Rasa percaya menikahi orang yang sejak kecil ku kenal mungkin akan membuat ku mudah nantinya merajut cinta setelah pernikahan,karena kami sudah saling mengenal satu sama lain.Hingga akhirnya aku menepiskan keraguanku dan menerima lamaran Yoga untuk menikahiku.Namun faktanya adalah cinta yang terjalin cinta yang tak terduga sama sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15....
Terkadang cinta dapat membutakan siapa pun yang tak dapat mengendalikan nya,tak pandang usia,tidak pandang status,tidak melihat keadaan,selama itu memberi rasa aman dan nyaman pada kedua belah pihak yang jatuh cinta,maka cinta itu akan berjalan terus dengan semestinya.
Begitulah cara Airin dan Reihan menjalani hubungan mereka.Seolah tak peduli dengan status dalam diri mereka masing masing,mereka pun seolah membangun dunia mereka sendiri dengan cinta yang mereka punya,selama tidak ada orang lain yang dapat mengetahuinya.
Hubungan terlarang itu pun lanjut berjalan sesuai keinginan mereka.Mereka lebih banyak menghabiskan waktu berdua di banding dengan pasangan atau keluarga mereka masing masing.Dan stasiun kereta api adalah saksi bisu kisah cinta mereka dimana tidak ada satu pun orang yang menaruh curiga dengan kedekatan mereka.
Satu ketika,mereka ingin menjalani kisah cinta mereka seperti kisah cinta dua sejoli pada umumnya,salah satu contoh pergi makan malam.Namun mereka berfikir jika pergi makan malam hanya mereka berdua di luar area stasiun kreta api tentu akan jadi masalah besar nantinya,mengingat status yang mereka sandang masing masing.
Hingga akhirnya sebuah ide pun muncul di benak mereka bagaimana caranya agar bisa pergi makan malam bersama tanpa harus menimbulkan masalah nantinya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengajak Danira dan Yoga dengan dalih undangan makan malam dari pihak Danira untuk Yoga dan sebaliknya.Mereka pikir meskipun bukan hanya mereka berdua yang menikmatinya setidaknya mereka sudah merasakan ngedate di depan umum meskipun double dating namanya.
Yoga dan Danira yang menyukai kebersamaan dalam hal acara apa pun langsung setuju dengan undangan makan malam tersebut.
Tepat pukul tujuh malam pasangan Reihan dan Danira tiba lebih dulu di sebuah restaurant yang sudah di tentukan oleh Reihan dan Airin dalam perencanaan mereka.Namun Airin dan Yoga belum terlihat.Reihan pun mulai merasa gelisah.
"Ada apa Rei...?"
Tanya Danira yang sedang memperhatikan kegelisahan di wajah Reihan.
"Haah...."
"Tidak ada..."
Jawab Reihan coba menutupi kegelisahan di wajahnya.
"Kau seperti sedang mencari sesuatu atau menunggu seseorang..?"
Tanya Danira mantap Reihan.
"Tidak ada...."
"Ayo cepat pesan makanan mu karena aku sudah lapar.."
Jawab Reihan berdalih dengan tatapan matanya yang liat menunggu kedatangan Airin.
"Hem...baiklah.."
Jawab Danira sambil melihat daftar menu yang sudah di sediakan di meja.Namun Reihan yang tak dapat menyembunyikan kegelisahannya telah mengganggu konsentrasi Danira yang sedang memilih milih menu makanan yang akan di pesan.
Danira pun langsung menutup buku daftar menu dan diam menatap Reihan tanpa kata.
"Apa ...?'
Tanya Reihan yang merasa risih saat Danira menatapnya.
"Reihan,katakan padaku kenapa kau begitu gelisah?"
"Apa kau sedang menunggu seseorang?"
Tanya Danira lagi dengan pertanyaan yang sama sebelumnya.
"Hem..yeah..."
Jawab Reihan singkat.
"Siapa?
Tanya Danira..
"Airin...."
Jawab Reihan spontan tak sadar jika jawabannya akan mengundang pertanyaan berikutnya.
"Airin...?"
"kenapa?"
Tanya Danira heran,namun Reihan tidak menghiraukannya.
"Reihan...."
"Gebbraaak...."
Panggil Airin sambil menggebrak meja.
"Haah...?"
"apa?"
Tanya Reihan kembali baru tersadar.
"Ada apa denganmu Reihan,kenapa kau begitu gelisah jika hanya menanti kedatangan Airin?"
"Bukan kah dia kita undang bersama suaminya?"
Protes Danira curiga.
"Ya ten...tentu saja,karena jika mereka tidak datang datang maka akan semakin lama kita makan,sementara perutku sudah lapar."
Jawab Reihan berdalih.
"Benarkah?"
Tanya Danira menatap Reihan tajam.
"Hem..."
"Kenapa kau mempertanyakannya,seolah kau curiga?"
Tanya Reihan mengalihkan pertanyaan.
"Kenapa aku harus curiga padamu Rei?"
"Apa kau melakukan sesuatu di belakangku?"
Tanya Danira lagi.
"Kenapa pertanyaanmu seperti itu?"
Reihan balik bertanya karena merasa tidak nyaman.
"Tidak ada,iseng saja..."
Jawab Danira santai.
"Ow yeah...dan ku harap kau iseng menjadi istriku..."
