Indonesia
NovelToon NovelToon
Samudra&Samantha

Samudra&Samantha

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Ketos / Percintaan Konglomerat
Popularitas:28.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rayhanah

Disarankan untuk membaca cerita sebelumnya yaitu MySam untuk mengerti alur cerita ini.

Sequel pertama dari kisah sebelumnya yaitu MySam. Kali ini hadir kisah salah satu kembar tidak identik Perdana.

Samantha Olivia Perdana dengan sang anak adopsi Samudra Baskoro Pratama.

Rasa tertarik Samudra akan saudarinya yang semula mereka saling tidak mengetahui jika mereka bukanlah saudara kandung membuat kisah mereka seolah begitu rumit.

Saling membohongi perasaan masing-masing dan dekat dengan orang lain tidak membuat keduanya melupakan hasrat serta percikan-percikan api asmara diantara mereka.

Ingin tau kisah mereka ? let's cekidot kisahnya
Samudra&
Samantha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayhanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sorry

Sementara Samudra masih merasa tersiksa akan sikap yang Samantha tunjukkan hari ini. Sayup-sayup ia mendengar suara bel pintu apartemen berdering.

Ia pun bangkit dari duduknya dan dengan langkah berat, Samudra menekan knop pintu apartemen. Vero... batinnya lemas.

Samudra menyambut pelukan Veronika serta kecupan singkatnya di ujung bibir Samudra.

"Hey.... aku ganggu kamu?" tanya Veronika yang melihat sikap kekasihnya malam ini, seperti sedikit terpaksa ketika melihat kedatangannya.

Samudra menggeleng.

"No, baby.... kamu gak ganggu kok," jawab Samudra sedikit berpura-pura. Jangan bilang jika Samudra tipe cowok yang tidak punya pendirian. Dia hanya tipe cowok yang tidak akan pernah menyakiti seorang wanita manapun.

Bisa dibilang jika Samudra adalah tipe cowok pecinta wanita. Hatinya terlalu baik untuk menyakiti seorang gadis, meski ia harus membohongi hati nuraninya sendiri.

"Kamu sakit? Pusing kamu kambuh lagi?"

"No... i'm fine...." Samudra kembali menggeleng dan berusaha tersenyum kecil.

"Sayang.... ponsel kamu---"

"Oh tadi gak sengaja jatuh saat aku mo ambil dari atas nakas." Samudra memotong ucapan Veronika. Ia pun membungkuk untuk mengambil satu persatu bagian ponsel yang kocar-kacir dan berserakan di lantai.

"Tapi kok bisa berkeping-keping gitu sih ponselnya?"

Samudra mendongak memandang ke arah Veronika. "Entahlah, mungkin saking kenceng jatohnya." Pundak Samudra terangkat sedikit, berusaha ingin meyakinkan gadis yang saat ini memandang dengan ekspresi selidik.

"Owh...." Bibir tipis Veronika membulat membentuk huruf O.

"Eh anyway... aku bawain kamu makanan. Kita makan bareng yuk?"

"Hm, thanks...."

"Your welcome, baby..."

Veronika menaruh paper bag berisi makanan di atas meja yang ada di pantry apartemen. "Kita makan dulu, Sam...." ucap Vero.

Samudra berjalan mendekat ke ruang pantry dengan wajah yang masih sedikit ia tekuk. Dia masih saja memikirkan soal Samantha.

"Ve...." ucap Samudra sembari mendekat dan duduk pada kursi di balik meja panjang pantry.

"Iya?"

"Minggu depan aku mau balik ke Indo." Samudra terdiam sebentar.

"Owh.... oke...." lirih Veronika dengan wajah yang kini terlihat sedikit dingin, gadis itu pun masih terlihat sibuk mengatur makanan kedalam piring bundar. Atau hanya berusaha menyibukan diri? entahlah.

"Kamu mau ikut?" tanya Samudra kemudian.

Veronika spontan mengangkat wajahnya dan menatap Samudra. "Hm, aku mau..." ucapnya dengan penuh semangat. Senyum lebarnya pun terbentuk, memang telah lama Veronika menginginkan untuk bisa mengenal lebih dekat lagi dengan keluarga Samudra. Dan pertanyaan itu lah yang sedari tadi ia tunggu-tunggu.

