Indonesia
NovelToon NovelToon
ANDAI Kau Menjadi Diriku.

ANDAI Kau Menjadi Diriku.

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:238k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Qanita Raihana 23 tahun, begitu mencintai suaminya Fazril Yudhistira 32 tahun, yang telah menikahinya di dua tahun yang lalu, karena sebuah perjodohan. Sehingga suaminya tak pernah menunjukkan rasa cintanya sama sekali pada Qanita. Di tambah lagi, keluarga Fazril selalu menjelek-jelekkan Qanita di setiap harinya. Membuat Fazril semakin dingin kepadanya.
Bahkan mereka tak pernah tidur seranjang sekalipun.

Pada awalnya Qanita berusaha untuk sabar, walaupun ia dibenci oleh Suaminya. Bahkan ia juga tetap sabar ketika diperlakukan tidak baik oleh keluarga suaminya, sampai dua tahun lamanya. Namun ketika ia mendengar suaminya yang langsung setuju ketika dijodohkan lagi oleh orang tuanya. Membuat Qanita akhirnya menyerah dan memutuskan untuk bunuh diri.

"Selamat tinggal Mas Azril, semoga kamu menemukan kebahagiaanmu," ucap Qanita, setelah ia meminum segenggam obat tidurnya, dan ia pun memejamkan matanya.

Akankah Qanita berhasil pergi meninggalkan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTRI KITA HAMIL.

Di pondok kecilnya Qanita.

Semenjak tinggal di rumah kecil milik Zaynah. Qanita terlihat bahagia. Walaupun pada awalnya ia begitu sulit melupakan suaminya, bahkan ia sangat merindukannya. Namun berkat Zaynah yang sering mendatanginya. Dan selalu memberikan ilmu-ilmu tentang agama. Membuat Qanita menjadi lebih dekat dengan Tuhan nya.

Sehingga kini Qanita terlihat lebih ikhlas, karena ia telah memasrahkan suaminya pada Sang pemiliknya. Dan ia sangat yakin dan percaya, kepada Tuhannya, kalau suatu saat nanti apabila mereka masih berjodoh. Maka takdir pasti akan mempertemukan mereka lagi. Apalagi Zaynah juga selalu memberikan ia semangat, membuat ia semakin kuat menjalankan hidupnya seorang diri.

"Alhamdulillah, kamu tambah pintar Nak Nita, ibu sangat senang melihat kamu begitu banyak kemajuannya," ujar Zaynah setelah ia memberikan siraman rohani pada Qanita.

"Alhamdulillah, terima kasih Mom, ini semuanya berkat Mommy, yang mengajarkan saya, banyak hal. Sehingga rasanya ucapan terima kasih saja tidak cukup, dengan apa yang sudah Mommy ajarkan kepada saya," balas Qanita dengan wajah yang terlihat begitu bersyukur sekali karena ia telah dipertemukan oleh orang yang sangat baik menurutnya.

Apalagi, saat ini Zaynah sudah menganggap Qanita, sudah seperti anaknya sendiri. Ditambah lagi, Zaynah dan hari memang tidak memiliki anak, padahal usia pernikahan mereka sudah mencapai dua puluh tahun. Namun mereka belum juga dikaruniai keturunan. Namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk mereka berkasih sayang.

Bahkan Hanri semakin sayang pada istrinya itu. Makanya mereka sangat senang tatkala dipertemukan oleh Qanita. Mereka berkata mungkin ini jawaban doa mereka yang selama ini mereka panjatkan. Dan kini Tuhan sudah mengirimkan anak perempuan yang cantik yaitu Qanita. Makanya kini Qanita juga menganggap mereka juga sebagai orang tuanya juga.

"Kamu ngomong apa sih Nak? Inikan sudah menjadi kewajiban kami selaku orang tua kamu sekarang. Jadi kamu jangan sungkan-sungkan pada kami ya Nak?" ujar Hanri yang tiba-tiba muncul dengan membawa kantong plastik yang sepertinya itu berisikan belanjaan dan juga makanan.

"Eh, Daddy? Kok nggak kedengaran suara mobilnya, tau-tau sudah sampai sini saja. Emangnya Daddy nggak naik mobil ya?" tanya Qanita, yang sepertinya ia sudah mulai terbiasa, memanggil Hanri dengan sebutan Daddy. Karena itu memang sesuai dari permintaannya Hanri.

"Naik mobil kok, kalian saja yang keasyikan ngobrol, sampai-sampai Daddy mengucapkan salam saja kalian tidak dengarkan?" protes Hanri. Membuat Qanita maupun Zaynah langsung tersentak, lalu keduanya pun saling bertatapan.

"Eh! Maaf Suamiku," ucap Zaynah dengan lembut.

"Eh! Maaf Daddy," ucap Qanita juga, sambil mengatupkan kedua tangannya. Seraya menatap wajah sang Ayah angkatnya dengan tatapan merasa bersalahnya.

"Sudahlah istriku, aku sudah memaafkan kamu, kok," balas Hanri pada Zaynah. Seraya ia mengecup puncak kepala istrinya itu.

"Dan Daddy juga sudah memaafkan kamu juga Sayang," lanjut Hanri, yang kali ini ia tujukan kepada Qanita. Sambil mengelus puncak kepalanya Qanita.

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Terima kasih Sayang," balas Zaynah, sambil meraih tangan suaminya. Lalu ia kecup tangan tersebut dengan lembut. Sedangkan Qanita, hanya tersenyum, melihat kemesraan kedua orang tua angkatnya itu saja.

