Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daye dan Afyah

“Aruuu, kangen banget aku sama kamu..” Daye memeluk Senja mengobati rasa rindunya.

“Daye” Senja menepuk-nepuk pelan bahu sahabatnya, pelukan Daye terlalu kencang membuatnya sulit bernapas. Di depannya Afyah tertawa tidak berniat membantu Senja.

Gadis bersurai Panjang ini cengengesan seraya melepas pelukannya. “Aku bawa oleh-oleh buat kalian” dua buah Paper bag di letakkan ke atas meja yang langsung di sambut binar Afyah.

Senja mengernyit heran “Afyah ngga kamu peluk, Ye?” dua gadis di hadapannya saling pandang sebelum tertawa bersamaan. Membuat Senja semakin di rundung kebingungan.

“Aku udah di ketemu nih bocah semalam. Ngga sengaja juga sih di pusat perbelanjaan” Afyah angkat suara mengundang ‘oh’ Senja. “Nih dia nih, Ru bikin malu semalam. Tau kan gimana ramenya market? Eh dia teriak terus loncat meluk aku. Udah kaya ketempelan anak monyet terus di liatin orang-orang lagi!” mengadu sekaligus mengeluarkan uneg-uneg yang sudah di tahan semalaman.

Senja bahkan sudah tertawa-tawa, kebayang bagaimana chaos dan muka Afyah menghadapi kelakuan Daye. “Kenapa sih? Namanya aja senang ketemu sahabat, kita kan udah ngga ketemu sebulanan memang kamu ngga kangen sama aku?” bukannya merasa bersalah, Daye justru menanggapi santai kemuakkan Afyah.

“Ya kamu ngga liat tempat, Daye… situasi lagi rame kamu teriak kaya di hutan!” Daye memanyunkan bibirnya memasang wajah pura-pura ingin menangis. Senja menarik sahabatnya kedekapannya. Ikut berpura-pura menenangkan Daye. “cup…cupp jangan nangis dong Daye, nanti kita ceburin aja Afyah ke kolam ikan noh di samping” tunjuknya di luar kaca samping meja mereka. Hanya berjarak sekitar dua meter.

Kedua sahabatnya ikut melongokkan kepala melihat ke luar. Afyah menatap horror Senja “Ini yang milih Café ini siapa?” tanya nya sewot.

Senja menunjuk ke arah Daye. Sedangkan orang yang jadi pusat perhatian sekarang langsung mengalihkan atensinya ke selembar menu di hadapannya. “Guys mau minum atau makan apa, nih?”

“Makan ati!” jawab Afyah ketus. Lagi dan lagi Senja hanya lah bagian ketawa nya saja. Pelengkap dari kucing dan tikus yang kerap kali berantem.

“Galak banget sih! Pms ya kau?” Afyah merotasi mata malas. Tangannya terulur meraih list menu, menimbang-nimbang menu apa yang ingin ia makan sekarang. “Tuh, Ru liat dia diam aja!”

“Sudah sudah, tentukan pilihanmu, Ye” Senja mengangkat tangan memanggil salah satu Waitress.

“Selamat sore kakak, mau pesan apa?”

“Jus Strawberry satu sama Cheese cake nya satu ya, kak” Waitress itu mengangguk lalu mencatat pesanannya. “Kalian apa?” tanya Senja menatap satu persatu sahabatnya.

“Aku jus Mangga sama French fries” Oke Daye sudah selanjutnya menunggu Afyah yang masih bimbang dengan pilihannya. “Hot chocolate, French fries tambah satu kak” Waitress itu mengulang kembali pesanan mereka setelahnya pergi menyiapkan pesanan.

“Kamu ngga mau mulai hubungan lagi gitu, Ru?” Daye menopang dagu menatap Senja penasaran.

Ah For Your Information (FYI) tidak ada satu pun yang mengetahui hubungan Senja dan Rafka selain keluarga dan mungkin teman Rafka? “Kenapa memangnya, Ye?”

Gadis itu menggeleng “Jangan bilang kamu mau comblangin sama Abangmu?” tebak Afyah tepat sontak buat Daye menggeleng panik “Ngga! Niatnya sih memang gitu tadi, tapi ngga usah lah. Sahabat tuh enaknya tetap jadi sahabat bukan berubah jadi ipar. Ngga seru kalo mau share cerita”

Senja dan Afyah saling pandang “Ya memang gitu bagusnya, kamu aja yang ngebet pengen punya Kakak kaya Aru!” sembur Afyah.

“Siapa sih yang ngga mau punya Kakak kaya Aru gini? Sudah baik, pintar, rajin lagi. Kalau punya kakak kaya kamu baru ancaman!” jawabnya tak kalah sewot. Again, untuk part sekian mereka adu debat depan Senja.

