Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasakan.
"Yang mulia!"
Chang-yu berteriak dengan sangat keras.
Kaisar Xen-dong terjatuh di jurang yang curam.
Wuss...
Zlepp..
Pisau kecil menancap di mata menteri Liang-ho.
"Aaaaa!!!" suara teriak menteri Liang-ho.
"Akan kami habisi kalian!" teriak komandan Yan.
Pembunuh bayaran itu sudah kehilangan nyawa, mereka dibunuh oleh jenderal Fu, komandan Yan dan Chang-yu. Kedua mata menteri Liang-ho buta karena serangan, Dia mengira yang melempar pisau itu adalah para pembunuh bayaran suruhannya. Namun yang tidak dia tahu yang melempar pisau itu adalah Chang-yu.
"Cepat kalian kerahkan para prajurit untuk mencari keberadaan yang mulia Kaisar!" perintah Chang-yu.
"Baik yang mulia." jawab komandan Yan.
"Apa yang terjadi dengan yang mulia Kaisar?!" teriak menteri Liang-ho.
"Yang mulia Kaisar terjatuh di jurang para perampok itu mendorongnya ke jurang." jawab Chang-yu.
"Aaaa!!! sakit sakit!!" teriak menteri Liang-ho yang matanya sudah terluka, kemungkinan kedua matanya akan buta selamanya.
"Permainan dimulai, kalian akan merasakan kematian perlahan namun sangat menyiksa." gumam Chang-yu dalam hati yang kemudian meminta jenderal Fu untuk memanggil para prajurit dan orang-orang yang ada di desa Omi.
"Dasar orang-orang brengsek! mereka benar-benar bodoh! berani sekali mereka melukaiku seperti ini!" teriak marah menteri Liang-ho yang kedua matanya sudah terluka. pria itu dibawa ke desa Omi untuk mendapatkan pengobatan.
Sedangkan komandan Yan dan para prajurit juga beberapa warga desa Omi mencari keberadaan Kaisar Xen-dong yang terjatuh di jurang tanpa dasar. Sudah beberapa hari komandan Yan mencari keberadaan sang Kaisar, namun beberapa hari itu mereka tidak mendapatkan hasil sama sekali hingga hari kelima komandan Yan menemukan tubuh kaisar Xen-dong yang kondisinya benar-benar sangat memprihatinkan. Tubuh sang Kaisar dibawa ke balai pengobatan desa Omi, karena kondisinya yang sangat memprihatinkan akhirnya Chang-yu memutuskan untuk membawa sang Kaisar kembali ke istana.
Kabar mengenai Kaisar Xen-dong yang terluka akibat diserang oleh para penjahat tersebar di kerajaan, begitu pula dengan kondisi menteri Liang-ho yang kedua matanya sudah buta, pisau yang dilempar oleh Chang-yu diberi racun yang sangat mematikan.
"Bagaimana kondisi suamiku, tabib?" tanya istri menteri Liang-ho.
"Maaf nyonya, Saya tidak bisa mengatakan apapun, racun yang mengenai mata menteri sangat aneh. Saya tidak bisa mendapatkan penawarnya." jawab tabib.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah kondisi sang Kaisar, pria itu terjatuh di kedalaman yang sangat berbahaya, kedua kakinya dan kedua tangannya patah. Mulutnya tidak bisa berbicara, lidahnya hancur dan sebagian tubuhnya lumpuh karena bebatuan yang terjatuh di tubuhnya.
Kaisar Xen-dong hanya bisa mendengarkan suara orang-orang yang ada di sekitarnya, tanpa bisa berkata dan bergerak sama sekali.
"Kelihatannya dunia ini benar-benar sangat sempit, Yang mulia. Lihatlah kamu jadi seperti ini." ucap pelan Chang-yu ketika melihat kondisi suaminya yang seperti boneka.
Kaisar Xen-dong hanya bisa menatap istrinya dalam hati, dia berteriak tidak terima, seharusnya yang mengalami kondisi seperti itu adalah Chang-yu. Namun nyatanya sekarang dia lah yang menjadi makhluk yang tak berdaya.
"Ada apa yang mulia? apakah kamu bisa merasakan rasa sakit ini?" tanya Chang-yu.
Kaisar Xen-dong hanya bisa terdiam. "Kamu kira aku tidak tahu dengan semua rencanamu itu? Kamu kira aku ini wanita bodoh? aku tahu orang-orang yang kamu persiapkan untuk membunuhku itu, para pembunuh bayaran yang sudah menungguku di tebing." bisik Chang-yu.
