Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Narsis
Saat matahari sudah mulai muncul dari ufuk timur, Ranaya kembali ke kamar kosan Arka. Ia melayang di depan pintu cukup lama, karena entah kenapa tiba-tiba ia merasa gugup.
Tok... tok... tok...
Ranaya mengetuk pintu pelan. "Arka? Lu udah bangun?"
Masih tak ada jawaban. Saat Ranaya hendak mengetuk pintu lagi. Penghuni kamar sebelah keluar. Ia celingak-celinguk kebingungan.
"Apa gue salah denger, ya? Atau ada yang iseng ngetuk pintu kamar gue tadi?" ucap pria yang masih dengan muka bantal itu sebelum akhirnya kembali masuk.
"Dih, kepedean banget, orang gue ngetuk pintu kamar Arka!" ucap Ranaya sewot. Karena tidak mau penghuni sebelah kepedean lagi, Ranaya memilih untuk memanggil Arka saja.
"Arka.... Udah pagi nih, bangun, yuk. Baaaanguuun.... baaaaanguuun!" teriak Ranaya, persis seperti bocah yang mau ngajak temannya main.
Masih tak ada jawaban juga. Ranaya mau mengintip, tapi takut salah lagi. Alhasil dia kembali berteriak, "Arka... oh Arka, kenapa belum ban—"
Teriakan Ranaya terhenti saat pintu kamar Arka terbuka lebar. Arka, si pemilik kamar kos, berdiri dengan wajah yang kusut dan ngantuk.
"Berisik!" Pria itu menguap. "Mau ngapain?"
Alih-alih menjawab, Ranaya justru salah fokus ke arah tubuh bagian atas Arka yang masih tak terbalut apa-apa. Menyadari hal itu, Arka langsung menutup pintu kamarnya.
"Dasar Kunti Mesum!" ucap Arka, membuat Ranaya langsung tersadar dan gelagapan.
"Eh, sembarang! Siapa suruh lu enggak pake baju! Mata gue kan jadinya salah fokus!" Ranaya segera menutup mulutnya. Ia mengutuki keasbunannya yang benar-benar tidak bisa dikendalikan.
"Aduh, Oon banget sih nih mulut," gumam Ranaya sembari memukul-mukul kepalanya sendiri.
Sedangkan Arka yang masih ngantuk kembali rebahan di kasur, tubuhnya terasa sangat pegal karena beberapa hari terakhir ini terlalu memaksakan diri.
"Arka? Lu tidur lagi?" tanya Ranaya setelah puas mengutuki diri dan ingat apa tujuannya datang ke sini.
Tak ada jawaban. Kesal, kali ini Ranaya nekat menerobos masuk, tapi lagi-lagi, ia melihat Arka tidur telentang dan masih tanpa baju.
Buru-buru Ranaya membalikkan badan. "Ish, lu kenapa sih tidur enggak pake baju gitu?!" celoteh Ranaya.
Arka yang tadinya terpejam. Langsung membuka mata, tak menyangka kalau Ranaya sudah masuk ke dalam kamarnya. "Ck! Lu mau ngapain sih?"
Arka menarik selimut, menutupi tubuhnya. Namun masih dalam posisi telentang di atas kasur.
"Gue mau minta tolong," jawab Ranaya, posisinya masih membelakangi Arka, berdiri di dekat pintu kamar.
"Gue masih ngantuk, nanti aja. Lagian sahabat lu juga mungkin masih tidur jam segini, belum di rumah sakit kan?" ucap Arka lalu kembali memejamkan matanya. Dia benar-benar lelah dan ngantuk.
Ranaya mengintip, setelah melihat tubuh Arka yang sudah ditutupi selimut, ia pun berbalik badan. "Gue punya ide baru."
Ranaya melayang mendekat. "Lu enggak perlu nyamperin Agatha sekarang."
"Terus?" Mata Arka masih terpejam.
"Gini, gue kan punya akun instagram, nah nanti gue numpang login di handphone lu. Terus lu bantu ketik deh apa yang mau gue omongin, gimana? Soalnya gue enggak bisa megang handphone. Engga tau kenapa."
"Lu yakin dia bakal percaya kalau itu lu, bisa aja kan akun lu diretas?" Arka membuka matanya, menatap Ranaya yang kini berada tepat di samping kasurnya.
"Ih, coba dulu!"
Arka menghela napas kasar. Pria itu dengan malas meraih handphone yang masih tersambung dengan kabel charge. "Apa username lu?"
"Nay, y nya tiga, titik, cantik," jawab Ranaya.
"Gini?" Arka menunjukkan hasil ketikannya.
"Ih, gue bilang kan hurufnya y nya tiga." Protes Ranaya karena Arka hanya mengetik 2 huruf.
"Hmm, sandi?" tanya Arka setelah memperbaiki penulisan username yang salah.
Ranaya tersenyum dengan bangga. "Ranaya cantik jelita mempesona, huruf kecil semua tanpa spasi."
"Dih, narsis banget," gumam Arka sembari mengetik kata sandi yang Ranaya sebutkan dan berhasil login ke akun instagram dengan dua ribu empat ratus enam puluh satu pengikut itu. "Udah, nih, terus?"
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️