Indonesia
NovelToon NovelToon
The Chronicle Of Jawata (Edisi Trial Kompilasi)

The Chronicle Of Jawata (Edisi Trial Kompilasi)

Status: tamat
Genre:Petualangan / Kultivasi / Epik Petualangan / Kehidupan Tentara / Perperangan / Persahabatan / Barat / Tamat
Popularitas:110.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: hidayanthi alifa

Teror negeri Jawata, sosok Bocah Malapetaka yang mampu membasmi seluruh negeri dengan api. Seorang penguasa Sekte Kakilangit, Paduka Jayasinggih justru menginginkan kekuatan Bocah Malapetaka, yakni Dunia Bawah yang menyimpan kekuatan ribuan Pasukan Ular. Di bawah kendalinya, pasukan pembantai memburu Bocah Malapetaka untuk dibunuh.

Di sisi lain, sekumpulan praja dikirim ke Kakilangit untuk misi latih tanding. Namun sebenarnya mereka hendak dibantai dan diubah menjadi tentara zombie.

Satu kejahatan tersingkap. Bocah Malapetaka mematahkan ketangguhan Sekte Kakilangit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hidayanthi alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Berpacu Kuda

”Baiyan, aku mendukungmu!!!”

Seorang murid berjejal dan meneriakinya dari arah tribun.

”Purwa!" Baiyan melempar senyum cemas ke arah murid itu, tidak lain adalah Purwa. Dia sudah berpacu pada giliran sebelumnya.

”Semakin ngebut semakin seru, aku sudah buktikan itu! Skorku 5 nilai hitam!” seru dia lagi. Angka itu membuat Baiyan ngeri.

”Jangan lupa! Semakin cepat semakin seru!” teriak Purwa sekali lagi sebelum tenggelam dalam murid-murid berjejal sepanjang tepian jalur pacu. Tamma dan murid-murid kelas Kancil lainnya, ikut merapat di tepian jalur untuk menyaksikan teman-teman mereka.

Baiyan memasuki jalur pacuan. Palang besi dibuka, seekor kuda hitam paling besar di posisi 7 telah siap di sana untuknya.

Baiyan memperhatikan seekor kuda hitam di hadapannya, jika dibandingkan dengan yang lain, kuda ini yang paling besar.

”Beruntung, kau mendapat kuda kerajaan!” seruan seseorang peserta di sebelahnya, teredam riuh siul murid-murid yang menonton, berbaur sorak dari arah tribun.

”Kuda kerajaan?” Baiyan memperhatikan baik-baik, kuda hitam tinggi besar posisi 7. Di jalur sebelah, hanya terpisah palang sekat pembatas masing-masing jalur. Semua peserta mulai menaiki punggung kuda masing-masing, terkecuali Baiyan masih kebingungan.

Peserta di jalur sebelah, sudah naik ke pelana kuda, ”Gunakan pijakannya untuk naik!” serunya untuk sekedar memberi contoh pada Baiyan seperti yang dilakukan peserta lain.

Baiyan benar-benar tidak tahu cara menunggang kuda. Ini pertama kali. Ia mengikuti seperti yang dikatakan peserta itu.

Hup!

Agak susah, akhirnya Baiyan kini berada di punggung kuda. Ini pertama kali ia naik kuda, tentu membuatnya gugup. Apalagi kuda hitam ditumpanginya bergerak-gerak, Baiyan tak seimbang. Sesekali dilihatnya ke arah penonton, Tamma dan teman-teman tim kancil meneriaki semangat dari sana.

”Pacuan Kuda segera dimulai! Bersiap-siaplah!!!” aba-aba pertama wasit berseru. Sepuluh peserta pacuan kuda, memasang ancang-ancang.

”Mulai setelah hitungan ke-tiga!!!”

Ketegangan semua penonton mengalihkan suasana riuh menjadi agak sunyi.

”Satu ... dua ... tiga ...!” tepat pada hitungan terakhir, pintu jalur terbuka dan semua kuda tunggangan lepas. Derap kaki-kaki kuda berkejaran. Sorak riuh penonton kembali membahana.

Awalnya, Baiyan memimpin di urutan terdepan karena beruntung mendapat giliran kuda paling cepat dan unggul, tetapi apapun hasilnya nanti tergantung dari kemampuannya sendiri.

