Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Lima Belas

Vania berdiri di antara Azka dan Reatha. Tatapannya bergantian melihat keduanya yang sejak tadi hanya saling pandang.

“Kenapa diam?” tanyanya lagi. “Apa yang sedang kalian obrolkan? Kalian kelihatan akrab banget.”

Reatha langsung tersenyum kecil. Ia sama sekali tidak terlihat gugup.

“Namanya juga suami istri,” jawabnya santai. “Ya akrablah.”

Azka langsung mendelik ke arah Reatha.

“Jangan dengarkan omongannya,” sahut Azka cepat. “Aku hanya mengingatkan Raisa supaya tidak mengatakan kalau kamu ikut liburan ini.”

Vania terdiam sebentar. Namun, setelah mendengar jawaban Azka, senyumnya kembali muncul.

“Oh gitu …,” gumam Vania.

Vania kemudian mendekat dan memeluk lengan Azka dengan manja. “Sayang,” panggilnya lembut. Azka menoleh.

“Aku nggak suka kamu akrab dengannya,” ucap Vania. “Aku takut kamu lupa dengan janjimu.”

Azka menatap Vania beberapa detik. Wajahnya kemudian melunak.

“Jangan takut, Sayang,” jawabnya. “Aku nggak akan pernah lupa dengan janjiku.”

Reatha yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya mengangkat kedua alisnya. Janji?

Ia sebenarnya ingin bertanya janji seperti apa yang dimaksud. Namun, ia memilih diam. Bukankah sejak awal dirinya hanya menjalankan peran sebagai istri kontrak?

Apa pun hubungan Azka dan Vania bukan urusannya. Setidaknya, itulah yang terus Reatha katakan kepada dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar suara pengumuman dari pengeras suara. “Para penumpang dengan tujuan—dipersilakan menuju gate keberangkatan .…”

Azka langsung melihat jam tangannya. “Sudah waktunya," ucapnya.

Vania mengangguk. Tangannya masih melingkar di lengan Azka. Reatha hanya mengambil tas kopernya kemudian berjalan lebih dulu. Ketiganya akhirnya masuk ke dalam pesawat.

Begitu sampai di tempat duduk, Reatha melihat kursinya berada beberapa baris dari Azka dan Vania. Ia sama sekali tidak keberatan. Justru bagus.

Ia bisa menikmati perjalanan tanpa harus mendengar kemesraan dua orang yang sedang dimabuk cinta.

Reatha duduk di dekat jendela. Ia memasang sabuk pengaman, kemudian mengeluarkan ponselnya. Sementara itu, Azka dan Vania duduk berdampingan.

Vania langsung menyandarkan kepalanya di bahu Azka. “Sayang,” panggilnya.

“Ya, Sayang," jawab Azka.

“Kepalaku pusing. Aku mau tidur," ucap Vania.

Azka menoleh sekilas dan membalas, “Ya, Sayang. Tidurlah.”

Vania tersenyum puas. Ia kemudian memejamkan mata. Namun, hanya beberapa detik. Diam-diam, Vania membuka sedikit matanya dan melirik ke arah Reatha.

Gadis itu masih sibuk dengan ponselnya. Tidak menoleh dan tidak peduli sama sekali. Bahkan tidak sedikit pun terlihat terganggu melihat Vania bersandar di bahu suaminya.

Vania mengerutkan kening. Kenapa dia tidak cemburu? Seharusnya Raisa merasa sakit hati. Seharusnya perempuan itu menunjukkan rasa tidak suka. Banyak pertanyaan dalam pikirannya.

Vania kembali memejamkan mata. Dalam hati, ia tersenyum sinis.

Sampai kapan kamu sok kuat? Suamimu sedang bermesraan dengan wanita lain tepat di depan matamu. Aku mau lihat sampai kapan kamu mampu bertahan.

Pesawat akhirnya lepas landas. Perjalanan berlangsung cukup lama. Reatha beberapa kali melihat keluar jendela, kemudian kembali memainkan ponselnya. Sesekali ia memejamkan mata untuk beristirahat.

