Indonesia
NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Aku anak haram

Raihanah terus menggeleng kepala, menolak untuk dinikahi gus Fashan. Nenek mengatakan semuanya, dan Raihanah tetap tidak mau. Sebaik apapun gus Fashan, pria itu bukan tipe nya.

”Semua orang sudah bicara yang aneh-aneh tentang kalian berdua, ayo Rai” ujar nenek lagi.

”Aku gak mau nek, aku gak apa-apa, aku masih suci. Kenapa nenek harus memperdulikan omongan orang-orang, aku gak suka sama gus Fashan. Bagaimana bisa dua manusia yang gak punya rasa saling cinta, bisa hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Tolong nek, gak usah macam-macam” tutur Raihanah tetap tidak mau, dia memang bukan wanita baik-baik, tapi untuk teman hidup, dia ingin satu untuk selamanya. Dia tidak mau menikah karena terpaksa.

”Nurut dong sama nenek"

”Aku harus nurut gimana lagi, kalaupun aku suka sama gus Fashan, aku cukup tahu diri aku siapa nek. Aku bukan gadis tipe nya, dia hanya suka gadis seperti Zaenab. Aku gak mau, aku besok mulai kuliah lagi dan balik ke pondok. Nenek jangan ganggu aku, aku mau siap-siap” tutur Raihanah, dia turun dari ranjang dan meraih tas nya. Memasukkan semua buku dan bajunya, nenek Riska menggeleng kepala. Sia-sia apa yang dia lakukan tadi sore, mengemis agar cucunya dinikahi.

*****

Keesokan harinya, Gus Fashan mengantar Faiza. Faiza bilang Raihanah belum bisa di hubungi, nenek Riska juga menelepon tadi malam kalau Raihanah tidak mau dinikahi oleh gus Fashan, gus Fashan tidak perlu bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan.

”Itu Rai" ucap Faiza antusias. Dia buru-buru keluar dari mobil dan gus Fashan juga turun. Raihanah terlihat sedang bersitegang dengan seorang gadis.

”Gus Fashan cuma milik aku, gadis murahan seperti kamu gak pantas untuk gus Fashan”  Tutur Nida dan tatapannya begitu tajam menatap Raihanah, Raihanah mendelik sebal.

”Merasa jagoan kamu, berseragam SMA begini datang ke kampus. Memaki aku yang sama sekali kamu gak kenal, belajar yang benar dan sebelum memaki lihat dirimu seperti apa. Aku memang bukan gadis seperti kamu, begitu terlihat sangat sempurna dengan kerudung panjangnya. Tapi bibir ku seenggaknya gak seburuk apa yang kamu keluarkan tadi” tutur Raihanah sambil tersenyum bangga, Nida tertawa dan memperlihatkan layar ponselnya. Foto Raihanah bersama ayah dan ibunya, Rani dan Berlan. Senyuman Raihanah luntur, semua orang di sekelilingnya mulai memperhatikan.

”Kamu hanya anak haram dari hasil hubungan gelap orang tua kamu, merasa baik? Kamu hanya anak haram.”

Raihanah mengepalkan tangannya kuat, dia mencengkram leher Nida dan Nida terus tersenyum.

”Nida!” bentak Faiza tapi Nida tidak mau berhenti, gus Fashan bingung dan tidak bisa menyentuh keduanya untuk melerai.

”Jangan bicara macam-macam” tegas Raihanah.” Dari mana kamu punya foto itu?”

”Niken, Niken satu kelas sama aku. Kami dekat dan aku bertanya kenapa dia kenal dengan Raihanah, ternyata kalian saudara sepupu. Niken menceritakan semuanya, hubungan gelap yang menghasilkan seorang Raihanah yang bermimpi bersanding dengan gus Fashan” tutur Nida, lalu menyeringai lebar. Dia tidak sadar Gus Fashan ada di belakangnya. Gus Fashan merasa hancur, melihat sikap Nida. Kenapa gadis itu malah semakin menjadi-jadi.

”Rai, jangan dengerin Nida” ucap Faiza.

