Indonesia
NovelToon NovelToon
ZOYA

ZOYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Pihak Ketiga / Chicklit
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Crisastra

Zoya Evvegnia Evve Alexandra atau biasa dipanggil Zoya adalah anak tunggal sekaligus pewaris perusahaan dari seorang pengusaha terkenal yang ada di Indonesia. Terlahir dari keluarga kaya raya dan terpandang membuat banyak orang yang iri padanya apalagi di tunjang dengan fisiknya yang bak Dewi Yunani.
Kebahagiaannya hancur berantakan saat Sang mami lebih dulu meninggalkannya menghadap Ilahi. Dia tumbuh menjadi anak kesepian, angkuh dan suka semena mena terlebih pada orang orang yang mengusiknya.
Kesedihannya bertambah Saat Riyu Viandra, laki laki yang disukainya lebih mencintai gadis biasa yang bernama Citra. Zoya tidak segan segan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Riyu termasuk dengan menyakiti Citra sekalipun. Hingga kedatangan Si kembar, seorang mahasiswa yang juga Ketua salah satu geng motor terkenal di Jakarta yang mengalihkan dunia Zoya.
Apakah Zoya akan tetap mengejar cinta sang Idola Sekolah ataukah alur hatinya akan menuju bad boy kampus???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Crisastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BK

Setelah keluar dari ruang kerja rahasianya Zoya melirik jam diatas nakas menunjukkan pukul 23.40 artinya ada sekitar kurang lebih 3 jam dirinya berkutat dengan komputer. Pantas saja dirinya merasa lelah. Ia melangkah ke arah kamar mandi dan membasuh mukanya di wastafel setelahnya dia segera melangkah ke ranjang king sizenya karena matanya sudah terasa sangat berat. Begitu kepalanya menyentuh bantal tak terasa matanya langsung terpejam hingga pagi hari.

Tok tok tok

"Non Zoya,, Non. Udah jam 7 non. Non Zoya ngga sekolah?" Teriak bi Iyem. Bi iyem sudah hampir sejam membangunkan sang nona tapi tidak ada pergerakan dari dalam kamar. Ia ingin membuka pintunya seperti biasa namun kali ini kamar tersebut terkunci. Semalam Zoya terlelap dengan pintu kamar yang masih terkunci.

Kini Bi Iyem kembali ke meja makan memberi tahu Nyonya kalo sang nona belum bangun dan kamarnya terkunci.

"Bu kamarnya nona Zoya masih terkunci. Bibi udah bangunin tapi nggak bangun bangun." Lapor bibi.

"Hmm bibi ambil kunci serep kamarnya aja, biar saya yang bangunin nona bibi yang manja itu." Ucap mami Agnes.

Setelah mengatakan itu Mamih Agnes beranjak dari duduknya kemudian menghampiri kamar sang anak. Ia membuka pintu kamar Zoya dengan kunci serep dari Bi Iyem.

Saat pintu terbuka dilihatnya sang anak masih tengkurap diatas kasurnya. Mamih Agnes mulai membuka gorden kamar yang membuat cahaya matahari merambat masuk menyapa sang gadis yang masih tertidur. Perlahan ia membuka matanya dan melihat sang Mamih sedang tersenyum manis kepadanya.

"Mamih" Lirihnya.

"Baby Mamih udah bangun? Nyenyak banget tidurnya."

"Hmm.. Udah jam berapa Mih?" Tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.

"Masih pagi sayang. Baru pukul 07.15 kok. Masih ada waktu 5 Menit untuk basuh muka sebelum kesekolah." Ucap Mamih Agnes santai.

Zoya yang akan tertidur lagi membelalakkan matanya, " Ya Allah Mamih kenapa nggak bangunin Zoya dari tadi. Bi Iyem mana? Kenapa nggak masuk kamar Zoya. Ya Ampun mami Zoya telat deh kesekolah mana ada ulangan harian lagi. Ah Mamih." Rengeknya.

"Kamu itu dibangunin udah dari tadi, sampe kaki Bi Iyem keram gegara kamu yang nggak bangun bangun. Mana kamarnya di kunci lagi." Teriak Mamih Agnes karena Zoya sudah ngacir duluan kekamar mandi.

