Indonesia
NovelToon NovelToon
Tuan Alpha, Sang Bayangan

Tuan Alpha, Sang Bayangan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Si Mujur / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Adrina salsabila Alkhadafi

Arga, seorang remaja yang lahir dari darah daging ayahnya sendiri, tumbuh di rumah besar yang justru terasa asing baginya. Kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat berlindung berubah menjadi penjara dingin — penuh tatapan acuh, hinaan, dan kesepian.

Ayah yang dulu ia panggil pelindung kini tak lagi memandangnya. Cinta dan perhatian telah dialihkan pada istri baru dan anak-anak tiri yang selalu dipuja. Sementara Arga, anak kandungnya sendiri, hanya menjadi bayangan yang disuruh, diperintah, dan dilukai tanpa belas kasihan.

Namun di balik luka dan penghinaan yang menumpuk, Arga menyimpan api kecil dalam hatinya — tekad untuk bertahan, dan bangkit dri penderitaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina salsabila Alkhadafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Sandiwara Terbesar

​Pagi hari, beberapa jam sebelum konferensi pers dadakan.

​Laila dan Arga berada di penthouse kantor Aurora Tech. Suasana tegang, tetapi chemistry di antara mereka terasa begitu dekat. Arga, sebagai Tuan Alpha, telah memesan cincin pertunangan sederhana, tetapi elegan, yang terbuat dari titanium—simbol daya tahan.

​"Arga, ini gila. Fiancé? Kenapa tidak sekadar partner bisnis yang concern?" desah Laila, mondar-mandir. Ia mengenakan gaun formal yang Arga siapkan untuk konferensi itu.

​"Karena Rendra tidak akan percaya partner bisnis yang concern," jawab Arga, suaranya tenang, tetapi matanya penuh perhitungan. "Dia hanya percaya drama. Media dan publik hanya akan memaafkan skandal sabotase jika itu dilatarbelakangi skandal asmara yang manis."

​Arga berjalan ke arah Laila, memegang kedua bahunya. Ini bukan lagi latihan peran, ini adalah perintah.

​"Dengar, Laila. Vino menuduhmu sabotase. Kita akan memutarbalikkan narasinya. Kita berdua adalah sepasang kekasih rahasia yang sangat mencintai Nusantara hingga harus menyelinap ke lokasi terlarang itu untuk mengamankan masa depan kota kita. Kita membuat cerita ini menjadi heroik, bukan kriminal."

​Arga mengambil cincin itu. "Ini hanya properti, Laila. Jangan baper."

​"Aku tidak baper! Aku benci akting!" balas Laila, menatap matanya. "Aku benci jika Ayahmu mengira kita—"

​"Ayahku? Ayahku harus melihat ini. Dia harus melihat bahwa Tuan Alpha tidak hanya mengambil bisnisnya, tetapi juga wanita yang dia incar," potong Arga, menyentuh titik sensitif Laila—tunjangan akomodasi yang dulu adalah borgol emas.

​Arga mengambil tangan Laila yang gemetar. Jemarinya yang dingin dan terlatih memegang erat.

​"Lihat aku, Laila."

​Arga memasangkan cincin titanium itu di jari manis Laila. Sensasi itu, meskipun hanya sandiwara, terasa seperti kontrak yang mengikat jantung mereka.

​"Di depan kamera, kau harus terlihat jatuh cinta denganku. Kau harus menceritakan bagaimana aku menyelamatkanmu dari Adhiyatma. Kau harus melihatku seperti aku adalah satu-satunya orang di dunia yang kau percayai," perintah Arga, suaranya semakin rendah.

​"Bagaimana aku bisa melihatmu seperti itu?" Laila berbisik.

​Arga mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekatkan wajahnya. Hidung mereka nyaris bersentuhan. Chemistry itu begitu intens hingga udara terasa membeku.

​"Pikirkan tentang Arga, si engineer yang memberimu flash drive rahasia itu. Pikirkan pria itu. Dia ada di sini. Di balik setelan ini. Sekarang, tatap dia."

​Laila menelan ludah. Mata Arga kini tidak lagi dingin; ada kehangatan yang mendalam di sana, mengingatkannya pada hari-hari mereka di ruang server yang sunyi.

