, ternyata kau orangnya."
"Makanya lain kali kalau benci sama seseorang itu, secukupnya saja."
"Jadi tidak terlalu malu kalau jatuh cinta kepadanya." Ucap Jaka yang tertawa dengan puas melihat tingkah temannya itu, sementara Jay yang malu, hanya sibuk menyuruh kedua temannya itu untuk segera diam.