Indonesia
NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:383
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendapatkan hadiah spesial

Aku berjalan kearahnya, berdiri tepat didepanya yang hanya berjarak 50 meter.

Kak Aldrian merogoh tasnya tp kosong.

Dia diem natap mataku 2 detik.

Tangan kanannya masuk ke kantong celana, Keluarlah 1 batang coklat SilverQueen,

Nggak ngomong apa apa, hanya tersenyum tipis dia langsung taruh coklat di telapak tanganku...

Terkejut kaget bingung menggambarkan perasaanku saat ini.

Senyumnya menyimpan teka teki, membuatku selalu ingin bertanya pertanyaan yang nggak pernah ada jawabanya.

"Makasih kak" kataku seperti orang yang belum sadar sambil menggenggam kenceng coklat pemberiannya dan masih menatapnya.

Kayak nggak terjadi apa apa terus dia jalan duluan.

Dia hanya menjawab dengan anggukan kepala

Tak apalah walau hanya anggukan kepala setidaknya aku mendapatkan hadiah spesial darinya. Aku mendapatkan coklat disaat yang lain mendapatkan permen.

Inilah yang selalu membuat fikiranku selalu dipenuhi tentang kak Aldrian.

Cuma aku yang dikasih coklat,

Entah kenapa coklat ini terasa berbeda, terasa lebih istimewa.

Rasanya aku belum pernah sebahagia ini memengang coklat.

Aku berjalan keluar kelas menuruni tangga masih seperti orang linglung, lapangan masih banyak orang tapi nggak begitu ramai.

Didepan gerbang mas Nandito sudah menungguku, matanya melebar seperti akan meluapkan emosi : "Lama banget"

"Kan hari terakhir" aku menjawab pelan lalu naik dibelakang, aku masih senyum senyum sendiri sambil menggenggam coklat.

Dimotor aku udah buka bungkusnya dikit, kepengen makan tapi nggak jadi. Aku masukin kedalam tas. Ditasku ada coklat yang rasanya mengalahkan permen tadi.

Sssssttt....

Motor mas Nandito udah masuk kehalaman rumah, aku turun berjalan langsung ke ruang tamu.

"Heh bocah, bukain tu pintu garasi" Teriak mas Nandito dari atas motor.

Aku berbalik jalan berlari kecil ke garasi sambil bergumam "Males banget jadi orang, tinggal turun buka sendiri napa"

Kreeekkkk kreekkkkk krekkkkk

Pintu garasi kebuka.

Ada motor baru, motor siapa ini bagus banget. Seperti motor mba Renata cuma ini warna biru warna favoritku.

"Ibu... Ibu... Ibu.... Ini motor siapa, bagus banget" aku didalam garasi berteriak memanggil ibu yang aku fikir ada di dalam rumah.

"Hei bocah... brisik amat sih, tanya Bapak sana!!" teriak mas Nandito dari dalam garasi

Garasi ini mungkin juga akan ikut teriak teriak kalau punya mulut.

Karena ibu tak kunjung keluar menjawab pertanyaanku, aku mengambil Hp didalam tasku.

"Bapak... digarasi ada motor biru bagus banget punya siapa???"

Aku sudah tidak sabar mendengar jawaban Bapak yang tak kunjung membalas pesanku.

Aku berlari kecil menuju rumah, mencari cari keberadaan ibu tapi ibu tetap nggak ada,.

Aku kembali lagi ke garasi lalu masuk kedalam toko ibu lewat pintu belakang.

Akhirnya aku menemukan ibu sepertinya sedang sibuk dengan laptop nya.

Aku berjalan berlahan mendekat kearah ibu, aku takut mengganggu, tapi kali ini aku harus mengganggu ibu. Walaupun ibu paling tidak suka diganggu kalau sedang bekerja. Aku harus menanyakan motor baru digarasi.

"Ibu maaf mengganggu sebentar, Aya cuma mau tanya... Sepeda motor seperti punya mba Renata yang warna biru digarasi punya siapa" Aku beranikan diri bertanya lirih disamping ibu.

Ibu menoleh kearahku, menjawab dengan lirih pula "Aya sudah tanya Bapak??"

"Sudah tapi belum di jawab"

"Ya buat siapa lagi yang belum punya sepeda motor" mba Eli menjawab sambil berjalan keluar dari gudang.

Selain pak Topo, pak Wandi dan mba Ana ada mba Mba Eli yang bantuin administrasi di toko ibu.

Ting... Ting...

Ada pesan masuk di Hp ku, ternyata dari Bapak

"Kemarin yang bilang sama Ibu minta dibelikan sepeda motor siapa ya?? Bapak lupa"

Beginilah Bapak yang selalu memberikan apapun yang aku inginkan, tidak peduli semua melarang. Asal aku bahagia Bapak pasti memberikan apapun itu padahal aku belum memintanya.

Betapa bahagianya aku, membalas pesan Bapak penuh dengan senyuman :

"Terimakasih banyak Bapak, Bapak terbaik tiada duanya"

Ibu "Sudah bilang terimakasih ke Bapak?"

"Sudah Ibu, ini barusan bales pesan Bapak. Bapaknya Aya memang terbaik"

Ibu melirkku "Memang Ibu ngga baik, kalau semalam ibu nggak bilang ke Bapak kamu minta sepeda motor, Bapak nggak bakal beliin"

Aku langsung memeluk ibu erat erat "Iya Bapak dan Ibu berkerja sama luar biasa terbaik tiada duanya"

Pak Topo dengan tangan yang masih memegang kunci buat merakit sepeda ikut mendekat :

"Kalau tadi saya nggak pergi ke dealer motor ya motornya tidak mungkin akan sampai dirumah"

Aku "Iya terimakasih banyak pak Topo dan semuanya yang ikut berjasa dalam proses pembelian sepeda motor"

Ibu "Tapi cuma boleh buat kesekolah, nggak boleh buat main jauh jauh"

"Iya ibuku sayang, paling buat main yang deket deket aja ntar kalau mau maen agak jauhan izin dulu deh, janji"

Aku kembali kerumah melewati garasi, Mas Nandito masih di garasi melihat lihat motor baru :

"Kamu emang minta motor persis punya Renata"

Aku "Aku cuma bilang kepengen punya motor kayak mba Renata, tapi motornya bagus juga ini jadi nggak masalah yang penting aku sudah punya motor sendiri jadi ma Nandito nggak perlu antar jemput lagi"

Mas Nandito dengan mata yang sinis "Bahaya tau anak kecil naik motor sendiri, dijalan banyak orang jahat udah gitu jalanya rame"

Brummm brummm sssttt...

Mba Renata pulang memparkirkan motornya :

"Motor sapa nih... memang harus sama ya??? Kenapa nggak yang lain aja sih, kan banyak tuh merk motor modelnya juga beda beda, ini kenapa merk sama model sama warnanya doang yang beda!!!" Mba Renata mengumpat, dia nggak suka kalau punya apa apa ada yang nyamain.

"Sekarang aku udah bebas mau kemana aja nggak usah nunggu nunggu kalian... bye..bye... " Aku bejalan masuk kerumah meledek mas Nandito dan mba Renata.

Sampai kamar aku rebahan dikasur, hari ini sungguh aku menjadi manusia yang sangat beruntung.

Coklat dari kak Aldrian dan sepeda motor dari Bapak, keduanya benar benar nyata. Kupikir aku hanya pungguk yang merindukan bulan.

Aku benar benar menang jackpot mendapatkan hadiah spesial yang datang bagai angin yang menyejukan lelah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!