Indonesia
NovelToon NovelToon
SKUAT INDIGO

SKUAT INDIGO

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Action / Spiritual / Epik Petualangan / Fantasi / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Mereka adalah pahlawan yang tak kasat mata. Kisah petualangan manusia-manusia yang diberikan kemampuan untuk bersinggungan dengan dimensi yang lain. Dikumpulkan oleh sang penguasa Akbar dan kawan-kawannya harus berjuang mati-matian untuk keselamatan banyak jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 JIWA YANG HILANG

Astral projection atau juga lebih dikenal dengan ilmu raga sukma adalah kemampuan seseorang untuk melepas sukma dari raganya untuk kemudian melakukan aktivitas di alam atau dimensi astral. Itulah yang harus dilakukan Rike dan Ridwan untuk menemukan sukma Dahlia dan membawanya pulang kepada raganya yang kini tengah pasrah merebah di kamar rumah. Sejatinya raga sukma atau astral projection bukanlah hal asing atau sesuatu yang sulit untuk dilakukan baik oleh Rike mau pun Ridwan. Tapi di sinilah letak kesulitan dan kelicikan iblis. Sukma Dahlia disembunyikan di tempat yang sangat jauh dari raganya berada. Tentu saja makhluk yang melakukannya bukanlah makhluk tak kasat mata yang levelnya rendah karena ia bisa membawa sukma Dahlia dari raganya kemudian menyembunyikannya di tempat nan jauh hingga ia harus menyeberang samudera yang luas. Inilah yang menjadi titik lemah Rike dan Ridwan. Mereka tidak mungkin begitu saja melakukan raga sukma lalu menuju ketempat dimana jiwa Dahlia disembunyikan. Mereka sudah tahu dimana tempat gaib iblis jahat itu menawan sukma Dahlia dengan penerawangan mereka. Tempat itu jauh dan harus menyeberangi lautan. Terlalu beresiko untuk meniggalkan raga mereka di tempat yang jauh untuk misi seperti ini. Bisa-bisa mereka tidak akan bisa kembali lagi ke raganya bahkan sampai bisa mati konyol.

Pesawat pribadi yang telah disiapkan oleh bapak membawa Rike, Ridwan, dan juga Bagus yang kembali harus ikut serta dalam petualangan mereka. Tidak lebih dari dua jam pesawat yang mereka tumpangi itu mendaratkan mereka di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dan dari sinilah petualangan mereka akan dimulai.

Sukma Dahlia kini berada di kawasan gaib di Gunung Niut. Sebuah gunung yang sudah tidak aktif dengan ketinggian mencapai 1501mdpl. Di sanalah tujuan Rike dan Ridwan untuk mencari sekaligus membawa pulang sukma Dahlia.

Bagus sudah diberitahu dimana letak jiwa Dahlia disembunyikan. Ia kini mengikuti Rike dan juga Ridwan kemana mereka pergi. Sementara pesawat pribadi yang mereka tumpangi diperintahkannya untuk tetap tinggal di tempat dan selalu dalam keadaan siap jika mereka kembali. Bagus di buat heran kenapa Rike dan Ridwan justru malah memesan kamar di sebuah hotel di kota Bengkayang. Bukannya harusnya mereka sekarang bergegas pergi ke gunung Niut sebelum hari mulai bertambah gelap. Mereka memesan satu kamar dengan ukuran ruangan yang cukup luas dengan dua ranjang tempat tidur. Setelah dijelaskan oleh Ridwan Bagus baru mengerti bahwasanya yang akan berangkat menuju ke Gunung Niut adalah sukma mereka saja. Disitulah peran Bagus. Ia yang akan bertugas untuk menjaga kedua raga temannya itu sementara mereka melakukan perjalanan astral projection mereka. Dalam perjalanannya kali ini Bagus dituntut untuk lebih ekstra hati-hati dan teliti. Memang ia tidak mempunyai kemampuan supranatural layaknya Rike dan Ridwan. Ia hanya berbekal ilmu intelegensi dan juga ilmu bela diri. Atas saran dan juga perintah dari bapak dalam misinya kali ini ia diperbolehkan untuk membawa senjata api.