"Sama-sama Sayang. Ya sudah kalau begitu mari kita makan soalnya aku sudah lapar sekali. Lagian kita harus secepatnya pulang sayang. Soalnya hari inikan jadwal kamu kerumah sakit," kata Hanri, pada Zaynah.

"Ooh iya, saya lupa Sayang. Ya sudah kalau begitu mari kita makan," ajak Zaynah, yang akhirnya ia mengeluarkan kotak makanan yang terdapat di kantong plastik yang dibawa oleh Hanri tadi.

Sedangkan Qanita, langsung mengerutkan dahinya, tatkala ia mendengar, kalimat terakhirnya Hanri tadi, "Jadwal kerumah sakit? Apa maksudnya Dad? Apakah Mommy saat ini sedang sakit?" tanyanya dengan wajah yang terlihat sedang penasaran.

mendengar pertanyaan Qanita Hanry dan Zaynah langsung saling bertatapan. Keduanya tampak begitu enggan, membalas pertanyaannya Qanita. Jelas sekali kalau keduanya seperti sedang merahasiakannya pada Qanita. Hal itu malah membuat Qanita semakin penasaran.

"Kenapa kalian jadi diam? Mengapa tidak menjawab pertanyaan Nita, Dad, Mom?" tanya Qanita, dengan wajah yang terlihat sedang mencurigai sesuatu, "Katakan Dad? Mommy sakit apa?" tanyanya lagi.

"Ti-tdak Nak, Mommy tidak sakit kok Nak," balas Zaynah sedikit gugup.

"Kalau tidak sakit, kenapa Daddy mau membawa Mommy kerumah sakit?" tanya Qanita lagi, yang terlihat semakin penasaran, hingga ia terus mendesak keduanya agar berkata jujur padanya.

"Itu memang biasa dilakukan oleh Mommy, untuk mengecek kesehatannya saja, Nak," balas Hanry yang sepertinya ia masih enggan berkata jujur pada Qanita.

"Benar kok Nak, Mommy memang sudah rutin melakukannya. Jadi Daddy selalu mengingatkan aga Mommy tadak lupa," sambung Zaynah juga.

"Baiklah kalau memang begitu. Tapi kalian harus berkata jujur ya, bila ada apa-apa?" balas Qanita, yang akhirnya ia menyerah. Padahal ia tahu kalau kedua orang tua angkatnya itu sedang merahasiakannya sesuatu. Namun ia tak mau memaksa keduanya lagi. Karena ia memilih menunggu, dan ia juga yakin, seuatu saat nanti pasti mereka akan memberitahukan juga.

"Baiklah Nak. Kalau begitu mari kita makan yuk," ujar Zaynah seraya ia menyerahkan salah satu kota makan pada Qanita. Dan langsung disambut olehnya. Setelah itu ia pun langsung membuka kotak makanannya tersebut. Namun baru saja ia membuka kotak makanan tersebut tiba-tiba.

"Ugh..Uhg..uhuek! Hoekk!!" Qanita langsung menutup mulutnya, lalu ia pun langsung berlari menuju ke kamar mandinya. Melihat hal itu Hanry maupun Zaynah langsung saling bertatapan.

"Sepertinya putri kita hamil!" kata mereka berdua secara bersamaan. Masih posisi saling bertatapan, dengan mata keduanya yang terlihat begitu senang.

...••┈••✾•◆❀🌸❀◆•✾••┈••...

Jangan lupa berikan dukungannya ya? Dan jangan lupa kasih 👉 🌟🌟🌟🌟🌟 Lima, VOTE, LIKE, Hadiah Serta komentarnya oke 😉 Agar Ramanda bersemangat loh 😉

 

1
Rahmawati Amma
oke thor ceritanya
Erina Munir
baik ...cukup mendidik
Erina Munir
alhamdulillah udh insaf...
Erina Munir
jngn2 drama lgi niih
Erina Munir
waduuh... ketemu nenek lampir niij
Erina Munir
nyadaar broo
Erina Munir
ngehalu aja luuh teruus monyet lisa...ga bakalan kesampeaan .../Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
Erina Munir
kok bisa k beneran begitu yaa...kaya d atur tpi ga masuk d akal...gitu dehh...aduuh jdi sebeell nih ada...s mon yet...
Erina Munir
masa baru jatuh begitu udh kaya abis kcelakaan mobil aja...terlalu parah itu mah sakitnya thooor....bikin nyesek aja kesian istrinya ga ada abis2nya pebderitaannya mana lgi hamil lgi...
Erina Munir
hmmmm ..
amnesia sementara pasti nih
Erina Munir
🤣🤣🤣 naah appess kan Azril....maksnya jngn jailin istrinya terus...
Erina Munir
sukuuriiin ...nitanya ngambeek...makanya jngn egoiss
Erina Munir
akhiirrrnyaaaa....bersua lgiii
Erina Munir
ya ampuun kirain mah..lewaaat...ternyata masih hidup....
Erina Munir
hahaaa...aya2 waee...lucu juga nih crita
Erina Munir
Azril azril...ada2 aja ....lewaat luuĥ....waahhh...bekel blom ada udh mau matii
Erina Munir
alhamdulillah henry udh tau k adaan azril
Erina Munir
carii deh sampe ubanan...klo ketemu brarti jodooh
Erina Munir
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Tongue//Tongue//Tongue/
Erina Munir
kennaaa luuh mon2 nyeet....dasar uleet buluu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!