10 Menit kemudian Zoya sudah lengkap dengan seragam sekolahnya. Ia menghampiri kedua orangtuanya di meja makan dan langsung pamit ke sekolah karena sudah terlalu telat.

"Morning Mih, Pih, Kak Cilla. Zoya berangkat duluan yah udah telat banget soalnya." Sapanya sekalian langsung pamit kepada mereka bertiga.

"Pagi Sayang." Jawab mereka kompak.

"Nggak sarapan dulu?" Tanya Mamih Agnes.

"Disekolah ajalah entar Mih." Ucapnya sambil berlari.

"Ada yang kamu lupa sayang.." teriak papihnya.

"Kayaknya nggak deh Pih." Ucapnya berhenti sejenak menjawab pertanyaan Papihnya.

"Ehm bekal untuk Tuan Muda Virendra nggak kamu bawain?" Ledek Papihnya.

"Tuan Daniel Alexander." Teriaknya Speechless. "Aku masih marah yah sama Papih."

"Ha ha ha." Sepertinya Zoya benar benar mood booster mereka walaupun sang anak sering keterlaluan.

......................

Setibanya di sekolah gerbang sudah terkunci rapat. Sudah tidak ada anak sekolah yang berkeliaran diluar. Zoya turun dari mobilnya dan menghampiri pak Talib, security sekolah.

"Pak Talib, Zoya telat boleh di buka nggak gerbangnya. Saya ada ulangan soalnya pak." Tuturnya jujur.

"Boleh non tapi ketemu Bu BK yah. Non Zoya udah telat banget soalnya." Ujar Pak Talib."Tunggu sebentar,non."

Zoya akhirnya bisa masuk ke halaman sekolah tapi seperti kata Pak Talib dia harus berurusan dengan Badan Konseling Sekolah. Saat sampai diruang BK betapa terkejutnya dia melihat Mario dan Riyu juga ada disana. Zoya tidak merasa heran karena Mereka adalah anggota inti OSIS mungkin saja lagi ikut ngurusin siswa yang bermasalah pikirnya. Berbeda dengan dirinya yang memang sering keluar masuk ruang keramat tersebut. Kini mereka bertiga sudah duduk di hadapan Ibu Adolf, salah satu guru BK SMA PANCABUANA.

"Zoya Evvegnia, kenapa kamu telat kesekolah hari ini?" Tanya Bu Adolf

"Maaf Bu saya telat bangun, jujurnya."

"Kenapa bisa? Apa orang rumah mu tidak ada yang membangunkan mu sampai harus telat kesekolah."

"Saya yang bersalah Bu tidak ada hubungannya dengan orang rumah."

"Baik. Silahkan catat namamu dan jangan ulangi lagi. Jam istirahat silahkan bersihkan toilet mushallah." Perintah Bu Adolf menarik nafas yang terdengar sedikit lelah. Mungkin sudah jenuh dengan tingkahnya.

"Baik Bu".

Zoya mengambil buku merah yang disodorkan Bu Adolf padanya untuk mencatat namanya sambil melirik kedua temannya tersebut. Muka keduanya sama sama kusut. "Habis makan buah Salak apa Jamblang nih berdua, sepet amat mukanya." Lirih Zoya yang masih dapat didengar Bu Adolf dan keduanya.

Hussstt

"Maaf Bu!" Kekehnya sebelum pamit. Saat dia bangkit dari bangkunya, Bu Adolf mulai mencecar keduanya.

"Riyu dan Mario"

Iya Bu.

"Kalian sadar apa yang sudah kalian perbuat? Sebagai anggota OSIS apa pantas kalian berkelahi dilingkungan sekolah, dikelas, didepan teman teman kalian. Harusnya kalian berdua mencontohkan hal hal yang baik ,yang positif. Bukan malah berkelahi seperti tadi. Ceritakan apa masalah kalian." Cecar Bu Adolf.