Ba’da maghrib adalah waktu yang telah mereka tetapkan untuk melakukan misi penyelamatan itu. Semua yang ada di kamar hotel itu harus dikondisikan terlebih dahulu. Kembali lagi pada perjalanan mereka kehadiran Bagus dengan segala kewenangannya membuat persiapan mereka di hotel itu bisa dengan mudah diatasi. Rike dan Ridwan mengambil posisi layaknya seseorang yang hendak bermeditasi dengan duduk bersilah di masing-masing ranjang mereka. Bagus bersiap-siap untuk mengunci pintu. Ia juga telah mengambil untuk sementara semua kunci cadangan untuk nomor kamar mereka. Begitu mata Rike dan Ridwan terpejam dimulailah perjalanan raga sukma mereka untuk mencari dan menyelamatkan jiwa Dahlia. Sesaat mata mereka berdua terpejam Bagus pun langsung menutup dan mengunci pintu kamar dari luar. Ia berjaga di depan pintu kamar.

Hanya memerlukan beberapa menit saja bagi Rike dan juga Ridwan untuk mengeluarkan sukma mereka dari raganya. Selanjutnya mereka berdua pun bersama melaju menuju ke Gunung Niut. Mereka melewati hutan-hutan yang berada di gunung itu tanpa adanya hambatan apa pun. Sosok-sosok jin seperti kuntilanak, pocong, genderuwo dan yang berkekuatan lemah sejenisnya lebih memilih untuk kabur ketika menyadari kedatangan Rike dan Ridwan. Barulah ketika memasuki wilayah kerajaan gaib yang berada di Gunung Niut mereka mendapat perhatian khusus.

Mereka berdua tiba di depan pintu gerbang kerajaan gaib Gunung Niut. Sesosok macan kumbang berwarna hitam pekat menjaga satu-satunya pintu masuk ke kerajaan gaib yang tidaklah terlalu besar itu.

“Apa mau kalian wahai manusia?”, ternyata sosok macan kumbang itu adalah perempuan.

“Kami ingin menghadap raja kalian wahai penjaga”, jawab Ridwan dengan santun.

“Panggil saja aku Mayang”, jawab penjaga.

“Apa keperluan kalian?”, tanya Mayang.

“Perkenalkan nama saya Ridwan dan ini teman saya Rike. Kami berdua sedang dalam misi penting. Kami ingin bertanya sekaligus memohon izin untuk melanjutkan perjalanan kami di wilayah ini wahai Mayang”, jawab Ridwan.

“Aku suka dengan tata krama kalian. Mari ikut aku. Aku antarkan kalian menghadap raja Gunung Niut”, ajak Mayang.

Mayang membawa Rike dan Ridwan masuk ke dalam kerajaan gaib Gunung Niut. Mereka berdua dibuat takjub dengan pemandangan dalam kerajaan. Tidak ada sama sekali bangunan megah dan mewah di sana. Semua bangunan dan hunian disana masihlah alami terbentuk dari pohon-pohon besar dan juga akar-akar pohon kuat yang terlihat sangat asri dan memanjakan mata. Para penghuni kerajaan gaib di Gunung Niut didominasi oleh para siluman yang lebih sering menampakkan wujudnya sebagai seekor binatang seutuhnya.

Tibalah Rike dan Ridwan di singgasana raja Kerajaan Gaib Gunung Niut. Raja itu adalah sosok kakek bertubuh pendek mengenakan pakaian serba berwarna hijau lumut. Sosok kakek itu mengenakan sebuah kalung yang terbuat dari taring-taring hewan buas. Ia juga berjalan sedikit membungkuk dengan sebuah tongkat kayu di tangan kanannya.

“Siapa mereka ini Mayang?”, kata sang raja sambil menghampiri kedatangan Rike dan Ridwan.

“Mereka ada keperluan denganmu wahai paduka raja?”, jawab Mayang.

“Aku pikir kau merekrut pasukan baru”, kata sang raja yang sebenarnya sudah tahu maksud dan tujuan kedatangan mereka.

“Silahkan kalian perkenalkan diri kalian dan jelaskan maksud kedatangan kalian. Dialah raja Gunung Niut”, perintah Mayang.

Ridwan dan Rike memperkenalkan diri mereka. Ridwan menjelaskan situasi dan maksud tujuan kedatangan mereka. Ridwan dan Rike hendak mengambil kembali sukma Dahlia dan membawa kembali ke badannya. Mereka perlu memberitahukan itu kepada penguasa Gunung Niut agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kekacauan dalam menjalankan misi mereka.

“Aku tahu”, kata sang raja.

“Kalian sangat bijak untuk memberitahukannya kepada kami terlebih dahulu. Aku menyukai cara kalian”, lanjut sang raja dengan suaranya yang berat.

