Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Nikahmuda / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

Caitlin terpaksa harus menerima perjodohan yang sudah diatur oleh kakeknya.

Pernikahan karena perjodohan itu seolah merenggut kebahagiaannya. Bagaimana tidak, di hari pernikahannya dia mendapati kalau suaminya punya seorang pacar dan pria itu tisak mau meninggalkan pacarnya.

Sanggupkah Caitlin mempertahankan pernikahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

‘’Kita ngapain ke mall Gan?’’

‘’Lu kenapa banyak tanyanya sih Cait?’’

Caitlin mengatup rapat mulutnya, matanya melalang kesana kemari, memperhatikan kalau-kalau ada barang yang dia sukai. Mumpung sedang di mall, Caitlin ingin sekalian berbelanja untuk dirinya sendiri.

Caitlin sadar, sejak menikah, dunianya sedikit berbeda. Setiap harinya, setelah pulang kampus Caitlin hanya akan langsung pulang ke apartemen, membersihkan apartemen dan juga memasak makanan untuk Regan, walau pria itu enggan untuk memakannya.

Sejak menikah, rasanya dunianya hanya berputar pada Regan, bahkan shopping pun dia sudah nggak pernah lagi padahal dulu, dua hari sekali dia dan Agatha pasti akan shopping bersama atau mungkin, keduanya akan menghabiskan waktu di klinik kecantikan atau salon. Ya namanya juga wanita.

‘’Bentaran Gan.’’ Caitlin menahan Regan. Wanita itu tertarik untuk masuk kesalah satu toko sepatu.

‘’Gw ngajak lu kesini bukan buat belanjain barang buat lu Cait.’’

‘’Gw nggak minta dibelanjain Gan, gw punya uang kok, nggak kekurangan sampe harus minta lu segala.’’

Hati Regan tercubit. Benar juga, setelah menikah, tidak pernah sekalipun Caitlin minta uang padanya, bahkan untuk mengisi keperluan dapur pun Caitlin selalu menggunakan uang pribadinya.

Uang pribadi loh, uang tabungan Caitlin sendiri.

Sejak menikah, Caitlin juga tidak pernah lagi minta uang dari orang tua atau kakaknya. Hanya untuk menjaga nama baik Regan walau sebenarnya Caitlin tau keluarganya tidak akan keberatan akan hal itu.

‘’Gan, tunggu bentar dong.’’ Caitlin meringis, Regan malah menariknya menjauh. Regan terus menariknya sampai masuk ke salah satu toko perhiasan mewah.

‘’Gw mau dibeliin perhiasan?’’ Caitlin nampak senang. Sayangnya, rasa senangnya itu tidak berlangsung lama, begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Regan.

‘’Menurut lu, mana yang cocok buat Naomi?’’

Caitlin menertawakan dirinya. Kepercayaan dari mana itu? Hahahaha itu benar-benar hal paling nggak mungkin terjadi. Membiarkannya masuk ke toko sepatu saja Regan keberatan jadi mana mungkin memberinya perhiasan.

‘’Caitlin Caitlin, sadar dong, lu sama sekali nggak berarti buat dia jadi ngapain dia beliin perhiasan semahal itu buat lu. Mimpi lu ketinggian Cait.’’

Ah tiba-tiba Caitlin merasa kesal. Pria di depannya ini, kenapa lancang sekali memintanya datang dan apa? Hanya untuk memilihkan perhiasan untuk selingkuhannya?

‘’Benar-benar tidak punya otak.’’

Enak saja, memangnya dia nggak punya harga diri apa, sampai harus memilihkan perhiasan untuk si Naomi itu?

‘’Bagusan yang mana?’’ Caitlin malah memberi tatapan tajam. Matanya mulai memilih perhiasan, bukan untuk Naomi ya, tapi untuk dirinya sendiri.

‘’Mbak, bisa liat yang itu nggak?’’ Caitlin tertarik pada kalung yang berbuahkan bintang kecil.

‘’Bagus juga pilihan lu.’’ Regan merebut, kalung itu dari tangan Caitlin. ‘’Naomi pasti cantik banget pas pake kalung ini’’

Secepat kilat Caitlin merebutnya lagi. ‘’Enak aja, kalung ini gw pilih buat gw kali bukan buat selingkuhan lu yang nggak penting itu.’’

‘’Lu.’’

Caitlin tidak mempedulikan, malah menyuruh pelayan toko untuk segera membungkus kalung itu untuknya.

‘’Silahkan melakukan pembayaran mbak, totalnya 46.900.000,’’ ucap pelayan.

