Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RESONANSI PEDANG TULANG

​KLANG! KLANG! DUAARR!

​Bunga api berwarna merah membara meledak di tengah Pelataran Altar Utama Puncak Gunung Tengkorak Merah. Gemuruh benturan senjata dan getaran energi ranah tinggi meretakkan lantai batu raksasa hingga terbelah menjadi ribuan celah.

​Ryu Jin berdiri kokoh di tengah terpaan empat pilar cahaya merah dari Formasi Altar.

​Pedang besi berkarat di tangan kanannya bergerak bagaikan bayangan hitam yang tak terlihat. Hanya dalam hitungan detik, Ryu Jin telah menangkis tebasan dua kapak raksasa milik Jenderal Iblis Pertama, membelokkan tusukan empat lengan baja beracun Jenderal Iblis Ketiga, dan menangkis sabetan rantai kait pemakan daging Jenderal Iblis Kedua secara presisi!

​WUUUSH!

​Ryu Jin memutar pergelangan tangannya, mengayunkan pedang besinya secara horizontal dalam satu gerakan melingkar yang teramat cepat.

​DUAARR!

​Aura pedang hitam pekat menyapu udara, memenggal leher Jenderal Iblis Pertama hingga kepalanya yang berzirah besi melayang di udara! Tubuh raksasa pemegang kapak itu roboh menghantam tanah dengan suara keras.

​Namun, sebelum darahnya sempat mengaliri batu pelataran...

​GZZZZZZ!

​Ratusan pipa tembaga dari Altar Utama mendadak memompa cairan darah esensi jiwa secara masif. Cairan merah membara itu menyembur keluar, menyelimuti leher dan kepala Jenderal Iblis Pertama yang terpisah. Dalam hitungan detik, jaringan daging dan tulang besi milik raksasa itu menyatu kembali tanpa menyisakan sedikit pun luka!

​"Hahaha!" Jenderal Iblis Pertama bangkit berdiri seraya mengayunkan kapaknya kembali dengan keganasan gila. "Selama Altar Utama menyuplai darah esensi ini, kami bertiga memiliki tubuh abadi yang tak bisa dihancurkan!"

​Tiga Jenderal Iblis ranah Nascent Soul Tingkat Lanjut itu kembali menerjang secara serentak dari tiga arah!

​Ryu Jin menyempitkan matanya. Tatapan matanya yang merah darah tetap tenang. Musuh di hadapannya bukan sekadar praktisi ranah tinggi biasa, melainkan boneka perang abadi yang terus diregenerasi oleh pasokan energi dari seluruh benua. Bertarung mengandalkan daya rusak fisik secara terus-menerus hanya akan membuang waktu.

​Saat dua kapak raksasa kembali meluncur turun menghantam kepalanya, Ryu Jin tidak lagi menangkis secara kasar.

​Ia membiarkan mata kapak itu berjarak satu sentimeter dari bahunya, lalu dengan satu sentuhan ringan, Ryu Jin menempelkan telapak tangan kirinya ke permukaan kapak beracun tersebut.

​SSSTTT!

​Ryu Jin tidak menghancurkan kapak itu. Sebaliknya, ia mengalirkan aura kematian murni milik Pedang Tulang Hitam menembus besi kapak, merayap masuk lurus ke dalam saluran energi internal Jenderal Iblis Pertama.

​Aura kematian yang teramat dingin itu tidak merusak daging, melainkan secara halus membekukan simpul pembentuk Formasi Pemulihan Abadi yang tertanam di dalam Inti Jiwa sang jenderal!

​GZZZZZZ!

​"A-Apa... Kenapa aliran darah esensi ini..." Jenderal Iblis Pertama mendadak membeku di tempatnya. Cairan merah dari altar yang mencoba menyembur untuk menyembuhkan tubuhnya seketika berubah menjadi kristal es hitam yang pecah menjadi serbuk!

​DUAARR!

​Seluruh tubuh Jenderal Iblis Pertama runtuh menjadi tumpukan abu hitam yang hilang ditiup angin—musnah secara permanen tanpa sanggup beregenerasi lagi!

​Tanpa memberi jeda, Ryu Jin melangkah cepat menggunakan teknik gerak cepat bayangan.

​TAP! TAP!

​Dalam dua kedipan mata, ujung pedang besi Ryu Jin berhasil menyentuh dahi Jenderal Iblis Kedua dan Jenderal Iblis Ketiga secara beruntun. Aura kematian merembes masuk, membekukan Formasi Pemulihan Abadi di dalam tubuh mereka dari dalam!

​DUAARR! DUAARR!

​Dua Jenderal Iblis tersisa seketika membeku kaku sebelum akhirnya meledak menjadi debu hitam yang mengepul di udara!

​Tiga ahli ranah Nascent Soul Tingkat Lanjut yang memiliki tubuh abadi... musnah sepenuhnya dalam hitungan detik di tangan Ryu Jin!

​Namun, di atas panggung Altar Utama, Tetua Agung Du Xuan tidak tampak terkejut ataupun takut. Pria berwajah setengah tengkorak itu justru tersenyum lebar, menunjukkan deretan gigi keringnya yang mengerikan.

​"Luar biasa! Benar-benar metode pemusnahan yang sangat jenius!" Du Xuan bertepuk tangan pelan, matanya yang hijau menyala bergetar dalam kegilaan yang tak terukur. "Tetapi... pertunjukan sejatimu baru saja dimulai, Ryu Jin!"

​DEGG!

​Tiba-tiba, dada kiri Ryu Jin berdenyut hebat!

