Indonesia
NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Kemerdekaan di Bawah Langit Jogja

Suasana sore di kediaman Ibu Sandra terasa begitu hangat. Angin sepoi-sepoi yang berembus dari arah persawahan membawa aroma masakan sup ayam kampung yang gurih dari arah dapur. Di teras depan rumah yang asri, Arunika sedang duduk santai di kursi rotan, ditemani oleh Anggita yang telaten mengupas buah jeruk untuknya. Kandungan Arunika kini sudah mulai memasuki usia tiga bulan lebih. Di bawah perawatan penuh kasih sayang dan bimbingan keagamaan yang tulus dari keluarga sepersusuannya, gurat lelah dan pucat di wajahnya kini telah digantikan oleh pesona seorang calon ibu yang sangat anggun dan bercahaya di balik hijabnya.

"Mbak Nika, lihat siapa yang datang!" seru Mas Anggoro dari arah pagar halaman depan dengan suara baritonnya yang lantang.

Arunika dan Anggita serentak menoleh ke arah halaman. Dari balik pintu sebuah mobil taksi online yang baru saja berhenti di depan pagar, muncul sosok yang sangat mereka kenal. Mengenakan kacamata hitam, setelan celana jins kasual, dan senyum lebar yang sangat cerah, Dinda melangkah masuk ke halaman rumah sambil melambaikan tangan dengan penuh semangat.

"Nikaaa!" jerit Dinda, langsung berlari kecil melintasi halaman rumput dan memeluk tubuh sahabatnya itu dengan sangat erat. Dinda mengabaikan rasa lelahnya setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta ke Yogyakarta sore itu.

"Dinda? Masyaallah, kamu kok tidak bilang-bilang kalau mau ke Jogja?" tanya Arunika terkejut sekaligus sangat bahagia, membalas pelukan hangat sahabat dekatnya itu dengan mata yang berbinar.

"Kalau bilang-bilang, namanya bukan kejutan, dong!" Dinda melepaskan pelukannya sambil tertawa renyah, lalu menepuk tas jinjing kulit yang dibawanya dengan ekspresi penuh kemenangan. "Aku ke sini bukan cuma mau liburan atau menengok keponakanku, Nika. Aku membawa sesuatu yang paling kamu tunggu-tunggu dari Jakarta. Sesuatu yang telah dibayar tunai dengan air mata pengorbanan kamu selama empat tahun ini."

Dinda membuka tasnya dengan perlahan, lalu mengeluarkan sebuah map dokumen resmi berlambang Garuda dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dengan kedua tangannya, dia menyerahkan berkas tebal itu kepada Arunika bagaikan sebuah piala kehormatan tertinggi atas sebuah perjuangan.

"Selamat, Arunika Wiranata. Per hari ini, kamu resmi menjadi wanita bebas. Surat keputusan ceraimu sudah resmi dikeluarkan Pengadilan Agama," ucap Dinda dengan mata yang mendadak berkaca-kaca karena haru.

Jemari Arunika bergetar pelan saat menerima map tersebut. Dia membuka lembaran kertas di dalamnya, membaca baris demi baris keputusan majelis hakim yang menyatakan secara sah bahwa pernikahannya dengan Saka telah putus total karena perceraian. Tidak ada penyesalan, tidak ada rasa sedih yang tersisa di hatinya. Yang ada hanyalah rasa lega yang luar biasa besarnya, seolah-olah seluruh rantai besi tak kasat mata yang selama empat tahun mengikat kaki dan harga dirinya dalam pernikahan yang berdasarkan syarat dan wasiat itu runtuh seketika hari ini.

"Terima kasih banyak, Din. Tanpa bantuan dan ketulusanmu, aku tidak tahu bagaimana caraku bisa melangkah sejauh ini," bisik Arunika tulus, mendekap surat cerai resmi itu di dadanya dengan mata berkaca-kaca. Dinda tersenyum hangat, menggenggam jemari sahabatnya. Bagi mereka berdua, ikatan persahabatan ini telah teruji oleh badai, dan mereka siap saling menjaga di titik terendah masing-masing.

