Indonesia
NovelToon NovelToon
Muridku Nahkodaku...

Muridku Nahkodaku...

Status: sedang berlangsung
Genre:Kontras Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tahnia Kariima Arm

Novel ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh seorang insan disuatu belahan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tahnia Kariima Arm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 Tahun Ajaran Baru

Tahnia berkolaborasi dengan teman kuliahnya di kota kembang mendirikan privat untuk Sekolah Dasar, SMP dan SMA. Mereka mengontrak sebuah rumah sebagai tempat privat. Alhamdulillah peserta berdatangan karena lokasinya dekat dengan sebuah SMP Negeri di kota kembang.

Tahnia memiliki jadwal di week end karena untuk week day ia harus mengajar di SMAN dan SMK. Tahnia kadang mengajar di tempat les kadang juga datang kerumah peserta, sesuai dengan permintaan konsumen. Tahnia mengajar pelajaran matematika. Ia selalu berusaha memberikan konsep agar difahami oleh muridnya dan memberikan cara cepat dalam menyelesaikannya.

Ia selalu berusaha bersabar menghadapi berbagai karakter muridnya yang berbeda kemampuannya. Tahnia selalu menjadikan kegiatan mengajarnya itu sebagai sebuah hiburan, meski kadang ada hal yang membuat kesal, marah, cape dan lain seterusnya, namun dengan mengajar baik di privat maupun di sekolah dapat membuatnya untuk lebih baik, dan menjadi lebih bermanfaat apabila murid-muridnya dapat menyelesaikan persoalan yang ada dengan menerapkan ilmu yang diajarkannya. Minimal ketika diberi soal bisa menjawab dengan benar.

kurang lebih selama enam bulan Tahnia bolak balik kota kembang untuk membimbing siswanya baik di tempat privat maupun di rumah pesertanya. Namun karena terbatas dengan jarak, akhirnya Tahnia tidak melanjutkan mengajar di tempat privat tersebut. Meski kadang jika ada waktu luang ia suka membantu.

Waktu penilaian Akhir semester pun menjelang, Setelah menyusun soal Tahnia segera mengumpulkan soal ke pihak kurikulum. Ketika ujian berlangsung, dan Tahnia mengawas, ia selalu berusaha menanamkan ke muridnya agar belajar jujur, dan mengisi sesuai kemampuannya masing-masing.

Tahnia hanya menganjurkan hanya ada pulpen dan kartu diatas meja, agar murid-muridnya dapat konsen mengerjakan. Jika ada siswa yang berusaha menyontek, maka Tahnia akan bersikap pura-pura tidak mengetahui ada siswa yang menyontek, namun ketika siswa tersebut sedang lengah menyontek, Tahnia akan segera menghampirinya dan mengambil contekannya serta mengumpulkannya beserta hasil pekerjaannya untuk dilaporkan kepada panitia ujian. Karena sikap Tahnia itu, Tahnia dianggap oleh muridnya memiliki indra keenam karena selalu menemukan siswa yang nyontek meskipun seolah Tahnia hanya duduk saja.

"Eh Bu Tahnia mah punya indra keenam ya, masa si Andi yang lagi nyontek, secara tiba-tiba diambil bukunya, padahal si Ibunya dari awal sibuk memeriksa" sahut seorang murid kepada temannya.

Mendengar obrolan itu Tahnia hanya tersenyum...

Satu pekan berlalu, Bapak Ibu guru sibuk memeriksa hasil ujian dan mengolah nilai, kemudian membuat pengumuman siswa yang nilainya kurang dari KKM.

Di SMK Tahnia memasang pengumuman berupa siswa yang nilainya sudah memenuhi saja bukan siswa yang nilainya kurang. Hal ini menjadi salah satu keunikan Tahnia dibanding yang lainnya.