“Aku rasa kalian sebenarnya juga sudah tahu siapa iblis itu bukan?” tanya sang raja kepada Rike dan Ridwan.

“Ya. Kami sudah tahu siapa sebenarnya iblis itu”, jawab Rike.

“Kalau begitu silahkan kalian berdua lanjutkan misi kalian”, kata sang raja memberi izin kepada Rike dan Ridwan.

“Tapi kalau boleh aku sarankan. Aku bisa membantu kalian dengan mengirim pasukan dan juga Mayang untuk meringankan pekerjaan kalian.”, tambah sang raja.

“Tentunya dengan sebuah persyaratan bukan?”, tanya Rike.

“Kamu sudah mengerti” jawab sang raja.

“Itu tidak akan pernah terjadi”, bantah Rike yang sudah tahu maksud tersembunyi dari sang raja.

Setelah mendapatkan izin dari raja Gunung Niut dan juga telah diketahui maksud serta keberadaan mereka berdua di sana. Rike dan Ridwan melanjutkan misi mereka yang sebenarnya.

Iblis jahat itu memang tinggal di kawasan Gunung Niut. Tapi areanya sudahlah terpisah dari wilayah kerajaan Gunung Niut yang dipimpin oleh raja dengan sosok Kakek itu. Iblis memang terkenal sering membuat masalah dan bentrok dengan kerajaan Gunung Niut. Ia akhirnya diasingkan oleh para penghuni Gunung Niut. Ia memilih menghuni sebuah gua terpencil yang jauh dari kawasan kerajaan bersama kelompok kecil yang setia mengikutinya. Iblis jahat itu sudah terkenal sering turut campur dalam urusan manusia. Dan tidak jarang ia menjebak para manusia yang buta hatinya dengan cara-cara liciknya untuk akhirnya ia jadikan mangsanya. Sosok itulah yang menawan Dahlia. Sosok itulah yang harus dihadapi oleh Rike dan Ridwan.

“Mungkin tadi sebaiknya kamu terima tawaran dari raja itu untuk membantu kita. Pasti kita akan sangat terbantu”, kata Ridwan.

“Ndasmu! (kepalamu!)”, Rike tampak marah terhadap pernyataan Ridwan.

“Kenapa kamu marah? Memang apa yang diinginkan kakek tua itu?”, tanya Ridwan.

“Dia ingin mempersuntingku”, jawab Rike sambil meludah.

Ridwan menelan ludah mendengar penjelasan dari Rike.

Tibalah mereka di depan goa tempat persembunyian iblis jahat dan komplotannya itu.

“Keluar!!!”, bentak Rike memanggil iblis jahat itu.

“Ha ha ha ha”, tawa iblis itu menggelegar.

“Ini bukan masamu kenapa kamu kemari?!”, tanya iblis itu kepada Rike.

“Berikan sukma perempuan itu”, pinta Rike.

“Tidak mungkin. Ha ha ha ha”, tolak iblis.

“Memang apa yang dijanjikan oleh orang yang menyuruhmu menyekap sukmanya?”, tanya Rike.

“Ha ha ha ha... Dia kubebankan 40 gadis yang masih perawan”, jawab iblis itu dengan sombong.

“Bukankah kau tahu janji itu tidak akan dipenuhinya” sanggah Rike.

“Tentu saja aku tahu. Tapi aku suka melakukannya. Ha ha ha ha...” kata iblis.

“Membodohi manusia-manusia seperti kalian. Ha ha ha ha...”, lanjutnya.

Dari dalam goa munculah para siluman dan jin-jin jahat pengikut dari iblis itu. Mereka bersiap menyambut kedatangan Rike dan Ridwan. Jumlah mereka ada belasan. Rike dan Ridwan pun sama-sama tahu bahwa bawahan dari iblis itu bukanlah lawan yang remeh untuk dihadapi.

Muncul sosok kakek-kakek dengan mengenakan ageman adat jawa. Kakek berjenggot putih dengan membawa batang pohon bambu kuning sebagai tongkatnya.

“Buyut”, sapa Ridwan kepada sosok yang baru saja muncul dari belakangnya itu.

“Terimakasih sudah mau datang”, ucap Ridwan.

Sosok kakek berjenggot putih itu adalah jin kodam pendamping Ridwan. Ia datang untuk membantu Ridwan dan juga Rike untuk bertarung melawan iblis jahat dan komplotannya itu. Ridwan pun tidak ingin mengambil resiko dengan meremehkan lawannya yang bisa dirasakan energi mereka yang cukup kuat. Ridwan mengeluarkan senjata andalannya berupa keris dengan ukuran sebesar pedang. Pedang keris berukir naga itu yang akan digunakan Ridwan untuk memusnahkan para siluman dan jin-jin jahat itu.