Deg..
Raut wajah Kaisar Xen-dong langsung memucat, dia menatap Chang-yu seolah tatapan mata itu penuh dengan kemarahan.
"Jadi dia tahu rencanaku? Dia membuatku jadi seperti ini?" gumam sang Kaisar dalam hati. dia nampak sangat terkejut, namun nasib sudah menjadi bubur Karena sekarang dia hanya pria lumpuh yang tidak bisa apapun.
"Bagaimana rasanya suamiku? bagaimana rasanya menjadi makhluk yang tidak berguna? kamu ingin membunuhku tapi kamu tidak tahu bahwa semua rencanamu sudah aku ketahui." bisik Chang-yu kembali.
*Kediaman menteri Wang Ji-bai*
"Bagaimana ini kak?" tanya menteri Ji-xan.
"Ternyata rencana kita tidak berjalan seperti yang kita harapkan, yang mulia Kaisar terbaring seperti makhluk tak berdaya, sedangkan menteri Liang-ho kedua matanya buta dan dia tiba-tiba mengalami gangguan jiwa." ucap menteri Wang Ji-bai.
"Para pembunuh bayaran itu benar-benar sangat bodoh, kita memerintahkan untuk menghabisi Ratu namun malah mereka mencelakai Kaisar dan menteri Liang-ho." kesal menteri Ji-xan.
"Sekarang ini Kaisar tidak berguna sama sekali, dia tidak akan bisa melakukan rencana kita." jawab menteri Wang Ji-bai.
"Sebenarnya apa yang terjadi di desa Omi? para pembunuh bayaran sudah dihabisi dan menteri Liang-ho sekarang jadi gila, pasti ada sesuatu yang terjadi di sana. Rencana kita benar-benar hancur berantakan." ucap menteri Ji-xan.
"Kamu benar sekali, tapi kita tidak akan diam begitu saja. Akan ku pastikan kalau semuanya berjalan seperti rencana saat ini, Kaisar sudah tidak berdaya dia seperti sampah yang tidak berguna sama sekali. Jadi kita harus membuat rencana yang lain." ucap menteri Wang Ji-bai.
"Benar sekali menteri, ini namanya kita berada di jalan buntu, kita biasanya mengandalkan Kaisar untuk melakukan semua rencana kita. Sekarang Kaisar seperti mayat hidup, dia tidak bisa melakukan apapun, sekarang kekuasaan mutlak ada di tangan yang mulia Ratu." sahut salah satu menteri sayap kiri.
Mereka semuanya nampak terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, semua rencana mereka seperti terbalik.
"Heh..," suara helaan nafas menteri Ji-xan.
"Bagaimana jika sesuatu yang terjadi kepada kaisar dan menteri Liang-ho ada hubungannya dengan yang mulia Ratu?" tanya menteri Cae-bong.
"Itu mungkin saja, tapi yang jelas wanita itu tidak akan tahu dengan rencana kita, andaikata dia mengetahui rencana kita pasti dia sudah bertindak terlebih dahulu. Buktinya dia sudah masuk ke dalam jebakan kita, tapi sayangnya para pemburu bayaran itu benar-benar sangat bodoh. Seharusnya yang mereka celakai itu si ratu bodoh bukan Kaisar juga menteri Liang-ho." jawab menteri Ji-xan.
Suasana yang ada di rumah menteri Wang Ji-bai nampak sangat memanas, para menteri sayap kiri terus memikirkan kebenaran mengenai kejadian yang terjadi di desa Omi. Para menteri mengatakan mengenai kecurigaan mereka masing-masing, bertanya mengenai bagaimana jika dalam dari jatuhnya Kaisar dan sakitnya menteri Liang-ho adalah ratu.
Namun jika dipikir menteri Wang Ji-bai terus mengatakan tidak mungkin, dia masih menganggap Chang-yu tidak sepandai itu hingga dia bisa mengetahui semua rencana mereka. Namun berbeda dengan kondisi yang ada di istana, Chang-yu mengasingkan Kaisar di salah satu paviliun. selir Xima yang selalu berteriak meminta perhatian itu dia juga tidak mau merawat sang kaisar yang kondisinya seperti mayat hidup.
"Bagaimana jika yang mulia Kaisar meninggal dunia, selir?" tanya Yi-tan.
Selir Xima tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, jika benar Kaisar Xen-dong akan mati maka semua selir akan diusir dari istana. tidak ada satu wanita pun yang melahirkan, semua selir Kaisar tidak memiliki keturunan sama sekali.
*bersambung*