“Punya adek ipar kek kau juga lebih musibah!”

“Cukup! Malu di liatin orang-orang noh!” Senja melerai, sadar akan pandangan sekitar yang mulai curi-curi pandang ke meja mereka. “Kalau mau ribut nanti aja, atau kalian bisik-bisik biar ngga di dengar”

Daye mencondongkan badan mendekati Senja “Ru, tapi aku mau menjodohkan kamu sama Omku”

Pluk

Bola tisu mendarat pas ke wajah gadis berambut Panjang ini, pelakunya? Afyah yang jelas menatap jengah dengan kelakuannya. Senja? Ia bahkan tidak bisa untuk tak syok sekarang. Di jodohkan dengan Om dari sahabatnya? Jangan konyol!

“Aduh… Afyah! Apa-apaan sih. Nanti kalau muka ku jerawatan gimana? Itu tisu bekas apaan? Ih jorok banget sih” tangannya menepis jijik tisu yang jatuh ke pangkuannya.

“Kalau mukamu jerawatan ku mandikan kembang tujuh rupa biar bersih sampe seluruh badan, organ dan otakmu!” Daye masih menggerutu kesal tak mengindahkan omongan Afyah “Lagian idemu tuhh, Ya Allah banget! Yang bener aja, gagal jodohkan Abang malah lari ke Om!”

“Kenapa sih memangnya? Siapa tau Aru mau, Yakan, Ru? Om ku masih muda kok, hampir kepala tiga, beda beberapa tahunlah” Senja menatap getir ke arah sahabatnya. Jeddotkan kepala nya boleh kan ya?

“Boleh” mata Daye berbinar kala mendengar ucapan Senja, berbeda dengan Afyah yang setengah percaya “Boleh ku jedddotkan kepalamu ke kaca ini? Sekali aja” lanjutnya seraya tersenyum manis sekali.

Di seberang Meja, Afyah sudah tertawa puas apalagi melihat wajah murung dan bahu merosot Daye. Afyah bahkan sampai menutup mulutnya meredam suara tawa karena Waitress berjalan ke meja mereka guna mengantar pesanan.

“Permisi kak, ini pesanannya ya kak. Ada yang belum di antar kak?” tanya nya ramah.

Senja meneliti pesanan mereka “Sudah semua kak, Terima kasih” tidak ada yang bisa ia andalkan saat ini untuk sekedar merespon pertanyaan waitress.

Afyah dengan ketawanya dan Daye dengan kemurungan atas penolakannya tadi. “haha… Bagus, Ru. Memang sesekali harus kamu balas anak ini. Idenya ngga habis habis buat jerat kamu masuk ke keluarganya!”

Semakin manyun pula Daye melihat tawa Bahagia Afyah “Ih.. Jahat ya, ya sudah kamu aja dehh, Yah! Jadi istrinya Omku!”

“Ogah! Mending aku nerima perjodohan orang tuaku!” sesaat, meja mereka hening. Senja, Daye saling tukar pandang dan Afyah yang sibuk menutup mulut merutuk dalam hati.

Daye berdehem tak nyaman “Kaya nya ada yang ngga kita tau, Ru” sindirnya mantap, Senja jadi bingung mau merespon bagaimana.

“Eh, makan-makan tuh kentang kalian udah dingin” Tanpa minta, tanpa di persilahkan apalagi di tawari Senja justru mencomot kentang goreng terdekat nya. “Eh salah, an jir!, sorry-sorry” bukannya mengembalikan, kentangnya justru di makan olehnya sembari cengengesan menatap dua sahabatnya.

“Makan guys, kalian kenapa diam?” ia meraih gelas jus nya menyeruput dengan hati gembira “Enak banget, Strawberrynya kerasa” komentarnya asik.

“Aku di jodohin” lirih Afyah yang dapat di dengar jelas oleh keduanya.

“Ya?” Tangan Senja menggantung di tengah ingin menyendok Cakenya

“Hah?” Daye hampir tersedak minumannya, untunglah belum sempat di sedot.

“Aku di jodohin! Kenapa muka kalian cengo gitu sih?” sengak nya malas.

“Kok bisa?” pertanyaan yang meluncur bersamaan, begitu kompak Daye dan Senja.

“Ya bisa lah!, mereka muak kali liat aku ngga nikah-nikah!” ah benar juga, Afyah sudah terlalu lama menyendiri, tidak ada niatan menjalin hubungan kembali dengan laki-laki. Senja paham maksud orang tua Afyah.

“Kamu terima?” Tanya Senja. Afyah menggeleng bimbang. “Ragu aku, Ru. Aku belum siap menjalin hubungan lagi. Apalagi ngeliat kamu yang…. Maaf” dia menundukkan kepala tak enak hati.