​Ruang konferensi pers disesaki media. Rendra Satya Wardhana, yang menonton dari tahanan rumahnya, tersenyum sinis. Ia yakin Laila akan hancur dan menyeret Tuan Alpha.

​Arga dan Laila masuk, bergandengan tangan. Arga, yang biasanya berdiri kaku, kini memegang pinggang Laila dengan posesif. Laila menyandarkan dirinya sedikit ke Arga, menciptakan ilusi keintiman yang meyakinkan.

​Laila yang pertama bicara. Ia menatap kamera, dan air mata buaya—yang sangat meyakinkan—mulai menggenang di matanya.

​"Kami tahu, kemarin beredar foto yang menuduh saya melakukan sabotase di lokasi Nusantara," Laila memulai, suaranya dramatis. "Itu benar, saya ada di sana. Bersama pria yang akan saya nikahi."

​Ia menoleh ke Arga, dan senyumnya tulus—ia melihat Arga, bukan Tuan Alpha.

​"Saya berterima kasih kepada media karena telah mengungkap kebenaran. Pria ini, Tuan Alpha, CEO Aurora Tech, tidak hanya menyelamatkan integritas saya, tetapi juga menyelamatkan Proyek Nusantara dari jaringan korupsi yang tersembunyi. Kami menyelinap ke sana bukan untuk menyabotase, tetapi untuk mencabut bom fisik yang ditanam oleh orang-orang yang dendam terhadap proyek ini."

​Boom! Cerita itu meledak.

​Arga mengambil alih. Ia menatap kamera dengan pandangan Tuan Alpha yang dingin, tetapi diimbangi oleh kehadiran Laila di sampingnya.

​"Laporan yang kami temukan membuktikan bahwa chip modifikasi itu terhubung dengan pihak yang kini sedang diinvestigasi oleh Kejaksaan Agung (Vino dan Binar)," jelas Arga. "Kami telah menyerahkan bukti ini kepada pihak berwenang. Ini bukan sabotase. Ini adalah tindakan heroik dua orang yang akan menikah, yang berjuang untuk transparansi dan masa depan negara."

​Pertanyaan media membanjir.

​Wartawan: "Kapan hubungan Anda dimulai? Apakah ini hanya gimmick setelah skandal Adhiyatma?"

​Laila mengambil mikrofon. Ia memandang Arga, dan kali ini, kejujuran bercampur dengan sandiwara.

​"Hubungan kami dimulai dari rasa percaya yang mendalam, Tuan. Saya melihat integritas Tuan Alpha saat ia menyelamatkan saya dari borgol emas PT. Adhiyatma Karya setahun lalu," Laila berbohong dengan indah. "Dia adalah pria yang berprinsip. Dan ya, kami akan segera menikah. Kami ingin membangun kota masa depan yang bebas korupsi. Itu janji pernikahan kami."

​Arga, untuk mengakhiri sandiwara itu, menoleh ke Laila, tersenyum lembut (senyum yang belum pernah ia tunjukkan di depan publik), dan mencium kening Laila di depan ratusan kamera.

​Laila terkejut oleh sentuhan itu. Ciuman itu singkat, dingin, tetapi diwarnai chemistry yang begitu kuat, hingga Laila merasakan getaran nyata menjalar di tubuhnya.

​Di Layar Televisi Rendra:

Rendra menggebrak meja. Wajahnya merah padam, tangannya gemetar.

​"BOHONG! ITU KEBOHONGAN! Laila tidak pernah mencintai siapa pun selain dirinya sendiri! Arga! Anak sialan! Dia menjebakku, dan dia mengambil Laila dariku!" raung Rendra.

​Serangan balik Rendra gagal total. Media justru merayakan kisah romantis power couple yang memerangi korupsi.

​Di Kantor Aurora Tech:

Arga dan Laila buru-buru meninggalkan panggung, langsung menuju ruang pribadi Arga.

​"Kau gila! Ciuman kening itu! Itu tidak ada dalam skrip!" seru Laila, segera menyeka keningnya.

​"Itu Final Move," jawab Arga, tersenyum puas. "Rendra harus melihat kita tak terpisahkan. Selamat, Nona Diandra. Anda menjual sandiwara itu dengan sempurna."

