didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
turnamen sihir part 2
Setelah sadar dari pingsan, kyle pergi ke papan pengumuman untuk melihat lawannya
"Lawanku adalah abel, aku harus bersiap siap untuk melawannya" gumam kyle
"Kau ya lawanku, kyle" ucap abel sambil memegang pundak kyle
Kyle kaget karna abel tiba tiba ada di belakangnya
"Jangan bikin kaget, abel" ucap kyle
"Maaf maaf jika membuatmu kaget, aku hanya ingin bilang kalo kau harus serius saat melawanku" ucap abel dengan nada tegas
"Aku pasti serius, dan aku akan mengalahkanmu" seru kyle dengan nada percaya diri
"Aku lah yang akan mengalahkanmu" ujar abel
Abel dan kyle saling menatap hingga energi sihir keduanya keluar dan meluap luap
Setelah itu, kyle berjalan pergi menuju kantin. Saat di kantin, ia di kerubungi oleh banyak murid akademi yang kagum dengannya
Kyle berlari ke kelasnya setelah membeli makanan, saat sudah dikelas....kyle tetap di kerubungi teman teman sekelasnya
"Selamat kyle" ucap semua murid di kelas
"Terima kasih, semuanya" ujar kyle sambil berjalan ke tempat duduknya
"Sebelum semi final dimulai, kau harus memulihkan dirimu sendiri" ucap sara
"Ya, aku tahu" ujar kyle
Bel pulang berbunyi. Semua murid pulang dari akademi, kyle pulang agak terlambat karna suatu alasan. Kyle saat lewat di depan tempat latihan, ia melihat abel yang kesulitan mengendalikan kekuatannya
Abel semakin lama mulai tidak bisa mengendalikan kekuatannya, abel terhempas ke belakang. Kyle menangkap tubuhnya agar tidak menghantam dinding
"Apa kau baik baik saja, abel?" tanya kyle dengan perasaan khawatir
Abel menjawab dengan suara yang pelan
"Aku baik baik saja, itu berkat dirimu....kyle"
"Lebih hati hati lagi jika berlatih sihir" ucap kyle
"Ya, aku akan lebih hati hati" ujar abel
Setelah itu, kyle pulang lebih dulu dari akademi. Saat baru saja membuka pintu rumah, tiara melompat dan memeluknya
"Kakak, selamat karna sudah mencapai semi final" ucap tiara dengan perasaan senang dan kagum
"Ibu bangga padamu nak" ujar ibunya sambil meneteskan air mata
"Ibu jangan menangis" ucap kyle
"Ini tangis bahagia karna bangga padamu, kyle" seru ibunya
"Kakak harus berjuang lebih keras lagi jika ingin juara" ujar tiara
"Ya, aku tahu itu" ujar kyle
"Ayo makan, ibu sudah membuatkan makanan favoritmu" ucap ibunya sambil berjalan ke meja makan
"Ya, aku ganti baju dulu" ujar kyle sambil berlari ke kamarnya untuk ganti baju
2 hari kemudian, semi final turnamen sihir telah di mulai. Kyle dan abel memasuki arena secara bersamaan
"Apa kalian siap?" tanya wasit
"Kami siap" ujar kyle dan abel secara bersamaan
"Pertandingan dimulai" seru wasit dengan suara yang keras
Kyle berlari cepat ke arah abel, lalu ia melompat keatas dan membiarkan dirinya jatuh sendiri. Saat sudah dekat dengan abel, ia mengayunkan pedangnya
Serangan pedangnya kyle menghantam pelindung sihirnya abel. Abel menembakan sinar angin ke arah kyle, kyle terkena sinar itu dan terhempas ke belakang
Abel menembakkan puluhan panah angin ke arah kyle, kyle menangkis tiap panah angin seperti sedang menari
"Kau sesuai harapanku, kyle" seru abel sambil terus menembakan panah angin
"Kau juga tidak mengecewakan, abel" ucap kyle
Abel menembakan panah dan tebasan angin dengan jumlah yang sangat banyak ke arah kyle. Kyle menangkis panah dan tebasan angin dari abel tapi tidak semua berhasil di tangkis kyle, ada beberapa yang lewat dan melukainya