Senja menggeleng “Aman aku mah, memang selalu gagal dalam hubungan kan? Ngga usah ngga enakan gitu lah” jawabnya santai, ia bahkan masih asik menikmati jus nya.

“Kamu udah liat atau kenalan sama orangnya?” Daye telah kembali mendapatkan kesadarannya dari rasa terkejut tadi.

“Belum”

“Boleh aku kasih saran, Yah? Ya walaupun hubunganku ngga ada yang berhasil. Tapi mungkin bisa bantu keputusan yang kamu ambil nanti” cukup sadar akan kekurangannya dalam menjalin hubungan.

Afyah menggeleng tak setuju “Kamu gagal bukan karena kelakuanmu, Ru. Tapi terhalang kontrak. Dilihat-lihat dari mantanmu juga mutusin karena ngga bisa nunggu lebih lama lagi” Senja menghela nafas, tidak membenarkan tidak juga membantah.

“Kenapa ngga kamu coba dulu? Ngga ada salahnya mencoba, Afyah. Dari pada kamu ngga mencobanya sama sekali, yakinkan dirimu kalau hubunganmu nanti akan berhasil. Jangan seperti aku yang selalu ragu sama hubunganku sendiri”

Afyah dan Daye menatap getir Senja, mereka tahu betul beratnya jadi Senja “Apasih? Jangan natap aku seperti itu, aku ngga sekasihan itu ya!”

Daye tertawa “Tapi yang di bilang sama Aru bisa kamu coba dulu loh, yah. Setidaknya orang tua mu ngga khawatir sama kamu. Jalanin aja dulu, kenalan, pdkt pada umumnya. Kalau memang ngga cocok kalian bisa ajukan ke orang tua masing-masing.” Tutur Daye bijak, untuk hal ini Daye bisa banget di ajak kompromi.

Afyah masih sangat ragu, ia mendengarkan pendapat dan saran kedua sahabatnya. Tapi apa bisa ia menjalaninya nanti? Bertemu sama orang pilihan kedua orang tuanya? “Yakinkan dirimu aja dulu, kalau memang kamu ngga setuju sama saran kita ngga papa banget buat kamu tolak. Jangan nerima Cuma karena kita yang ngasi saran, karena kedepannya kamu lah yang menjalaninya”

“Anak mana sih? Masa orang tuamu ngga ada ngasih foto gitu? Sebutin ciri-cirinya” sekarang Daye lah yang terserang rasa penasaran setengah mam pus.

“Ngga ada, Papa juga baru ngasi tau tadi pagi. Aku sudah ngga mood. Jadi langsung masuk kamar ngga dengerin omongan mereka lagi. Dan tadi saat aku mau pamit Mama beritau kalau besok mereka sudah mengatur jadwal buat aku sama cowo itu ketemuan. Kencan buta konon” Afyah mencibir di akhir kalimatnya.

“Di coba aja dulu, siapa tau jodoh? Hitung-hitung buat orang tua Bahagia”

“Ya itu kamu, Ru. Nerima semua pinangan buat bikin orang tua Bahagia” dengus Afyah, Gadis ini seperti orang pertama yang tidak suka sama Tindakan Senja.

“Terus gagal terus” dengan kurang a jar nya Daye tertawa di tengah masam nya wajah Senja.

“Kampret! Itu namanya usaha”

“Usaha yang gagal” mereka tertawa bersama. Candaan mereka cukup sadis untuk dikatakan sebuah candaan, untunglah tidak ada orang lain di antara mereka. Mulai melupakan masalah Afyah, bagi mereka cukup memberi saran dan keputusan ada di tangan Afyah sepenuhnya. Mereka tau batasan untuk ikut campur di dalamnya.

Keseruan mereka terhenti kala Hp milik Senja bergetar, menyala menampilkan panggilan masuk. Daye melirik sekilas tidak begitu menyadari. “Telpon tuh, Ru. Siapa sih?” Senja membersihkan tangan terlebih dulu sebelum mengambil hpnya.

Rafka is calling

Daye yang di samping Senja ikut melihat penelepon yang mengganggu keseruan mereka “Rafka? Saha eta?” pertanyaan Daye justru menarik tanda tanya Afyah yang awal nya tidak perduli “ehh bentar… Vidcall loh?”

Jangan tanya keadaan Senja, gadis itu Sudah menutup mata pasrah. Siapa yang harus di salahkan sekarang ini? Waktu yang tidak tepat atau justru Rafka yang menelpon tanpa konfirmasi terlebih dahulu? Bad timing!

“Aru!!!”

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!