Charlos- Kiara story
Charlos bercerai dari Kiara karena dia merasa tidak bahagia dengan pernikahannya, dan lebih memilih Sheza, dibandingkan dengan keluarga kecilnya. Hingga setelah menikahi sang mantan kekasih, dia baru menyadari jikalau Kiara-lah wanita terbaik untuk hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-yen94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13
...Warning !!!...
( Mengandung kata-kata kasar, dan sedikit adegan dewasa! )
Sheza keluar dari rumahnya, ia tak menyadari jika seseorang sedang memperhatikan setiap gerakan dan langkahnya,l. Ia kemudian berjalan menuju mobil mewahnya sembari membenarkan kaca mata hitam yang ia kenakan.
Setelahnya ia memasuki mobil, dan, mengemudikannya. Sementara itu Juan, yang sedari tadi mengawasinya segera memasuki mobil dan mengikuti Sheza, ia berhati-hati sekali dalam setiap tindakannya agar tidak diketahui oleh Sheza.
Setelah beberapa lama mengemudikan mobilnya, Sheza kini sudah sampai di hotel bintang lima dimana ia akan bertemu Albiandro Harun, ia kemudian memarkirkan mobilnya di hotel X ia sudah tidak peduli lagi dengan Charlos yang sedang mencari informasi tentang Kiara, yang ia pedulikan adalah saat ini ia akan menikmati waktu yang cukup lama bersama kekasihnya Albiandro Harun.
Tampak dari kejauhan Juan sedang memperhatikan Sheza, yang saat ini sedang membuka pintu mobilnya, dan sekarang sudah turun dari mobil mewahnya. Sheza menoleh ke arah belakang ia merasa diikuti, ia segera pergi meninggalkan parkiran mobil dan menuju hotel tersebut ia pun, kemudian bertanya kepada resepsionis hotel dimana ruangan Albiandro.
Juan masih setia mengikuti Sheza hingga Sheza sampai pada sebuah kamar hotel kelas VIP. Juan menghubungi Charlos ketika sudah mengetahui tentang informasi targetnya .
Sedangkan, setelah memasuki kamar hotel Sheza segera membuka pakaiannya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang tak lupa menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, ia menunggu Albiandro yang sedang mandi, ia tahu kebiasaan prianya itu selalu membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bermain dengannya, sampai pada akhirnya Albiandro muncul dengan mengenakan jubah mandinya.
" Hai sayang!"
Sheza menyapa Albi sembari tersenyum menggoda
" Hai sayang, sudah lama?" Tanya Albi
Sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk, pria itu berjalan menghampiri kekasih cantiknya.
"Baru saja kok sayang, ayo main!"
"Sabar sayang, tapi aku pengen didalam ya!"
"Oke, aku minum pil kontrasepsi dulu kalau gitu!"
Sheza bangkit dari tempat tidurnya kemudian mengambil butiran pil kontrasepsi, dan segera meminumnya.
Di sisi lain
Juan melaporkan semuanya tentang Sheza, kepada Charlos, bahwa ia sudah selesai mengintai, dan, saat ini Sheza sudah berada di kamar bersama Albiandro.
" Hallo,Tuan sekarang Nyonya Sheza sudah berada di kamar hotel xxx bersama selingkuhannya"
" Baik, Juan , tetap awasi mereka, saya akan segera kesana!"
Klik
Selesai mematikan ponselnya Charlos bangkit dari tempat tidurnya, dan, segera pergi meninggalkan kamarnya, ia berjalan menuju pintu apartemen dan segera menutupnya kembali. Setelah mengunci pintu ia segera menuju lift, dan, menekan tombol B1 dan lift tersebut segera meluncur ke tempat parkiran bawah tanah.
Bib bib
Charlos segera memasuki mobilnya setelah memakai sabuk pengaman, ia langsung tancap gas.
" Lihat saja aku akan membuat kamu menyesal Sheza, beraninya kamu menghianatiku! "
Charlos tersenyum miring, ia segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Brummmmmm......
" Kiara kamu harus tahu kalau aku akan segera menceraikan Sheza!"
Abizar Rahmani Mansion
"Jadi Kiara saat ini sedang berada di Medan? Papa tahu dari mana menantu mama ada di Medan?"
"Menantu? Anak kurang ajar itu sudah menceraikan Kiara, Ma. Jadi Kiara bukan menantu kita lagi !"
"Iya terserah, setahu mama menantu mama hanya Kiara seorang !"
Tari berkata ketus terhadap suaminya, sedangkan Abizar hanya memutar bola matanya, ia jengah istrinya itu memang sulit ditebak.
"Iya, iya papa juga lebih suka Kiara dibandingkan menantu kita yang sekarang namun....!"
Belum selesai Abizar berbicara tetapi Tari sudah memotong pembicaraannya, sehingga Abizar menyerah.
"Pa, jawab dulu dong pertanyaan Mama tadi, Papa tahu dari mana Kiara ada di Medan?"