Kyle menaruh energi sihir pada pedangnya, sedangkan abel....ia menembakan sinar angin yang sangat kuat ke arah kyle
Saat sinar angin itu sudah di depan kyle, ia mengayunkan pedangnya hingga muncul gelombang sihir yang bertabrakan dengan sinar itu
Terjadi ledakan besar tepat di depan kyle, saat asap ledakan sudah mulai menghilang, kyle tetap berdiri tegak meski seluruh tubuhnya terluka
"Lebih baik menyerah saja, kyle" seru abel
"Aku tidak akan menyerah" ujar kyle
Kyle memusatkan energi sihirnya ke tangan hingga tercipta bola sihir, bola itu di lempar ke arah abel
Saat sudah di depan abel, bola tersebut meledak cukup dahsyat tepat di hadapan abel. Meski abel sudah membuat sihir pelindung, ia tetap terluka karna ledakan tadi
Kyle melesat ke arah abel, tubuhnya mengeluarkan aura biru. Kyle mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat ke abel, ia mengerahkan seluruh kekuatannya
Abel juga mengerahkan seluruh kekuatannya dengan menembakan sinar angin ke arah kyle
Gelombang dan tebasan sihir dari kyle bertabrakan dengan sinar angin dari abel
Terjadi ledakan yang sangat besar di hadapan kyle dan abel. Saat asap mulai menghilang, abel sudah tergeletak di tanah dan tak sadarkan diri
Sedangkan kyle masih berdiri meski luka di seluruh tubuhnya tambah parah, tiba tiba ia terjatuh ke tanah dan pingsan
"Pemenangnya adalah kyle" ucap wasit
Tim medis membawa kyle dan abel ke ruang perawatan untuk di rawat
Beberapa jam kemudian, kyle terbangun dari pingsannya. Ia melihat abel yang sudah bangun di kasur sampingnya
"Itu tadi pertarungan yang luar biasa, abel" seru kyle dengan perasaan senang
"Ya, kau memang layak jadi pemenangnya" ujar abel sambil tersenyum
Celia masuk ke ruang perawatan, ia membawakan obat dan makanan untuk mereka berdua
"Kalian berdua memang luar biasa" ucap celia dengan perasaan kagum
"Celia, kenapa kau selalu menjauh dariku?"
"Apakah aku pernah berbuat salah?" tanya abel sambil menangis
"Kau tidak salah, aku menjauh darimu karna aku merasa tidak pantas dekat denganmu"
"Kau adalah murid berbakat, sedangkan aku tidak" jawab celia sambil menangis juga
"Aku tidak peduli soal pantas atau tidak, aku hanya ingin dekat denganmu....itu saja" ucap abel
"Aku tidak bisa" ujar celia
"Pokoknya aku ingin dekat denganmu, aku tidak peduli yang lainnya"
"Bagiku kau adalah sahabat dan orang yang berharga" ucap abel, ia masih menangis
"Baiklah jika itu mau mu, abel" ujar celia
"Siapa lawanku di final turnamen sihir?" tanya kyle dengan nada semangat
"Lawanmu adalah kakak ku, arthur" jawab celia
"Sudah kuduga, aku pasti akan mengalahkannya. Tunggu saja kau, arthur" ucap kyle dengan nada semangat dan percaya diri
"Finalnya satu minggu lagi, selama itu kau harus beristirahat dan mempersiapkan diri" ujar celia
"Ya, untuk sekarang aku ingin beristirahat dulu" ucap kyle
"Oh iya, sekarang kau jadi terkenal di akademi karna bisa sampai ke final. Padahal dulu kau selalu di remehkan" seru celia dengan perasaan senang
"Oh begitu, mungkin akan merepotkan" gumam kyle
"Aku sudah bawa kan obat dan makanan" ucap celia sambil tersenyum
"Terima kasih, celia" ujar kyle
Malam harinya, kyle baru bisa pulang ke rumahnya. Saat ia masuk ke rumah, tiba tiba ia melihat ibunya dan tiara yang sedang menangis
"Ibu....tiara, kenapa kalian menangis?" tanya kyle dengan perasaan khawatir
"Kami menangis bahagia karna kamu bisa ke final" ucap ibunya sambil mengusap air matanya
"Tiara bangga dengan kakak" seru tiara sambil mengusap air matanya juga lalu tersenyum