Indonesia
NovelToon NovelToon
Jangan Ada Duri Diantara Kita

Jangan Ada Duri Diantara Kita

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: pipihpermatasari

Teruntuk kamu yang saat ini sudah memiliki ruang special dihatiku. Aku mohon jangan berbuat sesukamu datang dan pergi membawa luka, tawa dan canda. Hatiku tidak sebecanda itu. Tetaplah disampingku selamanya dan jangan pernah pergi lagi tanpa mengabariku karena itu akan sangat menyakitiku.

Mengenalmu adalah suatu anugrah terindah bagiku dan berpisah denganmu akan membuatku terluka lebih dalam. Jadi ku mohon tetaplah bersamaku dan berharap diantara kita jangan ada dusta dan semoga diantara kita tidak ada duri yang akan membuat hubungan kita hancur! " Vanes"

Bagaimana jika diantara mereka ada orang ketiga yang akan menghancurkan hubungannya? Apalagi Akankah Vanes dan Brian mengakhiri hubungannya yang selama ini dibina? Atau mereka bertahan dan memperbaiki kesalahannya masing-masing?

Penasarankan? Yuk saksikan terus kisah mereka hanya ada disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. pamit Pulang Part 2

"Oya Bu Tika, Ayah Andrew, sebelumnya saya ucapkan terima kasih ya sudah menyambut ke datanganku dengan baik disini dan maafkan saya selama disini sudah merepotkan kalian," ucap Bu Lia yang kini berada di ballroom.

"Lagian Bu Lia sama sekali tidak merepotkan kok disini. Justru saya sangat berterima kasih sama Bu Lia selalu membantu Bi Ita memasak dan melakukan pekerjaan lain. Padahal saya sudah menyuruh Bu Lia untuk tidak membantunya, biarkan Bi Ita yang mengerjakannya. Tapi Bu Lia tidak mau dengar  malah tetap dengan pendiriannya," omel Ibu Tika sambil tertawa renyah dan tersenyum pada Bu Lia.

"Lagian saya sudah terbiasa Bu Tika di rumahku seperti itu. Makannya kalau saya enggak melakukan kegiatan tersebut merasa aneh dan gimana gitu Bu," jelas Bu Lia cengesesan.

"Gimana sudah siap 'kan?" tanya Brian yang kini sudah ada di ballroom.

"Sudah kok Nak. Oya Bu Tika, Ayah Andrew kalau begitu saya permisi dulu ya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ucap Bu Lia.

"Iya Bu Lia. Ya sudah hati-hati semoga selamat dijalannya dan sampai tujuan," ucap Bu Lia

"Oya, jangan lupa Bu Lia nanti lusa untuk mempersiapkan rencana-rencana awal untuk membuka warung makan," ucap Ayah Andrew mengingatkan.

"Iya siap Ayah Andrew. Terima kasih sudah mengingatkan saya. Kalau begitu saya permisi. Assalamuaikum .... " ucap Bu Lia sambil menatap besannya dan membawa koper lalu berjalan menuju mobil.

"Walaikumsalam ...." ucap Bu Tika dan Ayah Andrew bersamaan sambil menatap besannya yang kini sedang berjalan keluar.

"Oya Bu,  Ayah, Brian mau pamit dulu ya sama Vanes nganterin Lia pulang ke kerumahnya," ucap Brian sambil menatap kedua orangtuanya.

"Iya silahkan Nak, hati hati dijalannya. Ingat jalankan lah mobil sesuai aturan jangan main kebut-kebutan," ucap Ayah Andrew

"Iya siap, Ayah."

Brian dan Vanes pun pamit, kemudian salam dan mencium tangan punggung Ayah Andrew dan Bu Tika lalu berjalan menuju mobilnya, dimana disana sudah ada Bu Lia.

"Gimana Bu sudah siap? Sudah dipasang saltbeltnya Bu?" tanya Brian kepada mertuanya.

"Tentu saja sudah siap Nak, ya sudah ayo jalan!" ajak Bu Lia.

Brian dengan segera menjalankan mobilnya ketika keadaannya  benar-benar sudah siap. Bu Lia merasa tidak enak hati karena telah merepotkan menantunya.

"Maaf ya Nak, sudah merepotkanmu mengantar Ibu pulang," Bu Lia sambil menatap menantunya.

"Enggak kok Bu, lagian Brian senang bisa nganterin Ibu pulang. Sekarang Ibu jangan sungkan sama aku kalau mau nyuruh apa pun Bu," Brian sambil menatap Bu Lia dari kaca mobil depan.

Bu Lia pun merasa terharu punya menantu yang begitu baik dan berharap bisa menjaga putrinya dengan baik juga.

