Indonesia
NovelToon NovelToon
Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Setelah Diselingkuhi, Aku Dinikahi CEO Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Alya Pramesti kehilangan segalanya dalam satu hari karier sebagai dokter yang dibangunnya bertahun-tahun hancur karena fitnah, dan tunangannya sendiri memilih berpaling ke pelukan wanita lain di depan matanya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, dia justru bertemu Raka Wirawan CEO dingin dan misterius yang menawarkan kesepakatan tak masuk akal: menjadi istri kontrak selama satu tahun. Bukan karena cinta, tapi demi memenuhi permintaan terakhir sang nenek yang sekarat.

Alya menerima, tanpa ekspektasi apa pun selain bertahan hidup dan membuktikan diri.

Namun semua berubah saat sebuah malam krisis memaksa Alya mengambil alih sebagai dokter menyelamatkan nyawa nenek Raka saat semua orang panik. Untuk pertama kalinya, pria yang selalu terlihat tanpa emosi itu melihat Alya bukan sekadar "istri di atas kertas", melainkan seseorang yang nilainya jauh lebih besar dari yang pernah disadari siapa pun termasuk orang-orang yang dulu membuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran dari Aurora

Kedai kopi yang dipilih Aurora untuk pertemuan mereka terletak jauh dari pusat kota, tersembunyi di sudut kawasan yang tenang pilihan yang jelas disengaja untuk menghindari sorotan media. Alya tiba lebih dulu, duduk gelisah sambil memutar-mutar cangkir kopinya yang belum disentuh sama sekali.

Seorang wanita muda memasuki kedai itu beberapa menit kemudian, mengenakan topi dan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian wajahnya, namun tetap tidak bisa menyembunyikan kecantikan alaminya. Dia melepas kacamatanya begitu duduk di seberang Alya, tersenyum tipis penuh permintaan maaf.

"Terima kasih sudah mau datang," kata Aurora, suaranya lembut dan sopan. "Aku Aurora. Maaf soal kacamata dan topi ini kalau ada yang mengenaliku bertemu denganmu, bisa jadi masalah besar untuk kita berdua."

"Tidak apa-apa," jawab Alya, mencoba tersenyum meski hatinya masih dipenuhi kegelisahan sejak semalam. "Kau bilang ada hal penting yang perlu aku tahu?"

Aurora menghela napas panjang, menatap Alya dengan tatapan penuh empati. "Pertama-tama, aku ingin kau tahu, aku sama sekali tidak keberatan dengan pembatalan perjodohan ini. Justru aku bersyukur Raka menemukan jalan keluar secepat itu. Aku sudah lama mencintai seseorang lain kekasihku sekarang, yang sialnya bukan berasal dari kalangan yang 'setara' menurut standar keluargaku."

"Lalu kenapa kau perlu menemuiku secara khusus?" tanya Alya, masih belum mengerti arah pembicaraan ini.

"Karena aku ingin memperingatkanmu," jawab Aurora, nada suaranya berubah lebih serius. "Tentang ibu Raka."

Alya terdiam, menunggu kelanjutannya dengan waspada.

"Ibu Raka bukan hanya tidak setuju dengan pernikahanmu karena soal kerja sama bisnis dengan keluargaku," lanjut Aurora pelan. "Ada alasan lain yang lebih personal, yang aku dengar langsung dari ibuku sendiri, karena kedua ibu kami cukup dekat selama proses perjodohan ini direncanakan."

"Alasan apa?" Alya merasakan jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

Aurora menghela napas, seperti sedang menimbang apakah dia benar-benar berhak membocorkan rahasia ini. "Bertahun-tahun lalu, sebelum Raka lahir, ibunya pernah dijodohkan juga oleh keluarganya, dengan pria yang tidak pernah benar-benar dia cintai ayah Raka sekarang. Tapi sebenarnya, ibu Raka dulu mencintai pria lain, seorang dokter, yang berasal dari keluarga biasa, jauh dari standar kekayaan keluarga Wirawan. Kisah cinta mereka dipaksa berakhir oleh keluarga besar, dan ibu Raka terpaksa menikah dengan ayahnya demi menjaga nama baik dan warisan keluarga."

Alya membeku mendengar cerita itu, mulai memahami arah yang dituju Aurora.

"Sejak saat itu," lanjut Aurora, "ibu Raka tumbuh menjadi sosok yang sangat percaya bahwa cinta sejati hanyalah kemewahan yang tidak bisa dipertahankan di dunia mereka — bahwa pernikahan dalam kalangan seperti mereka harus selalu didasarkan pada perhitungan bisnis dan status sosial, bukan perasaan semata. Dia trauma berat dengan kisah cintanya sendiri yang kandas, dan sejak saat itu berusaha keras memastikan anak-anaknya tidak mengulangi 'kesalahan' yang sama dengannya."

"Jadi menurutmu, penolakannya padaku..." Alya mencoba mencerna semuanya, "bukan cuma soal aku dokter yang baru dipecat, tapi karena aku... mengingatkannya pada masa lalunya sendiri?"

Aurora mengangguk pelan. "Tepat. Ibuku bilang, begitu ibu Raka mendengar bahwa menantu barunya seorang dokter dari keluarga biasa, dia langsung sangat gelisah seolah sejarah lama sedang terulang kembali, dan kali ini dia bertekad tidak akan membiarkan anaknya mengambil 'kesalahan' yang sama dengannya, meskipun itu berarti dia harus menghancurkan kebahagiaan anaknya sendiri demi 'melindunginya'."

Informasi itu membuat Alya terdiam lama, mencoba mencerna kompleksitas yang baru saja terbuka. Sosok ibu Raka yang tadinya hanya terlihat sebagai wanita dingin dan perhitungan, kini terasa jauh lebih manusiawi seorang wanita yang trauma oleh keputusan masa lalunya sendiri, mencoba mencegah anaknya mengulangi luka yang sama, meskipun caranya sangat keliru.

"Terima kasih sudah memberitahuku semua ini," kata Alya akhirnya, suaranya lebih tenang. "Ini membantuku memahami situasinya jauh lebih baik."

"Aku hanya berharap kau dan Raka bisa mendapatkan kebahagiaan yang tidak sempat didapatkan ibunya dulu," kata Aurora, tersenyum tulus sebelum kembali mengenakan kacamata hitamnya. "Dan jangan menyerah terlalu cepat. Dari yang aku dengar dari Raka sendiri, dia belum pernah terlihat seserius ini soal seseorang, sepanjang aku mengenalnya."

Setelah Aurora pergi, Alya duduk sendirian cukup lama, memikirkan semua yang baru saja dia dengar. Alih-alih merasa semakin terpuruk oleh kompleksitas masalah yang mereka hadapi, dia justru merasakan tekad baru yang mulai tumbuh di dadanya bahwa mungkin pertarungan sesungguhnya bukan melawan ibu Raka, melainkan membantu wanita itu akhirnya berdamai dengan luka masa lalunya sendiri.

Di perjalanan pulang, ponselnya berdering. Nomor rumah sakit lamanya.

"Dokter Alya," suara di seberang terdengar familiar, salah satu perawat senior yang dulu bekerja dengannya, "maaf mengganggu. Tapi ada situasi darurat di sini, dan direktur rumah sakit secara khusus meminta apakah Anda bersedia membantu sebagai konsultan sementara. Ada wabah infeksi yang sulit didiagnosis, dan sejujurnya, kami membutuhkan keahlian Anda."

Alya menatap ponselnya lama, merasakan sesuatu yang sudah lama dia rindukan mulai menyala kembali di dadanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!