Seorang pria bernama Aldo Heriawan berusia 35 bujangan dan pengangguran. Dengan switer andalan nya yang tak di ganti 3 hari, dia menuju dapur dan...
---
Dia tengah memasak mie rebus di dapur.
"Ah, aku lapar setelah seharian main game dan membuat alat sihir... "
Aku pun menghidupkan kompor gas untuk merebus air namun tiba-tiba.
Lingkaran sihir muncul di bawah kaki dan bersinar.
"Apa ini?! Klise banget! "
Tiba-tiba saja, Aldo sampai didunia lain.
Yah, Aku sampai didunia lain tapi anehnya Aku yang usia nya 35 tahun malah jadi Bocil!
Lucu nya lagi, orang yang memanggilku malah sepasangan kekasih yang tidak punya anak dan meminta bantuan Wizard untuk melakukan pemanggilan manusia. Alhasil, aku jadi anak mereka. Apa mereka ini akan baik-baik saja jika misalkan bukan aku yang jadi anak nya? Apa yang lain akan Terima atau malah ngamok? Tapi, menurutku ada campur tangan orang lain dan di jamin pemanggilan nya septi. Mungkin, semua orang yang dipanggil, Wibu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radenn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pembentukan pasukan.
Verancis datang menemuiku diruangan ku, sekarang aku sedang mengerjakan beberapa dokumen Kekaisaran. Anggap saja magang sebagai seorang Kaisar untuk ke depan nya. Aku dapat mengatasinya, semua masalah yang ada di tiap surat yang ku baca hanya dalam sekejap.
Mungkin terdengar absurd tapi masalah yang ada di kertas ini semua nya seperti pelajaran anak SD. Aku hanya perlu menjawab nya, setelah itu akan jadi perintah yang di kerjakan. Semua itu memang terdengar gampang, namun kalo aku melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan dijamin Aku akan di cabut hak sebagai Putra Mahkota dan yah juga tunangan untuk Putri Mahkota akan putus dengan ku.
Aku menaruh pena dan bersandar dengan lega.
"Lelah banget! "
Itu adalah kata yang selalu ku keluarkan selama 3 hari ini.
Verancis melihat ku, dia sedang bersujud layaknya Ksatria di hadapan ku.
Aku menopang dagu ku dengan lengan di atas meja, menatap nya Verancis yang serius.
"Jadi kau setuju? "
Dia mengangguk. "Seperti yang anda mau, aku akan datang jika setuju... "
Aku tersenyum puas dengan wajah datar.
"Ah, kau memang penyelamat ku... "
Aku berdiri mendorong kursi ku dan berjalan kearahnya.
"Dengan ini, aku punya alasan untuk tak lagi ngerjain tugas arsip menumpuk ini! "
Aku sudah stress dengan angka dan huruf bertaburan di tiap kertas. Masalah ekonomi, politik bangsawan, pembagian kekuasaan Para Raja dalam perebutan wilayah, Hilirisasi, perang saudara, serta banyak nya kertas quest yang perlu di jawab berdasarkan situasi keadaan Kekaisaran ini. Jika saya jawab sembarangan akan berdampak pada keuangan, sosial bahkan wilayah. Aku bahkan selalu cemas saat memegang pena bulu itu. Takut tetesan tinta yang ku tulis membuat sebuah wilayah hilang atau bahkan terjadi pemberontakan atau lebih parah runtuh nya sistem Kekaisaran.
*Duk!
Aku menangkap tangan nya si Verancis.
"Ngga usah sok formal, ayo pergi ke Barack! "
Verancis kaget. "Apa Tuan tak masalah? Bisa gawat kalo aku memperlakukan putra mahkota dengan tidak hormat merusak pandangan moral nanti nya... "
Aku melangkah mengabaikan ucapannya dengan satu jawaban.
"Disini tak ada yang liat, aku sendirian kerja kau tau... "
Dia mengela nafas keluh. "Malang sekali Tuan! "
Aku mengepalkan tanganku dengan geram. "Lain kali aku akan cari Sekertaris yang membantuku! "
Kami berdua keluar ruangan dan menuju barack ku.
Sesampainya di tempat ku, ada 3 macam pasukan yang aku bangun.
"Angkatan Darat, akan di pimpin oleh Line! "
Lalu, "Angkatan udara, akan di pimpin oleh Caber! "
"Laut, dipimpin oleh Kalend! "
Aku lalu menunjuk pasukan khusus, bernama Latvia.
"Pasukan khusus ku, di tugaskan untuk menyerbu, membunuh bahkan taktik konspirasi diam diam... "
"1 pasukan mafia, dipimpin oleh Verancis! "
Aku menunjuk Verancis dikiri ku, para komandan yang tadi menatap.
Verancis dengan styelan yang mewah tampak tersenyum. Dia mengenakan sarung tangan dengan jas mahal dan kemeja putih didalam dengan dasi hitam. Sepatu hitam dengan celana hitam panjang. Menggunakan topeng penutup mata, dan rambut pirang bakal singa memancar.
"Salam semua, Aku Verancis! "
Semua tampak terkagum melihat stelan nya.
Salah seorang komandan dari pasukan definisi darat bertanya.
"Kenapa dia tak memakai Armor besi? Apa lantas dia akan perang dengan baju itu? "
Aku yang mengenakan pakaian Switer merasa tersinggung. Switer ini baru ku buat, yah meski tak semirip dengan Hoodie andalan ku dulu di dunia lama tapi aku sudah berjuang membuat nya. Aku meminta buatkan dengan pengrajin handal.
Sedangkan celana ku, celana Bom pendek berkantong dan memakai sepatu bertali yang biasa dipakai anak sekolahan. Tentu aku sudah membuatnya semirip mungkin dengan sepatu yang ku suka dari dunia sebelum nya.
Dengan mahkota di kepala ku yang mereng, aku berkata.
"Jangan meremehkan penampilannya, nyata nya Baju ku saja dapat menahan semburan Naga... Dia komandan yang kupilih langsung dari bawahan ku, dan itu artinya aku yang membuat ide tentang Baju armor nya ini... "
Semua tampak saling tatap.
"Aku rasa dia tak membawa bukti sebagai Komandan jika hanya pakaian bebas, apa perang ini bukan perang patriot?"
Mendengar ucapan itu aku tersenyum.
" Kalian bisa mengkhususkan nya, tapi aku akan izin kan kalian pakai pakaian seperti Pasukan khusus, kalo kalian punya standar begini pada pakaian tersebut... "
Dset!
Muncul sebuah tabel besar saat aku menepuk dadanya si Verancis.
Nama: Home sweet Work.
Lv : 870/ -
Stat : SSS.
Informasi lebih (Unknown)
Melihat itu 3 komandan tertawa berkeringat. 2 orang menatap kebawah dan satunya menepuk kening.
Mereka sadar, tak mungkin bisa membuat pakaian dengan status seperti itu.