Indonesia
NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Mencintaimu

Ditakdirkan Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Contest / Tamat
Popularitas:117.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Ini menceritakan tentang hubungan rumit, karna kesalahpahaman.

Levino Jizzy begitu menyayangi sang kakak yaitu Levanka Jizzy, sampai menyewa detektif dadakan untuk menyelidiki kasus perselingkuhan kakak iparnya sendiri. Bahkan mengikuti ide konyol dari detektif Riyan untuk mengurung gadis selingkuhan iparnya (Afsana Zaha Taima) di rumah sang nenek(Maria Selena Jizzy)

Levanka yang begitu mencintai suaminya yaitu Riki Putra Taima, tidak pernah percaya, jika suaminya tega berselingkuh. Membuat Levino semakin membenci gadis yang dianggapnya sebagai selingkuhan Riki.


Faza Nur Jizzy adik dari Levino dan Levanka, yang selalu mendapat nilai buruk di sekolah, dia begitu menyanyangi Sana layaknya sahabat.

Ketika Vino mengetahui kebenaran bahwa Sana adalah keponakan Riki, sebuah kenyataan tentang Sana terkuak. Disanalah cinta Vino mulai diuji.

Yuk, kepoin kisahnya hanya di sini! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis yang unik

Vino membuka matanya perlahan, "Haus sekali ya," gumamnya sambil mengucek mata, dia berjalan ke arah dapur. Jam masih menunjukkan dini hari.

"Apaan tuh," Vino mengucek netranya berulang kali. Menyakinkan dirinya, jika yang di lihat bukanlah penampakan makhluk halus. gundukan seperti gunung rubuh itupun bergerak kembali.

"Nyalakan lampu," instruksi Vino pada sistem otomatis di apartemen miliknya. Yah, lampu itu akan menyala dengan tepukan atau ucapan yang telah di modifikasi sedemikian rupa.

"Astaga, gadis ini," Vino mengusap wajahnya kasar.

"Hai, bangun," Sana hanya menggeliat sebentar. Bangun woi, bangun," ulang Vino kembali.

"Om, Omku, Sayang, lima menit lagi, ya!" mata Vino membelalak sempurna. Dia berpikir sampai sejauh perkiraan orang dewasa. Vino menduga dengan pasti jika yang di panggil Sana dengan sebutan"Om" adalah Riki.

Sejauh mana hubungan gadis ini dengan Riki? apakah sudah seintim itu, sampai dia menyebut nama Riki di pagi buta. batin Vino.

"Aku tidak akan membiarkan kalian bertindak lebih jauh dan menyakiti kakakku," hilang sudah rasa dahaga yang Vino rasakan, berganti dengan kejengkelan di dada.

"Bangun kau," ucap Vino lagi lebih keras dari yang tadi.

"Om, sini bobok lagi, masih pagi ini," seru Sana tanpa sadar.

Beberapa hari bersama Riki, dia selalu di bangunkan lebih pagi dari biasanya. Jika ayahnya membiarkan Sana tidur sampai jam enam, tapi Riki, tidak. Sana di bangunkan jam setengah lima dengan tujuan agar Sana mandiri, sebab selama ini dia bergantung kepada ayahnya. Sana sangat sulit sekali di bangunkan. Alhasil dia selalu mendapat teguran dari tempat kerjanya.

"Bangun," Vino menarik selimut dengan sekali tarikan. Membuat Sana yang berada di dalamnya juga ikut terpelanting.

"Apa seh, Om! masih pagi nyari gara-gara sama Sana. Pulang sana ah, gangguin istri gendut kamu itu," ucap Sana mulai mengerjapkan mata, dia duduk sambil menguap di sandaran sofa.

Vino semakin mencengkram selimut di tangannya. Perasaannya sangat kacau mengetahui jika Sana dan Riki sudah terlampau jauh berhubungan.

"Kau sedekat itu dengan Riki," lirih Vino tidak percaya. Vino mengingat kesakitan yang di rasakan saat Sima berselingkuh. Sekarang dia harus menjadi saksi kehancuran kakaknya juga.

"Tidak! Kakakkku terlalu baik untuk merasakan sakit yang pernah aku alami," gumam Vino semakin mengepalkan tangannya. Dia ingin sekali menghajar Sana dengan tangannya, namun dia cukup sadar hingga mengalihkannya kepada meja.

"Kau, gila, ya! mengagetkan aku saja," Sana langsung mengumpat sebab terkejut.