Mereka saling tertawa ketika melihat pengumuman yang seuprit. Tahnia menerapkan standar yang sama di SMK Swasta itu dengan SMAN, sehingga dalam memperoleh nilai harus sesuai dengan kinerja dan kemampuan.

Siswa yang belum mencapai KKM biasanya karena tugasnya ada yang belum lengkap atau ia belum mengikuti remidial. Setelah kegiatan remidial berlangsung, Tahnia segera mengumpulkan nilai raport kepada wali kelas.

Setelah pembagian raport, sekarang waktunya menikmati libur kenaikan kelas yang lamanya tiga pekan. Sebelum libur kenaikan kelas, Tahnia diajak teman mengajarnya untuk main kerumah salah satu murid yang bernama Edi, mereka yang rumahnya diujung barat bendungan saguling.

Tahnia dibonceng oleh temannya pergi menuju daerah babalongan. Sekitar 40 menit menempuh perjalanan mereka tiba disuatu rumah yang lumayan besar. Diteras rumah terdapat banyak box berisi mangga. Ternyata ayah dari murid mereka itu jualan mangga, dan ia baru belanja.

Daerah itu adalah daerah teman Tahnia waktu SMP. Tahnia memiliki tiga orang teman satu kelas ketika di SMPN, namun sepanjang perjalanan, Tahnia tidak menemukan ketiga temannya itu meskipun ia sudah tengok kiri dan kanan. Tahnia tidak sempat berhenti dan mampir karena tidak enak dengan teman guru lainnya dan hawatir temannya itu tidak ada atau sudah berpindah tempat.

Mereka dipersilahkan untuk ke belakang rumah, karena dibelakang rumah terdapat bale-bale dan pemandangan danau yang indah. Mereka disuguhi nasi liwet, sambel, ayam goreng, tahu dan oseng kangkung serta goreng bukan yang diambil dari kolam air di danau tersebut, yang sengaja Ibu Edi siapkan untuk menjamu tamunya.

Mereka menikmati hidangan yang disediakan sambil menyampaikan pujian ke Ibunya Edi begitu enaknya santapan yang ada. Setelah selesai makan, mereka berbincang dengan orang tua Edi. Ayahnya berkata bahwa putranya memiliki cita-cita menjadi ABRI, mereka mengingatkan Edi untuk belajar lebih giat lagi agar memperoleh nilai yang besar dalam rangka mencapai cita-citanya, mereka juga mendoakan semoga Edi dapat mencapai cita-citanya.

Tahun ajaran baru pun dimulai, di SMK kelas 1 jurusan otomotif Tahnia masih mengajar pelajaran matematika dan kimia. Seperti biasa, semuanya muridnya pada ganteng, karena di kelas itu semuanya laki-laki gaes ga ada yang cantik, karena siswa perempuan hanya ada di jurusan Akuntansi dan Tahnia tidak mengajar di jurusan Akuntansi.

Seperti biasa dipertemuan pertama Tahnia membuat komitmen kelas dan kesepakatan bersama ketika sedang belajar dengan bu Tahnia. Tahnia juga menunjukan beberapa kartu yang akan diberikan kepada siswa yang berprestasi, ada kartu berwarna merah, maupun berwarna kuning serta bintang berwarna biru.

"Siswa yang dapat menjawab quiz dengan benar akan mendapatkan bintang, namun jika pakaian kalian tidak sesuai aturan kalian akan dapat kartu kuning, dan jika kartu kuningnya dapat tiga kali maka akan mendapatkan kartu merah, ini akan berpengaruh terhadap nilai sikap kalian. Apakah bisa difahami? " Tanya Tahnia.

"Bisa Bu" jawab murid-muridnya.

Tahnia memulai pembelajaran dengan menyampaikan bahasan dalam satu semester.

