Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Tiara menatap Permana dengan dahi berkerut.

Sejak beberapa menit lalu, pria itu terus berbicara dengan kalimat-kalimat yang membuat pikirannya semakin bingung. Permana seperti sengaja menyembunyikan sesuatu, seolah ada maksud tertentu di balik pertemuan mereka siang itu.

Tiara akhirnya mengembuskan napas panjang.

“Bisa tidak jangan main teka-teki seperti itu denganku, Pak? Kepalaku pusing.”

Permana yang sejak tadi duduk tenang di balik meja kerjanya hanya tersenyum tipis.

Tiara menggeleng-gelengkan kepala.

“Langsung saja. Permintaan apa yang Bapak maksud?”

Permana tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru tertuju pada wajah Tiara. Tatapan itu membuat Tiara semakin salah tingkah. Ia meremas ujung tasnya, berusaha mengalihkan perhatian dari tatapan Permana yang terasa begitu dalam.

“Aku mau..."

“Apa?”

“Menikahlah denganku.”

Tiara membeku.

Untuk beberapa detik, ia bahkan lupa bagaimana caranya bernapas.

“Apa?”

Permana tetap tenang.

“Aku ingin kau menikah denganku, Tiara.”

Ruangan itu mendadak terasa begitu sunyi.

Suara pendingin ruangan yang sejak tadi terdengar samar justru terasa sangat jelas di telinga Tiara. Ia menatap Permana dengan mata membulat, mencoba memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.

Menikah?

Permana ingin menikah dengannya?

Tiara diam selama beberapa menit tanpa berkata-kata.

Pikirannya benar-benar kacau.

Ia datang ke kantor ini hanya untuk menemui Permana dan membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Namun sekarang, pria di hadapannya justru mengajaknya menikah.

“Bapak serius?” akhirnya Tiara bertanya lirih.

“Menurutmu aku terlihat sedang bercanda?”

Tiara sedikit gemetar.

Tidak.

Permana tidak terlihat bercanda sedikit pun.

“Aku...” Tiara menunduk. “Aku tidak tahu harus menjawab apa.”

“Tidak perlu menjawab sekarang.”

“Tapi kenapa harus aku?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja.

Permana tersenyum.

“Kenapa harus kau? Karena aku menyukaimu."

Tiara tidak tahu harus tertawa atau menangis. Selama bertahun-tahun hidupnya, ia selalu merasa dirinya tidak cukup baik. Pernikahan sebelumnya membuat harga dirinya hancur perlahan. Ia pernah diremehkan karena tidak bisa memberikan keturunan. Ia pernah dibandingkan dengan perempuan lain. Bahkan pakaian yang dikenakannya pun dianggap tidak pantas.

Dan sekarang, seorang pria seperti Permana justru mengatakan ingin menikah dengannya.

“Bapak yakin mau mengajakku menikah?”

“Sangat yakin.”

Tiara menggeleng.

“Aku hanya janda biasa, yatim piatu, miskin, tidak ber—”

Kalimat Tiara terputus.

Matanya membesar ketika tiba-tiba Permana bangkit dari kursinya dan mendekat. Dalam satu gerakan spontan, pria itu mengecup bibir Tiara singkat.

Tiara syok.

Seluruh tubuhnya seolah membeku.

Jantungnya berdesir begitu hebat.

Seolah ada angin besar yang tiba-tiba datang dan memporak-porandakan seluruh isi hatinya.

Tangannya refleks memegang bibir.

“Pak Permana!”

Wajah Tiara memerah.

Permana justru tersenyum kecil.

“Jangan rendahkan dirimu sendiri, Tiara.”

Tiara terdiam.

“Kau cantik,” lanjut Permana. “Kau punya kepribadian yang baik. Kau jujur, kau pekerja keras, dan kau tidak pernah mengambil keuntungan dari orang lain meskipun kau punya kesempatan untuk melakukannya.”

Tiara menatapnya.

“Itu saja sudah cukup untukku.”

“Tapi aku...”

“Aku tidak peduli kau pernah gagal dalam pernikahan.”

Permana melangkah mendekat.

“Aku juga tidak peduli kau berasal dari keluarga kaya atau tidak.”

Tiara menunduk.

“Aku hanya ingin tahu satu hal.”

“Apa?”

“Apakah kau bersedia menjadi istriku?”

Tiara menggigit bibir bawahnya.

“Tapi aku belum tentu bisa memberikan apa yang Bapak inginkan.”

“Aku tidak menikahimu demi mendapatkan sesuatu.”

“Bagaimana kalau aku tidak bisa punya anak walaupun aku tidak mandul?”

Permana diam sesaat.

Kemudian dia menjawab dengan suara tenang.

“Kalau Tuhan memberi kita anak, aku akan bersyukur. Kalau tidak, aku tetap akan bersamamu.”

