Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Kematian

Dendam Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi
Popularitas:64.7k
Nilai: 5
Nama Author: Setyarini

Dendam setelah dijebak dan dibunuh sebagai persembahan oleh Penyihir beraliran sesat, membuat Klarisa kembali hidup di dalam tubuh anak semata wayang Panglima Perang bernama Karina. Di kehidupan keduanya ini, Klarisa bertekad untuk membalaskan dendamnya. Tapi, berbagai macam rahasia dari pemilik asli tubuhnya saat ini justru membuatnya kewalahan.

“Apa malam panas yang kita habiskan bersama kurang memuaskan untukmu?” - Frey Kivandra.

“Omong kosong apa lagi ini?!” - Klarisa.

Akankah Klarisa bisa membalaskan dendamnya dengan mulus, tanpa tergoda dengan pesona mematikan Frey yang selalu mengejar cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Setyarini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengalirnya Darah Pemurni

Hingga beberapa menit kemudian, Klarisa dan Kimi yang melihat betapa segarnya pohon tua besar yang sebelumnya sudah hampir mati langsung terdiam dan saling pandang-pandangan dengan ekspresi bingung mereka berdua.

“Uwak!!! Nona! Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?!” kaget Kimi sambil membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya dan terus menatap Klarisa dengan tatapan kagum sekaligus tidak percayanya.

“A-aku juga tidak tahu!!” balas Klarisa yang juga sangat terkejut dengan apa yang barusan terjadi sambil terus menatap telapak tangannya dengan sangat lekat “Memurnikan…? Jadi, Karina memiliki kekuatan untuk memurnikan?! Kebetulan aneh apa ini?!” batin Klarisa dengan perasaan senang sekaligus bingungnya juga.

Kimi yang masih terkaget-kaget melihat pohon tua besar dihadapannya itu menjadi pohon yang segar dan indah lagi itu pun, dengan reflek kembali berkata “Dulu saya sih memang pernah mendengar rumor… kalau Nyonya besar (Ibunya Karina) berasal dari klan keluarga yang memiliki darah pemurni! Tapi, tidak saya sangka rumor itu benar dan menurun kepada Nona,” ucap Kimi dengan mata yang berbinar-binar.

“Klan keluarga yang memiliki darah pemurni?” gumam Klarisa dengan wajah seriusnya lagi, yang detik itu juga membuatnya berpikir kalau kemungkinan kekuatan tersembunyi milik Karina itu juga bisa ia gunakan untuk melawan pengaruh ilmu sihir sang penyihir kejam.

Tanpa banyak berpikir atau berlama-lama lagi, Klarisa pun segera meminta kepada Kimi untuk dicarikan tanaman tua yang sudah hampir mati juga dan pada saat Kimi sudah memberikan satu tanaman tua hampir mati di dalam pot, dengan wajah seriusnya Klarisa segera menyentuh batang tanaman tua itu dengan kedua tangannya.

Tapi, tidak seperti sebelumnya, kali ini kekuatan milik Karina tidak keluar sama sekali dan tanaman tua dihadapannya itu tetap terlihat sekarat “Tidak terjadi apa-apa,” gumam Klarisa dengan ekspresi bingungnya.

“Mungkin Nona kurang fokus! Atau yang tadi itu hanya kebetulan saja?” balas Kimi yang juga ikut merasa penasaran dan juga bingung, sambil terus berada di samping Klarisa.

“Tidak mungkin! Bagaimana pun caranya aku harus bisa mengendalikan dan memakai kekuatan permurnian ini!” ucap Klarisa dengan sangat bersungguh-sungguh sambil terus memfokuskan dirinya pada tanaman tua di hadapannya.

***

Sejak kejadian penuh keajaiban itu terjadi, Klarisa yang ditemani oleh Kimi itu pun terus menghampiri halaman belakang Kastil keluarga Kendrick untuk melatih kemampuan permurnian milik Karina menggunakan tanaman-tanaman tua yang sudah hampir mati.

Terkadang Klarisa berhasil mengeluarkan sedikit kemampuan milik Karina. Tapi, terkadang kemampuan itu tidak bisa ia keluarkan sama sekali “Ugh! Bagaimana caranya agar kekuatan ini menjadi konsisten dan bisa aku kendalikan dengan mudah?!” gerutu Klarisa dengan sangat frustasi, saat Kimi datang menghampirinya dan membawakan minuman dingin untuknya beristirahat.

Hingga seminggu kemudian pun berlalu dengan sangat cepat dan latihan tanpa henti Klarisa mulai membuahkan hasil, karena sudah hampir dari setengah tanaman tua yang hampir mati di halaman belakang Kastil keluarga Kendrick kembali menjadi segar.

“Nona! Anda hebat sekali!!!” jerit Kimi dengan perasaan banggu sekaligus kagumnya kepada Klarisa yang seketika itu juga membuat Klarisa ikut merasa senang dan bertepuk tangan dengan Kimi sambil melompat-lompat kegirangan.

Sedangkan Emillio atau Ayahnya Karina yang sama sekali tidak tahu dengan apa yang sedang Putrinya lakukan bersama dengan pelayan pribadinya, hari ini setelah menyelesaikan pekerjaannya ia memutuskan untuk berdiri diam di depan jendela dan memperhatikan tingkah Putrinya dengan tatapan lekatnya.

“Apa yang ia lakukan di halaman belakang?” gumam Emillio dengan perasaan bingung sekaligus juga rasa penasarannya.