Kemudian Tahnia memulai menyampaikan pembelajaran hari itu, yaitu tentang Teori Bilangan Bulat. Tahnia memulai dengan pertanyaan pemantik, "Mengapa kita perlu mempelajari tentang Teori Bialngan Bulat? "

"Biar kita bisa beehitung Bu"

"Biar kita tidak salah jika belanja"

Jawaban anak2 saling bersahutan.

Tahnia menyampaikan tujuan pembelajaran.

"Apakah ada yang mengetahui diagram bilangan? Atau macan-macam bilangan? " Tanya Tahnia

"Bilangan Asli... Cacah.... Asli.... pecahan... " Jawab siswa saling menimpali.

"Ya betul, pintar, coba ada ga ya yang bisa buat diagramnya? "

Mereka pada diam.

Akhirnya Tahnia membuat diagram dan mempersilahkan siswa untuk menyampaikan masing-masing penjelasannya atau perbedaannya. Setelah beberapa saat, majulah seorang siswa yang duduk di bangku depan, mendekati Tahnia.

"Maaf Bu, bolehkah saya mencoba menjawab? " tanyanya.

"Boleh boleh silahkan" Jawab Tahnia

"Bilangan asli bilangan yang mulai dari angka 1, Cacah mulai dari angka 0, bilangan bulat, bilangan yang bulat, pecahan yang ada desimalnya... Paling segitu Bu, yang lainnya lupa lagi" lanjut siswa tersebut.

"Iya gapapa, jawaban yang bagus sekali, kita berikan bintang untuk siapa namanya? " tanya Tahnia

"Deni Bu" jawab murid tersebut.

Tahnia pun memberikan satu bintang kepada Deni dan mempersilahkan teman-temannya untuk memberikan tepuk tangan.

Setelah mendapatkan bintang Denipun duduk dengan senangnya.

Setelah memberikan penguatan dan melengkapi pernyataan Deni Tahnia memberikan soal latihan yang harus diselesaikan dalam waktu 10 menit.

Deni segera mengerjakan dengan giat. Setelah selesai Dia bergegas menuju bangku guru memperlihatkan hasil pekerjaannya. Tahnia langsung memeriksa hasil pekerjaan Deni dan memberikan nilai. Deni berhasil menjawab semua soal latihan yang diberikan dengan benar. Ia segera kembali kebangkunya dan membimbing teman duduknya bagaimana cara mengerjakan.

Deni merupakan salah satu siswa yang selalu rajin, konsentrasi di kelas, ia selalu aktif dan cepat dalam menyelesaikan latihan yang diberikan. Sehingga menjadi siswa andalan dikelasnya. Deni juga sangat sopan dan sangat menghargai guru-gurunya.

1
Imas Rahayu
keren
Imas Rahayu
mantaps
Imas Rahayu
petualangan
Imas Rahayu
karya yang sangat luar biasa sarat dengan pesan moral
Lies Tahnia K Arm: Terimakasih, semoga bermanfaat
total 1 replies
Lies Tahnia K Arm
Terimakasih Ka atas dukungan dan kesetiannya membaca novel ini...
Lies Tahnia K Arm
Terimakasih atas dukungannya Ka...
Imas Rahayu
semangat author melanjutkan ceritanya..semangat juga dalam menjalani cobaan hidup
Lies Tahnia K Arm: Terimakasih Ka atas dukungannya
total 1 replies
Imas Rahayu
aku paham situasinya
Imas Rahayu
persahabatan bagai kepompong
Imas Rahayu
test cpns
Imas Rahayu
barokah
Imas Rahayu
guru favorit
Imas Rahayu
suasana di kota santri
Imas Rahayu
yogya
Imas Rahayu
guru yang hebat banyak ide untuk membuat siswanya semangat belajar
Imas Rahayu
di makam itu sinyal komunikasi pake hp paling top
Imas Rahayu
ada pengalaman lucu nya pas mau masuk ke rumah makan
Imas Rahayu
persahabatan yang indah
Imas Rahayu
salting mode on hehe
Imas Rahayu
perjuangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!