Ibu Sandra yang baru saja keluar dari dalam rumah mengenakan hijab panjangnya sambil membawa nampan berisi wedang ronde hangat langsung tersenyum lebar mendengar kabar bahagia tersebut. "Alhamdulillah ya Allah, Gusti... Akhirnya anakku sudah lepas dari penderitaannya secara sah. Malam ini kita harus buat syukuran kecil-kecilan di rumah kita sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah!"

"Betul, Bu! Aku sudah membelikan gudeg terkenal tadi di dekat bandara untuk makan malam bersama kita," sahut Dinda penuh semangat, mencairkan suasana haru menjadi penuh tawa riang.

Sambil menikmati wedang ronde hangat di teras depan, Dinda mulai menceritakan detail laporan pandangan matanya mengenai situasi di Jakarta dengan gaya bicaranya yang ekspresif dan bersemangat.

"Kamu harus lihat bagaimana hancurnya wajah Saka di ruang sidang hari itu, Nika," cerita Dinda, membuat Anggita dan Mas Anggoro yang ikut mendengarkan tersenyum puas. "Pengacaramu bilang, saat hakim mengetok palu, Saka langsung lemas di kursinya seperti orang yang kehilangan nyawa. Egonya hancur total karena semua bukti perselingkuhannya dibongkar di depan umum tanpa sisa. Dan yang paling memuaskan, setelah sidang selesai, Ibu Lina langsung mengamuk karena menyadari benteng pernikahan yang mereka gunakan sebagai tameng warisan telah runtuh. Mereka benar-benar frustrasi sekarang."

Arunika hanya mendengarkan cerita Dinda sambil menyesap minuman hangatnya dengan tenang. Dia tidak peduli lagi dengan kepanikan atau ketakutan yang dialami Saka di Jakarta mengenai wasiat papanya. Baginya, babak kehidupan kelam dengan pria itu sudah ditutup rapat-rapat tanpa ada niat untuk menoleh ke belakang lagi. Arunika akan melangkah ke depan bersama anaknya, menjemput masa depan mereka tanpa perlu kehadiran orang-orang yang menyakitinya.

Dalam diamnya, sambil mendengarkan cerita Dinda, Arunika teringat dengan sosok Kakek Agung. Dari semua keluarga Daniswara setelah papa mertuanya, Kakek Agung satu-satunya orang yang sering memberikan perhatian padanya. Orang yang mengajaknya bicara setiap ada acara keluarga. Namun Arunika kecewa dengan keputusan Kakek Agung yang memberikan restu pada Saka untuk poligami, tanpa bertanya bagaimana pendapatnya.

Meskipun begitu, Arunika tidak bisa marah pada Kakek Agung. Pria tua itu dibohongi Saka dan Lina, ibu mertuanya. Arunika mendengar sendiri saat Saka mengatakan dirinya yang tidak bisa hamil dan menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya, bahwa Saka yang tidak ingin Arunika hamil anaknya. Saka hanya menginginkan anak dari Valerie. Hal ini juga yang membuat Arunika semakin kuat untuk merahasiakan keberadaan anaknya dari keluarga Daniswara, khususnya pada Saka dan Lina.

"Biarkan Jakarta mengurus kekacauannya sendiri, Din," ucap Arunika tenang, matanya menatap ke depan. Di dalam kamarnya, tas kuliah barunya tergeletak rapi, siap untuk menemani Arunika menjalankan aktivitas sebagai mahasiswi S2. "Besok pagi adalah hari pertamaku mengikuti orientasi pascasarjana S2 di kampus UGM. Fokusku sekarang hanya kuliah, membangun masa depan yang cerdas, dan menjaga kesehatan anak di dalam rahimku ini."