Sayang sekali Baiyan tidak pernah pengalaman berkuda, sehingga semakin cepat kuda itu membawanya lari, membuatnya tidak bisa mengendalikannya. Tali kekang terlepas mengakibatkan tubuh Baiyan berguncang oleng, ketika melewati tikungan terlempar.

Bug ...!

Hantaman keras keluar jalur, Baiyan terkapar. Kudanya melesat pergi. Suara teriak penonton meredup.

.....

Angin sepoi-sepoi berhembus segar di antara kisi-kisi jendela bangsal pengobatan. Tampak beberapa pasien di ruangan yang sama dan dijenguk teman-teman mereka dari kelas masing-masing. Sementara di pembaringan sepi, Baiyan duduk termenung, memikirkan kejadian yang nyaris membunuhnya.

”Aduh ... duh ...,” desahnya bercampur kesakitan merasakan kening dan lengannya yang berbalut. Tidak lama berada dalam kesendirian, dua orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang.

”Bagaimana keadaanmu, Bay?” sapa Tamma diiringi Purwa di belakangnya.

Baiyan di pembaringannya tampak lemas, ”Sakit sekali ...,” rintih dia untuk ke sekian kali dalam kesepiannya sebelum mereka datang.

”Semakin cepat semakin asyik apanya? Kalau tahu kejadiannya seperti ini, aku tidak akan berpacu kuda!” cemberut Baiyan pada Purwa menghias muka pucat.

”Aku tahu yang terjadi padamu tidak mulus. Mungkin karena ini pertama kalinya kau berpacu kuda. Seharusnya katakan saja pada pelatih jika kau tidak mau berkuda hari itu, mereka tidak akan memaksa,” anjur Purwa meskipun sudah tidak ada gunanya lagi, toh Baiyan saat ini telah terbaring sakit.

”Lalu, bagaimana dengan nilaiku?” tanya Baiyan beralih pada Tamma.

”Maaf, nilaimu kosong untuk berkuda,” jawaban Tamma membuatnya murung dan sedikit kesal. Tamma menyodorkan buku hijau milik Baiyan.

”Apa?! Sudah sakit, nilai kosong!” pekik Baiyan, membuka-buka lontar nilai harian, terpampang kosong isinya.

”Kita masih beruntung karena mendapatkan nilai putih pada pelajaran perakitan senjata tempo hari, paling tidak ...," ujar Tamma, belum selesai bicara, Baiyan menyela

”Nilai Putih?!” Baiyan terkejut mendengar, "Ya ampun, dua nilai gagal pada dua mata pelajaran."

”Paling tidak, kita mendapat nilai,” lanjut Tamma. Baiyan sangat kecewa melihat tanda putih di satu kotak isi lontar. Ia geleng-geleng kepala. Sebaliknya Tamma tersenyum lebar.

”Kamu senang mendapat nilai putih?” Baiyan menghela nafas.

”Hargailah. Itu usaha kita sebaik-sebaiknya,” lanjut Tamma.

”Lalu, bagaimana dengan nilai berkuda-mu?” tanya Baiyan beralih pada pelajaran itu.

”Kosong. Aku tidak ikut," jawab Tamma tersenyum getir.

”Mengapa begitu?” Baiyan heran.

”Mmm ... Dia meninggalkan latihan berpacu kuda karena harus menjagamu sampai sore,” justru Purwa menjawab kali ini.

”Kamu terjatuh. Kudanya terus berlari, tetapi tubuhmu terlempar keluar lintasan pacuan. Pelatih membawamu ke Graha Tabib, lalu aku dan Purwa menjagamu. Jadi, terpaksa aku meninggalkan pelatihan berkuda,” jelas Tamma mengingat kejadiannya.

”Maaf, aku menyebabkan nilaimu jadi kosong,” ujar Baiyan jadi kecewa.

”Tidak masalah, lain kali aku bisa mengikuti ujian berkuda lainnya," balas Tamma.

”Kamu, Purwa ... bagaimana tentang nilai-nilaimu selama ini?” tanya Baiyan.

”Aku pemula. Nilai hitam untuk berkuda, nilai merah untuk perakitan senjata, dan nilai putih untuk sastra, bahasa dan menghitung,” jawab Purwa angkat bahu menandakan bahwa dia telah mendapatkan ala kadarnya.

