Balita gemoy menyita perhatian Gala sky Mayer Bintang pamungkas.
Gloria Arabella putri purnama balita usia satu tahun,begitu gembira menyambut kedatangan tamu keluarga Bintang pangkas.
balita lucu nan menggemas itu tidak mau turun Dari gendongan gala Yang ketika ihu gala berusia 12 tahun.gloria menangis Kala gala Akan meletak nya turun alhasil gala pun menudur kan Glo terlebih dahulu sebelum gala pulang.
Glo tidur dalam pelukan gala begitu nyaman Dalam tidurnya pun Glo tersenyum membuat gala tersenyum Dan mencium pipi glo yang cabi.
gala Dan keluarga pulang,gala menatap kamar Yang terang dengan cahaya lampu itu dengan sendu.
sang ibu mengusap tangan gala Dan tersenyum.
"kalau jodoh tak Kan kemana iya Kan dad." Dan sang suami pun menganguk sambil tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama de, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
willy Dan sifa
"duduk lah."willy mencari tempat Yang tidak terlalu terbuka agak pojokan sedikit.willy menarik kursi Dan membiarkan sifa duduk.
"terimakasih om"sofa tersenyum malu malu.biar lah walau wajah willy terlihat datar gitu yang penting sifa sudah mengucapkan terimakasih.
"Om ini mau kemana kok kesini,ini rumah siapa.?" sifa melirik willy Yang Di lirik cuek cuek Aja..willy dengan santai memasukan mobil nya kedalam parkiran.
sifa hanya mandengus melihat willy Yang datar datar saja.
Datang lah pelayan Yang membawa menu makanan.setelah tau apa Yang Di pesan pelayan pun meminta menunggu sebentar.
Willy memandangi sifa tak berkedip.
"Om jangan liatin sifa begitu,sifa jadi malu" benar saja wajah sifa jadi memerah.
willy malah tersenyum tipis lantas willy meraih hanphon nya Yang bergetar.namun willy hanya melihat nya sebentar.seperti enggan memengangkat panggilan itu.
"sifa apa Kamu punya pacar?" pertanyaan willy membuat sifa sedikit heran.membuat kening sifa berkerut.
sifa mengernyit dam berdehem.
"ehem,sifa ga punya pacar om sifa pengen nya nikah terus ga mau pacaran."
"ok.."
"haa.."
"ya ok Kita nikah langsung." Tanpa pikir panjang willy berkata seperti itu.membiat kening sifa berkerut.
obrolan mereka terjeda sebentar karna ada pelayan Yang membawa makanan.setelah sifa mengucap Kan terimakasih pelayan itu pun pergi.
"Om bicara serius sifa,Om pun tidak mau pacaran pengen nya langsung nikah saja." willy mengatakan itu dengan wajah serius.
Kedua nya memakan pesanan masing masing.
"is,om ini." sifa mengunyah makanan nya hingga kedua pipi nya menggelembung.
willy terkekeh
"Kami lucu sekali,kunyah dulu itu makanan Dalam mulut." Dalam hati willy ni anak bikin gemes Aja.
"om umur Kita beda jauh,"sifa sedikit Ragu takut ayah ibu nya tidak setuju.
"bagai mana dengan Bella juga sky umur mereka pun terpaut jauh balasan tahun.lihat lah mereka berjodoh Dan terlihat happy "
"eem,iya juga ya tapi, Om mereka memang sudah Di jodoh Kan Dari sebelum mereka lahir."
"ah itu hanya kebetulan saja." kelah willy.
tiba tiba ponsel sifa berdering kaubtidak mau sifa Harus mengangkat telpon dari ibu nya.
"assalamualaikum bu.." sifa mengucap salam sambil tersenyum tetapi, tak lama wajah nya langsung cemberut.
"iya bu baik lah nanti sifa nginep Di rumah ririn aja.ibu cepat pulang ya jangan lama lama nanti sifa rindu Sama ibu ayah juga adek." setelah itu sifa mengucap salam penutup Dan mematikan ponsel nya.
"Ada apa." willy bertanya,risau melihat wajah sifa Yang jadi murung Dan sedih.
"em om boleh ga nanti tolong hantar sifa kerumah ririn, Beberapa Hari ini ayah Sama ibu tidak Ada dirumah katanya nengokin nenek Yang sedang sakit."
"oh ok." bibir willy melengkung sifa tersenyum semeringah, entah apa Yang Ada Dalam pikiran pria dewasa itu.
"terimakasih om."
"hem."
setelah kedua nya selesai makan Malam kini keduanya sedang berada Di Dalam mobil.willy menjalan Kan mobil nya dengan sedang.tida ada percakapan Di antara mereka berdua hanya willy diam diam melirik gadis itu.ujung bibir nya terangkat sedikit.
mobil itu parkir cantik Di Dalam garasi.willy melirik sofa Yang kebingungan.
"ayok turun dulu,ayok..!" willy membukakan pintu mobil dan meraih tangan sifa.sifa segera keluar tapi dengan cepat sifa melepaskan tangan willy.
Willy hanya tersenyum melihat penolakan dari sifa.
"ayok masuk"
"omg orang Kaya ya,rumah omg bagus banget."
sifa Yang asik melihat sekeliling tak menyadari membentur tubuh willy Dari belakang.
Dug...
"aww..aduh,sakit nya"sifa memegangi kening nya Yang terasa sakit Dan merah.
willy terkekeh,mengusap kening sifa dengan lembut.
"aah merah tuh ."
"keras amat sih badan om,sakit banget ini."
" hehe..maaf ."
Next 💕💕💕