“Coba kamu panggilkan Kimi untuk menemuiku,” pinta Emillio kepada Kepala pelayannya yang sejak tadi sudah berdiri di belakang tubuhnya “Baik, Tuan.” Balas Kepala pelayan dengan penuh sopan santun dan segera bergegas pergi untuk memanggil pelayan pribadi Karina yaitu Kimi.

Tidak lama kemudian, Kimi pun datang menemui Emillio atau Ayahnya Karina dan mulai menceritakan apa yang sejak kemarin ia lakukan bersama dengan majikannya di halaman belakang Kastil, yang seketika itu juga membuat Emillio teringat akan kemampuan istrinya di masa lalu.

“Bukannya dulu kamu bilang kalau Karina sudah menyerah dengan kemampuannya itu?” tanya Emillio sambil berusaha menahan amarahnya kepada Kimi dengan sekuat tenaganya.

“So-soal itu, Nona memang sudah pernah menyerah… Saya juga tidak menyangka kalau kali ini Nona akan berhasil, Tuan!” jawab Kimi dengan perasaan takutnya yang saat itu juga dengan reflek membuat dirinya terus menundukkan kepalanya dihadapan Emillio.

“Panggil Karina untuk menemuiku, sekarang juga!” pinta Emillio sambil bangkit dari duduknya dan membalik tubuhnya dari hadapan Kimi, yang dengan cepat langsung Kimi balas “Ba-baik, Tuan!” dengan suara yang sedikit bergetar dan tanpa berlama-lama lagi Kimi segera berlari keluar dari dalam ruangan Emillio untuk menemui Klarisa.

***

Tanpa harus menunggu waktu yang lama, Klarisa pun segera menemui Ayahnya Karina dan betapa bingungnya ia saat melihat ekspresi marah dari wajah Emillio “Aku kira ia akan senang setelah mendengar kemampuan permurni Putrinya sudah hampir sempurna. Tapi, kenapa ia malah terlihat sangat marah?” pikir Klarisa.

Dan tanpa banyak basa-basi, Emillio langsung berkata “Lupakan soal kemampuan pemurnimu dan juga soal Penyihir… yang belum lama ini kamu bicarakan kepada Ayah!” pinta Emillio dengan tiba-tiba yang seketika itu juga membuat Klarisa tersentak.

“A-apa? Aku paham jika Ayah memintaku melupakan soal kemampuan pemurni… Tapi, tidak dengan Penyihir! Bukannya sejak dulu Ayah ingin memusnahkan Penyihir beserta aliran sesatnya?” balas Klarisa dengan sangat berani sambil menatap Emillio atau Ayahnya Karina dengan tatapan lekatnya.

“Jangan banyak tanya dan turuti saja!” pinta Emillio lagi dengan nada bicaranya yang agak meninggi dan cukup keras kepada Klarisa, yang seketika itu juga membuat Klarisa mengerutkan dahinya dan berpikir “Sebenarnya apa yang ia takuti?” dengan perasaan bingungnya.

Beberapa detik kemudian, Klarisa yang tidak mau kalah karena terus terbayang dengan kematiannya di masa lalu, detik itu juga kembali berkata untuk melawan Emillio “Aku sudah sampai sejauh ini dan Ayah tidak bisa memaksaku untuk mengikuti kemauan Ayah,” dengan nada bicaranya yang penuh percaya diri dan pendirian yang sangat kuat.

Setelah bicara Klarisa pun membalik tubuhnya untuk melangkah pergi. Tapi, tepat sebelum ia melangkah jauh tiba-tiba Emillio berkata “Ayah tidak ingin kamu berakhir seperti Ibumu!” yang seketika itu juga membuat dada Klarisa terasa seperti terpukul “DHEG!” dan menjadi sesak.

“Ayah tidak ingin kehilanganmu… Karina,” sambung Emillio yang saat itu juga entah kenapa membuat air mata Klarisa menetes, seakan tubuh Karina yang saat ini ia gunakan merasakan perasaan sedih dan menyakitkan yang Emillio atau Ayahnya rasakan.

Tapi, karena Klarisa sudah sangat bertekad dan menganggap kalau dirinya bukanlah Karina yang asli atau Putrinya Emillio yang asli. Detik itu juga Klarisa mengusap air mata Karina dari wajahnya dan kembali menolehkan kepalanya kepada Emillio sambil berkata “Memiliki kemampuan yang sama bukan berarti akan memiliki nasib yang sama. Ayah tidak perlu khawatir, karena aku akan terus berjuang dan mendapatkan apa yang aku inginkan!” ucap Klarisa sebelum ia kembali melanjutkan langkah kakinya untuk pergi meninggalkan Ayahnya.

1
Aiko Clearesta
up nya mna thor
Haha^^
Selalu seru buat ditunggu tiap babnya~ Semangat Thorr
Hikma Altair
seru ...lanjut thor
Eka Priyanti
up
Eka Priyanti
seru Thor makasih upnya
Mbu'y Fahmi
lanjut thor
Ddyani
Bikin ketagihan + penasaran gimana caranya Klarisa balas dendam ke Ibu tirinya 🤔
Ayo update yg banyak kak! 😁
pinkgirl
Parah banget si Klarisa wkwk 🤣🤭
pinkgirl
Cintanya Frey ke Klarisa ugal-ugalan bangett Thor~ Jadi gemesss 😍
Jojo Kuy
wkwk jadi kerjar-kejaran kan tuh~
Haha^^
lanjut thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!