"Apa hubunganmu dengan Riki?" ucap Vino menatap wajah Sana yang malah terlihat cantik dengan rambut awut-awutan, tampak menggemaskan.

"Hai, katakan kepadaku! apa hubunganmu dengan Riki? apa kau mencintainya," Sana tersenyum, merasa lucu dengan pertanyaan Vino. Dengan setengah sadar begitu, enggan sekali rasanya menjawab.

"Tentu saja," benar memang Sana mencintai Riki. Kan pamannya.

"Kau," Vino mencengkeram dagu Sana, hingga membuat Sana mengedipkan mata berulang kali.

"Apa yang kau_"Sana sudah tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Sebab cengkeraman itu. Sejenak keduanya hening.

Sial, kenapa bibirnya terlihat begitu menggoda, pantas saja Riki mudah berpaling. Perempuan ini benar-benar memikat. Owh, tidak sadarlah Vino.

Vino melepaskan dagu Sana. Kini Vino beralih mencengkeram baju Sana, kaos itupun melonggar bagian depannya menunjukkan dua buah gundukan yang sangat menggoda.

"Kau, apa yang kau lakukan?" Sana panik bukan kepalang. Dia merasa akan di lecehkan dengan cekatan menampar pipi Vino.

"Begini caramu memperlakukan perempuan, hahh? kau pura-pura menolongnya dan mengajak dia kerumahmu untuk kau ambil keuntungan darinya," Sana menuding wajah Vino berteriak histeris.

"Bukan, maksudku, aku_ aku melihat kecoak di bajumu tadi," pikiran jail Vino berguna juga di saat begini.

"Kecoak," Sana bergidik ngeri dan kini dia meloncat mensejajari Vino.

"Itu, itu," teriak Vino asal sambil menunjuk.

"Dimana? berapa,"

"Di sana, ada dua tadi," Vino malah mengingat dua gundukan yang sekilas dia lihat.

🍂🍂🍂

"Pagi, bos," Sapa Riyan sambil membukakan pintu mobil.

"Pagi," cuek saja dan malah membuka pintu depan di sebelah supir.

"Bos, bukannya,"

"Sudah ayo masuk ngapain, Luh di situ?" Vino belum menyadari posisi dirinya.

Karepmu lah, Bos penting happy, batin Riyan. Eh, mukanya kok kusut. Nggak jadi happy dong.

"Bos,"

"Hemmh,"

"Kusut amat mukanya, Bos?" Riyan menaruh curiga, pasti ada apa-apa dengan Vino dan gadis itu semalam. Terlebih pagi tadi, dia tidak melihat gadis itu di manapun.

"Bagaimana kabar gadis itu, Bos? apa dia merepotkan?" Riyan kembali bersuara.

"Apa motor gadis itu sudah jadi?" malah ganti bertanya hal lain.

"Nanti siang mungkin sudah jadi, Bos!"

Bukankah tadi malam dia menyuruhku untuk berlama-lama mengerjakannya, lha ini. Dasar bos aneh.

"Kalau sudah, bawa ke apartemen, biar gadis itu cepat pulang," titah sang bos dengan wajah datar.

"Tapi, Bos,"

"Ingat, ikuti gadis itu kemanapun dia pergi. Ikuti rutinitasnya kemana dan dengan siapa!" Yah perintah lagi. Riyan tidak jadi mengingatkan apa yang di ucapkan bosnya semalam.

Aku tidak bisa mengurung gadis itu di apartemen. Aku bisa saja khilaf karena tingkahnya. batin Vino.

Sedangkan Riyan masih sibuk menerka apa yang terjadi dengan bosnya pagi ini.

🍃🍃🍃

Sana bingung harus melakukan apa di tempat yang menurutnya terlalu mewah. Sana baru menyadarinya pagi tadi. Dan kini, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Dia baru bangun dari tidur siangnya. Ngapain lagi di rumah sendiri nggak ada hp nggak kenal siapapun ya tiduran saja. ngademi pikiran.

"Ternyata ini remote pakai sensor suara, pantas saja tidak berubah-ubah pas aku pencet semalam," gumam Sana menimang benda kecil di tangannya.

"Matikan AC," ucap Sana, bibirnya dekat sekali dengan benda hitam itu.

"Mendadak panas gini, ya. Hihi,"

Apa yang bisa aku kerjakan, ya! bosan juga diam Mulu nggak ngapa-ngapain.

