Xiao Lin seorang pemuda murid pelayan di sebuah sekte di bagian timur kekaisaran Angin Surgawi. terkenal sebagai sampah dan selalu di bully oleh murid lain.
Hingga suatu hari saat ia melihat teman nya hampir terbunuh. tiba tiba ia kalap mata dan membunuh murid luar tersebut. namun ia tak menyadari hal apa yang sudah terjadi.
nasib apakah yang di tanggung Xiao Lin di sekte setelah pembunuhan terjadi? mampu kah ia keluar dari masalah itu?
saksikan perjalan hidup Xiao Lin untuk menjadi kuat. membantai setiap musuh yang menghalangi jalan kultivasi nya. hanya di sini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Kegelapan Absolut
Dua jari tangan kiri Xiao Lin yang berlumuran darah menjepit bilah pedang naga milik Wang Chen dengan sangat kokoh. Wang Chen terbelalak hebat. Dia mencoba menarik pedangnya dengan seluruh kekuatan Qi Gathering tingkat 4 puncak miliknya, namun pedang itu seolah telah tertanam di dalam gunung karang kuno. Tidak bergeming satu milimeter pun.
Perlahan, tubuh Xiao Lin yang babak belur bangkit berdiri. Gerakannya patah-patah namun memancarkan keagungan yang mengerikan. Luka-luka sayatan di tubuhnya mendadak berhenti mengeluarkan darah, tertutup oleh kabut hitam pekat yang merembes keluar dari pori-pori kulitnya.
Ketika wajahnya terangkat, Wang Chen mendadak lupa cara bernapas.
Sepasang mata Xiao Lin telah berubah menjadi kegelapan abadi tanpa ada warna putih sedikit pun. Tatapan itu begitu dingin, begitu hampa, seolah-olah seluruh kehidupan di alam semesta ini tidak lebih dari sekadar debu di matanya. sebuah senyum kejam yang sangat tipis terukir di bibirnya yang berdarah.
"Serangga... kau telah bersenang-senang dengan tubuh ini, bukan?" bisik "Xiao Lin". Suaranya bergema ganda, seperti perpaduan antara suara pemuda dan suara dewa kuno yang datang dari lubuk neraka.
"K-kau... siapa kau?!" teriak Wang Chen dengan kepanikan luar biasa. Instingnya menjeritkan bahaya kematian yang absolut.
Di panggung kehormatan, Penatua Wang dan para tetua lainnya mendadak merasakan firasat buruk. Mereka berdiri serentak, berniat mengintervensi panggung. Namun, sebelum ada satu pun kultivator sekte yang bisa melangkah maju...
"Berisik. Kursi takhta ini tidak sudi ditonton oleh para remah fana," desis "Xiao Lin" dingin.
Tangan kanannya bergerak membentuk satu segel tangan kuno yang rumit. Mulutnya menggumamkan satu kata yang mengguncang hukum alam:
"Domain: Isolasi Ruang."
BOOM!
Sebuah gelombang kegelapan pekat meledak dari bawah kaki "Xiao Lin". Hanya dalam sekejap mata, kabut hitam raksasa membumbung tinggi, membentuk kubah setengah lingkaran sempurna berdiameter tiga puluh meter yang mengurung seluruh Panggung Final.
Di mata ribuan penonton, termasuk para penatua sekte dan Ah Gou, Panggung Final mendadak lenyap. Yang tersisa di tengah arena hanyalah sebuah bola hitam pekat raksasa yang tidak tertembus oleh pandangan mata maupun deteksi spiritual (Divine Sense) mereka.
"Apa yang terjadi?!" Penatua Wang berteriak panik, langsung melompat turun dan menghantamkan telapak tangannya yang dilapisi Qi ranah Foundation Establishment ke permukaan bola hitam tersebut.
DUUMM!