Azka sendiri lebih banyak diam. Namun, beberapa kali tatapannya tanpa sadar jatuh kepada Reatha. Perempuan itu benar-benar berbeda. Tidak ada keluhan. Apalagi tuntutan.

Bahkan sejak mereka meninggalkan rumah, Reatha sama sekali tidak menanyakan apa pun mengenai hubungannya dengan Vania. Entah kenapa, hal itu justru membuat Azka merasa sedikit aneh.

---

Beberapa jam kemudian, pesawat akhirnya mendarat di bandara tujuan. Para penumpang mulai berdiri dan mengambil barang bawaan.

Vania langsung menoleh kepada Azka. “Sayang, ambilkan koperku, ya," ucapnya.

Azka mengangguk. “Iya.”

Ia kemudian mengambil koper Vania dari kompartemen atas. Sementara Reatha berdiri beberapa kursi dari mereka.

Ia mencoba mengambil koper miliknya sendiri. Namun, letaknya agak tinggi. Reatha berjinjit.

“Sedikit lagi .…”

Tangannya sudah hampir menyentuh koper ketika seorang pemuda yang berdiri di belakangnya tiba-tiba membantu.

“Biar aku ambilkan tasnya, Mbak.” Pemuda itu mengangkat koper Reatha dengan mudah.

Reatha langsung tersenyum dan berucap, “Terima kasih.”

“Sama-sama," jawab pemuda itu dan ia menyerahkan koper tersebut kepada Reatha.

Namun, sebelum Reatha sempat mengucapkan apa-apa lagi, Azka yang melihat kejadian itu langsung menoleh.

Tatapan pria itu berubah. Ia hendak menghampiri Reatha. Namun, Vania segera menarik lengannya.

“Azka, ayo kita keluar," ucap Vania.

Azka menoleh ke arah Vania dan menjawab, “Sebentar. Aku mau—”

“Aku sumpek di dalam pesawat begini,” potong Vania. “Ayo.”

Vania menarik tangannya lagi. Azka akhirnya menurut. Namun, sebelum benar-benar keluar, ia sempat menoleh ke belakang.

Reatha sudah mendorong kopernya sendiri. Pemuda tadi juga sudah berjalan ke arah lain.

Azka mengembuskan napas lega. Entah kenapa ia merasa kesal melihat ada pria lain membantu istrinya.

Kenapa aku harus peduli? Pertanyaan itu muncul begitu saja di kepalanya.

Azka segera mengabaikannya. Sementara itu, Reatha berjalan santai beberapa meter di belakang mereka.

Ia sama sekali tidak tahu kalau suaminya beberapa kali menoleh untuk memastikan dirinya masih mengikuti.

---

Begitu keluar dari bandara, sebuah mobil hotel sudah menunggu. Mereka bertiga langsung masuk dan menuju hotel tempat mereka akan menginap.

Sesampainya di hotel, Azka langsung menuju meja resepsionis. “Saya sudah melakukan reservasi,” katanya.

Petugas memeriksa data di komputer. “Untuk tiga kamar, Pak?”

Azka mengangguk. “Benar," jawabnya.

Setelah proses administrasi selesai, Azka menerima tiga kartu kamar. Ia menyerahkan satu kepada Reatha. “Ini kamarmu," ucapnya.

Reatha menerimanya dan berucap, “Terima kasih.”

Vania yang sejak tadi berdiri di samping Azka tiba-tiba mengerutkan kening. “Kenapa pesan tiga kamar?”

Azka menoleh. “Memangnya harus pesan berapa?” tanyanya.

“Cukup dua kamar aja," jawab Vania.

Azka mengerutkan kening. “Dua?” tanyanya dengan wajah heran.

“Iya," jawab Vania.

Azka terdiam sejenak. Kemudian ia bertanya dengan wajah serius. “Apa kamu nggak keberatan aku sekamar dengan Raisa?” tanyanya.

Mata Vania langsung membesar. “Apa?!”

Reatha yang mendengar ucapan itu langsung menahan tawa. Vania menatap Azka tidak percaya.