​Ryu Jin memegang dadanya seraya mengambil satu langkah mundur. Rasa sakit yang teramat tajam dan panas menjalar dari antara tulang rusuknya—sebuah fenomena yang belum pernah dialaminya sejak menyatu dengan Pedang Tulang Hitam.

​Di bawah tanah Puncak Gunung Tengkorak Merah, sebuah getaran purba yang teramat dahsyat mulai bangkit. Pedang Tulang Hitam di dalam dada Ryu Jin merespons energi purba tersebut secara liar, seolah dua kekuatan dari asal yang sama sedang mencoba saling menarik!

​"Kau merasakannya, bukan?!" teriak Du Xuan seraya melompat turun dari puncak altar bertingkat sembilan!

​DUAARR!

​Du Xuan mendarat di tengah pelataran batu. Tubuhnya tidak mendarat sendirian, melainkan membawa serta Sangkar Kristal Jiwa Suci tempat Lian Xue terkurung!

​Dengan gerakan yang cepat dan kaku, Du Xuan menancapkan lima jarinya yang berkulit tengkorak lurus ke dalam dinding kristal sangkar tersebut!

​GZZZZZZ!

​Cahaya murni berwarna putih keemasan meledak dari tubuh Lian Xue yang pingsan, mengalir menembus jari-jari Du Xuan dan membungkus seluruh tubuh pria tua itu!

​Jurus Terlarang: Percangkokan Jiwa Purba!

​Du Xuan tidak bertarung menggunakan teknik iblis biasa. Ia menggunakan darah murni dan energi jiwa warisan milik Lian Xue sebagai perisai pelindung abadi di luar tubuhnya, sementara seluruh racun dan aura ranah Nascent Soul Puncak miliknya melapisi kerangka tengkoraknya!

​"Sekarang... cobalah hancurkan aku!" tantang Du Xuan dengan suara bergema kencang. Tubuhnya memancar kombinasi energi putih suci dan racun hitam membara yang teramat mengerikan!

​WUUUSH!

​Ryu Jin menahan gejolak denyut di dadanya. Tanpa ragu, ia melesat maju bagaikan kilat hitam, mengayunkan pedang besinya melancarkan tebasan aura kematian lurus ke arah leher Du Xuan!

​KLANG!

​Tebasan aura pedang Ryu Jin yang biasanya sanggup membelah tebing karang... mendadak terhenti keras di udara, terhalang oleh lapisan perisai cahaya putih keemasan yang melapisi tubuh Du Xuan!

​"Hahaha! Terlalu lemah!" teriak Du Xuan gila.

​Du Xuan mengibaskan tangan kanannya yang dibalut cakar racun hitam, menghantam dada Ryu Jin dengan kecepatan yang meremukkan dinding suara!

​DUAARR!

​Ryu Jin merentangkan pedang besinya untuk menangkis, namun benturan dahsyat itu melemparkannya sejauh belasan meter ke belakang! Kaki Ryu Jin terseret keras di atas lantai batu hingga menciptakan dua alur dalam di pelataran.

​Du Xuan terbukti menjadi musuh paling alot dan berbahaya yang pernah dihadapi Ryu Jin. Dengan menjadikan energi murni Lian Xue sebagai perisai, setiap serangan mematikan milik Ryu Jin berhasil diredam dan diserap oleh perisai tersebut, sementara serangan balik Du Xuan membawa daya rusak ranah Nascent Soul Puncak yang hampir mendekati ranah separuh langkah Soul Formation!

​DUAARR!

​Tepat pada saat itu, bulan di langit malam tenggelam sepenuhnya ke dalam bayangan Gerhana Merah.

​Pancaran cahaya merah darah yang teramat pekat menyiram Puncak Gunung Tengkorak Merah. Energi formasi di sekeliling altar meledak sepuluh kali lipat lebih dahsyat, melipatgandakan tekanan spiritual di pelataran hingga membuat udara merintih kaku!

​Du Xuan berdiri di tengah terpaan cahaya gerhana, mengacungkan tongkat tengkoraknya ke udara.

​"Di bawah naungan Gerhana Merah ini... tidak ada seorang pun yang sanggup menembus pertahananku!" jerit Du Xuan. "Jurus Cakar Tengkorak Pemakan Benua!"

​Dua cakar bayangan raksasa berwarna merah kehitaman terbentuk di udara, membawa racun pembusuk jiwa yang siap melumat seluruh pelataran!

​Ryu Jin berdiri tegak di tengah terpaan angin racun. Ia menyapu sedikit jelaga di bibirnya, menatap Du Xuan yang dilapisi perisai cahaya murni.

​Ryu Jin memisahkan cengkeramannya dari pedang besi berkarat. Tangan kirinya terangkat, menempel rapat ke dada kirinya sendiri—tepat di atas tempat Pedang Tulang Hitam terlelap.

​SSSTTT!

​Gumpalan asap hitam pekat yang teramat dingin dan membunuh mulai mengepul keluar dari sela-sela jarinya. Untuk pertama kalinya dalam pertempuran di Benua Luar, Ryu Jin bersiap membuka satu tingkat segel asli dari pedang terlarang di dalam dadanya!

​"Mari kita lihat..." suara Ryu Jin bergaung sangat rendah, dingin, dan mematikan. "...seberapa kuat perisai yang kau banggakan itu."

​Pertarungan puncak di bawah naungan Gerhana Merah meledak dalam benturan yang paling menentukan!

1
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
😎😎😎
Sri
😍😍😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!