Indonesia
NovelToon NovelToon
Dosen Cantik & CEO Tampan

Dosen Cantik & CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Lari Saat Hamil / Mata-mata/Agen / CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Ocil Grey

🍒🍒🍒🍒 🍒

Tidak pernah dibayangkan sebelumnya, hidup Nadine Raline Rasyidin akan jungkir balik seperti Roller Coaster. Dikarenakan ulah mahasiswa bimbingan, dia terjebak pernikahan dengan CEO Tampan tapi mesum kelakuannya.

Darrel Braga Diar, CEO Tampan berusia 34 tahun

"Are you Virgin? Thisn't dream !" Tendangan maut seakan tak cukup untuk menyadarkan pria itu.

"Lah dari tadi ngapain Bambang?, Nyelup sampai ke dasar Brengsek!" Geram Nadine

Nadine mendorong Darrel karena nikmatnya berubah menjadi kekesalan.

🍒🍒🍒🍒🍒

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocil Grey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih liburan

Mansion dengan luas lebih dari enam ribu meter persegi berwarna putih berdiri kokoh menghadap ke arah timur. Opa Hans sedang asyik menonton film kesukaannya sembari menyeruput susu full krim tanpa gula. Pesan masuk ke gawai pribadi miliknya. Opa hampir tersedak melihat capture yang baru saja diterima.

“Hahahahaaaa.... “ Para pelayan bergidik mendengar Opa tertawa begitu membahana

“Tuan, harap berhati-hati  dengan kesehatan anda” Pinta sang asisten yang telah lebih dari dua puluh lima tahun menemaninya. Pak Odi. Tetapi Opa masih saja dengan tawanya.

“Tuan.. bisa berbahaya, anda bisa tersedak lalat yang tiba-tiba masuk”

“Aku sangat bahagia Odi.. Karena kedua cucuku sudah menemukan pendampingnya masing-masing. Aku merasa sudah tua Odi” Ucap Opa

“Anda memang benar-benar sudah tua, Tuan” ucap Pak Odi pelan sembari mendelikkan matanya dengan jengah.

“Tapi aku masih muda, Odi.. Hanya saja umurku yang memang banyak angkanya” Pak Odi hanya terdiam dan mengangguk tanda setuju dengan ketidakwarasan Tuannya. Lebih baik di iya kan saja, daripada ikutan gila.

Panggilan masuk ke gawai Pak Odi, tertera nama Darrel memanggil. “Pak Odi, bagaimana keadaan sekarang?”

“Genting Darrel, sepertinya Opa sangat senang. Karena hampir saja lalat masuk ke mulutnya”

“Apa maksudnya Pak Odi ?”

“Katakan pada cecunguk berdua itu, aku tunggu dengan membawa pendampingnya masing-masing tiga hari lagi !, apabila mereka tidak membawa ke sini, akan kupastikan mereka akan menerima pernikahan lain yang kusiapkan !   Hahaaaaa...” Potong Opa

Darrel dengan sigap mematikan panggilannya. “Lu dengar?” Ucap Darrel ke Taraka setelah mematikan panggilan loudspeaker

“Ya, ini awal bencana bro, Mati kau !” Taraka melayangkan tinjunya kepada Darrel. Darrel yang tidak melawan lalu tersungkur. Taraka kesal dengan kelakuan bodoh Darrel, Taraka  puas telah memberikan bogem mentah pada adiknya. Para staf keamanan dan anggota Taraka hanya diam menyaksikan kelakuan bos mereka tidak berani melerai.

Nadine dan Nada yang terkejut mencoba melerai mereka berdua. Nadine menghalangi tinjuan kedua Taraka kepada Darrel, lalu Nada memeluk Taraka dari belakang sambil memejamkan mata karena takut dengan menahan tubuh Taraka. Taraka terpaku ketika Nada tiba-tiba memeluk erat seolah tak ingin melepaskannya.

Sedangkan Nadine yang memejamkan mata karena takut terkena tinjuan Taraka. Puas bergulat, mereka sama-sama tertawa lepas. Nadine membantu Darrel berdiri dan mengambil sapu tangan di tasnya, mengelap darah yang keluar di bibir Darrel.

Darrel tersenyum melihat Nadine yang melindunginya serta mengusap sisa darah di bibirnya. Untuk pertama kalinya Taraka tersenyum ketika diperlakukan agresif oleh lawan jenisnya.

Nada memeluk Taraka dengan posesif, membayangkan kemarahan Taraka pada Darrel. Nada merasakan kedua tangannya dipegang seseorang lalu membuka mata. Taraka memutar tubuh tanpa melepaskan pegangan tangannya.

