Indonesia
NovelToon NovelToon
CASANOVA

CASANOVA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dunia Lain / Fantasi Isekai / Game
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arim

Tomohiro Sasaki, pria usia 25 tahun, terjebak dalam game "World Mafia and Slavery Online" (WMSO). Di dunia virtual ini, ia menjadi Mafia terkuat dengan Slavery langka yang memerlukan pengeluaran besar. Namun, Sasaki sadar bahwa ini bukan sekadar masalah tidak bisa log out; ia berada dalam dunia lain. Keanehan semakin meningkat ketika NPC-nya mulai bersikap seperti manusia hidup. Meskipun demikian, sebagai Mafia terkuat, Sasaki bertekad menguasai dunia lain dan mencari tahu penyebab dirinya berpindah ke dunia lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Menuju Rencana Otoritas Yang Memengaruhi

[Markas Casanova - Lantai Utama]

10 Komandan Casanova membungkuk hormat di hadapan tuannya. Sasaki duduk di singgasana dengan nuansa emas dan kemewahan. Ia mengenakan pakaian favoritnya, yaitu tuxedo putih dengan mantel bulu serigala.

"Aku mengumpulkan kalian untuk berdiskusi mengenai kesuksesan awal Casanova. Di antara kalian yang ikut terlibat denganku, apa bisa mengungkapkan kunci kesuksesan ini?" Sasaki bertanya dengan tegas kepada Slavery yang mengikutinya.

Rein Vamos De Lante mengangkat kepala dan melihat sosok tuannya. "Kunci kesuksesan ini seolah datang begitu saja. Saya beruntung menemukannya, dan Tuan spontan mulai merencanakan sebuah skema. Putri Jilla adalah kunci kesuksesannya!" jawabnya.

"Luar biasa, Rein!" Pujian dari tuannya membuat Rein Vamos De Lante kembali membungkuk hormat dan berkata, "Saya tidak pantas menerima pujian dari Anda karena apa yang saya dapatkan hanya keberuntungan belaka." Ia tetap sadar diri karena kunci kesuksesan awal Casanova yang sebenarnya adalah tuannya.

Sasaki mulai berpikir untuk tindakan selanjutnya, tapi sebelum memulai dia ingin mengetahui tentang Hutan Abadi yang telah dieksplorasi. Ini dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan yang jelas tentang Hutan Abadi karena pengetahuan Marte sang Penyihir hanya menjelaskan tata letak dan tingkat bahayanya.

Cako Pejha memberitahu jenis-jenis binatang buas yang berukuran monster memiliki kemiripan dengan jenis hewan di Bumi. Ia mengumpulkan informasi tersebut sambil berburu untuk persediaan makanan yang merupakan tugasnya.

Leobert Messa menunjukkan peta Hutan Abadi secara keseluruhan yang membuat Sasaki berdiri dari singgasana lalu menepuk pundak dan berkata, "Messa, kamu sangat bisa diandalkan!" Ia menunduk dengan ekspresi malu karena tuannya sangat dekat.

Sasaki merasa tidak perlu bersusah payah untuk eksplorasi lanjut Hutan Abadi.

"Masuk akal. Leobert Messa adalah Slavery yang mampu mengendalikan 100 lebih binatang buas. Dia pasti menyebarkan seluruh peliharaannya untuk membuat peta ini!" pikir Sasaki.

"Lainnya, ada sesuatu yang bisa dijadikan informasi penting?" Sasaki masih menginginkan informasi lebih mengenai Hutan Abadi dan Celeora unjuk diri dengan tawa polosnya, "Nyahaha, Tuan, aku membunuh 20 mayat hidup. Apa itu bisa jadi informasi penting?" tanyanya dengan tatapan lebar.

"20 mayat hidup? Rein, apa ada musuh selain kesatria kerajaan?" Sasaki bingung dengan apa yang disampaikan Celeora.

"Awalnya saya menghampiri kesatria kerajaan untuk bertanya tujuan mereka. Tiba-tiba, salah satu dari mereka kehilangan kendali dan spontan, Celeora memakai Kemampuan Penuh Intimidasinya. Alhasil, inti jiwa 20 kesatria kerajaan hancur lebur sehingga mereka bergerak seperti mayat hidup." Rein Vamos De Lante menjelaskan perkataan Celeora.

Sasaki melirik Janista Ve Lante seolah mengetahui apa yang telah dilakukannya. "Janista, apa kamu yang membuat salah satunya kehilangan kendali?" Janista menjawab, "Saya menikmati pertunjukan yang dibuat Celeora."

"Aku tidak paham dengan apa yang dia nikmati!" pikir Sasaki.

Informasi tentang Hutan Abadi sudah sangat jelas. Bahkan, Leobert Messa sudah mengirim pengetahuan Marte sang Penyihir kepada 10 Komandan Casanova sehingga mereka sudah memahami dunia lain ini. Berdasarkan tata letak, Hutan Abadi berada di tengah Benua NID. Peta Hutan Abadi yang dibuat oleh Leobert Messa memperlihatkan Markas Casanova berada di dalam Hutan Abadi. Tingkat bahaya Hutan Abadi dijelaskan dengan kalimat "Semakin dalam maka semakin berbahaya," artinya Markas Casanova tidak mudah dijangkau.