"Iya Nak, baiklah. Oya Nak, Ibu berharap kamu bisa menjaga putri dengan baik, selalu bimbing dia ke jalan yang benar dan selalu ingatkan dia ketika dia melakukan kesalahan," lirih Bu Lia.

"Iya siap Bu, Brian akan selalu mengingatkan dan melaksanakn apa yang diucapkan Ibu," Brian tersenyum lalu menatap istrinya yang ada disampingnya.

BU Lia pun hanya tersenyum mendengar perkataan menantunya dengan harapan menantunya bisa bahagia bersama anaknya dan menerima setiap kekurangan dan kelemahan putri semata wayangnya.

*

*

Dua jam sudah Brian, Vanes dan Bu Lia kini sudah sampai dirumah milik mertuanya.

"Ayo Bu, Nes, kita keluar sudah sampai nih," ucap Brian sambil memberhentikan mobilnya tepat dihalaman rumah Bu Lia.

"Iya Baik Nak."

Bu Lia segera keluar dari dalam mobil bersama putrinya dan menantu. Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah yang sederhana, tidak semewah rumah suaminya.

"Maaf ya Nak, rumah Ibu tidak seperti rumah kamu yang begitu besar dan mewah. Mungkin membuat kamu tidak nyaman disini," ucap Bu Lia, sambil menatap menantunya yang kini sedang duduk dikursi tamu.

"Enggak apa-apa kok Bu, lagian bagi aku ini sudah nyaman kok Bu. Seharusnya kita bersyukur walaupun punya rumah sederhana yang penting bisa berteduh Bu. Coba Ibu tenggok diluar sana banyak loh orang-orang yang tidur di kolong jembatan kedinginan Bu jadi kita harusnya lebih bersyukur dengan apa yang kita punya," lirih Brian sambil menatap mertuanya.

Bu Lia pun tersenyum dan memang benar apa yang dikatakn oleh menantunya kita harus banyak bersyukur dengan apa yang kita punya.

"Lagian apa yang kamu katakan benar Nak, seharusnya kita tidak boleh mendustakan nikmat yang maha Kuasa kasih kepada kita," Bu Lia sambil menatap Menantunya.

"Maaf ya Bu, Brian tidak bermaksud untuk menceramahi Ibu," Brian merasa tidak enak hati, lalu menatap Bu Lia.

"Justru kamu bagus loh Nak, sudah mengingatkan Ibu dan sangat berterima kasih kepada kamu  dengan sudah mengingatkan.  Jadi Ibu tahu kalau hidup itu jangan memandang ke atas, tapi sekali-kali lihatlah ke bawah supaya kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya."

"Iya Bu. Oya, Vanes mana ya Bu?" ucap Brian dari tadi tidak melihat Istrinya.

"Dia tadi langsung berjalan ke kamar Nak," jawab Bu Lia.

"Ke kamar? Emangnya mau ngapain Bu?"

"Ibu juga enggak tahu Nak, mungkin lagi tidur kali." Jawab Bu Lia.

"Enak banget itu anak mau tidur tidak bilang dulu. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Bu mau samperin dia dulu."

"Iya Nak."

Brian pun berjalan menuju tempat kamar milik Istrinya, lalu menatap Istrinya sedang membersihkan kamarnya.

"Wah Istriku ternyata rajin juga ya membersihkan tempat kamarnya tuh, Kirain aku tidur," Brian yang kini sudah tiba dikamar milik Istrinya lalu memeluk pinggang Vanes dari belakang.

"Makannya jangan berpikir yang enggak-enggak dong. Lagian saat berusia SD, aku sudah terbiasa membersihkan kamar sendiri tapi bukan kamarnya saja yang dibersihin semua ruangan dirumah sini aku yang bersihin."

"Seriuskah, itu?" tanya Brian, meyakinkan ucapan Istrinya.

"Ya seriuslah. Lagian enggak mungkin aku sewa pembantu untuk membersihkan semua rumahku ini mana punya uang untuk membayarnya," Vanes, sambil melepskan tangan kekar suaminya yang melingkar dipinggang nya lalu berbalik dan menatap wajah suaminya.

"Kasihan banget ya Istriku ini. Sekarang enggak usah khawatir, kamu akan bahagia bila bersama aku karena semua pekerjaan rumah akan dikerjakan oleh Asisten rumah tanggaku, termasuk status pekerjaanmu."

Vanes merasa tidak mengerti dengan perkataan suaminya.

"Maksudnya aku  tidak diperbolehkan kerja lagi di perusahaan kamu gitu?" tanya Vanes sambil menatap suaminya.

