Indonesia
NovelToon NovelToon
Warisan Sugar Daddy

Warisan Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ismi Kawai

Aku terkurung dalam siksaan seseorang yang tak pernah memahami arti mencintai. Merelakan raga menjadi landasan amukan hingga jiwa pun terhempas tanpa identitas.

Aku mencintai pria yang telah beristri. Rasa yang begitu kuat tanpa bisa aku kendalikan, tetapi pada akhirnya logika yang harus berbicara. Tak ada cinta yang sanggup menyakiti hati sesama wanita.

Lelaki langit itu mengangkatku dan menghadiahi banyak cinta, hingga sekali dalam hidup aku merasa begitu berharga.

Semua tak sama saat raga kami terpisah. Tetapi hati terus menulis jejak namanya yang akan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Malapetaka

Vania tersenyum sambil mematut diri di depan cermin. Tingkahnya yang seperti seorang remaja yang baru mengenal cinta, membuatnya malu sendiri. Ah, tidak! Cintanya yang sekarang sangat berbeda. Jelas ini bukan cinta pertamanya, tapi dia tak keberatan jika harus menjadi cinta terakhirnya.

Malam ini akan menjadi malam terindah baginya dan Johan. Setelah sekian lama, pria yang diseganinya itu akhirnya mau membukakan hati sepenuhnya untuk Vania.

Sepatu hak tingginya berkelotak di lantai lobi sebuah hotel bintang lima. Semua mata tertuju padanya. Kecantikannya tampak semakin berkilau. Tentu saja, Vania sadar akan kecantikannya dan dia tahu bagaimana memanfaatkannya selama ini untuk membuat hidupnya menjadi lebih nyaman. Tapi kali ini, dia akan berhenti. Dia sudah menemukan seseorang yang tulus mencintai seluruh dirinya, bukan hanya tentang fisik.

Suite room nomor 23, Vania mengetuk pintu. Johan membuka pintu dan menyambutnya dengan senyum lebar. "Kau sudah datang?"

"Daddy! Bagaimana bisa aku membiarkan kau menunggu terlalu lama." Vania berputar memamerkan gaun yang dikenakannya, hadiah dari Johan yang sengaja diberikan padanya sehari sebelum kencan mereka. "Kau punya selera yang sangat bagus. Lihat, bajunya cocok sekali untukku!"

"Mataku selalu jeli akan hal-hal yang bagus dan cantik." Tatapan Johan menembus hati Vania, membuat pipinya bersemu. Sudah puluhan kali Vania mendapatkan tatapan serupa dari para pria di dekatnya, tapi tak ada yang mampu membuatnya tersipu seperti Johan.

"Aku membawakan sesuatu untukmu," Vania mengeluarkan sebotol anggur dari tas yang dibawanya. "Untuk merayakan malam pertama kita!"

"Kau memang sempurna, Manis!" Johan mengecup pipi Vania. "Terima kasih." Dia menerima botol anggur dari Vania dan menaruhnya di meja.

Kamar hotel yang disewa Johan tampak luar biasa bagi Vania. Bukan karena lampu kandelirnya atau bahkan bukan pula ranjang empuk yang seperti sengaja ditata sedemikian rupa agar memancing gairah siapa saja yang melihatnya. Bukan itu semua! Kamar itu menjadi luar biasa karena Johan ada di sana.

Vania melangkah pelan mendekati jendela besar yang menyajikan pemandangan spektakuler lampu-lampu kota. Dia sudah sering melihat pemandangan semacam itu, tapi lagi-lagi, keberadaan Johan yang memeluknya hangat dari belakang membuatnya segalanya bagai pengalaman yang baru. "Ini semua bagai mimpi, Daddy," ujar Vania lirih.

Johan merapatkan dekapannya, menghirup aroma manis dan lembut dari parfum yang dipakai Vania. Untuk sesaat mereka diam menikmati jeda kesunyian hanya agar lebih dapat saling merasakan kehangatan tubuh masing-masing. Vania menyenderkan tubuhnya pada dada bidang Johan, mereguk sebanyak-banyaknya kenyamanan di sana.

Tok-tok! "Room service!" sahut sebuah suara dari balik pintu.

