Xiana Soreen gadis berlian korban perceraian kedua orang tua nya dan ke egois orang tuanya.Dirawat oleh sang nenek sejak kecil hingga kecelakaan merenggut sang nenek .
Para sahabat serta paman dan bibi nya dari anak teman sang kakek dan nenek menjadi dukungan untuk Xiana . Bertemu sang cowok merupakan masa lalu dan masa kecil di sekolah SMA yang sama. Ada satu rahasia yang di simpan oleh cowok itu hingga pertemuan kembali dengan kedua orang tua kandung menjadi kekecewaan yang amat pedih mengakibatkan Xiana harus menyerahkan jantung nya untuk cowok itu .
Simak yuk ceritanya apakah Xiana mengetahui rahasia si cowok dan kenapa Xiana bisa menyerahkan jantung ke cowok itu apakah hubungan diri nya dengan kedua orang tua bisa membaik .Saat mau endingnya bawang bawang bertebaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delapuspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.
Seisi sekolah pada heboh saat mendengar info bahwa ketua OSIS mereka akan mengadakan pesta perayaan besar besaran untuk merayakan ulang tahun Mahesa.
Para siswi pada berebutan untuk mendapatkan undangan dari sang ketua OSIS.Bahkan kehebohan ini telah sampai ke telinga kelas 10 bukan itu saja Bahkan pesta akan di undang satu sekolah tanpa kecuali.
''Ya kalian udah dengar kehebohan akhir akhir ini ?''memasukan kacang ke mulut nya .
''Iya sudah, astaga gue gak sabar menunggu undangan yang akan datang emmm jadi pingin cepat cepat datang ke pesta ulang tahun KK Mahesa ''senyum senyum sendiri.
''Jangan terlalu banyak menghalu neng ''ucap Xiana menepuk pelan pundak Thalia.
''Entar kalau udah jatuh sakit lagi akibat menghalu tinggi tinggi''menyusul Xiana .
''Dasar kampret bukan nya dukung teman nya malah ngejek teman nya ''berdiri sambil menghentakkan kaki nya dan menyusul kedua temannya.
Mahesa memutuskan memberikan tugas terhadap anggota Osis untuk menyebarkan undangan karena tidak mungkin dia yang menyebarkan sendiri.
Masing masing setiap anggota menyebarkan undangan perkelas hingga satu sekolah.Untung nya bukan dia yang menyebarkan undangan sebab para anggota nya saja sungguh Kewalahan menghadapi siswi siswi yang berebut undangan tersebut.
''Gila gaes apa gue mimpi yak , ''mencubit pipi dan terasa sakit ''aukh ..sakit berati gue gak mimpi karena sebentar lagi gue bakalan ketemu camer dong ''senang kegirangan.
''Camer ?''Xiana dan Clara menaikkan kedua alis mereka.
sontak saja Athalia pun terkejut dengan pernyataan dari kedua temannya.
''Masak Lo pada gak tahu kepanjangan dari camer sih ''dengan kompak Xiana dan Clara menggelengkan kepalanya.
''Aduh gini nih ...gini nih kalau berteman pada orang polos ''menepuk jidat nya .
Kedua temannya pun memutar bola mata mereka dengan malas karena ada aja istilah yang mereka dengar dari Athalia yang tidak tahu artinya.
''Tinggal kasih tahu apa susah nya sih ''geram Xiana .
''iya harus banget Lo pake istilah kayak gitu segala, cepat kasih tahu arti nya apaan ''Clara pun ikutan geram di buat Thalia.
''Iya ..iya gitu aja pada sewot ''cemberut nya bahkan muncung udah maju beberapa centi .''Camer itu artinya calon mertua ''jawab Athalia dengan ketus.
Xiana dan Clara hanya beroh ria .''Loh kok cuman oh doang sih , dah lah mending kita nanti plg sekolah belanja baju buat ke pesta KK Mahesa ''ajak Thalia.
''Ide bagus tuh , na Lo ikut kan sekalian kita jalan jalan udah lama juga gak belanja bareng ''Clara mengajak Xiana .
Xiana hanya diam saja dia berpikir alasan apa yang dia buat untuk menolak ajakan kedua sahabatnya.Karena dia tahu betul kalau sudah ikut mereka berlanja otomatis dia tidak bayar belanjaan namun kedua sahabatnya yang ada bayar belanjaan.
Clara dan Athalia yang seakan tahu apa yang sedang dipikirkan sahabat nya itu segera membuka suara .
''Na kalau soal itu Lo gak usah khawatir ada kartu kredit bokap gue kok jadi aman ya kan Clara ''menyenggol siku Clara .
''Iya na Lo gak usah merasa sungkan kami kan sahabat Lo dari SD ya ...ya ..ya mau iya ikut ''Clara dan Athalia memasang wajah imut mereka agar Xiana mau ikut .
Xiana yang merasa gemas dengan tingkah imut kedua sahabatnya pun merasa gak tega untuk menolak kedua sahabatnya itu .
''Iya sudah gue mau ''mereka pun berpelukan.