" Oh itu , Taher yang memberi tahu papa. Lalu sekarang ini Jamal bersama Kiara tinggal di rumah mantan besan kita yang baru saja dibelinya "
" Oh gitu! "
Abizar mengangguk sebagai jawaban
"Baiklah papa, kita harus segera menyusul Kiara. Mama kangen banget sama Kia , tapi jangan bilang-bilang sama anak kita yang tengil itu bisa-bisa dia marah lagi, apalagi kita nggak pernah suka sama menantu kita yang sekarang ini!"
"Oke, tapi Ma sepandai-pandainya kita menyembunyikan sesuatu pasti pada akhirnya akan ketahuan juga !"
" Iya tahu Pa, tapi biarlah seperti ini dulu, kalau sudah waktunya maka , kita beritahu Charlos !"
"Benar Ma, ya sudah besok pagi kita ke Medan !"
Karena keluarga Rahmani memiliki pesawat pribadi jadi, tidak usah repot-repot membeli tiket pesawat.
"Alhamdulillah, makasih ya Papa sayang!"
"Iya Mama!"
Keduanya kemudian menghubungi Yulia di Bandung, agar Yulia tidak memberi tahu Charlos perihal niat baik mereka untuk bersilaturahmi dengan Kiara mantan menantu kesayangan mereka.
Charlos menanyakan kepada resepsionis hotel kamar VIP dimana tempat Albiandro dan Sheza berada.
" Maaf pak tapi kamar itu sudah ada yang memboking nya!"
" Baiklah, apa kalian tahu siapa yang check- in di kamar tersebut hari ini?"
"Emmh maaf Pak itu privasi!"
Gadis berparas cantik itu nampak terlihat ketakutan.
" Baiklah apa kamu kenal saya? "
Charlos membuka kacamata hitamnya, gadis resepsionis itu nampak terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya, dia adalah Charlos Fayyadh Rahmani yang merupakan CEO Rahmani Group dan merupakan suami dari model papan atas Sheza Ayudya Hasan.
" Emmmhh, Pak itu... !"
" Saya tahu, istri saya di dalam sana iya kan? Bersama dengan seseorang yang bernama Albi, CEO Agensi model Indonesia iya kan? Baiklah sepertinya kamu takut, nona manis biar saya kasih bonus untukmu, kamu terima ini dan beri saya kunci cadangan kamar itu , apa masih kurang?"
Wanita itu terdiam, ia rasa uang yang Charlos berikan dalam bentuk check senilai Rp 500.000.000 itu sudah lebih dari cukup.
" Pak ini kebanyakan, Ya Allah! "
" Kamu gunakan uang itu untuk apapun, tapi tolong berikan saya kunci cadangan, kamu tahu dalam Islam zina itu haram dan sangat dibenci oleh Allah Ta'ala?"
Gadis itu mengangguk
"I...iya Pak, emmmhh ini , tapi bukankah bapak juga sudah pernah Zina ya?" ceplos Lisa sedangkan
Bima yang kebetulan selesai mengantarkan tamu check-in itu menepuk jidatnya sembari berkata dalam hatinya " Si once malah asal cablak aja , fix bukan temen gue dia!"
Ragu-ragu Gadis bername tag Lisa Jamila itu memberikan kunci cadangan kepada Charlos.
" Terimakasih Lisa, lain kali jangan keras-keras ngomongnya, sekalipun iya saya pernah menduakan Kiara, makasih ya cantik, ah iya kamu Bima kan? bisa antar saya ke kamar no 338!"
" Baik Pak. mari ikuti saya!"
Charlos kemudian pergi meninggalkan tempat itu setelah tersenyum pada gadis bernama Lisa. Sedangkan, Lisa terpesona dengan senyuman milik Charlos, sehingga ia menggeleng-gelengkan kepalanya sembari memegang dadanya.
"Astaghfirullah'aladzim, Lisa sadar dia itu suami orang !"
"Kenapa lu Lis?"
"Ngga apa-apa kok Jun!"
Sedangkan rekan kerja Lisa yang bernama Juni itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Lisa.
Juan masih berjaga-jaga di sekitar kamar Hotel dilihatnya Charlos sedang berlari tergesa-gesa bersama seorang bell boy.
" Bosss......!"
Charlos mengacungkan tangannya, dan, Juan mengerti apa maksud dari kode Charlos.
" Bos yakin bisa menghadapinya! "
" Insyaallah, semua ini demi kebaikan bersama!"
Juan mengangguk paham, Charlos menghela napasnya sebelum membuka kuncinya.
" Bima, tolong saya bukakan pintunya!"
" Apa begini rasanya, ketika Kiara memergoki aku berselingkuh?" batin Charlos
Pria itu, tersenyum getir. Memikirkan betapa sakitnya hati Kiara saat itu.
" Baik, tuan !"
Cklek....
