Menceritakan tentang Audrey yg slalu mendapatkan mimpi-mimpi yg berisikan misi & tugasnya .....
Awalnya Audrey mengabaikan mimpi itu dan berusaha untuk bangun ....
tapi hal itupun sulit untuk dilakukan ketika seluruh tubuh tidak bisa digerakkan matanya terasa berat hingga dia ter kantuk hingga akhirnya ia melihat pemandangan yg indah, bersejarah namun anehnya Kenapa ada diatas awan lalu hadirlah para pengawal untuk membawa Audrey hingga pada akhirnya Audrey bertemu dengan kakek tua yg mana ia selalu baik padanya lalu ia melihat pria yg slalu menolongnya disaat dia kalah bertarung
pria itupun menghukum Audrey karena datang ketempat tersebut tidak tepat waktu ....
"Hukum wanita itu "
" Kau harus bisa menyembuhkan mereka dengan kekuatan mu nanti biarkan kakek yg mengajarimu "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelmariear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Stefani belajar berjualan
Ketika Audrey hendak ke ruko miliknya anak-anak nya dititipkan ke ibu mertuanya
namun anaknya menolak ikut sama neneknya, mereka berdua pun menangis sambil memeluk ibunya yaitu Audrey
" ma aku gak mau ikut nenek aku maunya ikut mama " ujar Stefani
" aku juga .... pokoknya aku mau ikut sama mama " Ujar Stefano sambil uring-uringan
" mama lagi sibuk nak .... Stefani dan Stefano sebaiknya ikut sama nenek." ujar Audrey.
"gak .... kami berdua mau ikut sama mama gak mau ikut sama nenek " ujar Stefani
"yaudah kalo kalian berdua ngotot mau ikut ayo ikut mama " ujar Audrey
" Yeah.... " ujar Stefani dan Stefani
pada saat mereka berdua ikut ketempat mamanya berjualan Stefano dan Stefani pun ikut mempelajari bagaimana caranya untuk berjualan karena Stefano yang lebih paham soal jualan maka Audrey sering kali mengajak Stefano untuk membantu mamanya berjualan hal itu membuat Stefani kesal namun pada saat Stefani diajak kesana Stefani pun sedang memperhatikan Stefano yang sedang melayani dan menghitung total biaya penjualan milik mamanya itu hal itupun diperhatikan oleh Stefani.
Stefani pun meminta kakaknya untuk mengajarinya namun kakaknya menolak akhirnya Stefani pun memberanikan diri untuk belajar berjualan bersama mamanya yaitu Audrey.
"Kakak bolehkah kakak mengajari Stefani untuk berjualan ???" Ujar Stefani
" jadi Adek berminat untuk berjualan ???? "
Ujar Stefano
" iya Kak adek mau belajar berjualan " ujar Stefani
" kakak sibuk jadi gak bisa ajarin Adek " ujar Stefano
" tapi .... kak Stefani mau belajar " ujar Stefani sambil uring-uringan
" gak bisa dek kakak masih sibuk " ujar Stefano.
melihat kejadian itu membuat Audrey merasa ibah kepada anaknya ia begitu bangga diusianya yang ke 10 tahun udah mau belajar berjualan.
akhirnya Audrey pun menghampiri Stefani.
" kamu mau belajar berjualan ???" ujar Audrey kepada Stefani
Stefani pun langsung mengangguk kan kepalanya.
" Yaudah kalo begitu mama ajari Stefani berjualan" ujar Audrey
Mendengar hal itu Stefani pun kegirangan.
" Stefani harus tahu beberapa harga barang yang mama jual " Ujar Audrey
Audrey pun mengajari Stefani dengan detail dan bertahap ketika Stefani buat salah Audrey tidak pernah memarahinya Stefano memarahi Stefani ketika Stefani buat kesalahan maka Audrey memberikan pengertian kepada Stefano
" Kamu ini yah teledor sekali " ujar Stefano dengan nada bicara membentak
" maafin Stefani yah Stefani janji gak bakalan bikin masalah lagi " ujar Stefani
mendengar hal itu Audrey pun langsung menghampiri mereka berdua dan mulai menenangkan Audrey dan menasihatinya
" Jika kamu masih suka salah hitung nak nih buat kamu " Ujar Audrey (sambil memberikan kalkulator kepada Stefani
" terimakasih ma, Stefani ngaku salah " ujar Stefani sambil menangis
" gak apa-apa nak " Ujar Audrey
" yaudah ma.... mulai hari ini Stefani janji gak bakalan bikin masalah lagi"
biarpun Stefani sering menggunakan kalkulator terkadang dia sering teledor melakukan sesuatu sehingga Stefano sering memarahi Stefani namun Audrey selalu mensupport Stefani akhirnya Stefani bisa melakukan nya dengan baik.
karena Stefani merasa kagum dan merasa termotivasi akan usaha ibunya diusianya yang ke 14 tahun akhirnya memberanikan diri untuk membujuk mamanya untuk mengajarkannya masak 4 bulan kemudian akhirnya Stefani pun pintar masak terutama pada pembuatan cake dan pastry diusianya yang cukup muda Stefani pun mulai berjualan dengan menitipkan beberapa jenis kue dan roti untuk dijualkan ditempat usaha mamanya itu.