Sahut Reihan tak sadar memancing perdebatan.
"Tentu saja tidak,tapi mungkin dirimu yang seperti itu..."
Balas Danira enteng namun mengenai jantung Reihan bak peluru tepat sasaran untuk seorang penghianat dalam sebuah hubungan.
"Ow ..Danira kumohon jangan memulai lagi,tidak bisakah kita romantis untuk satu malam saja..?"
Pinta Reihan.
"Bukan aku Rei...tapi kau yang memulainya...."
Jelas Danira.
Dan tak lama kemudian Airin dan Yoga pun muncul dan seketika menghentikan perdebatan Reihan dan Danira.
"Hallo selamat malam,mohon maaf kami sedikit terlambat.."
Sapa Yoga begitu ramah.
"Ehm...ehm...bukan sedikit tapi sudah hampir empat puluh lima menit..."
Protes Reihan.
"Ow ya...maafkan kami kalau begitu..."
"Hehe...."
Jawab Yoga yang menganggap protes Reihan sebuah candaan.
"Jangan menganggap serius Yoga dia memang seperti itu jika sudah lapar..."
Sahut Danira mencairkan suasana.
"Benarkah...."
"Kalau begitu ini adalah waktu yang salah.."
"Haha .....haha...."
"Halo Danira apa kabarmu?"
Sapa Yoga cium pipi kanan dan kiri Danira.
"Aku baik dan semakin baik setelah bertemu dengan mu...."
Jawab Danira begitu ramah.
Seolah tak mau melewati kesempatan yang ada,Reihan pun mengulurkan tangan kepada Airin yang sejak tadi hanya diam.
"Hai Airin bagaimana kabarmu?"
Reihan mendekati Airin mengulurkan tangannya dan mencium pipi Airin kanan dan kiri seperti yang di lakukan Yoga pada Danira.
"Kenapa kau begitu lama,tidak kah kau tau aku sudah begitu gelisah menunggumu?"
Bisik Reihan di telinga Airin saat mencium pipi kiri Airin.
Dan Airin merasa gugup namun Reihan memberikan kode agar Airin bersikap tenang karena itu adalah hal yang wajar sebagimana orang orang saling menyapa.
seketika Airin pun tersenyum tenang setelah memahami kode yang di berikan Reihan.
Double date pun berjalan lancar,di mulai dengan obrolan ringan antara Danira dan Yoga,Airin dan Reihan pun selalu curi kesempatan untuk saling menatap di sela sela obrolan Danira dan Yoga pun tidak di lewatkan mereka.
Ditengah obrolan yang menyenangkan tiba tiba Danira tersadar bahwa mereka asik sendiri dengan obrolan mereka tanpa ingat bahwa ada pasangan mereka yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan cerita mereka.Dan akhirnya dengan sikap yang mudah berkomunikasi dengan orang lain Danira pun mulai mengajak Airin mengobrol dengan beberapa pertanyaan.
"Astaga Yoga..."
"Kita begitu asik membicarakan pekerjaan lupa kalau sejak tadi pasangan kita hanya terdiam saja...."
"Haha...maaf ya.."
Ujar Danira.
"Its..ok sayang..."
"Wanita sibuk dan pria sibuk selalu lupa waktu jika membicarakan pekerjaan."
"Benarkan Airin.....?"
"Hehe...."
Sahut Reihan memberi sindiran dalam gurauan.Tidak ingin berdebat di depan Airin dan Yoga, Danira pun tidak merespon sindiran Reihan yang ketus itu.
"Oh iya ,Airin apa kesibukan mu?"
Tanya Danira Berbasa basi sembari mengalihkan perhatiannya dari Reihan.
"Aku mengajar kelas tari anak anak di salah satu sekolah yang ada di kota B..
Jawab Airin tersenyum.
"Ow....karena itulah mungkin kalian sering bertemu di stasiun kereta api ya...?"
"Deeggg...."
Pertanyaan Danira seketika membuat jantung Airin dan Reihan terhenti.
"Maaf maksudnya...?"
Tanya Airin gelisah,bak pencuri tertangkap basah.
"Ya...karena Reihan jug melatih sepak bola di kota yang sama dan hanya naik kereta api kan transportasi yang dapat mengantarkan kita bisa sampai di kota tersebut..?"
Jelas Danira seketika sedikit menghilangkan katakutan Airin.
"Ya kau benar Danira sayang,tapi yang ada di stasiun itu bukan hanya aku dan Airin saja,ada banyak manusia di sana,kau mengerti...?"
Jelas Reihan menutupi rasa khawatirnya jika Danira mengetahui hubungannya dengan Airin.
"Tentu saja Reihan,aku mengerti.."
"Maksudku adalah setidaknya jika kalian bertemu di stasiun nantinya kalian pasti sudah tidak asing lagi,ya...mungkin jadi punya teman sekedar untuk mengobrol mungkin,menghilangkan rasa bosan menunggu jadwal keberangkatan kereta kalian..."
"Bagaimana menurutmu Airin?"
"Aku benarkan?"
Tanya Danira.
"Ehmm...yah benar.."
Jawab Airin tersenyum manis pada Danira.
"Bahkan kami lebih sering menghabiskan waktu bersama tanpa kau minta Danira...."
Sambung Airin dalam hatinya.
Bersambung.....
Terimakasih