Indonesia
NovelToon NovelToon
Bagaimana Bisa Penyihir Rank E Ini Menjadi Yang Terkuat?

Bagaimana Bisa Penyihir Rank E Ini Menjadi Yang Terkuat?

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:174
Nilai: 5
Nama Author: Hilman padli

fadli hanyalah seorang penyihir rank E yang di anggap beban. puncak nya ia di hianati oleh rekan sendiri. ia di tinggalkan begitu saja di dalam sebuah dungeon rank A. namun terjadi keajaiban di mana fadli justru mendapatkan status. ia di berikan kekuatan oleh entitas misterius dan harus mencapai nya sendiri. bagaimana kisah fadli mencapai kekuatan baru itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senjata untuk semua.

Setelah beberapa hari kemudian. Fadli dan yang lain nya masih berada di rumah sakit. Fadli duduk dengan tenang sambil menatap layar di depan nya.

(Status fadli). Fadli level 24, gold 0 .

Hp, 1300. Mana poin, 1.138, Kekuatan, 45. Kecepatan, 60.

(Senjata), tongkat sihir tingkat B, sepasang belati. Ramuan penyembuh 8.

Poin terkumpul ( 2.400 poin).

"senang sekali dalam 20 hari di dungeon aku berhasil mendapatkan 2,400 poin. Sekarang seperti nya sudah saat nya aku memasukan semua poin aku, hem.. Sudah jelas aku akan memasukan nya ke mana poin dahulu, itu berati. 1.138 di tambah 2.400 menjadi 3.538 yos naik dratis,"

tiba- tiba notipikasi muncul, "level up 24 ke 30" layar langsung muncul lagi menampilkan seluruh status fadli.

(Status fadli). Fadli level 24, gold 0 .

Hp, 1300. Mana poin, 3.538, Kekuatan, 45. Kecepatan, 60.

(Senjata), tongkat sihir tingkat B, sepasang belati. Ramuan penyembuh 8.

Poin terkumpul ( 0 ).

"gila level aku langsung naik menjadi level 30, lalu ada hadiah lagi, tapi kali ini bukan bok melainkan pilihan skil, hem.. Ada banyak sih aku pilih apa ya?" tanya fadli dalam hati nya.

Ia lalu menggeser layar dan membaca seluruh pilihan skil selama 1 jam. Akhir nya ia memutuskan untuk mengambil skil membuat senjata.

"aku sudah mengambil skil membuat senjata, sekarang hanya perlu tambahan batu sihir dari moster kan untuk membuat satu senjata, baiklah aku ounya banyak,"

Ia segera membuka bok item dan mengeluarkan 100 batu sihir tingkat D, ia lalu memasang nya di layar dan melakukan ekstraksi di layar itu. Beberapa menit kemudian senjata pun muncul di status nya. "pedang panjang penebas keadilan? maksud nya apa ini?" tanya fadli dalam hati nya bingung. "sudah lah aku bikin saja banyak senjata lain," sambung nya. Ia pun lanjut membuat senjata dengan skil baru nya itu.

Satu hari berlalu.

kelompok fadli tengah berkumpul di rumah fadli. Mereka mengadakan pesta atas keberhasilan menumpas dungeon merah.

Helmi, "hahaha.. Aku tidak menyangka kita menjadi topik pembicaraan di media sosial mau pun berita. Bahkan sampai ke berita internasional,"

Salsa, "aku setuju selain itu kita sekarang menjadi kaya raya, fadli batu sihir nya keluarkan semua kita bagi rata,"

Mendengar itu fadli langsung terdiam. Karena batu sihir yang mereka hasilkan di dungeon merah sudah habis di gunakan mebuat senjata. Mereka menatap ke arah fadli karena bingung kok fadli diam saja?

Dila, "fadli jangan- jangan kamu sudah menjual nya,"

Helmi, "jangan- jangan kamu menghianati kita?"

Fadli, " maaf sebenar nya aku habiskan batu sihir nya untuk membuat senjata, aku yakin kalian akan suka,"

Helmi mendekat ia memukul kepala fadli, "seenak nya saja menukar batu sihir kamu dengan senjata yang tidak masuk akan... Sialan..."

Fadli, "sakit..!!!"