Rai mundur menjauh, dan semua orang memperhatikan.

”Ibunya murahan, pantas dia mau tidur sama Bian dan Kris" ujar para mahasiswi saling berbisik.

”Raihanah gak begitu, itu fitnah, Bian dan Kris yang malah menjebak Raihanah” seru Faiza lantang dan semuanya tetap berbisik-bisik. Raihanah terus menunduk, Niken memang tidak pernah tulus dekat dengannya, kemarin dekat pun dia ada rasa curiga. Ternyata benar, anak itu berulah. Masa lalu orang tua, kesalahan orang tua dan seorang anak yang menanggungnya. Di sebut anak haram, dianggap berdosa karena perbuatan orang tuanya.

Raihanah merasa hancur dan terpukul, makian orang-orang dia tidak pedulikan. Tapi kenapa, hal sebesar itu harus dia tahu dari orang lain. Dari orang asing, Niken saja tahu lalu kenapa dia tidak. 

”Keterlaluan kamu Nida" tegas gus Fashan, Nida terkejut. Kedua matanya membulat saat mendengar suara pria yang dia kenali, niatnya membongkar identitas Raihanah agar Raihanah berhenti mendekati gus Fashan sepertinya gagal, Gus Fashan pasti sangat marah padanya sekarang.

”Rai, mau kemana? Aku minta maaf, jangan dengerin Nida ya” ujar Faiza, dia tahan Raihanah yang sudah melangkah, tubuhnya terhuyung hampir terjatuh dan Faiza menahannya. Raihanah tetap tersenyum, senyuman yang manis tapi kedua mata indahnya meneteskan air mata, gus Fashan menatap Nida tajam dan dia melirik Raihanah yang begitu kuat dan tegar.

”Aku pulang ya, aku...." Raihanah tidak fokus berbicara, dan Faiza menangkup kedua pipi Raihanah.

”Kita sahabat kan, ayo ke kelas. Aku antar” ajak Faiza dan Raihanah tersenyum.

”Enggak, aku masih gak enak badan. Aku mau pulang aja ya, permisi” ujar Raihanah, dia mundur dan berbalik lalu pergi. Faiza meneteskan air matanya, dia menoleh dan menatap Nida sinis.

Raihanah terus melangkah cepat, dia menempelkan hapenya di telinga, dia sedang berusaha menelepon ibunya tapi seperti biasa, tidak diangkat. Raihanah akhirnya menelepon ayahnya, langkahnya begitu cepat. Gus Fashan diam-diam mengikuti bersama Faiza, Raihanah berhenti di taman kampus dan dia terduduk lemas saat ayahnya mengangkat telepon.

”Papi” suara Raihanah berat.

”Honey?” suara Berlan terdengar khawatir, Raihanah tidak pernah seperti itu sebelumnya.” Ada apa Raihanah?”

”Kenapa papi gak pernah bilang sama aku hiks.... Niken tahu, tapi kenapa aku enggak” suara berat diselingi isak tangis membuat Berlan semakin cemas.” Apa ini sebabnya, papi dan mami pisah. Lalu aku di urus nenek. Aku anak haram yang sama sekali tidak diinginkan kehadirannya. Apa ini alasannya?"

”Honey, sayang. Itu tidak benar”

”Lalu apa yang benar? Papi jawab dengan jujur. Apa aku lahir sebelum kalian memutuskan untuk menikah? Karena aku pernah melihat tanggal pernikahan kalian. Apa aku ini anak haram papi?”

”No, tidak ada yang namanya anak haram sayang. Putriku yang sangat cantik, yang terbaik” tutur Berlan, tak berani menjawab pertanyaan Raihanah. Tangisan Raihanah semakin menjadi-jadi, semua orang memperhatikannya.

”Kamu pergi saja, aku yang jaga Raihanah” titah gus Fashan dan Faiza mengangguk.

”Aku beneran anak haram papi?"

”Honey” suara Berlan berat.

”Apa susahnya menjawab!" Tegas Raihanah.