“Maaf.. jangan bertengkar” Ucap Nada tertunduk takut serta tidak berani mendongak ke atas melihat Taraka yang lumayan jauh tinggi di atasnya. Taraka tersenyum melihat ke arah Nada. Taraka berdehem “Saya hanya memukul orang tidak membunuh orang”

Taraka memegang salah satu tangan Nada, merasakan dinginnya tangan Nada akibat rasa takut. “Kita udah memulai, maka kita tidak bisa mundur lagi” Ucap Taraka

“Memulai a-apa?” Nada terlihat gugup

“Kalian berdua harus ikut kita ketemu Opa tiga hari lagi” Potong Darrel

“Buat apa? “ Nadine nyelonong nanya

“Iya buat apa?, kalo kita nolak gimana?” Nada ngotot, sembari menarik tangannya yang masih digenggam Taraka. Menatap tajam ke arah Taraka.

Mansion

“Buat persiapan sebaik mungkin Odi, karena tiga hari lagi ke dua cucuku akan tunangan”

“Baik tuan” Pak Odi segera menghubungi semua pihak terkait yang dibutuhkan demi keberlangsungan acara mereka.

“Mari bersiap Odi, kita akan kesulitan melamar dua wanita sekaligus di tempat yang jauh berbeda”

“Silahkan Tuan” Opa dan Pak Odi bersiap melaksanakan misinya

***

Nadine dan Nada yang tidak tahu-menahu apa yang akan terjadi, masih tidak bisa mencerna apa yang dimaksudkan Darrel dan Taraka.

“Tadi ada yang mau ngajak kita ke Gili Trawangan kan?”

“Oke, siap ! Kemanapun tempat yang diinginkan, akan kami antarkan nona-nona” Gaya Darrel bak pelayan profesional

Mereka dalam perjalanan menuju tempat wisata.  Nada dan Nadine sangat antusias untuk mengambil foto, Darrel dan Taraka hanya memperhatikan dan mengikuti dari belakang.  Nadine ingin mencoba berfoto di pinggir laut.

“Mak, kita foto disitu yuk” Ajak Nadine

“Hayuk !” Mereka berfoto berdua, sembari bermain air laut. Pandangan mereka berdua teralihkan ke sosok dua pria tampan yang bertelanjang dada. Nadine dan Nada terkesiap melihat Darrel dan Taraka untuk snorkeling.

“Mak ! Awas jatuh tu air liur” Ejek Nadine

“Mimpi apa gue? Udah diculik dan ketakutan, sekarang ketemu bidadara. Jangan-jangan gue udah di surga ya ro?” Nadine mengusap muka Nada dengan air laut

“Mimpi jangan ketinggian Mak !”

“Cubit gue dong ro” Pinta Nada

Nadine mencubit Nada dengan keras. “Aaawww, sadis amat lu nyubit gue ! Pelan aja napa?”

“Kalo pelan bukan nyubit namanya, nge-lus itu namanya mak” Nada mencebik

“Ada yang mau nyoba snorkling bareng kita?” Tanya Darrel dari kejauhan

“Kita pada nggak bisa berenang” sahut Nadine

“Nggak papa nanti kita bimbing” Jawab Darrel

“Nggak papa, kita nikmatin pemandangan aja. Aku yakin seratus persen itu cuma modus kamu!”Cebik Nadine

“Hmmmpttt” Taraka menahan tawanya karena modus Darrel sepertinya tidak berhasil

“Aku mau !” Potong Nada

“Jangan !” Teriak Taraka tiba-tiba. Taraka tidak ingin tubuh Nada dilihat beberapa anggota dan staf Darrel. Taraka lebih posesif

Alhasil mereka hanya bisa menikmati pemandangan indah yang disuguhkan, Nada dan Nadine memesan dua buah kelapa muda. Mereka dengan santai menikmati hembusan angin.

“Gue masih curiga sama kelakuan mereka berdua ro”

“Gue apalagi, ngapain juga Opa mau ngajakin kita ke rumahnya coba?”

“Opa?” Tanya Nada penasaran

“Iya, Opa Darrel dan Taraka. Gue pernah sekali ketemu saat mengajukan jalan damai. Opa kayaknya tahu semua yang terjadi. Gue aja merinding waktu Opa tahu semua sampe ke adek gue “

“Serius lu?”

“Iya, Terakhir ketemu Opa malah salah faham ke gue, ngira gue calon bininya si mesum. Gue jelasin, masa iya gue mau terjebak sama permainan si mesum? Opa justru tahu masalah sebenarnya. Dan yang anehnya, Opa malah nyuruh si mesum cepetan ngelamar gue. Dikata ikan cupang apa? maen serobot-serobot aja. Mama lagi, malah nyuruh si mesum manggil mama pake MAMA, tambah gede kepala dia. Gue terpaksa minta tolong si mesum buat nyariin lu mak. Karena emang dia yang bisa bantuin biar kita bisa kumpul gini lagi”

“Lu dari tadi manggil si mesum-si mesum. Gue yakin lu pasti udah di mesumin ama tu orang?” Tatap Nada menyelidik

“Ngapain lu liat gue kayak gitu?!” Nadine jadi salah tingkah

“Udah sampe mana? Cip*k-cip*k apa gr*pe-gr*epe ? Jangan bilang lu udah nyelup?”