Saat Charlos membuka pintunya hati Charlos mencelos, iya tak lupa ber-istighfar dalam hati, ia bertanya pada hatinya jadi seperti inikah kelakuan istrinya? , menggunakan tubuh sebagai alat untuk menguras harta lelaki, jadi cara inilah yang Sheza pakai agar menjadi terkenal ?
Charlos kemudian memerintahkan Juan dan Bima untuk menunggu di luar.
Sedangkan Sheza dan Albi tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan keduanya, mereka masih memadu kasih, keduanya masih diambang untuk mereguk kenikmatan duniawi.
Charlos tersenyum miris, kemudian berkata
"Sepertinya, aku sudah mengganggu kegiatan kalian..!"
Keduanya menoleh dengan posisi yang seperti ini, dan, dalam keadaan telanjang bulat Albi segera menutupi tubuhnya dan juga Sheza yang saat ini masih berada dibawahnya.
" Sayang...!"
Sheza mencoba untuk melepaskan pelukan Albi dan mencoba mendorongnya, iya berusaha untuk bangkit namun apa daya keduanya masih dalam penyatuan.
" Saya nggak banyak waktu, saya hanya ingin mengatakan selamat menempuh hidup baru....!" ucap Charlos sakartis
" Sayang aku bisa jelasin....!"
" Masih sempat kamu memanggil saya sayang? Apa kamu gila? lelaki lain saat ini sedang memberikan kamu kenikmatan, dan kamu masih memanggil saya SAYANG? Memang benar kata orang, saya ini bodoh, meninggalkan berlian yang begitu berharga hanya demi sebuah batu kerikil! "
Sheza menangis, sedangkan Albi kini sudah memakai pakaiannya kembali. Ia ingin memberi kesempatan untuk wanita itu agar mau menjelaskan semuanya kepada Charlos suaminya.
Sheza mengeratkan selimutnya, ia kemudian menundukkan kepalanya sembari menangis, wajah cantiknya kini dipenuhi oleh air mata.
" Sayang aku bisa jelasin hikssss aku .....!"
Sheza menoleh ke arah Charlos, ia memandangi wajah suaminya, Sedangkan Charlos memandang wajah Sheza dengan penuh amarah.
"BERHENTI BERBICARA SHEZA, AKU MAU KITA CERAI , terimakasih atas segalanya!"
Charlos berbalik ia memunggungi Sheza dan Albi , ia mengepalkan kedua tangannya. Entah mengapa rasanya sakit sekali hatinya saat ini, padahal ia sudah memutuskan untuk menceraikan istrinya, mungkin saja Charlos merasa ditipu selama ini oleh wanita itu, sehingga ia merasa, dadanya begitu sesak.
Sedangkan Sheza , ia menangis tergugu, ia meminta maaf kepada Charlos, tapi Charlos tetap mengacuhkannya.
Albi disana hanya bisa tersenyum miris, ia merasa bodoh saat ini dimana posisinya berada di tengah-tengah suami istri yang sedang bertengkar.
Charlos berbalik lagi
"Lanjutkan apa yang kalian lakukan tadi, sebagai lelaki aku paham kamu butuh pelepasan bukan Al? Aku tahu kamu belum selesai dengan Sheza, bahkan kalau bisa puluhan ronde supaya Sheza bisa hamil dalam satu hari, dan kamu tahu Al dia hanyalah bekasku. Silahkan ambil bekasku itu dan nikmatilah. Dan kamu Shez, terimakasih sudah menggunakan tubuhmu untuk mengelabuhi aku, doakan saja aku supaya aku bisa mendapatkan cinta Kiara kembali, aku sadar jika Kiaralah kekasih hatiku dan pujaan ku . Aku pamit, Assalamualaikum!"
Charlos segera pergi meninggalkan kamar hotel tersebut sembari menutup pintu kamar itu dengan kencang.
Blam..........
"Maaf, tadi aku bingung mau ngomong apa?"
Albi berkata sembari mendekati Sheza, wanita itu menggelengkan kepalanya, kemudian memeluk tubuh tegap Albi.
" Al, lanjutkan saja yang tadi aku mau kita melakukannya hingga subuh, biarkan aku lemas karenamu aku ingin melupakan Charlos hiksss !"
" Tidak sayang, itu sama saja aku membunuh diri kamu sendiri, lebih baik kamu bersihkan tubuh kamu, kita istirahat dulu nanti kita jalan-jalan, aku akan memberi hukuman untuk resepsionis itu , beraninya memberikan informasi tentang kita!"
Albi kemudian bergegas meninggalkan kamarnya ia akan memprotes resepsionis bodoh itu, berani sekali membongkar privasi orang lain.
Sedangkan Juan mengikuti Tuannya yang saat ini sedang kalang kabut , ia merasa kasihan terhadap Charlos , lagipula mungkin saja itu adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Dulu Charlos menyelingkuhi Kiara, dan sekarang ia justru yang diselingkuhi oleh Sheza. Berani bertindak , maka harus berani menerima resikonya.
^^^Bersambung.....^^^
^^^A-yen94 💗💕^^^
mantap kak thor 👍👍😘😘