”Kamu anak papi sayang” ucap Berlan, tidak terasa air matanya pun menetes.

"Aku ini hidup, dan aku perlu tahu. Seandainya aku menikah dan aku meminta papi untuk menjadi wali nikah aku papi mau? Sementara itu gak boleh, karena aku anak di luar pernikahan” tutur Raihanah kesal, dia sesekali mengusap air matanya.

”Maaf” ujar Berlan singkat. Raihanah terdiam dan hanya suara tangisan putrinya yang terdengar." Honey” panggil Berlan.

”I hate you Dad” ucap Raihanah. Dia mematikkan panggilan setelah mengatakan hal yang membuat ayahnya merasa hancur.

Raihanah terus menangis.” Kenapa harus begini, aku gak punya siapa-siapa, aku cuma punya nenek. Tapi kenapa nenek gak pernah bilang hiks..... Hiks.” Tangisan Raihanah membuat gus Fashan merasa sakit, dia melangkah dan melepas jaketnya. Gus Fashan menjatuhkan jaketnya menutupi kepala Raihanah, gus Fashan tidak mau semua orang melihat wajah merah Raihanah saat ini.

”Setelah tenang, pulang ke pesantren. Jangan kemana-mana dan aku percaya sama kamu Rai. Kamu kuat, ada aku, ada Faiza. Kamu gak sendiri” tutur gus Fashan dan Raihanah diam, dia tidak mau menunjukkan wajah jeleknya sekarang. Dia pegang jaket Gus Fashan di atas kepalanya agar tidak melorot.” Assalamu'alaikum” ujar gus Fashan kembali, dia pergi dan Raihanah menjawab salamnya pelan. Gadis itu terus menangis pilu, Raihanah tiba-tiba mengetikan beberapa kata untuk dia kirimkan kepada ibunya.

"Aku anak haram yang gak pernah dianggap ada, aku sudah tahu. Anggap saja aku mati, gak ada bedanya aku hidup atau mati untuk papi dan mami. Aku benci kalian berdua, aku harus mendengar hal ini dari orang lain. Tapi mami harus tahu satu hal, aku gak pernah menyesal karena lahir dari seorang ibu yang menelantarkan anaknya. I hate you mom” tulis Raihanah lalu pesan terkirim kepada ibunya.

Raihanah kembali menangis sesenggukan. Dia mencengkram jaket berwarna hitam itu dan terus memaki dirinya sendiri.

Pulang sekolah, Niken berjingkrak-jingkrak dan melangkah menuju ke rumahnya. Dia harus melewati rumah nenek dulu jika mau ke rumahnya, Raihanah tiba-tiba muncul, menenteng satu ember air got.

”Rai” ucap Niken.

Raihanah mengangkat ember dengan kedua tangannya, nenek yang hendak keluar kaget melihat Raihanah mengangkat ember.

Byur....

Air got membentur tubuh Niken, Niken terkejut dan syok. Tubuhnya bau, punggung tangannya sampai hitam.

”Rai!" Bentak nenek.” Apa-apaan kamu?”

”Dia bilang aku anak haram, dan menceritakan semuanya pada semua orang. Dia anak baik, aku hanya memberi tahu, bagaimana rasanya aroma dari orang yang selalu membuat gara-gara. Kamu memang gak bakal bisa berubah. Dan aku kecewa sama nenek, aku anak diluar pernikahan dan ini alasannya aku selalu di beda-bedakan di keluarga ini.” Tutur Raihanah, Niken menangis dan Raihanah menoleh sinis. Nenek meneteskan air matanya dan menatap Niken penuh amarah. Raihanah tidak mau lagi berdebat, dia melangkah dan menyambar tasnya lalu pergi.

”Rai” teriak nenek, Raihanah sama sekali tidak perduli. Dia menghentikan angkot lalu masuk, nenek Riska terus menangis menatap kepergian Raihanah. Raihanah di dalam angkot hanya diam, kedua matanya terus berair dan dia tidak menyesal karena sudah membuat sekujur tubuh Niken bau.