"Apa aku bersih bersih saja, ya," pikirnya lagi, keluar dari kamar.

Dia pun mulai berberes dan lain sebagainya. Padahal biasanya akan ada pembantu yang datang untuk berberes, tapi pagi ini, dia minta izin kepada Vino, sebab anaknya sakit.

"Jangan masuk kedalam kamarku," pesan Vino pagi tadi, sebelum pergi. Sana jadi penasaran apa yang ada di dalam sana.

"Sana, kau terlalu kepo," menggetok kepalanya sendiri. "Tapi, kalau tidak masuk aku tidak punya baju ganti," Sana akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar Vino.

"Ini kamar apa kapal pecah? permisi pak Vino," ucap Sana seakan akan pemiliknya ada di dalam. "Iya, Sana tidak apa-apa masuk saja," Sana terkikik dengan jawaban yang dia ciptakan sendiri. Menirukan suara Vino walau tidak pas.

Di dalam, baju berserakan di mana-mana handuk basah diatas tempat dan begitulah tak beraturan. Dan seperti yang dia lakukan kepada ruangan lainnya, dia mulai bersih-bersih.

"Hufft, akhirnya selesai juga," Sana merebahkan tubuhnya di kasur empuk Vino. "Ngapain lagi ya setelah ini, aku mandi dulu, ah," Sana masuk ke dalam kamar mandi Vino dan numpang di situ.

"Sebaiknya aku masak saja, lah," Sana mulai mengobrak abrik kulkas. "Lengkap juga isinya, dia benar-benar kaya ternyata," ucap Sana lagi.

Sambil berdendang ria Sana mulai memasak. Kadang berputar, berjoget dengan tingkah konyolnya. Kadang juga seperti berdansa dengan seseorang. Dia tidak tahu saja, jika seseorang sedang mengawasinya dari tadi.

"Dia memang gadis yang unik," terhibur dia hehe.

Bersambung.....

1
gegechan (ig:@aboutgege_)
Salam dari Arcturus, mari mampir🖤
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangatt kakkk
Ais Eka Prasyawati
aku pernah ngerasain yg nama nya cinta bertepuk sebelah tangan, rasa nya sakit banget, aku mencintai dia tp dia hanya menanggap ku sebagai teman nggak lebih. sakit nggak tu
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
oh ternyata si Faza juga cinta Rindi ya
Tuch si Martha kena batunya,suka ngatain orang sich
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
move on donk Rin,khan ada Mike
sama Faza best friend forever aja
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
biar lelah hayati yg terpenting eksperimennya jadi khan
Keyboard Harapan
keren kaka
Nafi' thook: terima kasih, kaka
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
mama Risya inih,cenayang ya
Nafi' thook: mungkin, kak! hehe
total 1 replies
R.F
aku udah lupa ceritanya
Nafi' thook: makanya, tak up lagi biar kamu ingat. cieee
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Semoga beneran hamil si Sana
Nafi' thook: amiin, terima kasih kak
total 1 replies
Ais Eka Prasyawati
semangat kak nyicil nya
Ais Eka Prasyawati: sama²😊😊😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
duh...mentang" musim ujan
Vino bercocok tanam melulu ya..
Yaudah dech,semoga segera panen ya dgn hadirnya si Vino junior
Nafi' thook: iya, maunya yang anget anget
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Jangan" bapaknya Sawitri meninggal ya,koq dia nangis gitu
Nafi' thook: mungkin juga sih, mungkin juga tidak hehe
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Wah wah..minta disunat lagi nich si Faza...
nyebelin amat sich,mbok ada empati dikit kek sama anak kecil gak mw kalah
Nafi' thook: iya tuh.

terima kasih kak sudah mau mampir
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
gethok aja si Faza pake ulegan,biar nyadar dikit.Boleh khan
Nafi' thook: betul banget itu kaka. terima kasih ya, sudah mampir
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wah mantap Vino n Sana,ngadon melulu,suasananya juga mendukung karena lagi musim hujan
Semoga aja lekas jadi ya adonannya jadi bayi yg lucu
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduhh....yg ditabrak mati kah,koq sampai si Faza jadi mabuk"an
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
Faza patah hati malah mabok...
Hadddehh..kayak gakda cewek laen aja Za Za
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
iihhh gangguin aja,lagi asyik bercocok tanam juga eh Faza nongol..
re
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!