Indonesia
NovelToon NovelToon
Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Samson Otot Kawat Tulang Lunak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Sci-Fi
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: PenaGabut_

Punya nama Samson Perkasa Putra dan postur gagah setinggi 178 cm ternyata jadi beban berat buat Samson. Dituntut Papi jadi cowok macho penerus bengkel, Samson malah lebih paham urusan skincare dan bakat histeris tiap liat kecoa. Kehidupan Samson makin riweh saat dia harus bertahan di antara harapan keluarga yang manly abis, godaan gosip tetangga, hingga urusan asmara yang serba salah. Bisakah Samson membuktikan kalau pria "otot kawat, tulang lunak" juga punya caranya sendiri buat jadi pahlawan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaGabut_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cream dan Rantai Besi

"Siapa yang lu panggil Mas-Mas?! Gue Bang Jarot, penguasa daerah sini!" raung pria berkumis tebal itu sambil melangkah maju memutar rantai besinya.

SRET!

Samson secara refleks menutup hidungnya rapat-rapt menggunakan sapu tangan kain renda warna merah muda. Bau asap knalpot dan oli bekas yang menusuk hidung benar-benar menguji pertahanan imunitas dan kesehatan pori-pori kulit wajahnya.

"Aduh, Bang Jarot... mukanya jangan dilipat gitu dong. Nanti kerutan halus di dahi makin menetap permanen, lho! Rugi estetika!" celoteh Samson sambil melambaikan jemari lentiknya, sama sekali tidak sadar kalau kalimatnya justru membakar emosi geng motor itu sampai ke ubun-ubun.

"Kurang ajar! Lu ngeledek muka gue?!" gertak Bang Jarot dengan mata melotot lebar. "Anak-anak! Serang cowok centil ini duluan!"

Tiga anggota geng motor berbadan kekar langsung melompat turun dari kendaraan mereka. Dengan raungan garang, mereka menerjang maju mengayunkan balok kayu dan kunci pas ke arah Samson.

"Mbak Kenaaanga! Bantuan darurat!" jerit Samson melengking bagai sirine ambulan.

Sebelum serangan pertama mendarat di tubuh Samson, Kenanga melompat melintasi kap mobil bekas di halaman bengkel.

BUK! BUK! Dua tendangan lurus Kenanga mendarat mulus di dada dua anggota geng motor, membuat mereka tumbang beruntun di atas tanah berdebu.

Anggota ketiga yang tersisa mencoba memukul Kenanga dari belakang. Namun, Samson yang panik melihat Kenanga terancam, refleks mengayunkan galon air mineral kosong bekas pajangan bengkel Papi yang berada di dekatnya.

Brak!

Galon plastik tebal itu menghantam telak bagian belakang kepala si preman. Pria itu sempoyongan tiga langkah ke depan sebelum akhirnya ambruk menabrak deretan ban bekas.

"Aduh! Maaf ya, Mas! Itu refleks pertahanan diri spontan!" teriak Samson histeris sambil melemparkan galon kosong itu jauh-jauh seolah-olah benda itu beracun.

Bang Jarot yang menyaksikan tiga anak buahnya tumbang dalam hitungan detik mulai meradang. Napasnya memburu, mukanya makin merah padam. Ia menggeram, melepaskan jaket kulitnya, lalu melangkah mantap mendekati Samson dan Kenanga.

"Lu berdua benar-benar nyari mati di lapak gue..." geram Bang Jarot dengan nada dingin mematikan.

Papi yang menyaksikan dari sudut bengkel siap pasang badan dengan kunci inggris jumbonya, tapi Mami menahan lengan suaminya, "tunggu dulu, Papi. Mami mau lihat sejauh mana anak gadis dan anak bujang kita mengatasi masalah ini."

"Tapi Mami, itu rantai besi Jarot bisa bikin kepala orang bocor!" bisik Papi khawatir.

"Diam saja! Samson itu badannya gede, ototnya kawat! Cuma mentalnya saja yang perlu dipoles sedikit!" tegas Mami tak terbantahkan.

Di tengah lapangan bengkel, Bang Jarot mulai mengayunkan rantai besinya di udara, menciptakan suara whosh-whosh yang mengerikan. Kenanga menurunkan posisi badannya, memasang kuda-kuda pencak silat tingkat tinggi.

Namun, bukannya bersiap bertarung, Samson justru tiba-tiba melangkah maju berdiri persis di depan Kenanga, merentangkan kedua tangannya yang kekar untuk melindungi cewek tomboi itu.

"Bang Jarot, tunggu!" teriak Samson dengan suara bariton yang mendadak tegas dan dalam.

Gerakan rantai Bang Jarot terhenti sejenak. Ia menyipitkan mata, heran melihat perubahan aura pada cowok centil di depannya, "Apa lagi?! Lu mau minta ampun?!"

Samson menghela napas panjang, merapikan tatanan rambut poninya yang agak berantakan. Samson mengedip-ngedipkan matanya centil dan polos, berusaha memasang raut muka paling menggemaskan yang ia miliki.