"Aha, makan malam kita sudah datang." Johan memaksakan diri untuk melepaskan pelukannya dan meraih gagang pintu.

Tak lama, dua orang pelayan dengan seragam putih dasi kupu-kupu masuk ke dalam kamar. Masing-masing sambil mendorong sebuah kereta makanan dengan taplak putih besar menjuntai. Aneka makanan-minuman serta penutup mulut tertata apik di atasnya.

"Oh, Daddy, apa kita akan menghabiskan semuanya?" Vania tercengang melihat chocolate fountain di salah satu meja. Diraihnya sepotong stroberi di sana dan dengan semangat dicelupkannya ke aliran coklat. Dia tak sabar ingin mencicipi. Rasanya manis, semanis perasaannya saat itu.

"Tentu saja, Cantik, ambil semua yang kau suka." Johan tersenyum, merasa bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil menyenangkan kekasihnya.

"Silakan dinikmati hidangannya. Kami akan meninggalkan keretanya di sini. Anda dapat menghubungi layanan kamar kapan saja dan kami akan datang kembali untuk membereskan sisanya," kata salah seorang pelayan sebelum undur diri.

"Silakan, Sayang!" Johan menarik kursi meja makan untuk Vania. Dia membuka tutup botol anggur yang dibawakan Vania dan menuangkannya ke gelas tinggi. Satu diberikan pada Vania, satunya lagi untuk dirinya sendiri.

"Terimakasih, Sayang." Vania menerima gelas anggurnya dengan bahagia.

"Untuk malam pertama kita dan untuk kekasihku yang cantik." Johan mengangkat gelasnya untuk bersulang lalu menyesap sedikit anggur.

Saat Vania akan menegak anggurnya, ponselnya bergetar. Dia meletakkan kembali gelas yang isinya masih utuh untuk mengecek siapa yang menelpon. Wajahnya memucat begitu muncul satu nama di layar ponselnya. Barli!

"Semua baik-baik saja, Sayang?" tanya Johan sedikit khawatir.

"Eh, i-iya, tak ada yang penting." Vania mengabaikan panggilan telpon dari Barli. Dia tak mau mengacaukan perasaan Johan karena tahu anaknya menelpon di tengah kencan mereka.

Lalu, sebuah pesan masuk. [Aku tahu kau tidak akan mengangkat telponnya. Temui aku sekarang! Aku ada di lobi hotel tempat kau dan papaku bersenang-senang saat ini. Kau yang turun atau aku yang ke sana. Suite room nomor 23, bukan?]

Saking terkejutnya, Vania berdiri tiba-tiba hingga menumpahkan gelas anggurnya sendiri. "Oh, ma-maafkan aku."

"Kau yakin tidak apa-apa?" Johan memandangnya curiga. Ada sesuatu yang disembunyikan Vania.

Vania tersenyum gugup. "Maaf, Daddy. Aku baru ingat ada sesuatu yang harus kubeli di minimarket. Maukah kau menungguku sebentar sementara aku turun ke bawah?"

"Apa harus sekarang? Di saat seperti ini?" Johan melenguh kecewa. "Baiklah, aku akan menemanimu."

"Ja-jangan!" Vania buru-buru menghentikan Johan. "Kau akan merusak kejutannya, Sayang." Dia mengedipkan mata.

"Ow, Sayangku, kau sudah cukup banyak memberiku kejutan menyenangkan malam ini. Kumohon jangan pergi." Johan meremas tangan Vania.

"Se-sebentar saja, Daddy. Oke? Percaya lah padaku. Jangan kemana-mana, tunggu aku!" Vania mengecup bibir Johan sekilas lalu bergegas pergi.

***

"Barli, aku bisa menjelaskan semuanya." Vania berkata segera setelah bertemu Barli.

Barli mengacak-acak rambutnya sendiri frustasi. "Dasar kau wanita murahan! Tak cukup kau tidur denganku, sekarang kau meniduri pria lain? Oh, Tuhan! Andai dia pria lain dan bukannya ayahku! Pria itu ayahku, Vania! Usianya hampir dua kali usiamu. Gila kamu, ya!"