Mas Anggoro berdiri dari duduknya, menepuk dadanya dengan bangga sambil tersenyum lebar. "Tenang saja, Dinda. Besok pagi-pagi sekali, aku yang akan mengawal dan mengantar Mbak Nika ke kampus UGM sebagai sopir pribadinya. Tidak akan ada yang berani mengganggu mahasiswi baru kita ini di Jogja."

Tawa riang langsung pecah di teras rumah Ibu Sandra yang asri itu. "Aku ikut, Mas Anggoro," sahut Dinda. "Mungkin saja aku bertemu mas-mas Jawa yang menjadi jodohku di sana."

"Mas Anggoro juga mas-mas Jawa lho, Mbak Dinda." Bibi Sumi yang baru datang sambil membawakan cemilan yang baru saja dia buat menimpali.

Tawa riang kembali pecah. Wajah Mas Anggoro memerah sementara Dinda memperhatikan Arunika yang sudah bisa tertawa lepas. "Aku senang bisa melihat kamu kembali tertawa seperti ini, Nika," batin Dinda.

Malam itu, setelah mereka makan malam bersama untuk merayakan kemerdekaan Arunika dari Saka, di bawah langit Yogyakarta yang damai dan diselimuti doa-doa tulus dari Ibu Sandra, Arunika tidur dengan senyuman yang paling tulus dalam hidupnya. Surat cerai resmi di atas meja kerjanya menjadi bukti otentik bahwa langkah sunyinya telah berhasil membawanya menuju kemerdekaan yang sesungguhnya. Dia siap menyambut hari esok sebagai mahasiswi pascasarjana UGM sekaligus calon ibu tunggal yang mandiri dan terhormat, meninggalkan Saka di Jakarta yang kini sedang berjalan mendekati gerbang kehancuran totalnya tanpa pernah menyadari rahasia besar yang menantinya.

1
Muft Smoker
percuma saka ,, arunika udh b aj ma km ,, 🥱🥱😒😒
Aidil Kenzie Zie
Saka mau cari Arunika untuk minta maaf 🤔🤔🤔 yang benar aja 🤭🤭
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Cari aja smp k lubang semut,biar prshaan bngkrut trs dia d tndang sklian...wktu slingkuh sm mak lampir,otaknya ga d pke sma skli...glirn udh kcau,bru mkir....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Ubek2 aja 1 kota smp puyeng....
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
Tini Uje
g seru ih..dah ketauan aja dimna arunika
Bunaya: Tenang kak, author tidak akan semudah itu membuat Saka menemukan Arunika. Tunggu, akan ada kejutan di Bab berikutnya 🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Slmt mnkmti khncuran saka....
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuut kak ,,

senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
Muft Smoker
kebenaran akhirnya trungkap yx ,,
Aidil Kenzie Zie
apa Mahendra tau kalo Saga bukan pewaris asli
Noey Aprilia
Syukurlh kl nika d klilingi orng2 baik...
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Noey Aprilia
Brdo'a sja smga msih bs ktmu sm arunika untk mnta maaf,trnyta kakek agung sm pngecutnya ky saka....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Trnyta saka bkn ank kndungnya pa radit....smuanya msuk akal kl gt...tp mreka yg ga tau malu,pst ttp ngarep haknya arunika.....🙄🙄🙄
Ais
mampus smoga kamu strok lina dan siapa hendrawan ini apakah orang setara raditya atau malah dibwh raditya kedudukannya?
Tini Uje
nah kan benerr sakaratul anak haremmm 😂
Tini Uje
jgn2 saka anak haram lagi 😄..
Noey Aprilia
Mngkin saka sbnrnya bkn ank pa radit,jd wjar aja kl wrisan ga jtuh k tngn dia mskpn ank laki2.....🤔🤔🤔
Lucy
Bom atom nya,apakah saka bukan ank Raditya 😃😃😃ank selingkuhan lina🤭makanya warisan jatuh pada Arunika😃
Lanjut thor👍👍
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
lanjut Thor🙏
Rohmi Yatun
hadir Thor.. menarik ni kayaknya ceritanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!