“Ayo kita mulai”, ajak Rike yang sudah siap dengan sebuah tongkat bermata tombak di tangan kanannya.

Pertempuran antara Rike, Ridwan, dan Buyut jin pendamping Ridwan melawan komplotan iblis jahat pun dimulai. Kedua kubu saling menyongsong melakukan serangan demi serangan ke masing-masing lawan. Meski tergolong siluman dan jin jahat yang cukup kuat tapi perlawanan kekuatan mereka masihlah di bawah Rike dan kedua teman bertarungnya. Belasan pengikut iblis jahat pun satu persatu bisa dilumpuhkan. Rike yang mengetahui situasi mereka telah unggul ingin masuk ke dalam goa untuk mengakhiri misi mereka.

“Masuklah. Biar kami tangani yang ada di sini”, kata Ridwan kepada Rike.

Tanpa banyak bicara Rike masuk ke dalam goa dimana iblis jahat itu sedang menunggu untuknya. Dan di sanalah ia juga akan mendapati sukma Dahlia yang tengah dikurung.

Rike berhenti. Baru setengah perjalanan memasuki goa iblis jahat itu sudah menampakkan diri. Iblis itu memilki wujud yang sangat aneh. Badannya adalah tubuh perempuan terlihat dari lekukan-lekukan layaknya seorang perempuan. Wajahnya adalah wajah laki-laki dengan suara yang berat khas seorang laki-laki. Ujung kupingnya lancip. Rambutnya lepek dan jarang. Lidahnya memanjang sampai ke luar menutupi dagunya. Ujung lidahnya terbelah menjadi dua seperti lidah ular. Ditambah yang paling mengerikan lagi adalah bahwa sekujur tubuhnya adalah tanpa kulit. Terlihat jelas dagingnya yang merah darah, urat, serta pembuluh darah yang melilitnya. Siapa saja yang melihatnya secara langsung pasti dibuat mual olehnya.

Rike yang seketika berhenti mengetahui kehadiran iblis menjijikkan itu berpikir. Ia seperti telah masuk ke perangkap iblis itu dengan datang sendirian untuk menghadapinya. Selain wujud sosoknya yang mengerikan sekaligus menjijikkan bisa dirasakan oleh Rike kekuatan gelap yang membahayakan bisa mengancam keselamatannya jika ia tidak berhati-hati.

Iblis itu benar-benar paham keadaan. Tanpa basa-basi ia langsung menghujani Rike dengan bola-bola api yang keluar dari kedua tangannya. Reflek Rike masih bagus. Ia masih bisa menghindar dan juga menangkis serangan-serangan itu dengan tongkatnya. Tapi situasi seperti ini tidaklah menguntungkannya. Ia harus memikirkan cara supaya ia bisa mendekat dan menyerang iblis itu. Rike memanggil kodam terkuatnya yang memang sengaja ia siapkan untuk menghadapi saat-saat genting seperti ini. Sosok perempuan kembar berpakaian layaknya prajurit kerajaan di masa dulu. Ketika dua sosok itu muncul seketika juga Rike berubah penampilannya menjadi seperti mereka dengan pakaian kerajaan tempo dulu. Ketiganya membawa masing-masing dua buah pedang yang terlihat sangat tajam dengan ukuran panjang yang berbeda. Pedang panjang di tangan kiri mereka. Sementara pedang yang ukurannya lebih pendek tergenggam di tangan kanan mereka. Tidak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibir mereka. Dengan dipimpin oleh Rike mereka langsung menyerang iblis jahat itu.

Pertarungan sengit tidak terhindarkan. Perbandingan tiga melawan satu sedikit merepotkan iblis jahat itu. Mereka bertiga berhasil memaksa iblis untuk bertarung jarak dekat. Kini iblis itu tidak punya cukup waktu untuk melontarkan bola-bola api dari tangannya. Tapi tetaplah ia masih sulit untuk ditaklukkan. Ilmunya yang begitu tinggi dengan mudah bisa menghindari serangan kibasan pedang-pedang yang diarahkan kepadanya dengan kecepatan yang ia miliki. Iblis pun masih bisa melakukan perlawanan dengan cara menyerang dengan lidahnya yang ternyata masih bisa dijulurkan sangat panjang. Mereka bertiga mencoba untuk memotong lidah berbahaya itu. Tapi ternyata itu tidaklah mudah. Biarpun lidah itu tidak bertulang tapi nyatanya tidaklah langsung bisa terpotong oleh pedang-pedang Rike dan kodam kembarnya.

