seorang gadis bernama Monalisa atau akrab dipanggil Mona adalah gadis mandiri yang suda tidak punya ibu, dan ayah nya telah lama pergi meninggalkannya saat ia masi kecil ia bahkan tidak tahu keberadaan ayah nya hingga saat ini, ia hanya Tinggal berdua dengan bibi yang suda seperti ibu baginya.
suatu hari Mona terlibat cinta dengan teman sekelasnya yang merupakan murid pindahan. ia bernama Gilang yang kebetulan merupakan anak dari pemilik cafe tempat Mona bekerja.
bagaimana kelanjutannya?? baca novel selengkapnya yang berjudul Monalisa
selamat membaca🙏🙏😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misiya Mesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monalisa
Gilang menggoda Mona dengan mengatakan kalau dia tidak bisa menjamin orang lain tidak mendekati nya karena tidak ada yang tahu kalau ia punya kekasih.
Mona menatap kesal pada gilang dengan mengatakan awas saja kalau kau macam-macam aku akan selalu mengawasi mu.
Gilang tertawa melihat tingkah Mona, memang nya kamu akan berbuat apa kalau ada yang mendekatiku? apa kamu akan mencakar nya? Goda gilang dengan menggerakkan kedua tangannya bergaya seperti sedang mencakar. Mona hanya bisa menggelengkan kepala dan sedikit tertawa dengan tingkah Gilang
ponsel Gilang berdering terlihat ibu nya yang menelpon.
"iya buk, ada apa?"
"kamu kemana kenapa belum juga pulang"? tanya Tina khawatir
"sebentar lagi Gilang pulang" jawab Gilang lalu menutup telponnya
Mona mengatakan pada Gilang untuk bersikap lebih baik pada ibu nya karena Gilang tidak tahu rasanya seperti apa saat ibu sudah tidak ada. apalagi ibu Gilang terlihat begitu peduli dengan Gilang yang bahkan sering membuatnya khawatir. jadi jangan perna membuat ibu gilang bersedih.
melihat Mona yang sepertinya mulai menceramahi nya lagi Gilang beralasan kalau sebaiknya dia pulang saja karena hari sudah malam. Mona menatap Gilang dan menyuruhnya tetap duduk. Gilang akhirnya kembali duduk dan mendengarkan perkataan Mona.
****
saat tiba di rumahnya ibu Gilang mulai menanyainya tentang pertemuan Gilang dengan ayahnya. ibu Gilang sudah dari tadi penasaran ingin tahu alasan ayah Gilang meminta Gilang untuk datang.
Gilang mengatakan kalau seharusnya dia tidak menuruti permintaan ayahnya untuk datang. ibu semakin penasaran kenapa Gilang mengatakan demikian.
Gilang kembali menjelaskan kalau pertemuan itu adalah pertemuan kedua keluarga untuk menjodohkan nya dengan anak teman ayahnya.
ibu Gilang kaget mendengar perkataan Gilang, jadi ayahmu ingin menjodohkan mu tanya ibu Gilang.
Gilang mengatakan kalau dia tidak akan setuju dengan perjodohan itu jadi sebaiknya ibu katakan pada ayah untuk tidak memaksaku.
"baiklah nanti ibu akan mencoba untuk bicara pada ayahmu" ujar Tina seraya menyuruh Gilang untuk segera ganti baju dan beristirahat
"tapi apa kamu suda makan kalau belum nanti ibu siapkan Makananmu?" tanya Tina
Gilang mengatakan kalau dia sangat lapar karena belum makan.
"baiklah cepat ganti baju ibu tunggu di meja makan"
di ruang makan Gilang makan seperti orang kesurupan ibu yang melihatnya merasa aneh apa anak nya bahkan tidak di beri makan oleh ayah nya.
keesokan harinya di sekolah Mona menemui Rangga ia ingin tau keadaan temanya itu yang suda kembali masuk ke sekolah.
"Rangga apa keadaanmu benar-benar suda pulih?"
"hanya kadang masih teras sedikit sakit, tapi rasanya sangat bosan kalau di rumah terus" ujar Rangga
"maaf ya aku tidak sempat berkunjung ke ruang mu?"
"tida apa-apa Mona, aku mengerti kamu harus bekerja" ucap Rangga paham
Gilang yang juga baru datang langsung menghampiri mereka dia juga bertanya apa keadaan Rangga suda baik2 saja?
"hmmm aku baik-baik saja" jawab Rangga
"syukurlah" tutur Johan merasa ikut lega
saat mereka sedang asik ngobrol Bela tiba2 datang dengan begitu bersemangat sambil memegang tangan Gilang ia mengatakan kalau ia berhasil jadi juara. Gilang turut senang dan mengatakan kalau Bela memang hebat ia sudah yakin Bela pasti juara nya.