Dia benar-benar mencintai pria itu dan serius dengan hubungan yang terjalin saat ini.

"Thanks, baby...." Veronika memeluk tiba-tiba tubuh Samudra.

Namun hanya senyum sesaat yang Samudra balasankan di balik tubuh indah perempuan cantik itu.

...

"Sam...." Veronika mendekat ke arah Samudra yang malam ini tengah duduk di atas balkon sembari menghisap dalam-dalam rokok yang ada di sela-sela jemari tangannya.

"Kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Veronika.

Saat ini gadis cantik itu duduk dalam pangkuan Samudra dan mengalungkan kedua lengannya pada leher kokoh pria itu.

"Nothing...." jawabnya, ia hembuskan kepulan asap rokok berbentuk cincin di tengah udara malam yang dingin di kota Boston.

Veronika mendekatkan wajahnya dan mengendus-endus aroma tubuh Samudra. Aroma mint bercampur tembakau dari rokok tidak membuat Veronika mengurungkan ia menggelayut mesra di tubuh kekar Samudra.

"Kamu terlalu banyak merokok, sayang."

"Only a little, dear."

"Kamu itu dokter, Sam. Dan pasti tau kan akibat buruk terlalu banyak merokok, hm?" Veronika memandang wajah Samudra sembari jemari lentiknya bermain di wajah pria ber-rahang kotak dan tegas itu.

Bibirnya semakin ia dekatkan ke wajah Samudra dan kali ini Veronika merubah posisinya. Duduk saling berhadapan di pangkuan Samudra. Kedua lengan Veronika mengalung ke leher kokoh kekasihnya.

"Dear.... do you want it?" bisik Veronika sembari netranya berotasi nakal ke arah dua bulatan kembar miliknya yang tidak terbungkus bra.

Samudra mende*sah panjang. Membelai rambut Veronika dan mengangkat dagu gadis itu. Hingga bibir keduanya kini saling berpaut lembut.

Keduanya masih saling berbalas ciuman, sesekali terdengar de*sah*an panjang dari Veronika.

Samudra perlahan membuka kancing baju Veronika satu persatu hingga menyembul sedikit bulatan kenyal yang membusung. Seolah menantang Samudra untuk memainkannya.

Tanpa banyak biacara lagi Samudra menggendong tubuh molek kekasihnya seperti bayi, sambil mengecup lembut bibir Veronika.

"Do it, Sam...." perintah Veronika, seperti lampu hijau bagi Samudra untuk bertindak lebih jauh lagi.

Hingga Samudra menjatuhkan perlahan tubuh Veronika ke ranjang berukuran king size miliknya.

Veronika berbaring sembari menatap sayu ke arah Samudra yang saat itu berada di atas tubuhnya.

"C'mon baby...." bisik Veronika, jemari lentiknya menyusur ke lengan kekar berotot Samudra.

Satu ciuman Samudra pun mendarat di bibir yang selalu berwarna merah cerry itu. Hingga ciumannya menyusuri bagian lain tubuh indah itu.

Selang beberapa menit, Samudra menghentikan pergerakannya tiba-tiba.

"Sorry....." ucap Samudra pelan.

to be continue....

1
Orang Hsjdh
lanjutkan sampai tamat kak
Yati Ruchyati
ga bisa ditebak alurnya..
DazzledSweetie
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
SizzlingTeapot
Ceritamu keren, thor! Rasanya bener-bener kaya hanyut ke dalam cerita
Kepala Pil
Ceritanya menarik, tinggalkan jejak dulu ^^
BeijingBand
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
Zizi Suartini
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
Ira Moses: makanya d promosi in dong min😁 Ah kalo gini mo d pindah aja malah 😁
total 1 replies
mintandrose
sumpah sihh ini novelnya bagus banget ...👍😭❤ tapi yg buat saya sedih author kga mw up gila gilaa. 😭😭
Ira Moses: klo novelnya d promosiin atau level di naikin dn gk d turunin, author nya pasti semangat up nya min🤣
total 1 replies
RainbowSweety
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
CandycaneMissy
Aku lagi semangat baca nih, et taunya dah mentok! Semoga author juga semangat nulis ya
alchemyworks
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
Ira Moses: waaaa.... serius....😃 terhura aku tuh 😁
total 1 replies
Ira Moses
keren dan fresh bgt ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!