Kodam kembar Rike terluka. Keduanya terkena jilatan lidah iblis hingga menekan masuk ke dalam tubuh mereka. Racun yang disemburkan kedua ujung lidah yang terbelah itu langsung bereaksi. Dua kodam milik Rike langsung lemah dan lemas kehilangan tenaga mereka. Mereka berdua tidak lagi mampu untuk melanjutkan pertarungan mereka. Rike memerintahkan mereka untuk segera pergi dan menyelamatkan mereka dari racun terkutuk itu. Kini Rike kembali seorang diri berhadapan dengan iblis jahat itu.

Adu kekuatan kembali lagi terjadi di antara keduanya. Saling serang dan bertahan terjadi diantara mereka berdua. Tenaga Rike benar-benar sudah terkuras. Sementara iblis itu masih dengan kondisi yang lebih baik darinya. Rike bertanya-tanya kenapa iblis itu masih belum menghabisinya. Iblis itu terkesan sedang bermain-main dengannya yang kini hanya tinggal pasrah menunggu ajalnya.

Lidah iblis itu menjulur panjang. Menukik tajam dari tempat dimana iblis itu berdiam terbang ke arah Rike yang kini tengah bersimpuh tak berdaya. Serangan itu begitu cepat. Rike tidak sempat mengelak berpindah tempat atau pun menggerakkan pedangnya yang kini hanya ada di genggaman tangan kanannya untuk menangkisnya.

Lidah itu kini hanya tinggal beberapa jengkal saja di depan wajah Rike. Tepat sebelum lidah iblis itu mengenai kepala Rike, sebuah tebasan berhasil memotong ujung lidah berkepala dua milik iblis itu. Lidah yang berhasil terpotong jatuh kemudian terbakar. Sementara iblis menarik sisa lidahnya yang berlumuran cairan berwarna hitam. Kilatan kibasan itu berasal dari sepasang sayap yang keluar dari punggung Rike. Rike kini menampilkan wujudnya yang mempunyai sepasang sayap berwarna putih layaknya seekor burung dengan kedua sayapnya yang begitu kuat.

“Dasar perempuan licik. Aku sudah menduganya. Jalang sepertimu pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Kau ingin membuatku seolah-olah percaya bahwa kau sudah habis”, jengkel iblis itu.

Rike hanya tersenyum mendengar perkataan iblis jahat itu. Baginya kini adalah saatnya untuk melenyapkan iblis terkutuk itu untuk selamanya.

“Apa kau pikir berhasil mengelabuiku wahai anak Sumo?”, perkataan iblis itu membuat Rike terkejut mengetahui siapa identitas dirinya.

“Lihatlah ini”, kata iblis.

Rike terkejut. Lidah iblis itu tumbuh kembali seperti semula. Seperti lidah ular yang berkepala dua.

“Apa yang kau lakukan amatlah dangkal. Biarpun kau bisa membunuhku. Ibumu tidak akan pernah kembali lagi. Sejak awal aku tahu dendammulah yang membawamu kemari. Ha ha ha ha...”, kata iblis.

Rike benar-benar tersulut dengan perkataan iblis itu. Memang alasan utama ia menggantikan adiknya dalam misi ini adalah untuk membalaskan dendam keluarganya dimana iblis jahat itulah yang telah menewaskan ibu mereka. Rike menyongsong iblis jahat itu. Kini pertarungan kembali berlanjut dengan dua kekuatan yang sama-sama besar.

Di sisi lain Ridwan dan Buyut telah menyelesaikan tugas mereka dengan melumpuhkan dan membinasakan para pengikut iblis jahat itu. Ridwan ingin langsung masuk ke dalam goa untuk membantu Rike. Tapi Buyut yang merupakan jin kodam dari Ridwan mencegahnya. Kodam itu meminta agar Ridwan bersabar dan menunggu saat yang terpat untuk membantu temannya itu. Dengan demikian barulah ia bisa melumpuhkan iblis jahat itu dan membantu temannya dan juga membawa sukma Dahlia yang merupakan tujuan utama dari misinya kali ini. Ridwan pun dengan berat hati menuruti perkataan Buyut dan menunggu aba-aba darinya untuk melakukan penyerangan mereka di saat yang tepat.

