Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidur bersama

...WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️...

...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....

...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....

...Harap membaca dengan bijak....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Alba berdiri di depan kamar Lazarus dengan bantal yang ia dekap erat. Sembari kepalanya ia baringkan di bantal.

Memaksa kelopak matanya untuk terbuka lebar.

Saat kakinya sudah tak sanggup berpijak dan tubuhnya mulai limbung, dengan segera tangan yang lebih besar darinya itu melahan, agar Alba tidak terjatuh.

"Kenapa di depan kamar saya?. "Tanya Lazarus, pantopfelnya berhenti tepat di samping Alba sembari menahan bobot tubuh gadis itu.

"Kan nungguin kamu, sayang. "

"Kenapa menunggu saya?. "

"Ih gak peka!, aku kan maunya tidur sama kamu. " Aku Alba sebelum memeluk tubuh Lazarus yang masih saja wangi padahal seharian bekerja suntuk bercampur keringat.

"Kamu punya kamar sendiri, tidurlah di kamarmu sendiri. "

"Kok gitu sih. "Alba mendongak memandang Lazarus sembari mengerucutkan bibirnya.

" Aku itu maunya sama kamu, romantis dikit kek udah jadi suami juga!. "

"Saya sudah peringati padamu Alba, jangan menuntut hal yang berbau romantis pada saya!. "

"Ckkk."

Alba melempar bantalnya ke lantai lalu mulai menaiki Lazarus bak koala, ditautkannya tangannya di leher Lazarus dengan kaki mengapit pinggang pria itu.

"Jadi suami itu jangan judes-judes sama istri, nanti kalau aku udah gak suka kamu lagi, kamunya kalang kabut. "Ujar Alba sembari matanya menatap wajah rupawan Lazarus meskipun terlihat sedikit letih tapi wajah itu tetap memancarkan pesonanya.

" Tidak akan pernah terjadi, saya tidak takut sedikitpun kehilangan kamu. Hadirmu di hidup saya tak seberarti itu. "Kata-kata menohok itu terasa sangat sakit jika di tunjukan pada orang yang hatinya selembek tissue.

" Idih, itukan kamu ngomongnya sekarang, kamu belum kena pesona aku berarti!. " Dengan percaya dirinya Alba menjawab.

"Siapa yang akan tertarik pada triplek seperti kamu? . " Memang sialan mulutnya Lazarus, untungnya saja lawan bicaranya ini urat malunya sudah putus.

"Eh mulutnya ya!. " Tunjuk Alba pada Lazarus dengan mata penuh nyalang amarah. Ia mengambil telapak tangan Lazarus lalu mengarahkannya ke payudarannya. "Nih sebulat sama se besar ini kamu bilang triplek?, Hellow ini tuh body gitar spanyol ya sexy!. "Alba benar-benar marah berani-beraninya pria itu body shaming.

" Masih bilang triplek juga?. Alba kembali mengarahkan telapak tangan Lazarus ke bokongnya lalu meremas di sana. "Nih, body gue itu bagus lo nya aja yang kelainan. "

Lazarus diam, matanya memancarkan riak berbeda yang tak Alba sadari, dengan cepat ia menarik tangannya. Lalu menatap Alba datar.

"Biarpun begitu, saya tetap tidak memiliki minat menyentuhmu!. Aku Lazarus. " Turun dari badan saya sekarang!. "

"Kalu aku gak mau?. " Ujar Alba menantang dengan kepala mendongak penuh jumawa.

Lazarus membuang muka lalu mulai menahan belakang Alba untuk membuka pintu kamarnya.

Lazarus berjalan, sementara Alba erat memeluk tubuh pria itu sembari mengdusel-dusel hidungnnya di bahu Lazarus. Dengan nakal pula telunjuknya menyentuh jakun Lazarus dengan gerakan menurun sampai dada.

"Kondisikan tangan kamu sebelum saya potong. "

"Ampun galak amat,baru aja di sentuh jakun gimana kalau di sentuh yang lain. " Ujar Alba sembari menoel dagu Lazarus.