"Bukan minta ampun, Bang. Samson cuma prihatin," ujar Samson lembut seraya melangkah mendekat dua langkah, mengabaikan bahaya rantai besi, "coba Abang ngaca deh di spion motor. Kulit Abang itu kusam banget, dehidrasi parah, terus kantung matanya hitam. Abang ini pasti kurang tidur karena sering begadang main rantai malam-malam, kan?"

Bang Jarot melongo seketika. Gertakan garangnya mendadak luntur digantikan rasa bingung luar biasa, "hah?! Lu ngomong apa sih?!"

"Abang Jarot yang gagah... kekerasan itu cuma bikin stres, dan stres itu pemicu utama hormon kortisol meningkat! Nanti timbul jerawat batu di jidat, lho!" lanjut Samson dengan nada bicara bagai konsultan kebersihan wajah profesional, "daripada kita berantem yang bikin baju kotor dan muka kita berdua rusak kena debu, gimana kalau kita selesaikan masalah ini secara damai dan kekeluargaan?"

Anak-anak geng motor yang tersisa saling pandang satu sama lain, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dari mulut seorang cowok berotot berwajah manis.

"Gue enggak butuh ceramah skincare lu, Cok!" bentak Bang Jarot, meski nada suaranya sudah kehilangan separuh kehebatannya.

"Saya punya toner eksfoliasi dan sunscreen SPF 50 khusus kulit pria di dalam rumah," potong Samson cepat sambil tersenyum manis, "kalau Abang dan anak buah Abang mau damai, tidak mengganggu pasar dan bengkel Papi lagi... Samson kasih konsultasi rutin skincare gratis setiap akhir pekan!"

Kenanga yang berdiri di belakang Samson menepuk jidatnya sendiri, "ini orang beneran mau mendamaikan geng motor pakai krim pemutih wajah?" ucap betinnya.

Namun, keajaiban aneh terjadi. Bang Jarot terdiam. Pria garang itu pelan-pelan meraba pipinya sendiri yang terasa kasar dan kering diterpa angin malam. Matanya melirik ke arah spion motor besar miliknya.

"Beneran... bisa ngilangin flek hitam di pipi gue?" tanya Bang Jarot dengan suara pelan yang hampir tak terdengar.

"Bisa banget, Bang Jarot sayang! Tiga minggu pemakaian teratur, muka Abang dijamin glowing alami bagai ubin masjid!" jawab Samson antusias dengan nada bicara kembali meliuk-liuk centil.

Papi dan Mami di ambang pintu bengkel melotot tidak percaya. Pertumpahan darah yang nyaris terjadi di halaman bengkel Perkasa Putra mendadak berubah menjadi sesi konsultasi kecantikan darurat di atas kap mobil.

Tapi, tepat saat Bang Jarot hendak menurunkan rantai besinya untuk menyetujui kesepakatan aneh tersebut, sebuah klakson mobil sedan hitam berbunyi sangat keras dari jalan raya.

TIN! TIN! TIN!

Pintu mobil sedan itu terbuka, dan muncul sosok pria berjas rapi dengan kacamata hitam yang membawa selembar kertas dokumen resmi.

"Permisi! Apakah ini pemilik Bengkel Perkasa Putra?!" teriak pria berjas itu tegas, "saya perwakilan dari pengembang area kota. Bengkel ini dan seluruh lahan pasar di sekitarnya harus digusur minggu depan!"

"Hah... Minggu depan? Kenapa waktunya sesingkat itu?" jawab Samson dengan suara yang lembut.

Suasana halaman bengkel yang baru saja mencair, mendadak seketika membeku kembali. Tatapan shock berat terpancar dari wajah Papi, Mami, Kenanga, bahkan Bang Jarot dan anak buahnya sekalipun.

Samson yang berdiri paling depan mendadak lemas tak berdaya, memegangi dadanya yang terasa sesak luar biasa bagai dihantam batu besar.

Seketika batin Samson terucap:

"Duh... Gusti... nasib tempat tinggal Papi, mata pencaharian warga pasar, dan yang paling krusial, meja rias beserta koleksi skincare kesayanganku kini berada di ambang kemusnahan total?!"

1
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kedip^ berharap ada yang terpesona ye Son 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Coba Samson majunya pake daster dan bando pink andalan pasti lucu 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Mirip menaranya papi gak tuh Mi 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Daster emng is the best ya Mam 😂😂
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk kehangatan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ bang Jarot, jangan sampe menaranya terguncang yeee 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
bener-bener bando unggulan ini 🤣🤣🤣
Siti Choiriyah
cus tak kepoin... gk seru gk tak kasih gif🤗
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwk Kenjiro bakal tersamson-samson ni 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
jangan panggil sayang son, jadi gagal paham kita 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
hati^ ye Kenjiro,,, jangan smpe terpesona sma Samson loh 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
yang ada Kenjiro kaboor karna geli samamu Son 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bando andalan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkw 🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwkw bang Jarot 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Ayo buktikan sama si Kenjiro, Son 💪
🍓ADIRA🍓
etdah bang Jarot 🤣🤣 ambil kesempatan dalam kesempitan 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
dengerin noh Son 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
etdah ni bocahh. 🤣🤣
🍓ADIRA🍓
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!