*****

Umi Nailah merasa sedih mendengar apa yang diceritakan Faiza. Faiza begitu kehilangan sosok Raihanah, gadis itu selalu menjauhi semua orang. Ada neneknya pun dia hanya menemuinya sebentar. Faiza rindu sosok Raihanah yang seperti biasanya, Raihanah butuh waktu. Untuk menerima sebuah kenyataan yang baru dia ketahui.

”Kasihan dia, semoga semuanya baik-baik saja” ujar umi Nailah dan Faiza mengangguk.

”Anak itu baik iya kan?” ucap abi Farhan dan Faiza mengangguk.

”Rai baik banget bi, selalu jagain Faiza. Tapi pas dia dalam bahaya, Faiza gak bisa jagain dia. Dia sering diejek semua orang di kampus" tutur Faiza dan dia menunduk, umi Nailah mengusap-usap bahu Faiza lembut.

”Semoga kalian bisa dekat lagi, Rai pasti canggung. Di disakiti dan dihina oleh salah satu keluarga kita, yaitu Nida. Umi yakin dia kuat” imbuh umi Nailah dan Faiza pun yakin Raihanah kuat. Gus Fashan diam mendengarkan obrolan orang tua dan adiknya itu.

Keesokan harinya, Raihanah sedang berusaha untuk berdamai dengan keadaan, dan dia tidak mau berlarut-larut dalam kesedihannya. Raihanah sedang melangkah untuk pergi ke tempat memanah, dia berhenti saat Zaenab dan santriwati yang lain menghadang jalannya.

”Minggir" tegas Raihanah.

”Rai, apa bener kamu sama gus Fashan anu....?” Ucapan Santi terpotong. Dia tidak bisa melanjutkannya.

”Kamu beneran tidur di kamar gus Fashan?” tanya Zahra, Raihanah mengernyit heran dengan pertanyaan Zahra. Banyak kesalahpahaman yang terjadi, banyak berita simpang siur antara Gus Fashan dengan Raihanah.

”Itu gak bener” bantah Raihanah.

”Terus kenapa kamu pingsan waktu itu?” tanya Zaenab sinis.

Raihanah semakin terpojok.

”Jawab aja Rai, kami mau kejujuran. Pesantren Al Bidayah ini sangat terkenal, tolong jangan rusak nama baik pesantren” tutur Zaenab dan santriwati yang lain mengangguk, membenarkan ucapannya.

Raihanah tiba-tiba ngeblank, dia bingung harus menjawab apa.

”Kalian salah, Raihanah sama saya gak ada hubungan apa-apa. Raihanah datang ke rumah karena berteman dengan adik saya Faiza. Dan saya dengan Raihanah, memang pernah mengobrol bersama untuk membahas pernikahan kami” tutur Gus Fashan tanpa ragu, Raihanah menoleh dan semua Santriwati menunduk.” Assalamu'alaikum”

”Wa'alaikumus Salaam Gus" jawab semuanya. Zaenab diam dan menatap gus Fashan sinis.

”Apa benar Gus akan menikahi Raihanah?" Tanya Zaenab serak.

”In sha Allah, mohon do'anya ya. Pernikahan kami akan dilaksanakan secepatnya” ujar gus Fashan menjawab, Zaenab tersentak kaget. Betapa senangnya dia saat ucapan Raihanah yang bilang akan menikah dengan Gus Fashan hanya sebuah kebohongan, tapi sekarang dia mendengarnya langsung dari gus Fashan sendiri.

”Itu....” Seru Raihanah ingin membantah.

”Sebaiknya kalian semua bubar, adzan Ashar sebentar lagi" ucap gus Fashan menyela ucapan Raihanah. Raihanah mendelik sebal.

Apa-apaan sih? Pernikahan apa, gak usah ngaco!!

Raihanah merasa frustasi mendengarnya. Semuanya bubar, begitu juga dengan gus Fashan. Setelah berbicara tentang pernikahan, pria itu pergi dan tidak terlihat terbebani sama sekali.

”Saya sudah yakin untuk meminang kamu Raihanah.”

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!