Sasaki sejenak berpikir, "Raja Lysila adalah Mahakuasa Pedang yang merupakan penjaga keseimbangan Benua NID. Kematiannya akan mempengaruhi keseimbangan tersebut. Jadi, apa aku perlu mempublikasikan kematiannya di Kerajaan Lysila? Seharusnya, iya. Karena aku harus menyebarluaskan kekuatan CASANOVA untuk tujuan utama. Namun, tindakan ini akan cepat tersebar dan identitasku akan diketahui banyak orang.

"Tindakan itu juga akan mempersempit pergerakanku, tapi bagaimana jika penguasa Casanova bukan diriku? Rein, dia sangat cocok untuk tindakan ini. Sepertinya, aku sudah menemukan tindakan selanjutnya. Kekuasaan baru di Kerajaan Lysila akan menjadi posisi yang tepat untuk Casanova."

Sementara Rein Vamos De Lante menunjukkan kekuasaan baru di Kerajaan Lysila, diperlukan seseorang untuk menjaga Markas Casanova. Seseorang yang bertindak secara hati-hati dan sesuai data, Sasaki menghampiri JimenaX.

"JimenaX, aku ingin kamu memimpin Markas Casanova!" Sasaki berdiri di depan JimenaX.

"Saya menolak!" ucap JimenaX tanpa melihat tuannya. Sasaki meminta penjelasan dan JimenaX berkata, "Saya tidak memiliki jiwa kepemimpinan seperti Janista Ve Lante dan saya tidak berpikir jauh seperti Rein Vamos De Lante. Apa yang Tuan lihat dari saya?"

"JimenaX, apa kamu meragukan perintahku?" menatap tajam.

Atmosfer berubah sangat mencekam. Janista Ve Lante membuat yang lainnya gemetar dengan tatapan tajam berwarna hitam, sedang bersiap untuk melenyapkan pengkhianat.

JimenaX tetap menolak, tapi dengan alasan yang jelas. "Saya sangat meragukannya, Tuan. Karena saya tidak pantas memimpin Casanova yang Anda bangun dengan jerih payah!"

Janista Ve Lante menyentil dahi JimenaX. Seketika, dia terhempas ke ujung pintu. "Sejak kapan robot punya perasaan?" tanyanya.

JimenaX bangkit dan tetap teguh dengan penolakannya, "Saya memang tidak mempunyai perasaan, tapi 0% untuk saya menjalani tugas ini!"

Sasaki menghela napas dan bertanya, "JimenaX, siapa yang membangun Markas Casanova?" JimenaX menghampiri tuannya lalu membungkuk hormat dan menjawab, "100% Tuan Sasaki!"

Sasaki menepuk pundak JimenaX dan berkata, "Kamu salah! Kita berdua yang membangun Markas Casanova, tapi lebih tepatnya kita semua yang membangun tempat ini. Aku tidak sendirian, aku melakukannya bersama kalian!"

"Sumpah, ini perkataan yang paling memalukan untuk diutarakan!" pikir Sasaki.

JimenaX mengangkat kepala dan berkata, "Maaf, Tuan, saya akan 100% menjalani tugas tersebut!" Mata robotnya bersinar.

"Rein, Neel, Gelix, Messa, dan Pejha. Kalian berlima akan berperan sebagai kekuasaan baru di Kerajaan Lysila. Janista, aku ingin kamu tetap dengan tugas yang sama!" ucap Sasaki.

"Tidak masalah, Tuan. Di sini, saya bisa memantau kinerja JimenaX!" ucap Janista Ve Lante dengan nada sopan.

"Neel, pindahkan kami ke Kerajaan Lysila! Sisanya, jaga Markas Casanova selagi kami pergi!" teriak Sasaki, dan mereka berpindah tempat ke ruang takhta Kerajaan Lysila.

Tiba di sana, mereka disambut oleh Ratu Venila dengan 100 pelayan Slavery di bawah pimpinan Himeko. Tampaknya, tiga hari sudah cukup untuk membangun kembali Kerajaan Lysila tanpa pimpinan Raja. Mengetahui kedatangannya, Sasaki membuat Putri Jilla ingin segera menemuinya.

Ketika tiba di ruang takhta. Dia melompat lalu memeluk erat Sasaki dan berkata, "Selamat datang, Sasaki!"

Putri Killa dan Putri Milla juga tiba di ruang takhta dengan menyambut kedatangan Sasaki.

"Semua sudah ada di sini. Bagus, aku ingin membuat kekuasaan baru di Kerajaan Lysila. Jadi, besok Venila harus mengumumkan kematian Raja Lysila di hadapan rakyat dan mengumumkan Rein Vamos De Lante sebagai pemimpin Casanova!" ucap Sasaki.

"Saya akan melakukan yang terbaik, Tuan. Kalau boleh saya tahu, apa tujuan dari tindakan tersebut?" tanya Ratu Venila.

"Tujuannya agar Casanova memiliki otoritas yang memengaruhi. Aku akan membuat mereka tunduk, menghormati, dan mengagumi Casanova!" ungkap Sasaki.

1
anggita
like👍... vote☝
Sena Fiana
😀😃😄😁
anggita
bunga🌹utk thor
anggita
okey.. 👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!