Mona melihat Bela yang masih memegang lengan Gilang merasa sedikit terganggu Rangga melihat ke arah Mona ia merasa kalau Mona seperti nya cemburu melihat kedekatan Bela dan Gilang.
Mona lalu mengucapkan selamat kepada Bela karena kemenangannya. Bela mengangguk lalu kembali bicara pada Gilang ia mengajak Gilang untuk mentraktirnya sebagai ucapan selamat.
Gilang melihat ke arah Mona ia bingung harus jawab apa pada Bela ia takut menyinggung perasaan Mona.
lalu Rangga mengatakan bagaimana kalau Gilang juga mentraktir mereka. mendengar usulan Rangga Gilang pikir itu ide yang bagus lalu menyetujui permintaan Rangga.
"Baikla mari makan bersama di luar, nanti aku yang traktir" kata gilang
Mona yang merasa tidak enak pada Bela ia mengatakan kalau sebaiknya Gilang pergi dengan Bela saja.
"tidak masalah kita bisa pergi bersama Bela pasti tidak keberatan, iya kan bel?" tanya Gilang. dengan berat hati Bela mengatakan tidak masalah kalau mereka bisa makan bersama.
Mona mengajak Rangga untuk ikut dengannya. setalah mereka berada jauh dari Gilang dan bela, Mona bertanya kenapa Rangga menawarkan diri untuk ikut makan bersama Bela dan Gilang?
Rangga mengatakan tidak ada salah nya mereka juga ikut merayakan kemenangan Bela. lagi pula Gilang sepertinya lebih suka kita pergi bersama.
di dalam kelas Gilang meminta Mona untuk tidak terlalu dekat dengan Rangga, Mona mengatakan kalau Rangga teman nya jadi bagaimana bisa mereka tidak dekat.
"justru kamu yang harus jaga jarak dengan Bela, karena sepertinya bela berharap lebih dari sekedar teman" ujar Mona sedikit agak kesal
"kalau begitu kita akui saja hubungan kita agar semua orang tau" tegas Gilang
Mona menoleh disekitarnya takut ada yang mendengar ucapan Gilang barusan. lalu Mona meminta Gilang mengecilkan suaranya dan Jagan membahas tentang hubungan mereka di sekolah.
jadi sampai kapan kita harus menutupi hubungan kita? tanya Gilang merasa kesal
Mona mengatakan kalau Gilang tidak perlu meragukan perasaan nya karena meski tidak ada yang tau hubungan mereka ia akan tetap setia hanya pada Gilang. Gilang hanya perlu menjaga perasaannya untuk tidak tergoda dengan perempuan lain.
saat mereka sedang bicara serius Sinta datang mengagetkan mereka.
"apa ada hal yang serius, ayo ceritakan padaku kenapa kalian seperti berbisik? kata Sinta penasaran.
Mona yang merasa kaget dengan kedatangan Sinta mengatakan "kenapa baru datang ke sekolah biasanya Sinta datang pagi terus"?
"apa kau tidak melihat pesan dariku?" tanya sinta sambil menaruh tasnya
Mona menggelengkan kepala nya dan mengatakan kalau dia belum liat ponsel nya. Sinta mengatakan kalau dia akan datang terlambat karena mobilnya pecah ban.
"tapi apa yang kalian bicarakan tadi, sepertinya sangat serius?" tanya sinta lagi.
Gilang mengatakan kalau mona tadi membicarakan tentang Sinta padanya.
tentu saja Sinta tidak percaya dengan perkataan Gilang karena dia tau betul teman nya itu tidak suka membicarakan tentang siapapun pada orang lain.
"Apa benar begitu" jawab Gilang yang malah penasaran tentang Mona pada Sinta.
Mona meminta mereka berhenti bicara dan meminta Sinta untuk kembali ke kursinya.
guru masuk ke kelas mereka dengan memberikan pengumuman bahwa tinggal beberapa bulan lagi mereka akan memasuki ujian kelulusan jadi mereka harus mempersiapkan diri dengan banyak-banyak belajar. kurangi aktivitas yang tidak penting di luar jam sekolah, pesan ibu guru sebelum keluar kelas
Sinta mengatakan waktu terasa berjalan begitu cepat. rasanya baru kemarin mereka masuk sebagai siswa baru sekarang sudah menjadi siswa semester akhir.
Mona bertanya pada teman nya itu apa tujuan Sinta setelah mereka lulus? Sinta mengatakan kalau ia akan melanjutkan pendidikan nya ke bangku kuliah.
Mona merasa iri pada temannya itu karena seperti nya dia tidak bisa kuliah. Sinta tau betul alasan Mona tidak bisa kuliah lalu Sinta menyarankan pada Mona untuk tetap kuliah sambil bekerja. tapi Mona mengatakan kalau ia hanya akan mencari pekerjaan lain saat ia suda lulus nanti.
next episode...