Hantaman kuat Penatua Wang meledak, namun bola hitam itu sama sekali tidak tergores. Alih-alih hancur, energi Qi milik Penatua Wang justru terserap habis dan mental kembali, membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah dengan wajah pucat. "I-ini... Hukum Ruang?! Bagaimana mungkin ada teknik ruang setingkat ini di Dunia Bawah?!"
Sementara di luar terjadi kepanikan massal, suasana di dalam kubah hitam berubah menjadi sunyi senyap dan mencekam.
Dunia fana di luar telah terisolasi sepenuhnya. Di dalam ruang gelap gulita ini, satu-satunya cahaya berasal dari mata hitam pekat milik "Xiao Lin" dan sisa-sisa energi Qi redup dari pedang naga milik Wang Chen.
Wang Chen jatuh terduduk di atas lantai batu. Tubuhnya bergetar hebat hingga giginya berantukan. Tekanan tak kasatmata di dalam ruang terisolasi ini begitu dahsyat, seolah-olah ada sepuluh gunung raksasa yang sedang menindas pundaknya. Setiap kali dia mencoba mengalirkan Qi di meridiannya, energinya langsung buyar dan hancur karena ketakutan murni.
Di hadapannya, "Xiao Lin" melangkah maju dengan santai. Setiap langkah kakinya menimbulkan suara gema yang bergaung di dalam kegelapan.
"Ini... tempat apa ini?! Lepaskan aku! Pamanku adalah Penatua Sekte! Jika kau membunuhku, kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup!" teriak Wang Chen dengan suara parau, air mata ketakutan mulai bercucuran dari matanya yang ber-jubah putih kemewahan. Ambisi dan keangkuhannya runtuh total, menyisakan mental seorang pengecut yang ketakutan.
"Paman? Sekte Pedang Benua?" "Xiao Lin" berdiri tepat di depan Wang Chen, menatapnya dari atas dengan pandangan penuh penghinaan. "Bahkan jika seluruh leluhur sekte busukmu ini merangkak ke hadapanku dan bersujud darah, mereka tetap tidak memiliki kualifikasi untuk berbicara dengan kursi takhta ini."
Sosok kejam itu mengangkat tangan kanannya secara perlahan. Kabut hitam di sekitar ruang terisolasi mulai memadat di ujung jemarinya, membentuk riak-riak energi distorsi ruang yang tajam seperti pisau tak terlihat.
"Bocah polos pemilik tubuh ini terlalu baik. Dia membalas injakanmu dengan permohonan," ucap "Xiao Lin" dengan nada datar tanpa emosi. "Tapi aku berbeda. Aku lebih suka membalas rasa sakit wadah fisiku... dengan keputusasaan yang absolut."
Dengan satu sentuhan lembut jari telunjuknya ke arah udara fana di depan dada Wang Chen, riak ruang di dalam domain itu langsung bekerja.
SRAAAK!
"AAAAAAKKKKKKHHHHH!!!"
Tanpa ada sentuhan fisik murni, seluruh kulit dan daging di lengan kanan Wang Chen mendadak terkelupas secara presisi oleh distorsi ruang, menyisakan struktur tulang putih yang berlumuran darah segar. Rasa sakit yang melampaui batas fana membuat Wang Chen menjerit histeris hingga suaranya serak.
"Ini baru permulaan, serangga kecil," bisik Sang Iblis Tak Tertandingi dengan senyuman yang sangat sadis di tengah kegelapan absolut.
bossss
🐉🐉🐉🐉💪💪💪💪
wuss
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
👻👻👻👻👻👻
jedug
🐉🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉
fgjkitrcv
🐉
🐉🐉
🐉🐉🐉
uh
kejam
kejam
7
🐉🐉🐉
pitu
bantai
🐉🐉🐉🐉
🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉
wolu
🐉👻🐉👻🐉
10
🐉
11
hukum Konoha
👻👻🐉🐉
9
🐉👻
8
🐉
12
🐉