Caitlin membuka dompetnya. Tidak berapa lama, dia sudah kembali melirik Regan, pria itu masih sibuk memilih perhiasan.

‘’Gan,’’ panggilnya.

‘’Gan,’’ panggilnya lagi karena Regan tidak mendengar.

‘’Tunggu bentar ya mbak.’’ Caitlin pun menghampiri Regan, tangannya menahan ujung kaos Regan.

‘’Gan, bisa minta tolong dibayarin dulu nggak, gw nggak bawa debit ataupun kredit card, sampe apart gw ganti kok, lu tenang aja.’’

Caitlin tidak bisa bayar pake M banking karena saldo M bankingnya terbatas dan uang pribadinya memang disimpan di bank berbeda, yang M bankingnya tidak Caitlin instal di hp nya.

‘’Mbak saya mau yang itu ya.’’ Regan ikut menunjuk satu kalung dengan buah kalung yang berbentuk huruf R lalu membayar kedua kalung itu dan langsung keluar.

Setelah membeli kalung, Regan langsung mengajak Caitlin pulang.

‘’Gan, kalungnya.’’ Caitlin meminta kalungnya, begitu mereka tiba di apartemen.

‘’Kalung apa?’’

‘’Kalung yang tadi, yang gw minta tolong lu buat bayar.’’

Regan malah memberikan senyum smirknya. ‘’Nggak cocok lu pake kalung itu.’’

‘’Gan, maksud lu apaan sih?’’ Caitlin menahan, saat Regan akan melangkah.

‘’Gw bayar kalung itu bukan buat lu, tapi buat gw kasih ke Naomi.’’

Caitlin nampak speechless. ‘’Gan, tapi kalungnya kan aku yang pilih.’’

‘’Lu yang pilih tapi lu nggak punya duit kan buat bayar? Salah lu sendiri yang nggak mampu bayar.’’

‘’Tapi gw kan minta tolong lu buat bayarin dulu, gw bakalan ganti kok.’’

‘’Emang gw ada ngomong, mau bayarin kalung itu buat lu?’’ Regan cuek aja, kembali melangkah dan masuk ke kamar sedangkan Caitlin masih berdiri diam dengan ekspresi cengonya.

Benar-benar ya si Regan, makin hari kelakuannya makin menjadi saja. Caitlin membuang tubuhnya di sofa, tatapannya beralih, saat mendengar pintu kamar yang kembali terbuka.

‘’Gw laper, lu nggak masak?’’

Caitlin tidak menggubris, memilih diam dan memainkan ponselnya.

‘’Cait, lu nggak dengar ucapan gw?’’

‘’Gw lagi kesel ya sama lu, jangan ajak gw ngomong. Lagian lu kan udah nggak mau makan masakan gw lagi.’’

Caitlin berdecak, pria menyebalkan itu baru saja menertawainya seolah ada yang lucu dengan ucapannya.

‘’Cait beneran deh, gw laper, suami lu lapar.’’

Caitlin diam. Barusan Regan menyebut dirinya sendiri sebagai suami Caitlin?

Sama seperti Caitlin, Regan pun diam, saat menyadari ucapannya barusan.

‘’Jadi sekarang lu ngaku sebagai suami gw, saat lu lapar doang?’’

‘’Suami? Ngayal aja lu.’’ Regan nampak kelabakan.

Caitlin menutup matanya, mendengar suara bantingan pintu kamar. Tidak berapa lama, dia sudah melihat Regan keluar lagi, berjalan terburu-buru dengan wajah yang terlihat khawatir.

Bersambung .....

1
Muanisah Jariyah
gantung thor,lanjut gak nih
Atik Bunga
ceritanya betul2 mengandung bawang aku betul2 kasihan sama caitlin
Atik Bunga
nggk salah ngatain caitlin buluk
yg buluk bukannya naomi ya yg nggk punya malu bermesraan sama suami orang kayak nggk laku aja
Atik Bunga
regan betul2 keterkalalyan tdk menghargai pernikahan
Atik Bunga
gk usah mikirin barang2 regan kok kayak pembantu aja
Atik Bunga
naomi bukannya itu ceweknya regan
Azzam Ais
thorr kasi gambar fisual nya donggg,, biar tambah semangat baca nya🙏
Widya Pertiwi
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
NOR RIMA SALSABILA
Biasa
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
Haslinda
cuek aja kalik,,,gak usah di pikirin nanti jg ujung2 bucin klw tau pacarnya ternyata cabe2an
Haslinda
mampus naomi buaya betina ternyata tpi gak heran sih saking banyaknya novel yg udah aku baca klw pacarnya model pasti cabe2an
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!