"Hubungan kita sudah berakhir. Bukan urusanmu dengan siapa aku berhubungan." Vania memegangi lengan Barli, mencoba menenangkannya.

"Apa lagi yang kau incar, hah? Jabatan? Perusahaan? Kau memang perempuan paling licik yang pernah kukenal. Aku menyesal bertemu denganmu. Cih!" Barli menyentakkan tangan Vania kasar kemudian berbalik pergi dengan kemarahan meluap-luap.

"Barli! Bukan maksudku untuk ..." Vania menghentikan ucapannya sendiri. Apa yang mau dijelaskan pada Barli? Pria itu tidak akan percaya kalau Vania berkata dia benar-benar jatuh cinta pada Johan. Ya, wanita seperti dirinya, hanya akan mendapatkan olok-olok jika bicara tentang cinta.

Vania pasrah, pada akhirnya nanti pun Barli akan tahu betapa serius perasaannya pada Johan. Dengan langkah gontai dia berjalan kembali menuju kamarnya.

"Selamat malam!" seorang pria menyapanya dari arah yang berlawanan. Wajahnya yang ditutupi kacamata hitam dan masker, membuatnya sedikit curiga. Rasanya dia pernah melihatnya di suatu tempat, tapi entah lah, mungkin hanya perasaannya saja.

Vania membalas sapaan itu dengan anggukan kecil. Mendadak hatinya merasa tidak tenang. Ini pasti gara-gara Barli, pikirnya. Dari mana dia tahu bahwa Vania berada di sini bersama Johan? Apa dia selama ini memata-matainya? Bulu kuduk Vania meremang membayangkan berbagai kemungkinan.

Cukup! Apa yang akan terjadi nanti biarlah terjadi. Malam ini dia hanya ingin menikmati kebahagiaan bersama Johan.

Sambil bersenandung kecil, Vania melangkah menuju kamarnya. Dia terkejut melihat pintu kamar sudah terbuka lebar. "Daddy? Kenapa kau membiarkan pintunya terbuka?"

Hening, tak ada jawaban dan ketika matanya menumbuk lantai, jantung Vania nyaris berhenti. Di sana, di lantai kamar hotel yang dingin tergeletak tubuh Johan.

1
Dian Laia
wah
Ayesha Almira
semoga ailen selamat,kasian Vania Bru menghirup udara bebas hrs kehilngan alien.dia berjuang buat alieuln.beri keajaiban bt alien..
Ismi Kawai
semoga ya kak
Ayesha Almira
barli katakn sejujurnya,Vania ta bersalah.kasian ailen
Widya
semoga saja kamu bisa mengatakan di persidangan barli
Ayesha Almira
liana bnr2 keterlaluan,d budakn sm c revan.kasian vania
Ayesha Almira
Avan kn pelakunya
Ayesha Almira
makin seru,semoga cepat terungkap..Vania bebas dari tuduhan
Ismi Kawai: aamiin, semoga ya kak
total 1 replies
Nining Shuma
😭😭
Nining Shuma
Hai kak aku mmpir
Ismi Kawai: mksh kk sayang... ❤
total 1 replies
Widya
lanjuuutt
Ismi Kawai: bsk ya kak... ❤
total 1 replies
Irma Purwanti
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong😄👍💪
Ismi Kawai: mksh kak untuk semangatnya, sayangnya aku lg garap 3 novel, jd gak bisa crazy up... yg ada aku udah crazy duluan. 🙈
total 1 replies
Ayesha Almira
semoga Vania CPT bebas
Ismi Kawai: aamiin kak
total 1 replies
Irma Purwanti
Aku baru baca dan ga berasa udah sampe bab paling baru. Ditunggu bab selanjutnya, ya!
Ismi Kawai: mksh kak sudah mampir, nanti sore ya...
total 1 replies
Ayesha Almira
kyknya pelakunya orang yg bertemu dengan Vania ,sosok misterius
Ismi Kawai: bisa jadiii
total 1 replies
Ayesha Almira
masing bingung ma jalan ceritanya,tp seru.d tunggu kelanjutanya..
Ismi Kawai: siap kak, pantengin trs ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!