​Laila menatap Arga, kemarahan dan attraction bercampur menjadi satu. "Sekarang apa? Kita harus mempertahankan kebohongan ini di depan umum. Kita harus berpacaran."

​"Tentu saja," kata Arga, mengambil kunci mobil. "Anda adalah fiancée saya. Kita tidak boleh menghabiskan malam pertama pertunangan kita di ruang kontrol. Kita akan makan malam di luar. Kencan palsu pertama kita."

​Arga membawa Laila ke sebuah restoran Italia mewah. Mereka duduk di area pribadi, jauh dari keramaian.

​Laila mencoba fokus pada rencana proyek, tetapi Arga tidak. Ia menatap Laila, menikmati makanan, dan mengabaikan pembicaraan profesional.

​"Mengapa Anda hanya melihat saya?" tanya Laila, akhirnya merasa risih.

​"Saya harus melihat calon istri saya, bukan?" jawab Arga, nadanya menggoda. "Saya perlu memastikan Anda adalah asset yang bernilai."

​Laila mendesah. "Berhenti main-main, Arga. Ini aneh. Kita seharusnya membahas bagaimana kita akan mencari backdoor Vino di sistem Nusantara."

​"Kita sudah mencabut bom fisik itu, Laila. Sisanya bisa ditangani Alex. Malam ini, kita adalah fiancé," kata Arga, meletakkan garpunya.

​Arga mencondongkan tubuhnya ke meja. "Mengapa Anda memilih untuk membantu saya, Laila? Anda bisa saja menyerah pada Rendra dan menuntut saya diam-diam. Kenapa Anda memilih jalan yang paling berbahaya?"

​Laila menatap Arga, dan kejujuran keluar dari hatinya. "Karena, Arga, saat kau memberiku flash drive itu, kau melihatku bukan sebagai arsitek, bukan sebagai wanita yang dibayar mahal. Kau melihatku sebagai orang yang ingin keadilan. Dan... saat itu, kau adalah satu-satunya orang jujur di seluruh Adhiyatma Karya."

​Arga tersenyum, senyum yang tulus, tanpa topeng Tuan Alpha. "Terima kasih."

​Tiba-tiba, seorang pelayan datang membawa kotak beludru kecil.

​"Dari Tuan di sebelah sana, Nyonya. Hadiah untuk pertunangan Anda."

​Laila membuka kotak itu. Di dalamnya, bukan perhiasan, melainkan sebuah kunci rumah. Kunci sebuah unit penthouse yang menghadap ke kota.

​"Apa ini?" tanya Laila, bingung.

​Arga mengambil kuncinya. "Anda adalah fiancée Tuan Alpha. Anda tidak bisa tinggal di apartemen Anda yang sekarang, karena Vino tahu di mana itu. Mulai sekarang, Anda akan tinggal di penthouse ini. Di sebelah penthouse saya."

​"Apa?! Kau gila! Ini keterlaluan!" seru Laila, kaget.

​"Tidak, ini adalah keamanan siber 24 jam yang efektif," balas Arga, matanya dingin tetapi tatapannya menyiratkan perintah. "Tidak ada lagi ruang bagi kelemahan, Laila. Anda harus berada di bawah pengawasan langsung Tuan Alpha. Dan sekarang, kita akan pindah."

​Arga berdiri. Kencan palsu pertama mereka telah selesai, dan Laila kini terperangkap dalam sangkar emas yang jauh lebih mewah dan jauh lebih berbahaya.

1
Rabi'ah
ceritanya lumayan bagus loh, kok gak rame
putri lindung bulan: mungkin karena baru,semoga kedepannya lebih rame lagi,makasi ya,selalu suport
total 1 replies
putri lindung bulan
Rumah seharusnya tempat berlindung, tapi baginya rumah adalah penjara.
Dihina, disakiti, diabaikan — hingga akhirnya ia memilih pergi, membawa luka yang berubah jadi kekuatan.
Bertahun-tahun kemudian, dunia berbalik.
Anak yang dulu diremehkan, kini berdiri di atas cahaya keberhasilannya.
mari masuk ke dunia Tuan alfa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!