Citra, "kaka kenapa seperti itu,"

Lisa, "bukan masalah sih lagian kita juga akan lebih sering masuk ke dungeon, mana senjata nya coba lihat,"

Gea, "aku juga setuju dengan perkataan dari lisa, tidak usah berantem kalau senjata yang dia beli bagus kita akan senang, tapi.. Kalau sebalik nya.. Hem.. Kayak nya kita bunuh dia,"

Fadli, "menyeramkan..."

Ia segera mengeluarkan seluruh senjata yang ia buat dari bok penyimpanan.

"untuk salsa, helmi dan linda lebih baik pakai pedang sini saja, jangan lupa pakai sarung tangan nya juga. Karena kalian paling depan berantem nya, lalu khusus untuk gea yang ini, tongkat penyembuh bisa membiat sihir penyembuh meningkat 3 kali lipat," jelas fadli.

Mendengar itu gea terkejut. Sementara helmi, linda dan salsa segera memakai sarung tangan itu, mereka terkejut karena tangan mereka menjadi ringan.

"untuk yang lain, karena sama tipe penyihir piliha saja satu orang satu pas banget nih," jelas fadli.

citra, "eh.. Kalau semua tongkat ini sama apa kekuatan nya dong?"

Fadli, "meningkatkan daya serang 2 kali lipat,"

Helmi, "fadli aku,salsa dan linda dapat sarung tangan dan pedang. Lalu yang lain hampir semua nya tongkat sihir, kamu punya senjata apa?"

Fadli, "aku ada tongkat sihir yang dulu sih. Tapi untuk senjata yang baru aku punya ini,"

Fadli menunjukan sebuah pedang yang bentuk nya aneh.

Helmi, "itu belati?"

Salsa, "tidak itu pedang karena agak panjang,"

Linda, "seperti nya itu belati deh,"

Fadli yang melihat mereka berdebat menatap layar, dan berbisik dalam hati nya "ini bukan pedang mau pun belati melainkan apa ini tidak memiliki nama, aku bisa menamainya?" tidak mau ambil pusing fadli memilih untuk menamainya belati.

"belati ini belati," jelas fadli.

helmi, "lebih baik untuk aku saja, atau salsa, atau linda kamu kan bertarung di belakang"

fadli, "aku juga mau dapat jatah dong aku mau yang ini..."

Helmi , " ya sudah kalau begitu tidak masalah. Tapi ingat satu hal, jangan asal menjual hak kita dan mengganti nya dengan senjata ingat itu!!"

Fadli mengangguk, mereka pun lanjut berpesta. Setelah semalaman berpesta semua nya pulang. Hingga yang tersisa adalah fadli dan citra saja karena itu rumah mereka.

Fadli dan citra kini berada di ruang tamu, mereka sedang menonton berita sambil makan mie.

citra bertanya, "kaka mau kerupuk nya lagi?"

Fadli menanggapi dengan santai, "kalau masih ada boleh sih,"

Citra terseyum ia memberikan beberapa kerupuk milik nya, "silakan masih banyak,"

Mereka pun lanjut makan. Namun citra kembali bertanya, "kaka beneran aku boleh jadi hunter?"

Fadli menanggapi pertanyaan itu dengan santai dan secara dewasa. "bukan masalah sih, tapi kenapa kaka melarang kamu? Itu karena kalau kamu mati aku akan sendirian,"

Citra, "sama saja jika kaka mati di dungeon aku juga akan sendirian, apa setelah kaka di hianati oleh teman sendiri,"

Fadli, "hahahaha..."

Sementara itu di sisi lain zahra sedang berada di hutan. Ia memakai sarung tangan pemberian fadli dan juga pedang pemberian fadli. Ia lalu menebas satu buah batu besar dan terkejut karena batu itu tidak bergerak sama sekali. Bahkan tidak ada goresan.

"hem.. Perasaan barusan aku beneran menebas batu nya deh tapi kok aku tidak merasakan benturan, jangan- jangan barusan tidak kena?"

Karena bingung ia kembali menebas batu itu beberapa kali. Sampai 30, kali namun ia sangat kesal karena tidak ada sedikit pun goresan. Sampai akhir nya ia memukul batu iti dan bum.. Batu itu terpencar kemana- mana, tenyata citra berhasil menebas nya akan tetapi tebasan yang begitu tipis membuat batu nya tidak bergerak.

"senjata ini ternyata sangat berbahaya sekali," kata nya dalam hati sambil terseyum.

Ia pun pulang untuk istirahat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!