Setelah beberapa saat menunggu akhirnya Buyut memberikan tanda bahwa saatnya telah tiba untuknya dan juga Ridwan turut dalam pertempuran yang sedang terjadi di dalam goa antara Iblis melawan teman mereka Rike.

Rike bergerak dengan lincah menghindari serangan-serangan dari iblis jahat itu. Tampak sekali kekuatan dan gerakan dari sayap-sayap yang membawanya. Ia selalu berusaha untuk mendekati iblis supaya bisa langsung menyerangnya. Bola-bola api iblis terus menghujam Rike. Ridwan yang datang ke pertempuran mereka terkejut melihat perubahan wujud dari rekannya itu. Inilah kekuatan yang selama ini Rike sembunyikan rapat-rapat batin Ridwan. Ridwan hendak melakukan penyerangan kepada iblis jahat itu untuk membantu Rike. Tapi lagi-lagi inisiatifnya dihentikan oleh kodam pelindungnya sendiri. Buyut menyuruh Ridwan untuk masuk jauh ke dalam goa. Di sana ia akan menemukan apa yang mereka cari yaitu sukma Dahlia. Ketika menemukan sukma itu Ridwan disuruh langsung untuk membawanya pergi ke luar goa sejauh mungkin tanpa menghiraukan dirinya mau pun Rike. Buyut berujar dialah yang akan membantu Rike menghadapi iblis terkutuk itu.

Iblis itu menyadari kehadiran Ridwan disela-sela pertempurannya melawan Rike. Ia melihat Ridwan terus masuk ke dalam goa menuju tempat dimana sukma Dahlia disembunyikannya. Iblis teralihkan perhatiannya oleh situasi itu. Ia ingin segera menyusul Ridwan untuk menghentikannya mengambil sukma Dahlia. Tapi tiba-tiba saja tubuh iblis terkena pukulan yang mengejutkannya. Ia sempat tertawa karena pukulan itu sama sekali tidak menyakitinya. Itu adalah pukulan dari tongkat bambu kuning milik Buyut. Iblis berteriak, “Bangsat!”. Tongkat bambu kuning milik Buyut melilit tubuh dan juga lidahnya yang tengah memanjang. Iblis itu seketika jatuh ke tanah tanpa bisa lagi berbuat apa-apa. Ia terkunci.

Terlihat Ridwan yang membawa Sukma Dahlia di pelukan kedua lengannya. Ia pun sempat menyaksikan iblis yang sudah tergeletak tak berdaya. Sesuai dengan instruksi dari Buyut ia langsung keluar meninggalkan goa dan area pertempuran itu.

“Tongkatku tidak akan mampu berlama-lama menahannya. Ini kesempatan kita untuk pergi dari sini. Misi ini telah usai”, ujar Buyut kepada Rike.

“Baiklah. Mari kita tinggalkan tempat ini”, jawab Rike.

Buyut beranjak keluar meniggalkan tempat itu terlebih dahulu. Tapi di luar dugaan Rike dengan kedua sayapnya yang kuat dengan cepat mendekati iblis jahat yang telah terikat tak berdaya itu. Tebasan kedua sayap Rike memotong tubuh iblis jahat itu hingga tubuhnya terbelah dan hangus terbakar. Matilah iblis terkutuk itu dan tuntaslah dendam dari Rike untuk mendiang ibunya.

Benar iblis itu kini telah binasa. Tapi kelicikannya tetap membuatnya tersenyum di saat-saat terakhirnya. Ketika lidah iblis itu ikut terpotong oleh sayap-sayap Rike ia menyemburkan bisa racunnya yang langsung mengenai wajah dan tubuh Rike. Kepuasan Rike akan rasa dendam dan amarahnya menyelamurkan luka racun yang iblis berikan kepadanya itu meskipun sejatinya ia juga tahu.

“Kamu goblok!”, kata Buyut yang kembali turut menyaksikan peristiwa itu.

1
Ilham
aku suka sama peran Mbah sama KLO dapat Mbah sama Sama Akbar kerjasama
Ilham
Mbah Sam baik sama ponakan nya🤣🤣🤣🤣
Ilham
lanjut BG aku suka cerita nya
Ilham
berarti namanya sipabak ini jahat juga pada hal anak nya udah di bantu..aku rasa dia juga yang membunuh rike
Ilham
lanjut bg
luar biasa
kocak 😂
😂
amazing 🥰
Nabila Aulia
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!