“Enak aja, segel gue masih orisinil tau ! “

“Ooo.. brarti udah ciuman dong?”  Nada langsung menebak. Nadine terdiam tidak bisa menjawab

“Hahahaa... muka lu biasa aja ro, kayak ikan cu*pang ketemu kaca” Ledek Nada

“Rasanya gimana? “ Tanya Nada benar-benar penasaran

“Dasar si mesum tu, ambil-ambil kesempatan ama gue”

“Bilang aja lu juga mau !  Temen gue yang jomblo akut udah ngalahin gue”

“Makanya pacaran, jangan biarin hati lu kosong Mak. Nggak semua laki-laki kayak Max”

“Lu yakin si mesum setia? Emang lu udah jadian ma si mesum?” Nadine menggeleng

Mereka sangat menikmati liburan kali ini setelah apa yang terjadi. Nada dan Nadine memandang laut dengan tenang. Nada masih membayangkan kengerian saat dirinya diculik. Fikirannya saat itu sulit

digambarkan. Nada pasrah dengan apa yang terjadi. Berfikir ia akan mati konyol, ditembak bahkan dibunuh. Harapan dan doanya cuma satu. Biarkan penjahat-penjahat itu tidak melecehkannya. Karena dia merasa benar-benar rugi.

Darrel dan Taraka selesai dengan snorkling. Mereka berjalan ke arah Nada dan Nadine.

“Ro, kayaknya gue bakal nyoba buat ngebuka hati gue lagi” sembari melihat ke arah Taraka

“Gue dukung seratus persen Mak” sahut Nadine

“Gue mau coba naklukin macan jantan itu, setelah itu gue lepas” Alis Nada terangkat satu

“Waaaah parah lu”

“Abis dia kemaren bikin gue kesel. Kelakuan arogannya bikin gue marah ampe ke ubun-ubun”

“Kayaknya habis diculik, otak lu sengklek Mak. Tapi tunggu dulu, lu kan emang udah sengklek dari sononya”

“Enak aja ! Gue mau kasih dia sedikit pelajaran. Lagian dia kayaknya juga nggak suka ma gue” Senyum kecewa nampak di wajah Nada

“Tapi gue nggak tanggung jawab kalo lu beneran jatuh cinta nantinya”

“Karena gue nggak tahu, siapa jodoh gue ntar” Jawab Nada memelas

Darrel dan Taraka mengambil tempat. Mereka minum air kelapa muda karena haus setelah snorkling. Taraka yang dari kejauhan sudah melihat tatapan Nada terhadapnya menjadi penasaran dengan pembicaraan Nadine dan Nada.

“Setelah ini kita balik ke penginapan, biar Nada bisa istirahat” Ucap Darrel

Setelah menikmati kelapa muda mereka kembali ke penginapan, Nada dan Nadine berjalan beriringan diikuti Darrel dan  Taraka. Taraka masih dalam diam memperhatikan Nada dari belakang.

“Gue penasaran kenapa Opa nyuruh kita pulang tiga hari lagi” Tanya Taraka

“Ya nikahin lu sama Nada lah” Alis Darrel terangkat  naik turun

“Ini semua gara-gara lu!”

“Bro, gue yakin lu bakal berterimakasih suatu saat dengan kegilaan gue hari ini”

“Gue nggak yakin cewek itu bakal bisa terima”

“Lu takut nggak diterima tu cewek, atau lu beneran berharap semua yang Opa minta bener kejadian” Kali ini Taraka hanya diam sambil mendengus pelan

 Darrel menepuk bahu dan merangkul Taraka. Taraka menyikut Darrel. Taraka bermain dengan fikirannya sendiri. Sedangkan Darrel tersenyum puas kali ini. Karena tanpa bersusah payah, secara tidak langsung Opa memuluskan jalan dia tempuh.

1
Yeni Ningsih
Luar biasa
Entria
lumayan baguscdan menghibur
Anna Khairurr
Luar biasa
Cipluk Wibisono
lanjut thor,,makin suka deh...
Cipluk Wibisono
astaga thor,,, ngakak deh..
Cipluk Wibisono
ceritanya bagus Thor,, akun suka karena ada unsur komedinya...udah aku like juga vote y...
Marini Daulay: Gumawo 😍😍😍😁
total 1 replies
Anonim
Klo bisa jngn gue dong rasanya gimana gituh
Memey
Menarik n sangat bagus ceritanya.
Marini Daulay: Yuk baca bab baru kak mimi 😊
total 1 replies
Indah Asri
langjut thor
Marini Daulay: episode berlanjut kak, selamat menikmati
total 1 replies
TwilightQueenbee
Sambil nunggu kelanjutan cerita aku sampe baca ulang bab-bab yg aku suka nih
Marini Daulay: ayo kak, udah up lagi
total 2 replies
PrincessFuzzie
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Marini Daulay: episode lanjut, silahkan dinikmati bacaannya kakak cantik 🥰
total 1 replies
HippySunshine
next kak semangat, di tunggu update nya☺️🙏
Girl Moon Maker
Iiiii ditunggu kelanjutannya! *baru kali ini aku ninggalin jejak nih uwuwuwu
morelight
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok
axelle
waahhh mantap nih, semangat author!! 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!