Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:327
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 30

Di sampingnya, panci besar di atas perapian mengeluarkan asap tipis yang mulai menebal, bau yang tak biasa . setengah matang, setengah terbakar , mulai memenuhi ruangan.

Belum sempat Draven menyelesaikan potongan keduanya, pintu dapur tiba-tiba terbuka pelan. Elizabeth masuk dengan langkah ringan, berniat mengambil segelas air sebelum beristirahat. Langkahnya terhenti mendadak di ambang pintu, matanya membelalak lebar melihat pemandangan di hadapannya.

Asap tipis mulai mengepul ke arahnya, dan ia melihat sosok raja yang gagah perkasa itu berdiri di tengah dapur dengan pakaian kerajaan yang rapi namun kini sedikit terkena noda tepung dan kotoran sayur.

Elizabeth menatap tak percaya, lalu berseru dengan nada bercampur heran dan takjub, suaranya meninggi memecah keheningan malam:

“Apa yang sedang kau lakukan?!”

Draven terhenti seketika, pisau di tangannya hampir terlepas. Ia menoleh perlahan ke arah Elizabeth, wajahnya yang biasanya dingin dan tenang kini tampak sedikit canggung dan malu. Ia menurunkan pisau perlahan, lalu menjawab dengan nada yang tenang namun terdengar sedikit kaku:

“Memasak.”

Elizabeth melangkah masuk dengan cepat, matanya beralih dari wajah Draven ke panci yang mulai mengeluarkan asap lebih tebal, lalu ke talenan yang berantakan, dan akhirnya kembali menatap raja itu dengan tatapan tak percaya yang semakin dalam.

Ia menunjuk panci itu dengan tangan gemetar, suaranya kini bercampur antara keterkejutan dan kekhawatiran yang tulus:

“Kau… kau membakar dapurku!”

Draven segera berbalik menatap panci itu, melihat uap hitam mulai keluar dari pinggirannya. Ia buru-buru menarik panci itu menjauh dari api, wajahnya tampak sedikit panik namun tetap berusaha terlihat tenang.

“Aku… aku hanya mencoba menyiapkan sesuatu,” ucapnya pelan, seolah-olah sedang berusaha menjelaskan sesuatu yang sulit. “Leon bilang… pria yang tidak bisa memasak bukan pahlawan sejati. Dan aku ingin menjadi pahlawan bagi kalian berdua.”

Mendengar itu, napas Elizabeth yang tadinya tertahan perlahan keluar. Ia menatap wajah Draven . sosok raja yang menguasai seluruh wilayah ini, yang tak pernah takut pada siapa pun, yang bisa mengalahkan pasukan mana pun dengan satu gerakan .

namun kini berdiri di hadapannya dengan tangan penuh noda, berusaha keras melakukan hal yang paling sederhana hanya karena putranya menginginkannya. Kekesalan dan keterkejutannya perlahan luntur, digantikan oleh rasa haru yang begitu dalam hingga matanya mulai berkaca-kaca.

Ia melangkah mendekat, lalu dengan lembut mengambil alih sendok dari tangan Draven.

“Kau ini… Raja yang paling konyol yang pernah ada,” ucapnya pelan, namun nada suaranya penuh kasih sayang yang tak bisa disembunyikan. “Membakar dapur hanya untuk membuktikan dirimu pahlawan?”

Draven menatapnya, lalu perlahan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum lembut yang langka. “Bagiku… melihat kalian berdua bahagia adalah hal yang paling penting. Bahkan jika itu berarti harus membakar satu dapur.”

Elizabeth tertawa kecil, suara tawanya jernih dan menenangkan, seketika menghapus ketegangan di ruangan itu. Ia menggeleng-gelengkan kepala, lalu menatapnya lekat-lekat.

“Sudahlah. Biarkan aku yang memasak. Dan jika kau benar-benar ingin belajar… mari kita lakukan bersama. Pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru hingga membakar segalanya.”

Draven mengangguk patuh, seperti anak kecil yang mendapat izin bermain. “Baik. Bersama-sama.”

Malam itu, di dapur istana yang kini hangat oleh cahaya api dan tawa mereka, sang Raja Vampir dan wanita yang dicintainya berdiri berdampingan, memotong sayuran dan mengaduk panci bersama .

bukan sebagai penguasa dan rakyat, melainkan sebagai ayah dan ibu yang sedang membangun rumah tangga yang sederhana namun penuh kasih sayang, untuk putra mereka yang tidur nyenyak menanti kejutan di pagi hari.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!