Air mata Tiara mulai menggenang.

Kalimat sederhana itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada hinaan-hinaan yang pernah diterimanya.

Karena untuk pertama kalinya, ada seseorang yang tidak membuatnya merasa kurang.

“Tapi aku masih takut,” bisiknya.

Permana mengangguk.

“Wajar.”

“Aku baru saja keluar dari pernikahan yang gagal. Aku tidak tahu apakah aku bisa percaya kepada laki-laki lagi.”

“Aku tidak akan memaksamu percaya.”

Permana menatap mata Tiara.

“Biarkan aku membuktikannya.”

"Tapi ...." Tiara memandang Permana dengan tatapan ragu.

Pria itu kemudian berkata dengan nada menggoda,

"Sekali lagi kau bilang tapi, aku akan..."

Tiara mengangkat wajah.

“Apa?”

Permana sedikit mendekat.

“Aku akan menciummu lagi."

“Jangan!”

Tiara langsung menggeleng cepat.

Kedua tangannya menutup mulut.

Permana tertawa kecil melihat kepanikannya.

“Nah, ternyata kau bisa juga diam.”

Tiara memelototinya.

“Bapak ini benar-benar...”

“Bagaimana?”

Tiara menghela napas panjang.

“Tidak masuk akal.”

“Tidak masalah. Yang penting sekarang jawab pertanyaanku.”

Permana kembali duduk di kursinya.

“Jadi bagaimana?”

Tiara menatapnya.

“Mau tidak menikah denganku?”

Pertanyaan itu kembali menggantung di antara mereka.

Tiara menunduk.

Hatinya berdebar tidak karuan.

Ada bagian dalam dirinya yang ingin mengatakan iya.

Namun ada bagian lain yang masih takut.

Takut kembali disakiti.

Takut kembali berharap.

Takut jika semua ini hanyalah mimpi indah sebelum akhirnya dirinya kembali terjatuh.

“Aku...” Tiara menarik napas panjang. “Aku minta waktu untuk berpikir.”

Permana mengangguk.

“Baik.”

Tiara sedikit lega.

Namun ketenangan itu hanya bertahan beberapa detik.

“Dua puluh empat jam.”

Tiara langsung mendongak.

“Dua puluh empat jam?”

Permana mengangguk.

“Ya.”

“Kenapa harus secepat itu?”

“Aku tidak suka menunggu terlalu lama.”

Tiara terbelalak.

“Pak, menikah bukan seperti membeli sepatu.”

“Aku tahu.”

“Lalu kenapa hanya memberiku waktu satu hari?”

Permana tersenyum.

“Karena aku sudah memikirkan keputusan ini selama berbulan-bulan.”

"Apa? Berbulan-bulan?"

"Aku mencintaimu sejak lama, Tiara. Sejak sebelum kau dan suamimu yang brengsek itu menikah."

Tiara terdiam. Dia makin bingung dan frustasi.

“Sekarang giliranmu memikirkannya,” lanjut Permana. “Aku tidak akan memaksamu. Tetapi besok, aku ingin mendengar jawabanmu.”

“Kalau jawabanku tidak?”

Senyum Permana perlahan menghilang.

Dia menatap Tiara dalam-dalam.

“Kalau kau menolakku, aku akan menghormatinya.”

Tiara mengangguk pelan.

Namun entah kenapa, justru jawaban itu membuat dadanya semakin sesak.

Ia berdiri dari kursinya.

“Kalau begitu aku pulang dulu, Pak.”

Permana mengangguk.

“Ada orangku dibawah yang akan mengantarmu sampai rumah."

Tiara berjalan menuju pintu.

Tangannya baru saja menyentuh gagang pintu ketika suara Permana kembali terdengar.

“Tiara.”

Ia berhenti.

“Besok jam sebelas.”

Tiara menoleh.

“Datang ke sini.”

“Untuk memberikan jawaban?”

“Ya.”

Tatapan Permana begitu yakin.

Tiara hanya mampu mengangguk.

Kemudian dia membuka pintu dan keluar.

Namun setelah pintu tertutup, Tiara bersandar di dinding koridor sambil memegang dadanya.

Jantungnya masih berdebar hebat.

Tangannya perlahan menyentuh bibirnya.

Ciuman singkat itu kembali terlintas di kepalanya.

“Kenapa aku malah memikirkannya? Ciumannya tidak sehebat itu...”

Bersambung...

1
merry
knp gk mau ngerepotin haikal ajj tu 🤭🤭🤭cm haikal duduk di kursi roda susah jg si
Dokkan Battle
A.I ?
Dokkan Battle
NICE JA
Aretha Shanum
ko males y bca, ular kadut ga punya urat malu
Uyen Uyen
ini sih Haikal yang kelewat goblok, kenapa tidak dilaporkan saja ke polisi manusia benalu itu
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!