Deg

"Mereka ribut?" Zoya yang sudah diambang pintu seketika berhenti mendengar Bu Adolf mengatakan mereka berdua dipanggil keruang BK karena berkelahi. "OMG bukannya mereka sahabat?" Kepalanya tiba tiba berisik memikirkan penyebab Riyu dan Mario ribut sampe Bu Adolf menegurnya. "Zoya mau sampe kapan kamu nguping disitu. Sana balik ke kelas."

"I__iya Bu." Cicitnya sambil berlari keluar daripada kena amukkan Bu Adolf.

Dia berlari di koridor sekolah agar cepat sampai dikelasnya karena takut absen lagi di pelajaran Fisika yang menguras pikiran apalagi hari ini ada ulangan. Setidaknya dia tidak ketinggalan banyak dan bisa susulan pikirnya.

Prank

Sesampainya dikelas dia terkejut melihat teman temannya yang heboh. Ada yang ngerumpi, ada yang main game, ada yang berbaring, dan kegiatan unfaedah lainnya. Rasa Cemas bakal dihukum dan ulangan susulan menguap seketika.

"Eh Zoo, habis darimana lu?" Tanya Felly saat melihat sahabatnya berdiri diambang pintu.

"Iya nih jahat banget elo. Elo tau yah Bu Yeyen gak bakal masuk jadi elo main telat telat aja. Semalam gue sampe begadang belajar fisika karena malas remedial taunya Bu Yeyen nggak masuk. Tau gitu gue gak usah belajar deh." Curhat Lavanya.

Zoya menarik nafas dan menghembuskannya kasar. " Eh serbuk marimas gue telat beneran tau, ini habis dari ruang VIP ketemu buldof. Tau Bu Yeyen nggak masuk bakal manjat pagar aja gue tadi biar nggak ngisi buku tamu." Ketusnya menghempas tas ranselnya.

Baru akan mendudukkan pantatnya lambe turah Pancabuana sekaligus ketua kelasnya heboh sendiri menghampirinya.

"Ciee yang jadi rebutan Akang Mario dan Mas Riyu? Pilih Sunda apa Jawa nih yang?" Kekehnya.

1
Ade Siti Aminah
knp GK lanjut
Kalea 01: authornya gak bisa login krn appnya pernah terhapus
total 2 replies
Ade Siti Aminah
bagus
Hasniawati
lanjut
Arfan adya dirgantara
suka sama quote nya
with_mercii
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
Artemis: lagi puasa kak
total 1 replies
SizzlingTeapot
Imajinasi tanpa batas. Mantap! 👍
Hasniawati
jgn lma up nya dong
Intan Haryanti
seru thor... perjalan akan dimulai....
Hasniawati
lanjut,lanjut
DazzledSweetie
Iiiii ditunggu kelanjutannya! *baru kali ini aku ninggalin jejak nih uwuwuwu
Artemis: sering sering ninggalin jejak yah kak hehe
total 1 replies
Hasniawati
lanjut kak ceritanya
Artemis: Sabar yah kakak cantik diusahain deh up tiap hari
total 1 replies
Windy Miller
wahh kakak author .ini novel keren aku suka. ya meskipun belum selesai aku baca nya . tapi asli keren . nyesel dah pokoknya kalau udah baca gak diselesaiin. semangat ya kak😊😊
Artemis: Terimakasih kakak. Dukung terus novel ini yah biar semangat nulisnya
total 1 replies
Garang Anggriawan
Go author! go author go! Biar author semangat, aku kasih ini :* saranghae
Artemis: Saranghae Oppa/Onni
total 1 replies
Hustle Flyswat
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Artemis: jangan dong begadang jangan begadang nanti ngantuk paginya. Biar jemuran aja yang di gantungin
total 1 replies
ForGoodluck
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
Artemis: Terimakasih supportnya kaka
total 1 replies
Artemis
Semoga reader suka dengan novel ku ini. Mohon saran dan masukannya biar bisa jadi lebih baik
Artemis
maaf aku nggak update dulu yah. Sedang berduka.😭
Arfan adya dirgantara
kayaknya ceritanya asyik
Arfan adya dirgantara
semangat mba
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!