Lazarus tak merespon, ia melepas tangan Alba yang memeluk erat lehernya, lalu melepas kaki Alba yang mengunci pinggangnya. Ia lemparkan tubuh Alba ke kasur.

"Sakittt tau, lembut dikit aja bisa gak sih. "

Lazarus tidak mengidahkan langsung saja ia melengos masuk ke kamar mandi.

Lima menit kemudian Lazarus keluar dengan handuk menutupi tubuh bawahnya

Lazarus bertelanjang dada membelakangi Alba, dengan siluet tubuhnya yang terpapar cahaya lampu yang tamaran .Punggung pria itu seolah menjelma menjadi lukisan di ruangan yang setengah gelap.

Alba memperhatikan punggung Lazarus yang terbuka di penuhi tato dan luka-luka dari yang kecil sampai yang besar bentuknnya.

Ia turun dan mulai melangkah mendekat ke arah Lazarus.

"Ini kenapa?. " Pertanyaan penuh heran itu akhirnya meluncur, Alba sentuh luka-luka yang telah mengering dengan tangannya.

Tubuh Lazarus membeku sesaat, lalu berbalik menoleh pada Alba.

Alba yang melihat Lazarus berbalik matannya tak bisa hanya diam saja, dengan awas dan liat mata itu melihat tubuh terbuka Lazarus.

Alba perhatikan tatto ular hitam di leher Lazarus serta bulir-bulir air sebelas ia mandi menetes seolah merayu Alba untuk segerah menuntaskan dahaganya di tengah-tengah gurun yang penuh photomorgana.

...****************...

Alba berbaring dengan satu tangan menumpu Kepalanya menatap Lazarus yang tengah berbaring terlentang dengan mata yang tertutup rapat.

Alba mendekatkan dirinya, mendempet pada tubuh suaminya.

Aroma tubuh pria itu sangat memabukan, tangan nakalnya tak bisa hanya diam saja. Ia membelai wajah Lazarus dari pipi hingga bibirnya dan kini belaian itu kembali turun merayap di atas dada bidang Lazarus.

Jari-jemari Alba mengusap permukaan piama hitam itu pelan, merasakan tekstur dadannya yang bidang. Sampai akhirnya ia memberikan satu remasan pelan di sana.

Lazarus sebenarnya tidak tidur ia hanya memejamkan matanya, tapi ia membuka matannya dan langsung melihat Alba dengan netra menajam dan alis menukik.

"Loh kamu kebangun?. " Ujarnya dengan wajah innocent nya.

Mimik wajah Lazarus sudah mengeras"Bisakah tanganmu itu dikondisikan?. "

Alba kembali tersenyum. Dia memiringkan wajah menatap leher Lazarus yang terpampang di depannya, daripada mengubris omongan Lazarus.

Cup.

Satu kecupan hangat mendarat di leher suaminnya.

Lazarus langsung menegang tak lama yang tak Alba sadari, urat di lehernya langsung terlihat.

Lazarus hanya diam, sembari membuang muka.

Alba tersenyum kian lebar. diam semakin mendekat hingga tubuh mereka melekat, lalu membenamkan wajannya di ceruk leher Lazarus, menghirup dalam-dalam.

Lazarus mendengus pelan. Dia mengangkat tangantangan, menggaruk ujung alisnya yang tak gatal. Dia tidak tau harus merasa gemas atau risih atau keduannya.

Emosi itu terlalu asing di proses oleh otaknya yang terbiasa hidup dalam kerasnya kehidupan, emosi yang membuatnya bingung karena tidak pernah merasakannya.

Alba semakin merapatkan dirinya, memeluk Lazarus penuh manja. "Harusnya kamu tuh senang, karena di bucinin sama aku. "

Lazarus menggeleng pelan, kali ini ia tak mau berdepat. Kepalannya akan pusing mendengar gadis anomali ini yapping. "Cepatlah tidur. " Itu perintah mutlak yang ia berikan kepada Alba.

"Ok bebe. "Sahut Alba nyaman dengan posisinya yang melekat bak perekat pada Lazarus.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

THANK YOU FOR READING 🌸

Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.

For u, a dahlia. 🌺

— Author

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!