“Siapa yang mau kamu sekamar dengannya?” tanya Vania.

Azka balik bertanya. “Terus gimana? Apa kamu mau sekamar dengan Raisa?”

Vania menghela napas kesal. “Bukan begitu maksudku!”

“Lalu?” tanya Azka dengan wajah kebingungan.

“Maksudku .…” Vania menunjuk dirinya sendiri, kemudian menunjuk Reatha. “Aku dan kamu sekamar. Raisa sendiri.”

Azka terdiam. Reatha hanya berdiri sambil tersenyum kecil. Vania benar-benar terlihat kesal. Namun, jawaban Azka berikutnya justru membuat ekspresi Vania berubah.

“Vania,” ucap Azka tenang, “kita belum sah sebagai suami istri.”

Vania menatapnya. “Jadi?”

“Tak mungkin kita sekamar," ucap Azka.

Reatha yang sejak tadi hanya menjadi penonton mendadak terdiam. Tatapannya perlahan berubah. Ia menatap Azka. Kemudian menatap Vania.

Ada satu pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya. Apakah selama ini Azka dan Vania belum pernah sekamar?

Reatha menelan ludah. Jadi … mereka belum pernah berhubungan sebagai suami istri?

Pikiran itu membuatnya tanpa sadar kembali menatap Azka. Pria itu masih berdiri tenang, seolah ucapan barusan bukan sesuatu yang aneh.

Reatha menggigit bibir bawahnya pelan. Kalau begitu … Apakah Azka masih bersih?

1
Akasia Rembulan
feeling orang tua itu ngga pernah salah Azka..
Nar Sih
cerita yg bagus mama,asyik di bca nya👍🥰
Nar Sih
jls lah reata disana org istri nya
Nar Sih
untung yg kmu nikahi reatha semoga kmu ngk marah bila nanti kbnran dtg
Sri Supriatin
lanjuut Thor 🙏🙏🙏
Radya Arynda
haduh pelakor2,,,mati aja.jijik kalau baca tentang vania,,,pelakor ngak tau malu
Radya Arynda
laki2 goblok,,di budak sama vania dengan dalih balas budi mau aja,,,,tolol...
ken darsihk
Vania kebakaran jenggot mengetahui kedekatan nya Azka dngn Raisa istri nya 🤣🤣🤣
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Ida Nur Hidayati
Vania....Azka dan Raisa suami istri jadi kalau mereka berdekatan itu wajib
Naufal Affiq
gak sadar juga kamu vania,rea itu istrinya,kamu hanya pelakor
Teh Euis Tea
ga mungkin gimana vania Reatha istri sah nya azka gimana sih km, tp sah ga ya pernikahan mereka kan namanya yg di ijab kabul raisa bkn reatha?
Eva Karmita
dasar benalu so berkuasa sadar diri napa kamu itu siapa cuma pelakor yg tidak tahu diri menjual kebaikan kakak mu untuk jadi tameng mu 😏
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Suanti
setelah raisa/ reatha prgi baru azka merasa kehilangan bakal menyesal azka 🤭
Eva Karmita
seiring berjalannya waktu kamu akan sadar Azka ... tapi semoga saja bila waktu nya tiba kamu tidak terlambat dan menyesal , wanita yg selama ini menemanimu Tampa menuntut apapun pergi Tampa jejak
Lela Angraini
smga dgn kejadian ini kamu segera sadar dan menyadari perasaanmu sblm waktuny tiba nanti reatha pergi dri kehidupanmu
Lela Angraini
heleeehhh preeettt,,cinta duitny doank kamu itu. pgn lihat kamu di campakkan aku 🤣🤣
ken darsihk
Apa yang akan terjadi yak , setelah satu tahun terlewati
Naufal Affiq
mudah-mudahan kau paham untuk semuanya azka,kau sudah menikah,dan harus menghargai hati istrimu,biar pun dia bukan wanita yang kau cintai,kalau untuk vania itu wanita yang dititip kan kepada mu,hanya untuk di jaga,bukan untuk di nikahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!