"Iya sayang, kenapa keberatan? Lagian ngapain kamu harus kerja 'kan ada suamimu yang kerja jadi kamu cukup diam dirumah dan duduk manis. Sekarang kamu sudah tanggung jawabku.  Jadi  turuti apa perkataanku tidak boleh menolak!" tegas Brian, sambil menarik pinggang Istrinya lebih dekat lagi dengan dirinya

Vanes jadi gugup saat wajahnya dan wajah suaminya sangat dekat.

"Ba-baiklah kalau begit. Oya, aku belum beres tuh beresin bajunya untuk dibawa pulang nanti," ucap Vanes sambil melepaskan tangan suaminya, lalu berjalan mengambil baju yang ada dilemari.

"Lagian ngapain sih kamu harus bawa baju banya- banyak? Sudahlah pilih saja baju kesukaan kamu. Emangya lupa ya 'kan kemarin banyak tuh baju-baju sama celana, pakaian dres dilemari yang sudah aku belikan buat kamu," Brian yang kini sedang duduk diatas kasur kemudian menatap buku yang menurutnya sangat unik diatas meja lalu mengambilnya.

"Iya juga sih.  Ya sudah aku ambil baju yang masih bagus dan menarik sajalah," ucap Vanes yang kini masih fokus mencari bajunya di dalam lemari.

Brian merasa terbaru saat membaca buku diary punya istrinya. Ternyata Vanes dari dulu ingin mengejar cita-citanya sebagai desainer terkenal. Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan Vanes memilih untuk melupakan cita-citanya.

"Apakah cita-citamu pingin jadi seorang desainer?" tanya Brian sambil menatap Istrinya yang sedang memasukan bajunya ke dalam koper.

"Iya. Emang dulu aku bercita-cita pingin jadi seorang desainer tapi sayang semuanya tidak bisa terwujudkan karena keadaan ekonomi keluargaku. Meskipun begitu aku tidak pernah menyalahkan Ibu ataupun mendiang

Bapak yang terlahir  dari kehidupan sederhana. Justru aku sangat berterima kasih sama kedua orangtua aku yang sudah menyekolahkanku sampai sekolah SMA. Disana juga mengajarkan banyak ilmu yang aku dapat Kok," ucap Vanes sekilas menatap Suaminya lalu kembali memasukan bajunya kedalam koper.

"Ternyata kamu anak yang bisa membuat kedua orangtua bangga terhadapmu, karena sikap dan perilaku baik serta sikap pengertianmu itu. Aku tidak menyangka ternyata kamu orangnya sangat menyayangi keluargamu dan tentu saya sangat beruntung memiliki kamu, Sayang. Selain itu kamu sangat cantik luar dan dalamnya juga," puji Brian sambil menatap Istrinya.

1
Haryani
semangat kak, karya yang luar biasa
vhieh: Makasih banyak, Kak🙏😘😘
total 1 replies
🥳Lana🥳
hancurkan orng ketiga hingga binasa.... siapppppp!!!! sukses selalu cantikkk
vhieh: Makasih banyak,Kak🙏😘😘
total 1 replies
🥳Lana🥳
sok iyeee si Bella
🥳Lana🥳
aku ga kasih makan juga Al?
delissaa
ceritanya bagus banget kak 😍 semangat up nya ya 🥰💪
vhieh: hatur nuhun, Kak🙏🙏😘😘
total 1 replies
Hafira
karya yang sangat luar biasa
vhieh: Makasih banyak, Kak😘😘🙏
total 1 replies
Hafira
Brian orangnya kayaknya nyeremin deh
Hafira
walaupun gak ada niatan untuk menghianati tapi sikapnya Brian kayak gitu mending lepas aja
Hafira
ooohh... gitu toh
Hafira
jengkel banget sama orang yang kayak gini
Hafira
gak tau diri banget ini orang 😑
ZaeV92
bintang lima buat karya keren nya kak
ZaeV92: sama-sama kakak 🥰
total 2 replies
Nanda RaRa
suka ceritanya, bagus💙
vhieh: Makasih, Kak
total 1 replies
Umisah Asther
bodoh kau brian GK peka banget....vanes km hrs tegas sama Brian jangan dibiarin
Umisah Asther
km GK tegas Brian....siap aja masuk jebakan Bella dan km kehilangan vanes
Umisah Asther
Brian GK tegas banget jangan nyesel km di jebak...dan kehilangan vanes
Umisah Asther
jangan sampai Bryan di jebak Nana ....Bryan km tuh hrs waspada Lo sama nan yg peka....ingat km jangan sampai nyakitin vanes
vhieh: Makasih sudah mampir di karyaku ini Kak, 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!