”Cukup bagus. Ternyata, kamu bisa lebih baik dariku,” Baiyan memuji sekaligus ingat kejadian saat dia tidak sengaja mengejeknya.

”Purwa ...,” Tamma menyodorkan kepalan tangan pada Purwa dan Baiyan.

Purwa membalas dengan kepalan tangan pula. Tamma dan Baiyan menyertai kalimat hangat, ”Kamu adalah sahabat kami.”

”Jangan khawatir. Jika ada yang mengejekmu lagi, maka aku tidak tinggal diam, sekalipun Baiyan yang akan melakukannya,” kata Tamma menenangkan Purwa.

"Ingatkan aku untuk memukul diriku sendiri jika kelak berani mengolok dirimu lagi," imbuh Baiyan. Purwa pun tersenyum ringan mendengarnya.

* * *

1
Eneng Bariono
hemmm
JWT Kingdom
😁😁😁😁😁😁
JWT Kingdom
Apa kabar semuanya 😁😁😁
JWT Kingdom
😁😁😁😁😁😁
Karya yang menarik... semangat berkarya...
JWT Kingdom: Terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
FDR
aku mmpir nih kk tolong mmpir di karya aku juga ya kk judul nya HARIMAU AULIA 🙏
JWT Kingdom: oke oke 👌👌👌
total 1 replies
Dhita Sativa
baru baca part 1 udh terpana dgn bahasanya.. keren kak.. 🥰
JWT Kingdom: iya iya oke. terimakasih 🥰
total 3 replies
¸.•♥•.¸¸.••[SKY]•♥•.¸¸.•♥•🎤🎧
SANGAT BAGUS DAN MENARIK
JWT Kingdom: terimakasih atas dukungannya 🙏🥰🤗
total 1 replies
Nikodemus Yudho Sulistyo
Jujur, ini awal yg baik. tidak bnyak yang memulai dengan tema 'sastra' dan cenderung langsung ke 'ilmu kanuragan' atau politik ketatanegaraan. Semangat. selalu saya dukung.
JWT Kingdom: Terimakasih atas kunjungan dan dukungannya. Maag baru balas ya. 🙏🌹
total 1 replies
Nikodemus Yudho Sulistyo
Bagus banget nih. Terencana sekali semestanya. Akan sya ikuti. Semangat!

Salam dari NALA dan PENDEKAR TOPENG SERIBU 🙏🏻
JWT Kingdom: Semangat balik Kakak. 🙏🌹🌹🌹
total 1 replies
Nikodemus Yudho Sulistyo
Indah kata2nya nih
JWT Kingdom: terimakasih 🙏🤗🥰
total 1 replies
M.Nawawi
mantaaap
JWT Kingdom: 😆😆😆😆🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
JWT Kingdom
iya, terimakasih 🥰🥰🥰
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
JWT Kingdom: Terimakasih atas dukungannya 🥰🥰🥰
total 1 replies
One Tea
Keren thor... Dpt ide dr mna ini yak.... Salut pkonya
JWT Kingdom: terimakasih Kak. ide dari imajinasi di kepala kak. 😁😁😁
total 1 replies
🦋⃟ℛ ᴬ∙ᴴᴀᷟ N⃟ʲᵃᵃ ᭙⃝ᵉˢᵗ
mantap 👍👍👍👍👍👍
JWT Kingdom: terimakasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
𝒯ℳ
👍🏿
JWT Kingdom: Terimakasih atas dukungannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
🦋⃟ℛ ᴬ∙ᴴᴀᷟ N⃟ʲᵃᵃ ᭙⃝ᵉˢᵗ
untuk ucup juga yah thor 🤭🤭🤭
JWT Kingdom: iya, bang Ucup. 🤗🤗🤗
total 1 replies
Mantap bro. Alur ceritanya bagus 👍
JWT Kingdom: terimakasih banyak 🙏🙏🙏
total 1 replies
🦋⃟ℛ ᴬ∙ᴴᴀᷟ N⃟ʲᵃᵃ ᭙⃝ᵉˢᵗ
salam kenal dari ucup Taja 🤭🤭🤭🤭
sehat selalu dan sukses terus 🤲
🦋⃟ℛ ᴬ∙ᴴᴀᷟ N⃟ʲᵃᵃ ᭙⃝ᵉˢᵗ: sama sama nyikmas pendekar 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!